Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Rapat Dengar Pendapat Asita dan PHRI dengan DPRD Bangli, Segera Terbitkan Rekomendasi Penundaan Tarif Retribusi Masuki Kawasan Kintamani

BALIILU Tayang

:

de
RESPONSIF: Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar, STT Par dan I Komang Carles, SE serta Ketua PHRI BPC Bangli DR. I Ketut Mardjana usai rapat dengar pendapat yang menelorkan rekomendasi penundaan tarif retribusi di kawasan Kintamani.

Bangli, baliilu.com – Sehubungan dengan surat bersama perihal permohonan penundaan tarif retribusi masuki kawasan Kintamani yang dilayangkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Bali, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Bangli  kepada Bupati Bangli tertanggal 14 Februari 2020, yang ditembuskan kepada DPRD Bangli, mendapat respons cepat justru dari wakil rakyat di Bangli.

Senin, 2 Maret 2020, DPRD Bangli mengundang para pelaku wisata baik Asita Bali, HPI Bali, PHRI BPC Bangli dalam acara rapat dengar pendapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Nyoman Diar, SST Par, didampingi Wakil Ketua I Komang Carles, SE, Ketua Komisi II I Ketut Mastrem, Ketua Komisi III Drs. I Made Natis, MM, I Dewa Gede Suamba Adnyana, SS, SH, Ir. I Nengah Wasana, Ir. I Gede Tindih, I Ketut Suastika, SH dll.

de
ASITA DAN PHRI: Sampaikan perkembangan terakhir sutuasi pariwisata di Kintamani

Sementara itu dari pihak Asita, HPI, dan PHRI hadir Ketua PHRI Bangli DR. I Ketut Mardjana, Sekretaris Asita Putu Winastra, Wayan Mantik, Rena, Wayan Winurjaya, Ketut Putranata dll.

Dari rapat dengar pendapat yang berlangsung lebih dari 2 jam, baik pemaparan dari Asita dan PHRI maupun tanggapan dari anggota Dewan mencapai keputusan bahwa DPRD Bangli segera akan menerbitkan rekomendasi terkait penundaan tarif retribusi masuki kawasan Kintamani.

de
DR. I KETUT MARDJANA: Ketua PHRI BPC Bangli

Ketut Mardjana yang berkesempatan sebagai pembicara pertama mewakili PHRI Bangli begitu lugas menyampaikan perihal surat yang dilayangkan kepada Bupati yang sampai saat ini belum mendapat tanggapan. Mardjana menegaskan inti dari surat tersebut pertama, permohonan penundaan pemberlakuan kenaikan tarif retribusi memasuki daerah  pariwisata Geopark Batur dan mengkoordinasikan serta mengkonsolidasikan berbagai jenis pungutan yang ada guna menghilangkan kesan mahalnya berpariwisata ke Bangli.

Kedua, meminta Pemkab Bangli menunda pelaksanaan Perbup 37/2019 sampai dengan kondisi pariwisata Bangli kembali kondusif. Ketiga, meminta Pemkab mengkaji  secara hukum penerapan tiket masuk yang dilaksanakan di jalan raya Denpasar Singaraja melalui Kintamani, serta keempat, meminta kepada Pemkab Bangli agar setiap kebijakan yang diambil lebih berpihak kepada pertumbuhan ekonomi rakyat.

Baca Juga  Doakan Masalah Virus Corona Cepat Reda, Jajaran Dinas Pariwisata Bali Sembahyang Bersama di Pura Narmada

Adapun alasan permohonan penundaan tarif retribusi itu, Mardjana memaparkan sehubungan dengan situasi pariwisata khususnya Bali termasuk pariwisata Bangli yang saat ini sangat terpuruk sebagai akibat merebaknya virus corona.

Berbagai langkah sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka  mengantisipasi wabah virus corona di Bali. Seperti menyiapkan rumah sakit, pelayanan isolasi, termasuk mengeluarkan surat edaran 556/488/III/Dispar, 27 Januari 2020 yang isinya menghimbau kepada pengusaha hotel/akomodasi di Bali untuk tidak mengenakan beaya pembatalan kepada agen perjalanan/wisatawan China. Begitu juga uang muka yang telah dibayarkan oleh agen perjalanan wisatawan China, kepada hotel/akomodasi tidak dihanguskan karena pembatalan.

Menyikapi kondisi pariwisata yang sangat memprihantinkan ini, Pemerintah Pusat pun telah mengambil kebijakaan strategis dalam bentuk insentif dan stimulus ekonomi. Menteri Perhubungan pada 25 Februari 2020 menegaskan mulai 1 Maret 2020 diberlakukan diskon tiket pesawat sebesar 50 persen ke 10 destinasi wisata di Indonesia termasuk Bali. Begitu juga Menteri Keuangan pada 26 Februari 2020 mengeluarkan kebijakan pembebasan pajak hotel dan restoran selama 6 bulan ke depan, di 10 destinasi wisata, termasuk Bali. Selanjutnya untuk mengkonvensasi ini pemerintah akan menggelontorkan tambahan anggaran di APBN kurang lebih sebesar Rp 500 milyar untuk sektor pariwisata, Rp 260 milyar untuk Angkasa Pura I dan II dan Rp 100 milyar untuk Airnav.

Di tengah gencarnya Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali dalam mengatasi dampak negatif virus corona terhadap pariwisata, juga memberikan insentif dan stimulus ekonomi dalam upaya mengamankan ekonomi bangsa, sangat disayangkan Pemkab Bangli sampai saat ini belum mengeluarkan suatu kebijakan yang diharapkan mampu menyelamatkan pariwisata di Kabupaten Bangli. Bahkan sebaliknya tetap melaksanakan Perbup 37 Tahun 2019 tentang tarif retribusi yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2020.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ajak PKK Kreatif Manfaatkan Lahan Pekarangan
de
PUTU WINASTRA: Wakil dari Asita

Persoalan yang sama juga dikemukakan Putu Winastra, wakil dari Asita Bali. Di mana Winastra menyebutkan Asita memiliki 401 biro perjalanan full member yang membidangi 11 pangsa pasar. Karena itu ia berharap agar pemerintah dalam mengambil kebijakan khususnya di sektor pariwisata agar selalu berkoordinasi  dan berkomunikasi dengan Asita.  Karena Asita satu-satunya yang membuat paket wisata sampai ke pelosok-pelosok Bali. ‘’Asita sebagai biro perjalanan yang punya tamu yang kemudian dibawa oleh rekan HPI,’’ ujar Winastra seraya mengingatkan bahwa saat ini 80 anggota biro perjalanana China sudah tutup dan tidak bisa membayar gaji karyawan. Persoalan-persoalan klise seperti penataan parkir, penataan lingkungan, status Bangli yang tidak mempunyai kawasan wisata sehingga tidak ada pengaturan zone juga mengemuka dari pembicara Wayan Mantik, Rena, Winurjaya, dan Putranata.

de
I KETUT MASTREM: Ketua Komisi 2

Sementara itu, I Ketut Mastrem mendapat kesempatan pertama memberikan tanggapan. Mastrem mengakui dalam kunjungannya diam-diam beberapa hari liburan Kuningan, mengamati di beberapa restoran yang biasanya full mobil kemarin sampai siang hanya ada 3 mobil di parkiran. Ia merasa miris dan menyebut ini bencana pariwisata. Dalam istilah pribadinya, bahwa Pemkab sepatutnya menerapkan konsep suka-duka, saat ramai ikut menikmati begitu juga saat turun ikut juga merasakan. Karena itu, menyikapi kondisi yang terjadi di lapangan, Mastrem menyatakan siap menerbitkan rekomendasi.

de
WAKIL RAKYAT: Memberikan tanggapan terkait Rapat Dengar Pendapat

Bahkan Ketut Suastika, SH dari Komisi 3 menegaskan terkait tarif retribusi yang melonjak, Dewan agar segera menggelar rapat kerja. ‘’Kalau perlu besok,’’ begitu Suastika seraya menyebutkan tidak layak retribusi naik tanpa ada peningkatan pelayanan. Ia juga mengingatkan bahwa keputusan daerah wajib ada rekomendasi. Dasar kebijakan harus jelas, kalau tentang retribusi semestinya pelaku wisata yang diajak ngobrol.

Baca Juga  Update Covid-19 Selasa (5/5) Positif 277, Dewa Indra: TL Naik, Minta Tokoh Bali Bersatu Kuatkan Disiplin Cegah Covid-19

Hal yang sama juga dilontarkan I Made Natis. Ia menegaskan melihat kondisi yang terjadi saat ini perlu ada sinergi yang bagus antara komponen pariwisata, DPRD, dan pemerintah. ‘’Kami sangat perhatian dan setuju DPRD melakukan kajian dan menerbitkan rekomendasi penundaan retribusi. Sepakat tarif ditunda untuk memberikan ruang untuk berbenah. Dan semoga cepat pulih dan kembali menggeliat,’’ ujar Natis.

Terkait fakta pariwisata yang disampaikan PHRI dan Asita, ungkap Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar, STT Par, begitu juga tanggapan dari anggota Dewan, maka DPRD Bangli akan segera menerbitkan rekomendasi penundaan tarif retribusi di Kintamani. Paling tidak selaku wakil rakyat, dari fakta itu dibuat kebijakan sebagai salah satu fungsi DPRD, namun yang eksekusinya adalah pak Bupati. ‘’Tetapi saya juga memohon ayok kita buka selebar-lebarnya terkait yang terjadi di bangsa ini khususnya masalah pariwisata di Bangli. Dengan hormat segera bisa mengevaluasi terkait tarif retribusi di Kintamani,’’ tegas anggota DPRD Bangli 4 periode ini.

de
I WAYAN DIAR, STT Par: Ketua DPRD Bangli yang cepat merespons keluhan masyarakat pariwisata

Diar menegaskan, yang terpenting dan mendesak saat ini adalah bagaimana mengevaluasi terkait dengan retribusi di Kintamani. Bagaimana menarik kembali wisatawan yang sedang lesu ini bisa datang ke Kintamani. Terlebih lagi rujukannya sudah jelas, dimana pemerintah pusat memberikan insentif, bebas pajak. Tapi dengan rujukan itu, pemerintah daerah mesti harus bersama-sama berpikir kebangsaan. ‘’Nanti saya akan serahkan rekomendasi DPRD Bangli itu karena rapat dengar pendapat dihadiri pimpinan dan anggota,’’ ujar Diar.

Diar mengaku seberapa kuat rekomendasi lembaga DRPD itu, tidak bisa menjamin. Kalau memang kita paham betul pemerintahan ini terdiri dari eksekutif dan legeslatif maka kita bersama-sama jadinya. Dan itu kalau mau bagus. Kalau pincang, selamanya tidak bisa ngebut, jalan. Maka akan butuh waktu yang lebih lama sampai ke tujuan.

Mardjana menyambut gembira keputusan DPRD Bangli yang bakal menerbitkan rekomendasi terkait kenaikan tarif retribusi di kawasan Kintamani.  Sekiranya rekomendasi itu tidak diikuti oleh bupati, tentu ini kurang keberpihakan bupati kepada rakyat. (GS)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Putri Koster Sampaikan Ucapan HUT kepada Megawati

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Doakan Masalah Virus Corona Cepat Reda, Jajaran Dinas Pariwisata Bali Sembahyang Bersama di Pura Narmada

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ajak PKK Kreatif Manfaatkan Lahan Pekarangan
Lanjutkan Membaca