Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Putri Koster Soal Virus Corona, Ketakutan dan Kepanikan Akan Nambah Masalah Baru

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak PKK memiliki peran aktif dalam mensosialisasikan kesehatan keluarga, salah satunya turut aktif dalam mencegah meluasnya penyebaran virus corona, yang saat ini menjadi pandemi di tengah masyarakat. Ketakutan dan kepanikan yang berlebihan akan menambah masalah baru bagi keluarga. Selain penyebarannya yang begitu cepat, virus ini juga membutuhkan wadah baru melalui sentuhan kulit orang lain. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di sela dialog “Perempuan Bali Bicara”, Jumat (20/3-2020).

“Pencegahan penularan virus corona sebaiknya dimulai dari lingkungan rumah tangga sendiri, tanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada anggota keluar, mulai dari orangtua, pasangan dan anak-anak,” ungkap Ny. Putri Suastini Koster.

“Selama menjaga kesehatan dengan baik, terutama daya tahan tubuh harus fit, niscaya virus akan menjauh dari kita.  Mulailah makan makanan bergizi, mengkonsumsi yang cukup, mencuci tangan yang rutin, mengikuti anjuran pola hidup bersih dan sehat, serta yang utama adalah tidak panik dan tidak ikut-ikutan menjadi oknum penimbun,” imbuh Ny. Putri Koster.

Selain panik akan menimbulkan ide untuk menimbun, dengan panik juga akan menimbulkan masalah baru bagi seseorang. Selain itu saat ini tangan sebagai media penting penyebaran virus karena merupakan bagian tubuh yang paling aktif dan sering bersentuhan, baik dengan benda ataupun human to human.

Melalui misi PKK yakni meningkatkan derajat kesehatan keluarga, maka anggota tim penggerak PKK kabupaten/ kota diharapkan kembali turun ke lapangan untuk mensosialisasikan  mengikuti pola hidup bersih dan sehat.  Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, sehat dan bersih, tidak lupa menggerakkan tubuh dan otot, mengkonsumsi asupan vitamin yang cukup serta menjauhi rokok dan alkohol.

Baca Juga  Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Galiran Klungkung akan Dilengkapi Pos Terpadu

Mendukung pernyataan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menambahkan  Covid-19 adalah jenis virus somosis yang perantaranya melalui lintah, kelelawar dan ular. Namun hal ini belum dapat dipastikan meskipun dalam darah hewan tersebut di atas mengandung virus yang dimaksud. Covid-19  ditemui sejak akhir tahun 2019, yang penyebarannya hingga saat ini masih diteliti.

Virus ini diketahui bermutasi sangat cepat melalui cairan batuk dan bersin (influenza). Dan ada dua (2) kriteria tanda mengarah pada orang dalam pemantauan dan orang dalam pengawasan, yakni  a). Apabila seseorang yang sebelumnya sudah melakukan kontak dengan orang lain, apalagi seseorang tersebut sudah sempat keluar negeri. b). Seseorang yang memiliki gejala demam (sesuai dengan riwayat perjalanan dan pergaulan di lingkungan yang sebelumnya), batuk, pilek dan sesak.

Suarjaya mengatakan agar semua pihak turut aktif menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan baik, karena virus akan dengan mudah menyerang di saat seseorang sedang dalam kondisi lemah. “Sebaiknya kita semua mulai membatasi kontak dengan orang banyak, dan menjaga jarak agar tetap terlindungi dengan baik. Kuantitas pencucian tangan dengan sabun juga efektif untuk mencegah terserang virus corona ini,” ungkap dr. Suarjaya.

Untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan terhadap orang dalam pengawasan (ODP) virus corona, dr. Suarjaya menambahkan pemerintah menetapkan delapan (8) rumah sakit yang siap dijadikan rujukan, yakni  RS Bali Mandara, RS Udayana, RS Wangaya Denpasar, RSUD Klungkung, RSUD Giri Mas Buleleng, RS  Mangusada Badung, RSUD Negara dan RS Bros.

Delapan (8) rumah sakit ini adalah pos medis yang sudah memiliki sarana prasarana lengkap khususnya ruang isolasi bagi pasien corona, sekaligus memiliki sumber daya manusia (SDM)/ tenaga medis yang cukup dan handal.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Dorong HATINYA PKK untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Pemerintah juga sedang mengupayakan pengadaan alat rapid test dengan dana APBD sekitar 4.000 alat, namun semua harus didukung oleh ketersediaan penjual alat, yang saat ini sedang habis. (*/balu1)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Galiran Klungkung akan Dilengkapi Pos Terpadu

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Galiran Klungkung akan Dilengkapi Pos Terpadu

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Cegah Covid-19 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Desa Dangin Puri Kelod Gelar Penyemprotan Disinfektan

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca