Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Putri Koster Soal Virus Corona, Ketakutan dan Kepanikan Akan Nambah Masalah Baru

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak PKK memiliki peran aktif dalam mensosialisasikan kesehatan keluarga, salah satunya turut aktif dalam mencegah meluasnya penyebaran virus corona, yang saat ini menjadi pandemi di tengah masyarakat. Ketakutan dan kepanikan yang berlebihan akan menambah masalah baru bagi keluarga. Selain penyebarannya yang begitu cepat, virus ini juga membutuhkan wadah baru melalui sentuhan kulit orang lain. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di sela dialog “Perempuan Bali Bicara”, Jumat (20/3-2020).

“Pencegahan penularan virus corona sebaiknya dimulai dari lingkungan rumah tangga sendiri, tanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada anggota keluar, mulai dari orangtua, pasangan dan anak-anak,” ungkap Ny. Putri Suastini Koster.

“Selama menjaga kesehatan dengan baik, terutama daya tahan tubuh harus fit, niscaya virus akan menjauh dari kita.  Mulailah makan makanan bergizi, mengkonsumsi yang cukup, mencuci tangan yang rutin, mengikuti anjuran pola hidup bersih dan sehat, serta yang utama adalah tidak panik dan tidak ikut-ikutan menjadi oknum penimbun,” imbuh Ny. Putri Koster.

Selain panik akan menimbulkan ide untuk menimbun, dengan panik juga akan menimbulkan masalah baru bagi seseorang. Selain itu saat ini tangan sebagai media penting penyebaran virus karena merupakan bagian tubuh yang paling aktif dan sering bersentuhan, baik dengan benda ataupun human to human.

Melalui misi PKK yakni meningkatkan derajat kesehatan keluarga, maka anggota tim penggerak PKK kabupaten/ kota diharapkan kembali turun ke lapangan untuk mensosialisasikan  mengikuti pola hidup bersih dan sehat.  Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, sehat dan bersih, tidak lupa menggerakkan tubuh dan otot, mengkonsumsi asupan vitamin yang cukup serta menjauhi rokok dan alkohol.

Baca Juga  Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Bali Bantah Ada Pungutan Biaya Karantina dan Tes Swab PMI

Mendukung pernyataan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menambahkan  Covid-19 adalah jenis virus somosis yang perantaranya melalui lintah, kelelawar dan ular. Namun hal ini belum dapat dipastikan meskipun dalam darah hewan tersebut di atas mengandung virus yang dimaksud. Covid-19  ditemui sejak akhir tahun 2019, yang penyebarannya hingga saat ini masih diteliti.

Virus ini diketahui bermutasi sangat cepat melalui cairan batuk dan bersin (influenza). Dan ada dua (2) kriteria tanda mengarah pada orang dalam pemantauan dan orang dalam pengawasan, yakni  a). Apabila seseorang yang sebelumnya sudah melakukan kontak dengan orang lain, apalagi seseorang tersebut sudah sempat keluar negeri. b). Seseorang yang memiliki gejala demam (sesuai dengan riwayat perjalanan dan pergaulan di lingkungan yang sebelumnya), batuk, pilek dan sesak.

Suarjaya mengatakan agar semua pihak turut aktif menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan baik, karena virus akan dengan mudah menyerang di saat seseorang sedang dalam kondisi lemah. “Sebaiknya kita semua mulai membatasi kontak dengan orang banyak, dan menjaga jarak agar tetap terlindungi dengan baik. Kuantitas pencucian tangan dengan sabun juga efektif untuk mencegah terserang virus corona ini,” ungkap dr. Suarjaya.

Untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan terhadap orang dalam pengawasan (ODP) virus corona, dr. Suarjaya menambahkan pemerintah menetapkan delapan (8) rumah sakit yang siap dijadikan rujukan, yakni  RS Bali Mandara, RS Udayana, RS Wangaya Denpasar, RSUD Klungkung, RSUD Giri Mas Buleleng, RS  Mangusada Badung, RSUD Negara dan RS Bros.

Delapan (8) rumah sakit ini adalah pos medis yang sudah memiliki sarana prasarana lengkap khususnya ruang isolasi bagi pasien corona, sekaligus memiliki sumber daya manusia (SDM)/ tenaga medis yang cukup dan handal.

Baca Juga  Update Covid-19 (25/8) di Bali, Kasus Positif Naik, Dewa Indra Ajak Masyarakat Disiplin Jaga Diri Terapkan Prokes Dimana dan Kapan saja

Pemerintah juga sedang mengupayakan pengadaan alat rapid test dengan dana APBD sekitar 4.000 alat, namun semua harus didukung oleh ketersediaan penjual alat, yang saat ini sedang habis. (*/balu1)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Pemkot Gelar Vaksinasi, Sterilisasi dan Konsultasi Gratis untuk HPR

Published

on

By

vaksinasi gratis di lapangan lumintang denpasar
VAKSINASI: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat meninjau vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Serangkaian HUT ke-236 Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare) dan Seva Buana menggelar vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies yang tampak sejak pagi telah dihadiri masyarakat membawa binatang kesayangan, serta melaksanakan pendaftaran yang telah dimulai pada Pukul 09.00 Wita.

Sekda Alit Wiradana didampingi Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi menjelaskan, pelaksanaan pelayanan vaksinasi rabies seperti anjing, kucing dan kera/monyet dalam rangka memperingati HUT ke-236 Kota Denpasar, dimana kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 20-21 Februari 2024.

Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta menambahkan kegiatan vaksinasi ini untuk mengantisipasi Hewan Pembawa Rabies (HPR), serta mendukung terciptanya kesehatan hewan yang berkelanjutan di Kota Denpasar, dengan target 90% dari populasi HPR akan tervaksinasi.

“Vaksinasi rabies ini dilaksanakan untuk memastikan kesehatan HPR dan bebas rabies di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil dari pelaksanaan vaksinasi pada hari pertama yakni sebanyak 75 ekor anjing dan 12 ekor kucing. Terdapat pula sejumlah 20 ekor anjing dan 1 ekor kucing melakukan konsultasi kesehatan dan 25 ekor anjing dan 3 ekor kucing dilakukan sterilisasi.

“Kami berharap masyarakat Kota Denpasar yang memiliki hewan kesayangan dapat memanfaatkan layanan vaksinasi rabies gratis ini serta dapat menghubungi Distan Kota Denpasar Bidang Kesehatan Hewan, atau dapat melihat jadwal di masing-masing desa/kelurahan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Di Tengah Wabah Covid-19, Bali Masih Mampu Ekspor Manggis dan Handycraft ke UEA

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Deteksi Kanker Sejak Dini, Ny. Antari Jaya Negara Ajak Para Wanita Rutin Lakukan Test IVA

Published

on

By

gebyar test iva denpasar
GEBYAR IVA TEST: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test  yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.  (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyerukan ajakan untuk mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test, sebagai sebuah langkah deteksi awal kanker serviks, kepada para wanita.

Hal ini diungkapkan Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.

Hadir mendampingi saat peninjauan itu, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati.

“Saya mendorong kepada para wanita di Kota Denpasar untuk mau ikut pemeriksaan ini, sebagai upaya untuk mencegah terjangkitnya kanker tersebut dalam tubuh kita,” ungkapnya.

Selain itu, Antari Jaya Negara juga mengimbau, para wanita agar secara rutin melakukan test SADARI untuk deteksi kanker pada payudara. “Upaya lain yang kita bisa lakukan adalah test SADARI, yakni untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini,” lanjut Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candarawati memaparkan, penyelenggaraan Gebyar IVA ini adalah sinergitas dengan Yayasan Kanker Indonesia yang digagas untuk memperingati Hari Kanker Sedunia.

“Tema Hari Kanker Sedunia tahun ini adalah Close the Care Gap yang artinya akhiri kesenjangan perawatan penderita kanker. Kita bekerjasama dengan YKI agar bisa memfasilitasi pemeriksaan bagi para wanita,” kata dr. Candrawati.

Selebihnya, dr. Candrawati juga menyampaikan, agar para wanita tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengurangi konsumsi makanan siap saji, serta penggunaan bahan kimia di area organ vital wanita. (eka/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster: Bali Punya 3 Lab Faskes Covid-19, Tak Perlu Rapid Test Langsung Uji Swab PCR

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Harap Pertahankan Predikat WBBM, Menteri PAN-RB RI Tinjau Langsung RS Mata Bali Mandara

Published

on

By

mata
TINJAU RS: MenPAN RB Abdullah Azwar Anas saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang. (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengharapkan jajaran pimpinan, pengelola serta karyawan Rumah Sakit Mata Bali Mandara bisa mempertahankan Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Saya harap RS Mata Bali Mandara kedepannya bisa mempertahankan predikat ini,” kata MenPAN RB saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang.

MenPAN-RB sendiri mengatakan untuk mencapai predikat tersebut diperlukan usaha yang tidak mudah, dengan berbagai proses penilaian serta survei yang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya predikat tersebut bisa diberikan kepada suatu instansi. Predikat tersebut menunjukkan pula bahwa instansi terkait melaksanakan reformasi birokrasi dengan sangat baik, dengan telah memenuhi sebagian besar kriteria proses perbaikan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Untuk itu saya ucapkan selamat dan mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh bagi Rumah Sakit ataupun instansi lainnya,” tukas MenPAN-RB.

Dalam kunjungannya MenPAN-RB Azwar Anas mencoba langsung sejumlah layanan yang diberikan RS Mata Bali Mandara  salah satunya adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK).  Sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi.

Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan kepada MenPAN-RB pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. “Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat,” jelasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (25/8) di Bali, Kasus Positif Naik, Dewa Indra Ajak Masyarakat Disiplin Jaga Diri Terapkan Prokes Dimana dan Kapan saja

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,  Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Ketut Nayaka, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom serta Plt Direktur RSUD Bali Mandara dr. Ketut Suarjaya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca