Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Rabu (15/4) Positif 98 Orang, Dewa Indra: PMI Distigma Pembawa Penyakit, Itu Tidak Benar

BALIILU Tayang

:

de
KETUA GUGUS TUGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Bali Dewa Made Indra menyatakan kabar gembira karena ada dua pasien positif Covid-19 Rabu ini (15/4-2020) dinyatakan sembuh. Kedua pasien ini dinyatakan sembuh setelah melalui tes PCR dengan mengambil sampel swabnya dinyatakan negatif dua kali berturut-turut. Mereka akhirnya bisa pulang meninggalkan tempat perawatan.

Dengan demikian, lanjut Dewa Indra,  total jumlah yang sembuh sebanyak 23 orang. ‘’Namun di balik pasien yang sembuh, ada kabar kurang baik dimana kasus positif Covid-19 bertambah 6 orang, terdiri dari 3 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri,  2 orang positif karena transmisi lokal , dan 1 orang sedang diinvestigasi,’’ ujar Dewa Indra dalam konferensi pers, Rabu (15/4-2020) di kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar.

Karena hari ini ada pertambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6 orang, maka secara akumulatif jumlah kasus positif Covid-19 menjadi 98 orang. Terdiri dari 7 warga negara asing, 91 WNI. Dari 91 orang WNI ini, 63 orang di antaranya imported case, datang dari luar negeri. Sedangkan 13 orang datang dari daerah terjangkit di luar Bali.

Selanjutnya 13 orang transmisi lokal artinya terinfeksi di Bali. Karena mereka melakukan kontak dengan orang lain yang positif Covid-19. Sebanyak 2 orang masih diinvestigasi baik yang Selasa maupun Rabu ini. ‘’Tim sudah turun dari kemarin menemui yang bersangkutan ternyata dari informasinya belum bisa memastikan dimana mereka kena. Karena orang ini tinggal di Buleleng anaknya di Denpasar, hanya bepergian dari Buleleng ke Denpasar. Tidak pernah keluar daerah apalagi keluar negeri. Sehingga belum bisa memastikan dimana terpapar. Sekarang sedang didalami terus,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Update Covid -19 (25/8) di Denpasar, Kasus Sembuh dan Positif kembali Tunjukkan Tren Fluktuatif

Diinformasikan, karena sudah ada yang sembuh dan pulang, maka jumlah yang masih dirawat sampai sore ini sebanyak 73 orang tersebar di 11 rumah sakit rujukan dan juga di tempat karantina.

Mencermati stigma yang berkembang di masyarakat tentang pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai orang pembawa penyakit, Dewa Made Indra yang juga Sekda Bali menyatakan para PMI distigmanisasi sebagai orang pembawa penyakit, tentu ini tidak baik dan tidak benar.

‘’Tidak benarnya adalah karena mereka ini tidak pernah tahu dirinya terinfeksi di mana. Mereka adalah saudara kita yang bekerja di luar negeri, karena menghadapi persoalan di perusahaannya dan kebijakan di negaranya mereka pulang. Bahkan saudara kita ini orang yang taat mengikuti prosedur. Ketika mereka akan pulang mereka periksa kesehatannya, mereka mendapatkan health sertificate, mereka mengikuti proses karantina di perusahaannya sebelum dipulangkan. Ketika mereka tiba di Bandara Ngurah Rai mereka mengikuti protokol kesehatan, baik screening, rapid test, dll tanpa penolakan. Itu artinya mereka orang yang disiplin,’’ ujar Dewa Indra.

Ditegaskan, setelah sampel swab diuji di lab ternyata hasilnya positif Covid-19,  mereka mengikuti dengan baik diarahkan ke karantina atau ke rumah sakit perawatan. Bukan mereka sengaja membawa virusnya. ‘’Jadi mohon kepada masyarakat Bali jangan memberikan stigma seolah PMI membawa penyakit virus atau sebagai orang-orang yang menakutkan. Karena stigma seperti ini berdampak buruk di masyarakat,’’ ujar Dewa Indra.

Stigma terhadap PMI sebagai pembawa penyakit berakibat bukan saja kepada PMI tapi keluarga, bahkan desanya. Ada di pasar tertentu, kalau berbelanja ditanya dari desa mana, kalau disebutkan dari desa ada kasus positif berbelanja pun tidak dikasi. ‘’Ini tidak baik, jauh yang kita harapkan. Bahwa masyarakat waspada ya, tetapi jangan memberikan stigma seperti itu, karena mereka telah mengikuti prosedur dengan baik,’’ tegas Dewa Indra.

Baca Juga  Sekda Rai Iswara Ikuti Wawancara Virtual KKL Study Wilhan Pasis Dikreg LIX Seskoad TA 2020

Itu sebabnya, Pemprov Bali tidak melakukan penolakan apa pun kepada mereka yang pulang dari luar negeri karena mereka adalah anak-anak kita, saudara kita. ‘’Bahwa mereka membawa resiko ya, maka dari itu Pemprov Bali melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan pemeriksaan dengan ketat di bandara. Artinya kita terima tetapi periksa dengan ketat untuk memastikan bahwa yang positif kita ajak ke tempat karantina kemudian uji swab untuk selanjutnya ke karantina atau ke rumah sakit agar mendapat perawatan. Di antara sahabat kita sudah ada yang sembuh karena mengikuti proses karantina dan isolasi dengan baik,’’ tegas Dewa Indra.

Sementara itu mencermati pertambahan transmisi lokal dua hari berturut-turut (Selasa 2 orang) dan hari ini 2 orang, bisa dipastikan terpapar karena tidak memakai masker, tidak mencuci tangan dan tidak menjaga jarak. ‘’Karena itu,  supaya transmisi local tidak berkembang, maka kami memohon masyarakat Bali untuk mengikuti arahan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 dengan sebaik-baiknya. Gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, selalu menjaga jarak fisik, dan kurangi aktivitas di luar rumah kecuali sangat penting,’’ ujar Dewa Indra.

Terkait informasi ada masyarakat yang mengunjungi pusat perbelanjaan tidak menggunakan masker, Dewa Indra telah meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali untuk memanggil asosiasi swalayan untuk menyampaikan arahan agar mereka memberitahu kepada pengunjungnya atau calon pembeli  untuk mengenakan masker. ‘’Alangkah baiknya kalau ada warga yang berkunjung tidak memakai masker lalu pihak mall menyediakan masker kain sehingga proses transaksi berjalan baik,’’ anjur Dewa Indra.

Ini terus dilanjutkan di semua tempat, termasuk di instansi pemerintah juga diinformasikan agar warga masyarakat yang datang ke kantor pemerintah untuk mendapatkan layanan publik diberitahu menggunakan masker. Kalau mereka tidak membawa masker agar dibantu diberikan masker cukup masker kain. Ini bagian upaya mensosialisasikan upaya pencegahan supaya tidak bertambah lagi kasus transmisi local. Kalau tidak disiplin menerapkan PHBS maka bukan tidak mungkin kasus transmisi local akan terus menjalar kemana-mana.

Baca Juga  Gubernur Koster: Bali dan Jepang Punya Kesamaan Budaya, Siap Jalin Kerjasama

Dewa Indra menyampaikan kontribusi dan partisipasi masyarakat sangat penting. Sebab sesungguhnya kita tidak tahu di antara kita siapa yang membawa virus, banyak yang positif tapi tidak menunjukkan gejala sakit. Sehingga sulit diidentifikasi, maka itu lindungi diri kita dengan memakai masker. Mudah-mudahan kita terhindar dari perkembangan penyakit ini, sehingga perekonomian bisa kembali pulih. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala BRAN, dan Dua Wakil Kepala Badan

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara di Istana Negara
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Mereka yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Pengangkatan Listyo Sigit Prabowo dan Dedi Prasetyo didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Sementara itu, pengangkatan Ariyanto Wibowo dan Muhammad Fadil Imran didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Kedua Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. Para pejabat mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para pejabat yang dilantik.

Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh para pejabat yang dilantik. Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, untuk selanjutnya diikuti oleh para undangan yang hadir.

Baca Juga  Baksos PGRI Denpasar, Rai Mantra: Pendidik Harapkan Jadi Agen Sosialisasi Protokol Kesehatan di Sekolah

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menggantikan Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara itu, Dedi Prasetyo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Ariyanto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala BPKP dan Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, Menteri Kabinet Merah Putih, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2026.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025.

Sementara Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, 4 Juni 1970. Wahyu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).

Baca Juga  "Problem Solving", Kapolsek Blahbatuh Tuai Apresiasi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi Polri. Suyudi memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan para pejabat dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara dan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila di Denpasar
SAPA VETERAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyapa para anggota veteran usai memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta peserta apel yang berasal dari berbagai unsur. Rangkaian apel diawali dengan mengumandangkan lagu-lagu perjuangan. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian kutipan akhir Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede di hadapan seluruh peserta apel.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila merupakan refleksi dan bentuk penghormatan terhadap seluruh pejuang yang telah gigih mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Pelaksanaan peringatan ini diharapkan mampu menanamkan ajaran Pancasila sebagai dasar negara serta sebagai ideologi bangsa.

“Saya berharap para generasi muda mampu mengimplementasikan ajaran Pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam menciptakan persatuan bangsa. Hal ini sesuai dengan spirit Pemerintah Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Baca Juga  Hari Ini di Denpasar 12 Orang Positif Covid-19, Semua dari Transmisi Lokal

“Sehingga secara berkelanjutan dapat mewujudkan Denpasar Maju yang sejalan dengan Pancasila sebagai perekat bangsa menuju Indonesia Emas,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca