Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Transmisi Lokal Cenderung Meningkat, Gubernur Koster: Mari Bersatu Padu Bangun Optimisme Demi Keselamatan Kita Bersama

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER, Didampingi Sekda Bali Dewa Made Indra

Denpasar, baliilu.com – Dalam menyikapi perkembangan Covid-19 dalam sepekan terakhir ini, khususnya transmisi lokal yang penyebaran di wilayah kabupaten/kota se-Bali yang cenderung meningkat, begitu juga munculnya kasus positif baru sebagian besar tanpa menunjukkan gejala sakit atau Orang Tanpa Gejala (OTG), dan adanya kecenderungan menurunnya disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan imbauan yang baru Nomor : 215/Gugascovid19/VI/2020, tertanggal 8 Juni 2020.

‘’Saya menyampaikan kepada masyarakat Bali bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini merupakan masalah kita bersama, yang harus dijalani dengan penuh semangat, kebaikan dan ketulusan hati, kesabaran, ketabahan, dan kegigihan, serta  paras-paros, gilik-saguluk, salunglung-sabayantaka, tiada lain adalah demi kepentingan dan keselamatan kita bersama,’’ papar Gubernur Koster didampingi Sekda Bali Dewa Made Indra saat live streaming, di Gedung Jaya Sabha, Senin (8/6-2020).

Gubernur Koster menyatakan memetakan setiap hari perkembangan Covid-19, dimana transmisi lokal mengalami peningkatan khususnya di beberapa wilayah Denpasar, Badung, Tabanan dan Klungkung. Begitu pula munculnya kasus positif yang tanpa menunjukkan gelaja sakit. Sehingga betul-betul tidak kelihatan apakah orang ini dalam status terkena covid atau tidak. ‘’Jadi kalau tidak dilakukan rapid test atau tes swab maka kita tidak tahu orang tersebut terkena covid apa tidak,’’ ujarnya.

Sekarang, lanjut Gubernur Koster,  Provinsi Bali sedang menggiatkan rapid test dan tes swab untuk mengetahui status seseorang terutama yang bersentuhan dengan pasien positif covid. Sehingga kelihatan memang kalau aktif melakukan satu upaya rapid dan swab ketemunya yang positif jadinya meningkat.

‘’Menurut saya satu hal yang bagus, karena kita bisa sejak dini mengetahui kondisi masyarakat yang berpotensi menularkan penyakit kepada para warga yang ada di sekitarnya. Ini hal yang bagus, namun tentu harus mengendalikannya agar proses ini berjalan dengan baik. Walau ada penambahan kalau dibandingkan dengan daerah lain, penambahan di Provinsi Bali relatif kecil,’’ ungkapnya.

Baca Juga  Provinsi Bali Terima Bantuan 150 Ribu Paket Merdeka Belajar dari Telkomsel

Hal ini dibuktikan, dulu Bali masuk kelompok sepuluh besar di urutan ketujuh, sekarang berada di urutan ke-13. Artinya, daerah lain lebih cepat pertambahannya. Bali ada nambah tetapi relatif kecil dan bisa kita kendalikan. ‘’Oleh karena itu, ini perlu diikuti satu upaya yang lebih giat dan semangat lagi,  karena ada kecenderungan menurunnya disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol Covid-19. Seperti kerumunan mulai muncul, tidak menggunakan masker, tidak memperhatikan jaga jarak. Sehingga ini bisa menjadi potensi penularan karena adanya orang tanpa gejala yang mungkin saja terjangkit Covid-19,’’ terang Gubernur Koster.

Menghadapi kondisi demikian, Gubernur Koster mengatakan sedikit pun kita tidak boleh merasa bosan. Tidak boleh ada rasa jenuh, tidak boleh ada rasa putus asa, tidak boleh saling menyalahkan, sing dadi bengkung, sing dadi maboya. ‘’Ini harus menjadi sikap kolektif kita bersama agar kita semua bisa selamat demi diri sendiri, demi keluarga, demi sahabat dan demi untuk keselamatan kita semua,’’ papar Gubernur.

de
GUBERNUR KOSTER: Tidak boleh ada rasa jenuh, tidak boleh ada rasa putus asa, tidak boleh saling menyalahkan.

Untuk mengantisipasi dan mewaspadai terjadi penularan yang semakin meluas demi keselamatan kita semua, Gubernur Bali mengimbau: pertama, bagi peserta didik, agar tetap belajar di rumah. Kedua, melarang kegiatan keramaian termasuk tajen. ‘’Saya wanti-wanti ingatkan tidak boleh ada tajen. Kalau ada yang melakukan tajen di satu tempat saya minta penegak hukum untuk menindak, membubarkan dan mengambil tindakan hukum lainnya. Saya mendengar di beberapa wilayah masih ada tajen meskipun kemudian dibubuarkan artinya masyarakat masih punya niat mengadakan tajen. Ini tidak boleh, kita harus disiplin,’’ ujar Gubernur Koster.

Ketiga, melarang  operasional dan aktivitas  objek  wisata, hiburan malam,  dan  kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Keempat, kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang. Karena ada surat edaran Menteri Agama mengenai pembukaan tempat ibadah, dibuka tetapi harus dibatasi maksimum 25 orang berlaku untuk semua tempat ibadah.

Baca Juga  Update Covid-19 (3/9) di Bali, 4 Pasien Meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 174 Orang

Kelima, membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah Covid-19. ‘’Saya mengimbau masyarakat Bali kalau tidak penting sekali sebaiknya hindari pergi keluar Bali. Terutama sekali menuju daerah zone merah,’’ ujar Koster.

Keenam, mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, agar masyarakat dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yaitu: a). selalu menjaga jarak fisik dan sosial; b).  wajib menggunakan masker. Keluar rumah selama dalam perjalanan dan selama di tempat acara agar selalu menggunakan masker sampai balik ke rumah. Ini penting untuk mencegah penularan. c).  selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Ketujuh, selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara: a).  meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi suplemen seperti vitamin, madu, ramuan tradisional, dan lain-lain yang menyehatkan tubuh dan memperkuat imunitas; b).  mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi; c). rajin berolahraga secara teratur; dan d).  beristirahat dengan cukup.

Kedelapan, kepada Satgas Gotong-Royong di Desa Adat dan Relawan Covid-19 di Desa/Kelurahan  agar tetap melaksanakan tugas dengan tertib dan disiplin menjaga wilayahnya sesuai dengan surat edaran gubernur yang meliputi a). meningkatkan pengawasan  terhadap  warga  masyarakat  dalam  melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di wilayahnya; b).  meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan warga masyarakat keluar masuk di wilayahnya; dan c).  bertindak dengan cepat dalam melakukan pencegahan munculnya kasus Covid -19.

‘’Saya mengingatkan kepada satgas gotong-royong dan relawan desa/kelurahan bahwa di sejumlah wilayah termasuk katagori merah karena banyak terjadi kasus positif, maka harus selektif di dalam mengawasi masyarakat yang keluar masuk ke wilayah itu,’’ papar Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster bersama Relawan dan Satgas Covid Gelar Aksi Sosial di Kusamba Klungkung

Kesembilan, kepada bupati/walikota agar : a).  lebih tanggap dan cepat melakukan upaya pengendalian penularan Covid -19;  lebih berani, lebih tegas, lebih cepat dan lebih tanggap di dalam mengendalikan covid di wilayahnya. ‘’Saya lihat ada kecenderungan menurun, jika dilihat dari gejala meningkatnya transmisi lokal. Ini harus betul-betul menjadi perhatian serius, bupati/walikota se-Bali tidak boleh lengah, tidak boleh rileks apalagi membiarkan suatu kejadian di wilayahnya. b).  tetap membatasi waktu beroperasinya pasar tradisional, warung, pasar swalayan, toko modern, pusat perbelanjaan, dan restoran. Boleh dibuka tetapi batasi apakah jamnya atau aktivitas lainnya, metode untuk transaksi, untuk berbelanja dll. c).  agar selalu berkoordinasi secara intensif dengan Gugus Tugas Provinsi dalam menangani masalah  Covid-19.

Gubernur Koster menggarisbawahi, penanganan Covid-19 tidak bisa diselesaikan secara sendiri tetapi harus bersinergi, berkoordinasi dengan jajaran pemerintah secara bertingkat. Di pusat, provinsi dan kab/ kota sehingga bisa mengatasi dengan cepat dan baik. ‘’Saya mengajak marilah kita terus bersatu padu untuk membangun optimisme, seraya terus berdoa dengan cara dan keyakinan masing-masing agar Covid-19 segera berakhir,’’ ajak Gubernur Koster sembari menegaskan kita harus melakukan upaya kongkrit secara sekala dan niskala agar Bali terbebas dari Covid-19. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Ny. Putri Koster bersama Relawan dan Satgas Covid Gelar Aksi Sosial di Kusamba Klungkung

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Satpol PP Denpasar Tertibkan 5 Orang Pengamen dan Pengasong

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster: Situasi Pandemi Covid-19 Jangan Nyinyir dan Mencuri Panggung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  83 Pedagang, Pengelola dan Jukir Pasar Adat Ubung Dirapid, Semua Non-Reaktif

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca