Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Telah Luncurkan 3 Video Klip, Namsore Band Siap Rilis Album Tahun Ini

BALIILU Tayang

:

se
NAMSORE BAND: Personil Wira (ex Postman & Chick Magnet) pemegang guitar dan vocal, Tom (Chick Magnet) pemegang bass dan vocal, dan Dopel (Snap Rawks) pemegang drum/back vocal.

Denpasar, baliilu.com – Walau baru berumur 1,5 tahun, namun Namsore Band telah banyak menghibur masyarakat Bali, khususnya pecinta music pop punk atau rock. Bahkan sejak kelahirannya 18 Juli 2018, Namsore Band telah meluncurkan tiga lagu dalam bentuk video klip dan tahun ini siap-siap bakal merilis album yang ke perdana.

Bermula dari keisengan Wira yang membuatkan studio latihan untuk Kevin, anak sulungnya, tergugah rasa  keinginan untuk kembali membentuk sebuah band. Wira mengajak Tom dan Dopel yang juga berlatar belakang pemusik. Lahirlah Namsore Band pada 18 Juli 2018 di Vin’z Studio di Jl. Dewi Supraba II, No. 3 Antasura, Denpasar dengan memilih gunre Pop Punk, Rock.

de
NAMSORE BAND: Usung gunre musik Pop Punk dan Rock

Gitaris sekaligus vokalis Namsore Band Wira mengatakan pilihan pada nama Namsore tak terlepas dari mudah menyebut dan gampang mengingat. Namsore sendiri singkatan dari enam sore yang memilliki beberapa arti. Bisa diidentikkan dengan sunset, dimana saat-saat aktivitas santai menikmati minuman segar sambil mendengarkan iringan lagu di pinggir pantai. Juga berarti jadwal latihan Namsore yang selalu mulai pukul 6 sore, mengingat seluruh personal adalah pekerja. Namsore juga mengingatkan personelnya akan waktu yang spesial buat Tri Sandya yang biasanya dilakukan jam 6 sore.

Namsore beranggotakan Wira (ex Postman & Chick Magnet) pemegang guitar dan vocal, Tom (Chick Magnet) pemegang bass dan vocal, dan Dopel (Snap Rawks) pemegang drum/back vocal.

Meski terbilang band baru, namun Namsore sudah menjajal beberapa panggung di Bali. Ini berawal dari pertemanan yang sangat baik antara Tom dengan Koter, bass/vocal dari Racun Timur Menggoda, yang akhirnya Koter banyak membantu Namsore mencarikan panggung, seperti: Twice Bar, Gimme Shelter, Lingkara Space, Locally Session at Boshe VVIP Bali, Stel Peleng, dan acara lainnya. Salah satu acara besar untuk Namsore adalah 22 Februari 2019, turut serta memeriahkan acara Total Chaos World Tour 2019, bertempat di Pantai Mertasari, Sanur-Bali.

Baca Juga  Dapur Umum SOS, Berkeliling Denpasar Dukung Pemenuhan Pangan di Masa Pandemi Covid-19
de
NAMSORE BAND: Beri Pesan Buat Generasi Muda Melalui Kritik Sosial Dalam Lagu-lagunya

Awalnya, kehadiran Namsore di blantika music Bali hanya meng-cover lagu band Punk dari Washington, America, MXPX, seperti: Let’s Ride, Doing Time, Responsibility, Chick Magnet. Seiring berjalannya waktu Namsore mencoba untuk menciptakan lagu sendiri. ‘’Sampai saat ini kami sudah mencipta 3 lagu, Muak, Bergegas dan Terdepan yang sudah kami rekam di 49wreckchord milik Dimas, Instant Karma pada awal Desember, 2018,’’ ungkap Wira.

Bahkan telah meluncurkan 3 video clip: Muak, Bergegas dan Terdepan yang bisa ditonton di channel youtube @NAMSOREband Official. Bisa juga didengarkan melalui iTunes, Amazon Music, Spotify, Deezer, iHeart Radio, Reverbnation, Soundcloud. ‘’Akhir 2019 kemarin, kami kembali berkarya dan melanjutkan untuk rekaman 5 lagu baru. Harapan kami, semoga di tahun 2020 ini Namsore bisa segera meluncurkan album perdana,’’ harap Wira.

de
AKSI SOSIAL: Penggalangan dana demi adik-adik yang membutuhkan

Sebagai salah satu band idie Bali, Namsore lanjut Wira bertujuan untuk ikut meramaikan industri musik tanah air. Dengan bermunculan band-band indie di Bali maka persaingan pun pastinya sangat ketat. Wira, Tom dan Dopel yang sama-sama mencintai music ingin terjun secara maksimal dalam musik dan bertekad akan terus berusaha untuk memberikan karya yang terbaik.

Meski masing-masing anggota sudah pernah memiliki band, namun saat ini mereka kembali memutuskan mengawali karier dari bawah dan masih di dalam jalur indie meski tidak menutup kemungkinan juga mengikuti jalur mayor label jika suatu saat nanti mendapat tawaran rekaman dari salah satu label music di Indonesia.

de
NAMSORE BAND: Ikut Peduli Promosikan Anti Sampah Plastik

Sederet aktivitas Namsore Band yang sudah dilewati sejak kemunculannya. Di antaranya Twice Bar  (11 November 2018),  Gimme Shelter (3 Januari 2019), Locally Session at Boshe VVIP Club (15 Januari 2019), Sunday Funday at Stel Peleng (3 Februari 2019), Februari Berbagi Kasih (Charity) at Stel Peleng (12 Februari 2019), Eh, KAGET KAGET! At Lingkara Space (16 Februari 2019), Total Chaos 30 Years of World Tour 2019 (22 Februari 2019), Twice Bar (13 Maret 2019), Namsore Fiesta, Music Video Release NAMSORE – Muak. (at Colony Creative Hub, Lt. 3, Plaza Renon Dps, 24 Maret 2019), Namsore Launching Single & Video Clip “Bergegas” and Charity Event. (at Boshe VVIP Bali, Sanur – Bali, 14 Mei 2019), Twice Bar with Sketch Method, Australia (16 Juli 2019) Tabanan Light Festival (26 Juli 2019), Twice Bar (28 September 2019), Twice Bar (25 Oktober 2019), Locally Session at Boshe VVIP Club (5 November 2019), Gempita Undian Kopi ABC di Lap. Astina – Gianyar (17 November 2019), Lucky Street Bar with Alien Ass (Semarang) Tour (12 Desember 2019), Twice Bar with Alien Ass (Semarang) Tour (14 Desember 2019).

Baca Juga  Gugah Tingkatkan Disiplin Prokes, Kelurahan Dangin Puri Gelar Patroli Wilayah, Sosialisasi dan Edukasi Rutin
de
PERSONIL NAMSORE BAND: Penggila Holden

Di sela kegiatan memanggung, Namsore juga secara aktif melakukan aksi sosial. Di antaranya gencar mempromosikan tas anti plastik dalam rangka mengurangi sampah plastik. Begitu juga menggalang dana saat meluncurkan salah satu singlenya. Dana yang terkumpul kemudian disumbangkan ke panti asuhan. ‘’Setiap manggung, kami selalu ingat adik-adik yang ada di panti asuhan, karena itu kami selalu selipkan acara penggalangan dana,’’ ungkap Wira, yang juga penggila Holden.

Musik tak sekadar alunan suara, tetapi musik itu adalah pengantar pesan. Bisa dalam bentuk kritik sosial, politik, alam yang semakin rusak atau juga menginspiratif yang bisa memberikan energi positif bagi penikmatnya.

Begitulah Namsore selalu ada yang melatarbelakangi di setiap hasil karyanya. Seperti Muak yang menjadi lagu perdananya. Lagu ini menceritakan laki-laki yang menyukai seorang wanita. Namun pada saat mendekati wanita itu, selalu saja ada penghalang, yaitu laki-laki lain. Perburuan pun berlanjut, hingga beberapa kali mencoba, tetap saja tidak berhasil. Entah sudah berapa macam cara ditempuh, hingga laki-laki itu bosan dan penat akan usahanya yang sia-sia.

de
SEMANGAT: Menghibur Pecinta Musik Punk rock

Di sisi lain, wanita itu diam-diam juga menyukainya. Namun hanya berharap agar dia lebih gigih dalam berjuang. Apa daya, kenyataan berkata lain, laki-laki itu lebih memilih untuk menyerah karena muak sudah dengan segala keadaan yang telah dilalui selama ini.

Sementara itu, lagu kedua Bergegas dalam video clipnya, Tom merasakan kegundahan hati atas apa yang terjadi pada saat itu, yaitu banyaknya beredar berita-berita di media sosial maupun di televisi yang sangat memanas oleh debat politik, konflik SARA, perseteruan antar-ormas, berita hoax, hingga sampai berita konflik sesama artis. Melalui lagu ini, Tom berharap agar masyarakat bisa menyikapi semua berita itu dengan tenang dan kita tetap berpikir positif untuk hidup yang lebih baik.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kauh Lakukan Sosialisasi Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan

‘’Namun kami mencoba mengemas cerita ini di dalam video clip menjadi sangat sederhana. Dimana representasi konflik di video kami wakilkan dengan adanya pria pengusaha kaya raya dan seorang photographer yang memperebutkan seorang wanita,’’ ungkap Wira.

Pada akhirnya dalam proses rayuan kepada wanita itu, kedua pria tersebut tersulut amarah hingga menimbulkan sebuah konflik. Hingga akhirnya konflik tersebut berhasil didamaikan oleh seorang satpam, yang membuat wanita tersebut jatuh hati. Kedua pria (pengusaha dan photographer) merasa usaha yang mereka lakukan sia-sia, bahkan hampir memicu perkelahian. Kemudian mereka pun sepakat untuk berdamai. ‘’Sejatinya, jika kita mau membuka pikiran, duduk berdiskusi, bisa menerima masukan dari kekurangan kita dan saling mendukung atas kelebihan orang lain. Maka kami yakin untuk ke depannya akan menjadi pribadi dan negara yang lebih baik,’’ imbuh Wira.

Dan pada lagu ketiganya Terdepan, menceritakan tentang sebuah motivasi kepada seluruh pemuda-pemudi yang ingin meraih cita-citanya agar selalu terus melangkah dan menemukan cara untuk menggapainya. Meski banyak rintangan, ataupun ketika di pertengahan jalan sempat terjatuh, harus bangkit kembali dengan penuh semangat. Tidak ada sesuatu yang instant semudah membalikkan telapak tangan. Jika percaya dan berusaha, yakinlah suatu saat nanti bisa menggapai semua cita dan harapan untuk menjadi yang terdepan. (balu1)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

AA Istri Rai Setyawati, Seniman Tangguh yang Menjaga Nyala Tari dari Generasi ke Generasi

Published

on

By

Rai Setyawati
KASANGA FESTIVAL: Di tengah riuhnya pagelaran seni dalam rangkaian Kasanga Festival di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (8/3), sosok AA Istri Rai Setyawati, SST (kebaya biru) tampak berdiri di antara anak-anak yang bersiap tampil. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah riuhnya pagelaran seni dalam rangkaian Kasanga Festival di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (8/3), sosok AA Istri Rai Setyawati, SST tampak berdiri di antara anak-anak yang bersiap tampil. Dengan tatapan lembut namun penuh ketegasan, perempuan berusia 73 tahun itu membimbing gerak demi gerak, memastikan setiap anak menari dengan percaya diri.

Usia boleh menua, namun semangat berkesenian dalam dirinya tetap menyala. Perempuan kelahiran Sayan, Gianyar ini telah menetap di Denpasar sejak menempuh pendidikan seni di Kokar. Sejak saat itu, hidupnya tak pernah jauh dari dunia tari Bali.

Bagi Rai Setyawati, seni tari bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga napas kehidupan yang terus ia rawat hingga kini. Ia dikenal sebagai bagian dari generasi seniman tari yang tumbuh bersama maestro tari Bali, I Nyoman Suarsa, yang akrab disapa Pak Yang Pung.

Kini, sebagian besar rekan seangkatannya telah berpulang. Namun bagi Rai Setyawati, perjalanan pengabdian pada seni belum pernah benar-benar selesai.

“Semangat saya masih tetap berkobar dalam mengabdikan diri di bidang seni. Saat ini saya juga dipercaya menjadi pendidik di PAUD Saraswati 3,” ujarnya dengan senyum hangat.

Di tempat itulah ia menanamkan kecintaan pada seni kepada generasi paling muda. Dengan kesabaran dan ketelatenan, ia membimbing anak-anak usia dini mempelajari dasar-dasar gerak tari Bali—mulai dari gerakan tangan, sorot mata, hingga langkah kaki yang diajarkan perlahan.

Selain mengajar di PAUD Saraswati 3 Denpasar, Rai Setyawati juga rutin membimbing anak-anak di Sanggar Tari Rimantaka yang ia kelola bersama putrinya. Dari ruang-ruang latihan sederhana itu, lahir keberanian anak-anak untuk tampil dalam berbagai agenda budaya dan pertunjukan seni di Kota Denpasar.

Baca Juga  Ny. Putri Koster tentang Pengawasan Prokes: Paling Elok dan Bijak Dilakukan oleh Diri Kita Sendiri

Bagi Rai Setyawati, melihat anak-anak menari dengan penuh semangat merupakan kebahagiaan tersendiri. Baginya, itu adalah tanda bahwa tradisi terus menemukan ruang hidupnya di tengah generasi baru.

Di balik ketekunannya sebagai seniman, Rai Setyawati juga merupakan ibu dari empat anak, tiga putra dan satu putri. Nilai kerja keras dan pengabdian yang ia tanamkan sejak lama turut membentuk perjalanan hidup anak-anaknya.

Salah satu putranya, Dedy Sutrisna Agung, SE, M.Ec.Dev., kini mengabdi di salah satu perangkat daerah di Kota Denpasar serta aktif dalam kepengurusan adat di Desa Adat Penatih Puri. Menurut Dedy, kecintaan ibunya pada seni menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan hidup keluarga mereka.

“Saya dibesarkan dari perjuangan ibu saat berkesenian. Beliau tidak hanya berkarya, tetapi juga mampu membiayai kebutuhan hidup keluarga dari dunia seni,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa berkesenian seolah menjadi obat bagi sang ibu.

“Jika ibu diberi waktu dan kesempatan untuk terus berkesenian, sakitnya seperti hilang. Keluhan sebagai orang tua terasa berkurang ketika beliau bisa mengajarkan anak-anak menari,” katanya.

Bagi Rai Setyawati, seni tari bukan sekadar aktivitas. Ia adalah ruang pengabdian, tempat menyalurkan cinta pada budaya sekaligus sumber semangat untuk tetap berkarya.

Di usia yang semakin senja, ia masih setia berdiri di ruang latihan, mengajarkan gerak demi gerak kepada generasi penerus. Selama tubuh masih mampu bergerak dan ada anak-anak yang ingin belajar, baginya seni tari Bali harus terus hidup dan berkembang.

Dari tangan seorang guru seni seperti Rai Setyawati, nyala tradisi itu terus dijaga agar tetap menari dalam perjalanan waktu dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Pecah! 10 Tahun Vakum, Dentuman Jegog Suar Agung Kembali Guncang Jepang

Published

on

By

Jegog Suar Agung
TUR BUDAYA: Sekaa Jegog Suar Agung sukses mengawali rangkaian tur budaya mereka dengan pementasan perdana yang spektakuler di Toyota City, Jepang, Kamis (19/2/2026) malam. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Dentuman instrumen bambu raksasa khas Jembrana akhirnya kembali mengguncang publik Negeri Sakura.

Setelah “puasa” selama 10 tahun, Sekaa Jegog Suar Agung sukses mengawali rangkaian tur budaya mereka dengan pementasan perdana yang spektakuler di Toyota City, Jepang, Kamis (19/2/2026) malam.

Ribuan pasang mata dibuat tak berkedip oleh resonansi nada rendah dan ritme eksplosif dari Bumi Makepung.

Kehadiran delegasi seni ini seolah menjadi obat rindu sekaligus bukti nyata bahwa Jegog tetap memiliki tempat istimewa di kancah internasional meski sempat absen selama satu dekade.

Penampilan sekaa Jegog Suar Agung dipimpin oleh I Gede Oka Artha Negara, sosok pimpinan Jegog Suar Agung yang dikenal sebagai konseptor dan pencipta komposisi musikal bambu berkarakter kuat dan dinamis.

Ia merupakan putra maestro almarhum I Ketut Suwentra, sosok legendaris yang dijuluki “Pekak Jegog” dan berjasa besar membawa Jegog ke panggung internasional. Pada pementasan kali ini, Gede Oka juga mengajak putra-putrinya Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi sebagai penari Jegog Suar Agung untuk regenerasi kesenian Jegog Suar Agung.

“Antusiasme penonton di Toyota City luar biasa. Ini membuktikan bahwa resonansi bambu Jembrana memiliki tempat spesial di hati warga Jepang,” ujar pimpinan Suar Agung, I Gede Oka Artha Negara.

Disisi lain, bagi Ikko Suar Agung Dewi, pementasan di Jepang kali ini memiliki tantangan tersendiri mengingat untuk pertama kalinya ia ikut mendampingi dan turun langsung dalam pertunjukan besar Jegog Suar Agung.

“Tur ini bukan sekadar agenda pementasan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk melestarikan dan mengembangkan Jegog Suar Agung,” ungkap Ikko Suar Agung Dewi.

Baca Juga  Sekda Rai Iswara Ikuti Coklit Pilkada 2020, Petugas PDP Dilengkapi APD

Ia menegaskan pentingnya regenerasi, pembinaan generasi muda, serta penguatan jejaring internasional agar musikal bambu khas Jembrana tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Melalui Jegog Suar Agung ini, Ikko Dewi bertekad menjaga warisan leluhur agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi terus bertumbuh sebagai kebanggaan budaya yang mendunia terlebih Kakek merupakan Sang Maestro Jegog.

Rombongan yang sebelumnya dilepas oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan ini, dijadwalkan akan berkeliling ke sejumlah kota besar di Jepang selama 12 hari ke depan. Misi ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan seni, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik Indonesia-Jepang lewat jalur kebudayaan.

Dentuman bambu dari Desa Sangkar Agung akan kembali menggema di Negeri Sakura—menegaskan bahwa Jegog Suar Agung bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan duta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang dari generasi ke generasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hidupkan Semangat Seni Perempuan Melalui Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita tabanan
BUKA GONG KEBYAR: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Seni gong kebyar di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai wujud ekspresi budaya yang bernilai tinggi, mencerminkan keindahan, kekompakan, serta kedalaman rasa dalam setiap tabuhannya. Dalam upaya melestarikan dan menghidupkan warisan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah, para asisten, para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal dan BUMD di Tabanan, serta para peserta gong kebyar wanita dari berbagai kecamatan. Suasana gedung kesenian malam itu dipenuhi semangat dan kebanggaan para seniman perempuan yang tampil dengan pesona dan kemampuan luar biasa.

