Thursday, 20 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Cegah Penyebaran Covid-19, PKB XLII Tahun 2020 Ditiadakan

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Setelah menerima masukan lisan dari Bupati/Wali Kota se-Bali dan mempertimbangkan situasi yang berkembang terkait pandemi Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster mengambil keputusan untuk meniadakan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLII Tahun 2020, yang sedianya dilaksanakan mulai pertengahan Juni 2020 mendatang.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn, M.Sn dalam keterangan persnya, Selasa (31/3/2020).

Pria yang akrab disapa Kun Adnyana ini menyebut, pemberitahuan peniadaan PKB XLII tertuang dalam surat Gubernur Bali Nomor 430/3287/Sekret/DISBUD, tertanggal 31 Maret 2020 yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Bali. Merujuk pada surat tersebut, Kun Adnyana menguraikan beberapa pertimbangan terkait peniadaan PKB XLII Tahun 2020.

Pertimbangan pertama, arahan dan kebijakan Presiden RI Joko Widodo agar pemerintah dan pemerintah daerah fokus dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Arahan presiden ini didasarkan pada data penyebaran Covid-19 di seluruh negara termasuk Indonesia yang belakangan semakin meningkat. Kondisi ini mendorong seluruh negara termasuk Indonesia melakukan upaya serius untuk menanggulangi penyebaran pandemi Сovid-19 dengan menempuh berbagai kebijakan termasuk di antaranya social/physical distancing sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pertimbangan berikutnya adalah pandemi Сovid-19 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, sehingga secara psikologis kurang kondusif bagi masyarakat. Sementara PKB XLII Tahun 2020 yang rencananya dilaksanakan pada 13 Juni sd 11 Juli 2020, sangat dekat dari batas waktu Masa Tanggap Darurat Nasional atas penyebaran Covid-19 yakni 29 Mei 2020.

Situasi tersebut akan berdampak pada tidak optimalnya segala persiapan yang dilakukan terkait pelaksanaan PKB XLII. Dengan mempertimbangkan hal tersebut dan masukan lisan dari Bupati/Wali Kota, Gubernur Wayan Koster menyetujui untuk meniadakan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLII Tahun 2020. Kadisbud berharap, keputusan ini dapat menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat Bali.

Baca Juga  Tahun Ini Karya di Pura Samuantiga Urung Dilaksanakan, Hanya Mapekeling dan Guru Piduka

Sementara itu, Gubernur Koster memohon kepada masyarakat Bali untuk memaklumi keputusan yang diambil dengan berat hati ini. Tahun 2021, lanjutnya meyakinkan masyarakat, pelaksanaan PKB akan dilaksanakan lebih meriah dari sebelumnya. (*/balu1)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Hadiri ‘’Karya Pasupati’’ di Pura Dalem Segara Rupek Banjar Gunung Peguyangan

Published

on

By

Sekda Alit Wiradana
HADIRI KARYA: Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menghadiri Karya Pasupati Sesuhunan Ida Ratu Ngurah Agung Sakti, di Pura Dalem Segara Rupek, Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan, Rabu (19/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menghadiri Karya Pasupati Sesuhunan Ida Ratu Ngurah Agung Sakti, di Pura Dalem Segara Rupek, Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan, Rabu (19/6).

Dalam upacara yang bertepatan dengan Budha Paing Wayang ini diiringi dengan tarian tetabuhan hingga kekidungan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Penglingsir Puri Peguyangan, AAN Gede Widiada, Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Sutama, Camat Denpasar Utara, Wayan Yusswara, Perbekel Desa Peguyangan Kaja, I Made Parmita, tokoh masyarakat desa setempat.

Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana  mengatakan, pelaksanaan Karya Ngodak Pelawatan Sesuhunan, Ida Ratu Ngurah di Pura Dalem Segara Rupek, Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, utamanya krama pengempon.

Alit Wiradana berharap, upacara yadnya ini, selain memperbaiki prarai Ida Sesuhunan, juga diharapkan dapat memberikan energi dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar. Selain itu upacara ini juga diharapkan mampu menetralisir hal-hal negatif, melihat berbagai macam situasi yang terjadi dewasa ini demi terciptanya keseimbangan alam beserta isinya.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala dan niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia, I Made Parmita didampingi Kelian Banjar Gunung, Desa Adat Peguyangan, Nyoman Jana Artana mengatakan, upacara pasupati dilaksanakan serangkaian perbaikan Ida Sesuhunan. Setelah perbaikan tuntas, rangkaian dilanjutkan dengan upacara ngeratep, melaspas, ngurip, nuntun dan masupati pada hari ini.

Baca Juga  Dukcapil Buka Pendaftaran Daring, Seminggu Peminat Melonjak Drastis

“Harapan kami dengan dilaksanakannya upacara ini dapat mendukung eksistensi budaya serta seluruh krama diberikan anugrah kelesamatan dan kesejahteraan,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong-royong Warga Desa Adat Juwuk Legi Dalam Membangun Yadnya

Published

on

By

Bupati Sanjaya
HADIRI ULEMAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Rabu, 19 Juni 2024 menghadiri uleman upacara Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Memungkah, Nyatur lan Mendem Pedagingan ring Pura Dalem lan Prajapati Desa Adat Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Rabu, 19 Juni 2024 menghadiri uleman upacara Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Memungkah, Nyatur lan Mendem Pedagingan ring Pura Dalem lan Prajapati Desa Adat Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Batunya, tetapi juga menggambarkan kekompakan dan semangat gotong-royong yang tinggi di kalangan warga.

Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya ajak serta Sekda, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, dimana saat itu pihaknya memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap kekompakan warga dalam menjalankan Karya. Gotong-royong ini diharapkan dapat terus berlangsung dalam segala jenis pembangunan yang ada di masyarakat.

Upacara Ngenteg Linggih dipimpin oleh Pedanda Putra Yoga dari Griya Tegeh Tunjuk. Dalam pelaksanaan upacara ini, fokus kegiatan yang dilakukan pada hari ini yakni Mecaru, Melaspas dan Mendem Pedagingan. Persiapan upacara dilakukan dengan gotong-royong oleh krama atau warga desa adat setempat. Upacara ini melibatkan partisipasi aktif dari 230 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan bagian dari Desa Adat Juwuk Legi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengajak serta masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya yang ada. Menurutnya, tradisi seperti Ngenteg Linggih memiliki nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. “Kita harus terus menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya yang ada, karena ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Bali dan sebagai orang Tabanan,” pungkasnya.

Bupati Sanjaya sembari menegaskan, Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kegiatan yang menyangkut tradisi, seni, adat dan kebudayaan yang ada di masyarakat. “Demi masyarakat, sejauh apapun astungkara tiang hadir. Wujud kecintaan pemerintah terhadap masyarakat, terutama untuk pembangunan yadnya, demi kabupaten, kalau Desa Adat becik (bagus), Kecamatan becik, Kabupaten dan Bali akan ikut becik,” imbuhnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Terbitkan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, Tanpa Masker Didenda Rp 100 Ribu

Selain memberikan apresiasi terhadap pembangunan, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. “Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam pembangunan. Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, kita bisa membangun Tabanan, baik secara sekala maupun niskala dan mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” tutupnya.

Ketua Panitia Karya, I Nyoman Wirawan, yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Juwuk Legi, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga desa terlebih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran selaku Murdaning Jagat yang sudah nyaksi pelaksanaan upacara. “Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan memberikan dukungan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga desa yang telah bekerja sama untuk menyukseskan upacara ini,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Ngaben Bersama di Desa Tista dan Marga

Published

on

By

Bupati Sanjaya
HADIRI UPACARA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri sekaligus menyampaikan dukungannya dalam serangkaian upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Desa Adat Tista dan Desa Adat Marga. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi, adat, agama, dan budaya sebagai salah satu bidang prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Tabanan. Jumat (14/6), Bupati Sanjaya menyempatkan untuk menghadiri sekaligus menyampaikan dukungannya dalam serangkaian upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Desa Adat Tista dan Desa Adat Marga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya tidak hadir sendiri. Ia turut didampingi oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Turut hadir pula camat setempat, perangkat desa, dan tokoh-tokoh adat desa setempat. Kehadiran Bupati Sanjaya beserta rombongan dalam tiap kunjungannya mendapat sambutan hangat dari krama desa setempat.

Kunjungan pertama Sanjaya dilakukan di wantilan Desa Adat Tista, Kecamatan Kerambitan dalam rangka upacara Ngaben, Ngelungah, Ngelangkir lan Metatah Bersama. Dalam kesempatan tersebut Sanjaya menyambut baik rangkaian upacara yadnya yang akan mencapai puncaknya pada 16 Juni 2024 tersebut. Dengan dipuput oleh Ida Pedanda ring Pejaten, Upacara Pitra yadnya ini diikuti oleh 35 sawa, yang akan diaben, serta 19 sawa akan diupacarai Ngelungah dan Ngelangkir. Tidak hanya itu ada juga 17 orang peserta yang mengikuti upacara manusa yadnya, yakni metatah/mesangih.

Usai hadir di Desa Adat Tista, Bupati Sanjaya beserta rombongan melanjutkan agenda dengan menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben dan Nyekah Bersama di Desa Adat Marga, Desa Marga, yang dilaksanakan di Wantilan Sabuh Mas. Upacara yang puncaknya juga dilaksanakan pada 16 Juni mendatang ini diikuti oleh 43 sawa untuk upacara Ngaben, 4 sawa untuk upacara Ngelungah dan upacara Mesangih yang diikuti oleh 28 orang peserta.

Baca Juga  Dukcapil Buka Pendaftaran Daring, Seminggu Peminat Melonjak Drastis

Dalam kesempatan ini, selaku murdaning jagat Tabanan, Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi dan dukungannya atas kerja sama dan kekompakan masyarakat dalam upayanya membangun yadnya. Dengan kolaborasi dan gotong-royong yang solid, baik dari persiapan upacara, sarana upakara, hingga pengumpulan dana dari Desa Adat setempat, Sanjaya menilai bahwa hal ini akan mampu meringankan beban masyarakat dalam membangun sebuah upacara yadnya.

“Dengan ini Pemerintah Kabupaten Tabanan juga ikut berperan serta membantu masyarakat meringankan beban, dikala membangun yadnya ikut hadir membantu memberikan kontribusi sekaligus Ngupasaksi, agar yadnya ini betul-betul Satwika, Utamaning Utama. Tiang harap kekompakan ini dapat terus terjaga, tekankan paduraksa, rasa saling asah, asih dan asuh, satu jalur bersinergi dalam pembangunan antara pemerintah dan masyarakat. Saya yakin, apapun yang semeton lakukan asalkan kompak bersatu, pasti akan berjalan dengan baik,” ujar Sanjaya.

Di kesempatan yang sama, Bendesa Adat Marga, Ida Bagus Nyoman Abdhi sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungannya dalam pelaksanaan upacara tersebut. Besar harapannya agar Bupati beserta jajaran selalu mengawal serta membantu program pembangunan guna meringankan beban masyarakat.

Masih di Kecamatan Marga, Bupati Sanjaya selanjutnya menyempatkan hadir melayat di rumah duka keluarga almarhum I Gusti Made Darmayasa (62 tahun). Kehadirannya menunjukkan kepedulian dan empati pemerintah daerah terhadap almarhum yang sebelumnya merupakan Perbekel Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga. Sanjaya berharap kehadirannya dapat memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca