Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Komisaris Utama PT NIDU Wayan Mantik: Cetak Entrepreneur di Desa Gerakkan Ekonomi Rakyat

BALIILU Tayang

:

de
WAYAN MANTIK: Tokoh masyarakat Bangli yang pernah sebagai wakil rakyat 1999-2004.

Bangli, baliilu.com – Menyikapi Peraturan Bupati Bangli Nomor 37 tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga Kabupaten Bangli, dimana sejak 1 Januari 2020  diberlakukan tarif retribusi masuki kawasan Kintamani sebesar 50 ribu belum termasuk pajak, di tengah dampak virus corona, Komisaris Utama PT NIDU Wayan Mantik menandaskan PAD itu bukanlah satu-satunya alat untuk mensejahterakan rakyat. PAD adalah bagian yang terkecil sebenarnya daripada ingin mensejahterakan rakyat.

Seharusnya bagaimana pemerintah membangun semacam kelompok-kelompok masyarakat atau interpreneur-interpreneur di masing-masing desa supaya mereka bisa mandiri. Hal ini bisa dibuktikan di daerah kaldera Batur muncul entrepreneur-entrepreneur dengan berkembangnya Toya Devasya yang efeknya muncul enterpreneur kecil-kecil.

Dengan munculnya wirausahawan muda justru di situ akan terjadi pertumbuhan ekonomi. Ada penyerapan tenaga kerja, ada pembelian hasil-hasil bumi masyarakat. Itu akan tubuh ekonomi baru.

Mantik menandaskan yang melatarbelakangi terkait dengan kenaikan tarif retribusi masuk kawasan Kintamani dari 31 ribu menjadi 51 ribu, tujuannya agar mereka mendapatkan PAD. Tetapi dengan adanya situasi dampak dari virus corona, Pemkab Bangli seharusnya mengevaluasi lagi apalagi pemerintah pusat sendiri sudah memberikan stimulus-stimulus ekonomi. Jika daerah tidak merespons maka peluang untuk mendatangkan wisatawan ke daerah Bangli akan semakin kecil. Kalau peluang untuk mendatangkan wisatawan makin kecil maka pertumbuhan ekonomi di Bangli juga akan semakin kecil bahkan akan tergerus.

‘’Syukurnya kita di Toya Devasya tidak merumahkan karyawan walau dirut sudah puyeng memikirkan salary karyawan.  Artinya dengan tidak mau mengoreksi, saya yakin kunjungan ke Kintamani Bangli akan tergerus. Semestinya Pemkab Bangli belajar ke Tabanan. Retribusi di Tabanan hanya di titik tertentu dan terbatas. Karena itu kenapa wisatawan domestik cenderung ke Tabanan,’’ ujar mantan anggota DPRD Bangli 1999-2004 ini.

Baca Juga  Update Covid-19 (8/9) di Bali, 12 Pasien Meninggal, Kasus Positif Bertambah 164 Orang, Sembuh Nambah 114 Orang

Mantik kembali menegaskan PAD itu bagian daripada bagaimana pemerintah daerah Bangli bisa bergerak. Tetapi PAD kalau betul-betul mau digarap masih banyak peluang yang lain.

Mantik berharap semestinya stimulus ini direspons oleh pemerintah tingkat satu dan tingkat dua. Makna dari stimulus ini supaya kegiatan pariwisata tetap berjalan. Ini khan malah jadi keluhan dari para komponen pariwisata terutama travel-travel bahkan tidak melalui travel pun mengeluh kaitan dengan kenaikan pungutannya ini. ‘’Kami benar-benar khawatir. Sebenarnya, kebetulan nanti akan apa Nyepi, Idul Fitri, ini peluang untuk bisa menggerakkan ekonomi di tingkat bawah ini,’’ ungkap Mantik.

Kaitan dengan perbup ini, Mantik  menegaskan keberhasilan pemerintah daerah tidak bisa diukur dari berapa besar dia akan mendatangkan PAD, tetapi keberhasilan pemerintah daerah adalah seberapa besar bisa mensejahterakan rakyat. Kalau ukurannya besarnya PAD, maka ada kabupaten yang sudah sejahtera tetapi kenyataannya juga memiliki penduduk miskin. Maka dengan membuat enterpreneur-enterpreneur di tingkat desa supaya masyarakat bisa bergerak di bidang ekonomi yang justru akan mengentaskan kemiskinan dan mengentaskan lapangan kerja di desa.

Ia mengambil contoh di Toya Devasya yang kini memiliki 250 karyawan, dimana 80% nya adalah penduduk lokal. Anggaplah 200 karyawan lokal kali 4 karena dia pasti punya keluarga, itu sudah 800 orang yang menggantungkan hidupnya dari Toya Devasya. ‘’Hal-hal ini tidak terbersit di pimpinan daerah, mohon maaf saya katakan sebagai rakyat berhaklah bicara. Hal-hal yang begini multiplayer effecknya ada, satu bulan memang belum dirasakan tapi 2 bulan ke depan ini akan sangat besar kalau memang pemerintah dalam hal ini kita bicara lebih kecil pemerintah daerah tingkat 2 tidak memikirkan kaitan dengan masalah pariwisata ini,’’ ujar Mantik.

Baca Juga  Update Covid-19 (20/8) di Bali, Kasus Positif Merangkak Naik Nambah 72 Orang

Dikatakan, anggota PHRI Bangli yang tercatat baru 26 padahal lebih dari itu. Bayangkan berapa tenaga kerja yang terserap dari sini kalau pariwisatanya stagnan. Di situ akan ada pemutusan hubungan kerja, akan ada pengangguran-pengangguran baru, PAD  naik dengan dinaikkannya retribusi, bangga pemerintah daerah Bangli tetapi banyak pemutusan hubungan kerja ini yang tidak pernah dikaji. (GS)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Menkop Teten Masduki Kunjungi Dharma Negara Alaya, Apresiasi Insan Kreatif Kota Denpasar

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (14/6) Bali, Pasien Sembuh Bertambah 3 Orang, Positif 5 Didominasi Transmisi Lokal

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Update Covid-19 (20/8) di Bali, Kasus Positif Merangkak Naik Nambah 72 Orang
Lanjutkan Membaca