Pelaksanaan lomba gong kebyar wanita ini diharapkan menjadi wadah untuk membangkitkan kreativitas seniman, khususnya perempuan di Kabupaten Tabanan yang sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Melalui kegiatan ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Sebanyak sepuluh Sekaa Gong Wanita dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan berpartisipasi dalam lomba tahun ini. Di antaranya Sekhaa Gong Istri Suara Santi Giri dari Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Sekaa Gong Istri Gringsing Ulangun Shanti dari Desa Kaba-Kaba Kecamatan Kediri, Sekaa Gong Istri Sari Yoga dari Desa Tiyinggading Kecamatan Selemadeg Barat, Sekaa Gong Wanita Iswara Murthi dari Desa Meliling Kecamatan Kerambitan, Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja dari Desa Bajera Kecamatan Selemadeg, Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Sekaa Gong Ayuning Madusuara dari Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur, Sekaa Gong Istri Langen Suara dari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan, dan Sekaa Gong Kebyar Wanita Caksu Agni Swari dari Desa Tua Kecamatan Marga.

Baca Juga  Ny. Putri Koster tentang Pengawasan Prokes: Paling Elok dan Bijak Dilakukan oleh Diri Kita Sendiri

Pada kesempatan tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga turut tampil membawakan Tabuh Lelambatan Galang Bulan bersama Sekaa gong Istri II Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di atas panggung megah Gedung Kesenian I Ketut Marya. Penampilannya yang memukau, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir, menambah semangat dan semarak suasana malam kesenian tersebut.

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan, bahwa lomba gong kebyar wanita merupakan ajang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat perempuan dalam dunia kesenian. “Pada malam hari ini semua memberikan penampilan terbaik sehingga suasana terasa berbeda. Lomba ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para wanita hebat Kabupaten Tabanan untuk bisa mengekspresikan kemampuannya dalam hal berkesenian. Para wanita hendaknya tidak boleh kalah untuk menabuh, karena untuk mengajegkan kesenian para wanita juga harus ambil bagian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan penuh dari Bupati Tabanan. “Kegiatan kita hari ini adalah atas dukungan penuh dari Bapak Bupati. Saya mewakili beliau membuka acara ini, dan untuk seluruh peserta saya ucapkan selamat berlomba, keluarkan kemampuan semaksimal mungkin agar mampu membuat penonton terpukau dan menyuguhkan seni yang luar biasa,” tambah Bunda Rai.

Bunda Rai juga menyampaikan rasa bangganya atas peningkatan kualitas para peserta dalam wawancara singkatnya usai acara. “Acara malam ini sungguh membanggakan, karena dari tahun ke tahun kualitasnya meningkat. Saya melihat banyak anak-anak muda ikut tampil, itu luar biasa. Harapan saya, lomba ini dapat terus digelar setiap tahun agar generasi muda, orang tua, dan anak-anak dapat terus mengajegkan adat serta budaya kita,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, dalam laporannya malam itu, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK dan Bupati Tabanan atas dukungan serta ide cemerlang yang memungkinkan kegiatan ini terselenggara secara berkelanjutan. “Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan, para duta wanita yang berkompeten di bidang seni dan budaya telah tampil membanggakan. Ini menandakan, bahwa wanita Tabanan tidak kalah saing dengan kabupaten lain. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan juga Ibu Bupati sekaligus sebagai Ketua TP PKK Tabanan atas ide cemerlangnya, sehingga lomba ini dapat terselenggara setiap tahun,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar (29/5) Kasus Positif Bertambah 2 Orang

Setelah seluruh penampilan usai, dewan juri mengumumkan hasil lomba dengan tiga indikator utama penilaian, yaitu teknik, keharmonisan, dan kreativitas. Dari hasil penilaian, Juara Pertama diraih oleh Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan dengan total nilai 825. Juara Kedua diraih oleh Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan dengan total nilai 797. Sedangkan Juara Ketiga diraih oleh Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja Banjar Dinas Saraswati Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dengan total nilai 775. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca