Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Satgas Penanggulangan Covid-19, Pintu Masuk Bali Dijaga Sangat Ketat

BALIILU Tayang

:

de
DEWA MADE INDRA: Saat konferensi pers, Rabu (18/3-2020) di gedung II Kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penangggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan Covid-19 yang diyakini penyebarannya datang dari luar memandang sangat penting pintu-pintu masuk Bali ini harus dijaga dengan sangat ketat. Tujuannya, supaya kalau ada orang yang terindikasi infeksi virus masuk ke Bali, maka bisa dengan cepat terdeteksi.

‘’Inilah yang harus kita filter dengan baik, terutama pemeriksaan kesehatannya dan kemudian kita ikuti perkembangannya ketika berada di Bali,’’ terang Dewa Indra yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM,  Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali Gede Pramana, ST, MT, NIP, Kepala BNPB Provinsi Bali I Made Rentin pada konferensi pers di gedung II kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar, (18/3-2020) sore.

Pemeriksaan sangat ketat ini penting, kata Dewa Indra, terkait dengan upaya peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu-pintu masuk Bali, karena diyakini Covid-19 datangnya dari luar.

Tercatat, sejak tanggal 17 Maret sampai 18 Maret ini, Dewa Indra memaparkan perkembangan lalu lintas orang asing atau luar Bali ke Bali dari informasi resmi kantor Imigrasi, dari Bandara Ngurah Rai khususnya dari terminal kedatangan internasional sebanyak 16.182 orang. Dari terminal domestik 15.402 orang.  Dari pelabuhan Gilimanuk 646 orang, dari pelabuhan Benoa 3.529 orang dan dari pelabuhan Padangbai 208 orang.

Untuk itu, dalam upaya pengetatan pemeriksaan di pintu masuk, Dewa Indra menggelar pertemuan dengan semua stakeholder yang ada di Bandara Ngurah Rai. Karena, Bandara Ngurah Rai adalah pintu masuk pertama dan utama bagi wisatawan ke Bali. ‘’Saya sudah mengadakan pertemuan dan meminta kepada pihak bandara untuk mempertebal lapisan-lapisan pemeriksaan. Kekurangan alat, personel sudah kami siapkan,’’ ujar Dewa Indra

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, PKB XLII Tahun 2020 Ditiadakan

Terhitung mulai Rabu kemarin, melalui Dinas Kesehatan sudah memberikan dukungan 20 orang untuk membantu KKP di Bandara Ngurah Rai. Tujuannya supaya pemeriksaannya bisa lebih cermat dan cepat. Termasuk kekurangan yang lain juga dibantu. Tak luput juga bagian-bagian yang belum mendapatkan pengetatan kini diminta untuk diketatkan. Salah satunya pintu masuk vip room juga diperketat pemeriksaannya.

‘’Kami minta jangan hanya pintu internasional dan domestik yang diawasi ketat, tetapi vip room juga harus diawasi sangat ketat karena kita ketahui bersama, pejabat juga bukan orang yang kebal terhadap virus ini,’’ tegas Dewa Indra.

Lanjut secara marathon, Satgas Covid-19 juga mengadakan pertemuan dengan semua stakeholder di Pelabuhan Benoa yang tujuannya untuk memastikan petugas melakukan pengetatan terhadap pengawasan dan pencegahan di pintu masuk.

Untuk operasional di lapangan, Satgas Covid-19 telah menugaskan tim dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Satpol PP untuk keliling melihat pelabuhan-pelabuhan ini untuk memastikan mereka telah melakukan upaya-upaya pencegahan. Tim dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan terus-menerus keliling memantau, mengecek, menanyakan satu persatu untuk memastikan pencegahan di pintu masuk berjalan maksimal.

Terkait perkembangan orang yang menjadi status pasien dalam pengawasan (PDP), sampai Rabu sore di rumah sakit, Dewa Indra melaporkan jumlah pasien dalam pengawasan adalah 78 orang. Dari jumlah tersebut seluruhnya sudah diambil sampelnya. Dan sampel yang belum keluar sampai jam ini sebanyak 18 sampel. Karena itu maka 18 orang itu sampai saat ini masih berada di rumah sakit dalam pengawasan tenaga medis.

Sementara sebanyak 60 orang yang sampelnya sudah keluar, 59 dinyatakan negatif. Hanya satu orang yang positif berkewarganegaraan asing pasien 025 tetapi sudah meninggal.  ‘’Kita sedang menunggu 18 lagi mudah-mudahan semuanya negatif. Yang 18 pasien ini adalah pasien yang memang baru masuk bukan dari yang pertama,’’ ujar Dewa Indra.  (GS)

Baca Juga  Gubernur Koster Terima Bantuan 500 Paket Bahan Pangan dari Jasa Raharja

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Di Depan Anggota Dewan, Gubernur Koster Tegaskan Anggaran Covid-19 Terserap hampir 100 Persen

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, PKB XLII Tahun 2020 Ditiadakan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Telah Luncurkan 3 Video Klip, Namsore Band Siap Rilis Album Tahun Ini

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca