Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Loka Sabha X MGPSSR Bali, Giri Prasta Terpilih Aklamasi sebagai Ketua: ”Tiyang Pasti Jengah, Wirang Tindih Ring Semeton”

BALIILU Tayang

:

de
GIRI PRASTA: Ketua MGPSSR Bali bersama MGPSSR Kabupaten/Kota.

Mangupura, baliilu.com – Loka Sabha X Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali yang dibuka Gubernur Bali I Wayan Koster di ruang pertemuan Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Minggu (15/3-2020) akhirnya memilih secara aklamasi I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat Bupati Badung sebagai Ketua MGPSSR Provinsi Bali periode 2020-2025.

de
GUBERNUR BALI I WAYAN KOSTER: Buka Loka Sabha X MGPSSR Bali.

Giri Prasta terpilih secara aklamasi setelah 9 utusan dari MGPSSR Kabupaten/Kota dalam pemandangan umumnya  seluruhnya meminta agar Giri Prasta memimpin MGPPSR Bali. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua MGPSSR Pusat Prof. Dr. dr. I Wayan Wita SpJP, Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja, SH, MH, Ketua MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali, para pejabat semeton pasek, semeton jaga baya pasek, serta semeton MGPSSR seluruh Bali.

Usai terpilih secara aklamasi, Giri Prasta yang sebelumnya Ketua MGPSSR Kabupaten Badung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan semeton pasek yang diberikan kepadanya. Ia akan melaksanakan mandat ini dengan baik sesuai dengan AD/ART organisasi.  ‘’Yen semeton sareng sami bersatu setengah perjuangan semeton berhasil, yen semeton ten bersatu setengah perjuangan gagal, semeton pilih, berhasil napi gagal?’’ tanya Giri Prasta pada hadirin yang dijawab … berhasil. ‘’Mesikian ngihhh!,’’ pinta Giri Prasta yang siap medanapunia untuk beaya operasional seluruh MGPSSR Kabupaten/Kota/Provinsi Bali serta sudah menyiapkan dana untuk pembangunan sekretariat seluruh kabupaten/kota.

de
GIRI PRASTA: Ketua MGPSSR Provinsi Bali.

Giri Prasta menandaskan tiga hal wajib yang harus dilaksanakan warga pasek adalah bakti ring kawitan, eling ring bhisama, dan guyub ring pasemetonan. Karena menurut Giri Prasta, semua permasalahan pasti ada jalan keluar, terlebih jika pasemetonan bersatu. Ia mengingatkan, dirinya tak bisa bekerja dan menyelesaikan tugas-tugasnya sendiri. Untuk itulah dukungan dari seluruh pengurus yang ada di kabupaten sangat diperlukan dalam menjalankan roda organisasi. Demikian Saba Walaka dan Saba Pandita yang selalu menuntun sehingga organisasi bisa berjalan sempurna.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-41 ST Satya Raharja Banjar Adat Tauman

 “Tiyang pasti jengah, wirang, tindih ring semeton,’’ ujar Giri Prasta seraya mengajak pasemetonan pasek untuk meningkatkan persatuan.

Sementara itu, Ketua MGPPSR Bali 2015-2020 Wisnu Bawa Temaja, SH, MH menyatakan selama lima tahun memimpin MGPSSR Bali, sudah menanamkan dasar percaya diri kepada seluruh anggota krama pasek, pertama: menanamkan catur ideologi kepasekan: Astiti ring Widhi, bakti ring Bathara Kawitan, eling ring bhisama dan guyub ring pasemetonan. Dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

de
WISNU BAWA TEMAJA: Ketua MGPSSR 2015-2020.

Kedua membentuk jaga baya pasek dalam pengamanan baik dalam kegiatan darma negara dan darma agama. Ketiga membentuk Pasupati yakni pamikukuh swadarmaning pasek sujati yang menggerakkan seluruh masa ke dadya-dadya, paibon-paibon yang bergerak di bidang politik baik menjadi bupati, gubernur, anggota DPR, juga mendukung pemikiran positif untuk kemajuan zaman. ‘’Kami pasti dukung, apalagi program misi dan visinya pak Bupati Badung dan Gubernur Bali sama-sama untuk melestarikan lingkungan, memajukan kesejahteraan rakyat, mencerdasarkan bangsa, untuk memberatas virus-virus corona dan virus yang lain yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara,’’ tegas Wisnu Bawa Temaja.

Keempat membentuk propaganda dalam arti untuk mengerahkan masa fokus dalam satu kegiatan. Bukan propaganda mengadu domba tetapi propaganda mengajak, merangkul anggota krama pasek untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara. Kelima membuat lembaga bantuan hukum. Apabila terjadi satu konflik di intern dan ekstern bisa diselesaikan secara musyawarah dengan baik.

de
PANITIA: Bersama ketua terpilih Giri Prasta.

Keenam membangun Pura Punduk Dawa yang sudah hampir selesai. ‘’Tugas kami mengerahkan, mengarahkan, mengajak untuk bersembahyang bersama dan membangun. Tinggal sekarang untuk membuat parkir, tembok penyengker, wantilan dan taman. ‘’Semua itu kerja sama yang baik di antara semeton. Ke depan dilanjutkan oleh pejabat baru untuk menyelesaikan pembangunan Pura Punduk Dawa, meningkatkan dan memperkuat pemahaman ideologi kepasekan, mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membantu fakir miskin, bedah rumah karena 80 persen warga pasek yang kemungkinan belum terpantau yang perlu dibantu,’’ ujar Wisnu Bawa Temaja yang sudah 20 tahun memimpin organisasi pasek yang dimulai dari Karangasem, kemudian Badung dan berakhir di Provinsi Bali.

Baca Juga  Update Covid-19 (20/6) Bali, Kasus Positif Tembus 1013 Orang, Meninggal Nambah 1 Orang
de
MADE ADI DJAYA: Ketua Panitia Loka Sabha X MGPSSR Bali.

Ketua panitia Lokasabha Made Adi Djaya dalam laporannya menyampaikan, Lokasabha MGPSSR merupakan program rutin yang digelar setiap 5 tahun sekali dengan mengagendakan pertanggungjawaban pengurus periode 2015-2020 sekaligus memilih kepengurusan yang baru masa bakti 2020-2025.  Lokasabha MGPSSR X ini mengambil Tema “Melalui Lokasabha X MGPSSR Provinsi Bali, Kita Mantapkan Regenerasi Pasek Menuju Pemimpin Bali Yang Visioner. Selain mengukuhkan Giri Prasta secara aklamasi sebagai ketua MGPSSR Bali 2020-2025, juga menetapkan Wisnu Bawa Temaja sebagai ketua Saba Walaka dan Ida Pandita Mpu Bayu Mas Kaler dari Griya Sedap Malam Denpasar sebagai ketua Saba Pandita. (SA)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  1 Orang Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar, Sembuh Bertambah 5, Positif Bertambah 19 Orang

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  1 Orang Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar, Sembuh Bertambah 5, Positif Bertambah 19 Orang

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Presentasi di Baleg DPR, Gubernur Koster: UU Nomor 64 Tahun 1958 Sudah Tak Relevan Lagi

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Update Covid-19 (27/7) di Bali, Lima Hari Berturut-turut Jumlah Pasien Sembuh Meningkat, Capai 79,84%

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca