Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Rabu (8/4) di Bali, Gubernur Koster: Pasien Positif dari PMI Terus Bertambah

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER BERSAMA SEKDA DEWA INDRA

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bertindak selaku Ketua Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan dan imbauan terbaru lewat video conference pada Rabu (8/4-2020) petang di rumah jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Gubernur Koster didampingi  Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan update Corona Virus Disease (Covid-19) sampai Rabu petang jumlah PDP sebanyak 215 orang. Jumlah pasien positif 49 orang (7 orang WNA dan 42 orang WNI) bertambah 6 orang WNI dari kemarin.

Jumlah pasien positif WNI sebanyak 42 orang terdiri dari pasien positif domisili Bali 27 orang bertambah 1 orang dari kemarin dan pasien positif PMI 15 orang, bertambah 5 orang dari kemarin.

Jumlah pasien meninggal WNA sebanyak 2 orang. Jumlah pasien positif yang sembuh 19 orang (4 orang WNA dan 15 orang WNI).  Jumlah pasien yang dirawat 28 orang (1 orang WNA dan 27 orang WNI).

‘’Kecenderungan pasien positif dari pekerja migran Indonesia (PMI-red) terus bertambah, kebanyakan WNI/warga Bali yang bekerja di Amerika dan Italia. Bagaimana pun juga kita harus menerima karena mereka adalah warga kita dari Bali yang telah dipulangkan oleh perusahaan di negaranya dan tentu sebagai Pemerintah Provinsi Bali wajib menerima,’’ ujar Gubernur Koster.

Gubernur menyampaikan warga Bali yang menjadi pekerja migran Indonesia atau ABK di luar negeri diperkirakan lebih dari 20 ribu orang. Sejak 29 Maret sampai 7 April 2020 sudah dipulangkan dari negaranya 6.174 orang dan masih akan datang lagi nanti malam 601 orang. Setiap hari ada saja yang pulang dari berbagai negara.

‘’Saya mengambil kebijakan semua yang pulang harus mengikuti rapid test memastikan hasil kondisi kesehatannya, negatif atau positif. Jika negatif dibolehkan pulang tetapi harus mengikuti isolasi mandiri dengan disiplin yang diawasi Satgas Gotong Royong Desa Adat. Gubernur memohon agar masyarakat di desanya bisa menerima kepulangan warganya itu, tapi harus diawasi ketat untuk menghindari transmisi warga lokal. Sementara yang positif harus dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemprov Bali atau langsung dibawa ke Rumah Sakit Rujukan.

Baca Juga  Sinergi dengan SOS Food Rescue, Pemkot Denpasar Bagikan 300 Nasi Bungkus Gratis

Terkait pencegahan Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI/ABK, kapasitas 1.012 tempat tidur, bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan).

Tempat yang dipakai karantina ini merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Berisi fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC. Juga telah diberi fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis yang biasa disiapkan oleh katering, atas biaya dari Pemprov Bali. Di tempat karantina  juga disiapkan petugas medis serta aparat keamanan.

Untuk melokalisir wabah Covid-19, Gubernur Bali menjadikan RS PTN Universitas Udayana sebagai Pusat Penanganan Covid-19 dan sudah mulai beroperasi tanggal 7 April 2020 secara bertahap. Jumlah kamar yang sudah siap untuk merawat pasien positif sebanyak 9 kamar, jumlah kamar yang sedang disiapkan untuk pasien positif 40 kamar dengan 65 tempat tidur. Ditambah jumlah kamar yang sedang disiapkan untuk PDP 32 kamar (1 kamar dengan 1 tempat tidur). Di sini juga disiapkan dokter spesialis, dokter umum, dan perawat sesuai kebutuhan. Penanganan Covid-19 di RS PTN Uunud didanai dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2020.

Dengan mulai berfungsinya RS PTN Unud maka pasien PDP dan pasien positif Covid-19 yang baru tidak lagi dirawat di RSUD kabupaten/kota, agar penyebaran Covid-19 semakin terkendali. Sedangkan pasien positif yang berat akan dirawat di RSUP Sanglah. Dengan demikian Covid-19 bisa dilokalisir, dan tidak jadi beban kabupaten/kota di Bali.

Gubernur Koster juga memastikan mengenai perlengkapan pencegahan Covid-19 di antaranya berkaitan alat pelindung diri, rapid test kit dan masker masih tersedia memadai untuk saat ini. Dikatakan Alat Pelindung Diri (APD) bantuan Kepala BNPB sebanyak 12.500 unit telah dibagikan kepada semua RS rujukan sebanyak 12.300 unit. Masih tersedia sebanyak 200 unit. Pengadaan sendiri sebanyak 4.000 unit (belum datang).

Baca Juga  Perda RTRW Bali Disetujui, Gubernur Koster: Tata Ruang Baru yang Tak Boleh Pinggirkan Kearifan Lokal

Sedangkan rapid test kit bantuan Kepala BNPB sebanyak 12.200 kit. Akan mendapat lagi tambahan dari Kepala BNPB sebanyak 5.000 kit. Telah dibagikan kepada semua RS Rujukan. Sudah dipakai untuk rapid test PMI sebanyak 6.174 kit. Masih tersedia sebanyak 650 kit. Pengadaan sendiri sebanyak 4.000 kit (baru datang 200 kit). Sedang menunggu kedatangan bantuan dari pihak ketiga (Temasek – Singapore) sebanyak 20.000 kit. Sudah tiba dan sedang diproses di Bandara Soekarno Hatta. Ketersediaan masker mendapat bantuan Kepala BNPB sebanyak 37.500 pcs, masker N95 ex. Gunung Agung sebanyak 24.960 pcs.

Untuk menguatkan pencegahan Covid-19, Gubernur meminta agar bandesa adat bersinergi dengan kepala desa/lurah segera memfungsikan Satgas Gotong-Royong di desa adat, untuk melaksanakan tugas secara niskala dan tugas secara sakala sesuai Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Kegiatan secara niskala dilaksanakan sebagai berikut: nunas ica bersama pamangku di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat dengan cara nyejer daksina sampai Covid-19 berakhir dan ada pemberitahuan lebih lanjut; dan memohon kepada Ida Bhatara Sasuhunan sesuai dengan dresta desa adat setempat agar wabah Covid-19 segera berakhir demi keharmonisan alam, krama, dan budaya Bali. Ini supaya dilaksanakan setiap hari.

Gubernur Bali juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan dengan tertib Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali, tanggal 1 April 2020, yaitu memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah dengan belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, jangan keluar rumah. Memperkuat pembatasan kegiatan keramaian dan objek wisata, hiburan malam, kegiatan keramaian, termasuk tajen; dan meniadakan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang. Memperkuat pembatasan kegiatan adat dan agama agar dilaksanakan di rumah. Dalam hal kegiatan adat dan agama harus dilakukan di luar rumah, hanya melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang, dengan menerapkan jaga jarak fisik, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga  208 PMI Datang Hari Ini Jalani Pemeriksaan Ketat, Dewa Indra Minta Jangan Ada Penolakan

Memperkuat pembatasan masyarakat melakukan perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali dengan ketentuan sebagai berikut: Perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya; Pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pihak Otoritas Bandara dan Otoritas Pelabuhan agar meningkatkan pengawasan dan seleksi secara ketat terhadap perlintasan orang dan/atau penumpang sesuai protokol pintu masuk. Agar bupati/walikota melakukan koordinasi dan sinergi dengan aparat keamanan setempat agar Instruksi ini berjalan secara efektif. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dari Telajakan, Bali Dijaga: Ibu Putri Koster Tegaskan Disiplin Rumah Tangga sebagai Kunci Gerakan Kulkul PKK Wujudkan Bali Bersih

Published

on

By

putri koster
KULKUL PKK: Ibu Putri Koster saat menghadiri gerakan kulkul PKK di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketika bunyi kulkul bergema di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5), yang bergerak bukan sekadar langkah warga menuju aktivitas gotong-royong. Yang dibangkitkan adalah kesadaran kolektif: bahwa kebersihan Bali dimulai dari halaman rumah sendiri. Di titik itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan arah gerakan; tegas, sederhana, namun berdampak luas.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster tidak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia hadir sebagai penggerak nilai. Sesampainya di lokasi, ia langsung memberi apresiasi atas wajah Banjar Tiga Kawan yang tertata: telajakan bersih, taman rapi, lingkungan asri, hingga penampungan sampah yang tersedia di masing-masing rumah warga.

“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya, dengan nada yang bukan hanya memuji, tetapi juga menetapkan standar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip pesan kuat yang menjadi inti dari gerakan ini. Ibu Putri Koster menekankan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersih-bersih massal. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali; gotong royong yang berakar dari tanggung jawab personal.

“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi garis bawah penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari keramaian, melainkan dari konsistensi kecil di setiap rumah. Jika setiap keluarga menjaga telajakan masing-masing, maka desa akan bersih tanpa perlu dipaksa.

Di hadapan perangkat desa, prajuru adat, hingga warga, Putri Koster juga mengarahkan solusi konkret untuk persoalan sampah residu yang masih menjadi tantangan. Ia mendorong kolaborasi antara desa adat dan desa dinas untuk membangun TPS3R dan TPST, memanfaatkan lahan adat agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Wujudkan Jalan Lingkar Selatan, Bupati Giri Prasta Tandatangani Kesepakatan Induk dengan Kemenkeu

Tak berhenti pada tataran kebijakan, pendekatan Putri Koster terasa dekat dan membumi. Ia berinteraksi langsung dengan warga, bahkan berbagi tips sederhana: memanfaatkan air cucian beras untuk mempercepat penguraian sampah organik. Sebuah detail kecil, namun sarat makna, bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit, asalkan ada kemauan.

Sentuhan emosional juga tampak ketika ia mendorong penguatan identitas lokal melalui penanaman bunga pucuk bang di telajakan warga. “Perbanyak pucuk bang,” ajaknya. Bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi lokal dengan melibatkan produsen tanaman setempat.

Pesan itu langsung ia wujudkan dengan mengajak perangkat desa mengunjungi produsen lokal, memastikan bahwa gerakan pemerintah tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kehadiran Putri Koster juga membawa kepedulian sosial. Ia menyerahkan bantuan 100 kilogram beras kepada pemerintah desa untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebuah pengingat bahwa gerakan kebersihan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.

Di sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi, produsen kue bolu yang telah memasarkan produknya hingga Denpasar. Di sini, wajah lain Bali terlihat, ketekunan masyarakat kecil yang bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sebelumnya, Putri Koster juga turun langsung mengikuti gerakan serupa di Desa Bebalang, Bangli. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah memperlihatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama lintas lini.

Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dengan jumlah 76 warga banjar aktif dan 350 jiwa di Banjar Tiga Kawan, ia memastikan masyarakat siap mendukung gerakan Kulkul Posyandu yang selama ini telah berjalan secara rutin.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, memberikan perspektif reflektif. Ia menilai gerakan ini sudah baik, namun perlu penyempurnaan dalam penyampaian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu justru lebih efektif.

Baca Juga  Bali Terima Bantuan Dua Ventilator, Gubernur Koster Ajak Astra Financial Ikut Kampanyekan Taat Prokes

“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” ungkapnya, seraya mendorong adanya panduan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Ia menegaskan bahwa esensi gerakan ini sangat sederhana, namun berdampak besar.

“Jika setiap orang membersihkan telajakan di rumahnya masing-masing, maka ketika semua telajakan bersih, otomatis desa kita juga akan menjadi bersih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal, namun hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sosialisasi.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal menjadi benang merah: Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan membangun kesadaran, menghidupkan nilai, dan menata ulang cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.

Dan di garis depan gerakan ini, Putri Koster berdiri dengan pesan yang jelas, bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari tidak dibangun dari keramaian sesaat, melainkan dari keteguhan setiap individu menjaga ruang kecilnya sendiri.

Dari telajakan, Bali dijaga. Dari rumah, peradaban dirawat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 PDPN

Published

on

By

jaya negara
HADIRI DHARMA SANTHI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) dengan tema “Ngiring Tincapang Srada Bakti Maring Pajah Ajah Batara Lelangit Sewa Sogata”, di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5).

Acara Dharma Santhi tersebut dibuka langsung Ketua Umum Ketua Dharmopadesa Pusat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia. Dalam kegiatan itu, Dharma Wacana dibawakan oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Upadyaya serta Dharma Penuntun oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Kertha Upadesa Nusantara.

Kegiatan tersebut turut mengundang Ida Pedanda Siwa-Budha dan Walaka dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Hadir pula berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh puri, unsur pemerintahan hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ketua Dharmopadesa Pusat Nusantara, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Dharma Santhi ini merupakan rangkaian Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat pasemetonan Brahmana Wangsa dalam wadah Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara.

Komunikasi yang baik disebut menjadi inti dalam menjaga persaudaraan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Upacara ini dilaksanakan untuk mempertahankan persaudaraan bersama semeton Brahmana Wangsa yang ada di Bali maupun Nusantara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ajaran leluhur serta mewaspadai masuknya pengaruh-pengaruh luar yang dinilai dapat mengikis nilai-nilai ajaran Hindu di Bali. Untuk itu, melalui penguatan persemetonan diharapkan umat semakin memahami jati diri, sejarah, serta warisan spiritual leluhur.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Dharma Santhi yang berlangsung baik dan lancar. Menurutnya, Dharma Santhi menjadi momentum mulat sarira atau introspeksi diri untuk mengevaluasi perjalanan selama setahun terakhir agar tetap berada di jalan dharma atau kebaikan.

Baca Juga  208 PMI Datang Hari Ini Jalani Pemeriksaan Ketat, Dewa Indra Minta Jangan Ada Penolakan

“Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948 menjadi momentum bagi kita bersama untuk memperbaiki diri di tahun yang baru. Sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong, kita kuatkan sinergitas antara tokoh agama, pemerintah, berbagai stakeholder dan masyarakat guna menjalankan roda pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang PKB Ke-48, Walikota Jaya Negara Pantau Kesiapan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara

Published

on

By

Waja Swara
PEMBINAAN: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara Banjar Wangaya Kaja, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu (2/5), bertempat di Jaba Tengah Pura Pasek lingkungan banjar setempat. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara Banjar Wangaya Kaja, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu (2/5), bertempat di Jaba Tengah Pura Pasek lingkungan banjar setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan duta Kota Denpasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-48 yang akan berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara Putra, serta Tim Konsultan Seni Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada para penabuh, penari, pembina, dan koordinator sekaa yang telah melaksanakan pembinaan secara serius dan berkesinambungan.

“Komitmen para seniman muda dalam menjaga warisan seni tradisi menjadi kekuatan penting bagi Kota Denpasar dalam mempertahankan identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Tim Konsultan Seni Kota Denpasar, I Nyoman Astita menyampaikan bahwa bangkitnya kembali seni palegongan di Banjar Wangaya Kaja menjadi kebanggaan tersendiri. Tahun ini, Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara mendapat kesempatan tampil sebagai duta Kota Denpasar di PKB XLVIII.

“Olah rasa sudah masuk secara struktur pada tabuh palegongan. Tinggal bagaimana mengekspresikan pembawaan tabuh dan penampilan nanti agar bisa maksimal saat tampil di PKB,” ujar Nyoman Astita.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Sekaa, I Made Kristi Artawan mengatakan seluruh anggota sekaa terus mematangkan latihan guna memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Denpasar pada ajang seni budaya tahunan terbesar di Bali tersebut. (eka/bi)

Baca Juga  Angka Kesembuhan Pasien Meningkat di Denpasar, Hari Ini 13 Orang Sembuh

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca