Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Kamis (16/4) Positif Nambah 15 Orang Sehat 9 Orang, Dewa Indra: PMI Ditolak, Mau Karantina Dimana?

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Bali dalam konferensi pers, Kamis petang (16/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon, Denpasar, menyampaikan update perkembangan Covid-19 sebagai berikut.

Sampai Kamis petang, Dewa Indra memaparkan ada pertambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 15 orang. Kasus positif terbaru hari ini sebanyak 15 orang terdiri dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 9 orang, transmisi lokal sebanyak 3 orang, dan 3 orang masih diinvestigasi. Jadi jumlah akumulatif positif Covid-19 di Bali sebanyak 113 orang.

‘’Saya gambarkan lebih rinci jumlah akumulatif positif Covid-19 sebanyak 113 orang. Terdiri dari 7 warga negara asing, 106 warga negara Indonesia. Sebanyak 106 WNI ini terdiri dari 72 orang kasus imported case dibawa dari luar negeri oleh sahabat, saudara kita pada bulan-bulan ini. Imported case sebanyak  72 orang ini terdiri dari 68 dari PMI dan 4 non-PMI, warga Bali yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri dan saat ini kembali ke Bali,’’ ujar Dewa Indra.

Namun di balik kenaikan kasus positif sebanyak 15 orang pada Kamis ini, Dewa Indra mengungkapkan ada kabar gembira, dimana sebanyak 9 orang sahabat kita yang berhasil sembuh dari Covid-19. 9 orang ini terdiri dari PMI sebanyak 7 orang dan 2 orang dari terinfeksi di daerah lain.  Sehingga secara akumulatif jumlah yang sembuh sampai hari ini mencapai 32 orang.

Dewa Indra juga melaporkan pasien yang sedang dirawat di rumah sakit sebanyak 78 orang di 11 rumah sakit rujukan dan di tempat karantina bagi yang fisiknya sehat atau tidak memperlihatkan gejala atau indikasi sakit.

Lanjut disampaikan kasus positif yang datang dari daerah terjangkit sebanyak  13 orang, transmisi local sebanyak 16 orang, dan masih investigasi 5 orang. Diinvestigasi karena pasien ini tidak pernah punya riwayat perjalanan ke luar negeri, tidak ada riwayat perjalanan ke daerah lain yang terjangkit dan anggota keluarganya tidak ada yang positif. ‘’Ini masih kita dalami lagi dari mana mereka kena,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Stadion Dipta Masuk Nominasi Venue Utama Piala Dunia U-20, Gubernur Koster: Gelaran Vital ‘’We Love Bali Movement’’

Yang menjadi catatan penting mencermati data yang berkembang sampai Kamis petang ini yakni angka yang menggambarkan trasmisi lokal sebanyak 16 orang. Dewa Indra mengatakan transmisi lokal ini adalah penularan virus corona dari orang yang positif terinfeksi di Bali dan kemudian berinteraksi atau kontak dengan orang lain. Kontak itu bisa dalam bentuk kontak fisik bersalaman, pernah berkomunikasi jarak dekat tanpa dilindungi masker, mungkin pernah duduk di tempat yang dimana orang positif Covid-19 pernah duduk kemudian tidak mencuci tangan.

Jadi transmisi lokal itu terjadi karena orang berhubungan dekat dengan orang yang positif tetapi yang bersangkutan mungkin tidak diketahui, sehingga tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan, tidak  menjaga jarak satu sama lain.

‘’Kalau kita sepakat untuk menghentikan pertambahan kasus melalui transmisi lokal, maka sore ini saya mengajak masyarakat Bali, mari bersama-sama punya komitmen untuk menghentikan transmisi lokal dengan cara yang sangat sederhana yakni menggunakan masker baik yang sakit maupun yang sehat, sehingga masker bisa melindungi diri kita semua. Kita tidak tahu orang lain sakit atau sehat, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak fisik dan kurangi melakukan aktifitas keluar rumah. Cara ini sederhana, murah, dan mudah diikuti dan mudah dipahami masyarakat. Kalau kita bisa melakukan cara-cara yang sederhana ini maka kita tidak melakukan tindakan besar yang memiliki konsekuensi lebih besar kepada masyarakat,’’ ungkap Dewa Indra.

Sementara itu, Dewa Indra juga meluruskan informasi dan situasi di lapangan yang kurang kondusif. Ketika pemerintah kabupaten/kota mencari tempat karantina bagi PMI yang baru pulang ada penolakan dari masyarakat, meskipun tempat karantina dipilih di hotel atau di tempat yang merupakan fasilitas milik pemerintah.

Baca Juga  DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos, Hasilkan 15 Ton Kompos per Bulan

Berkenaan dengan penolakan itu, Dewa Indra menginformasikan apa tempat karantina itu, siapa yang dikarantina, bagaimana mereka di sana, serta bagaimana virus ini menular ke orang lain? Yang dimasukkan ke karantina oleh pemerintah kab/kota adalah PMI yang sudah di-rapid test di bandara atau di tempat karantina provinsi, yang hasilnya negatif.

‘’Yang negatif kami serahkan ke pemerintah kab/kota untuk dikarantina dalam satu tempat atau beberapa tempat di bawah pengawasan pemerintah kab/kota dibantu oleh TNI, Polri dan desa adat. Jadi yang dikarantina orang yang negatif, mereka dikarantina dalam satu tempat atau beberapa tempat di bawah pengawasan yang ketat. Sehingga orang yang dikarantina tidak bisa kemana-mana. Dia tidak akan bisa berinteraksi dengan masyarakat di luar tembok pagar karantina. Kemudian orang luar tidak diizinkan masuk ke tempat karantina kecuali petugas medis dan petugas keamanan. Jadi yang dikarantina tidak akan keluar,’’ papar Dewa Indra.

Kemudian virus corona ini juga menular tidak melalui udara atau angin. Artinya jika ada sahabat kita di tempat karantina ada yang positif misalnya, virusnya tidak akan menyebar melalui angin atau udara mengenai penduduk di sekitarnya. Tidak akan seperti itu.

Penularan virus corona, kata Dewa Indra melalui interaksi jarak dekat, satu meter atau kurang dimana ada droplets yang keluar mengenai orang lain, ada bagian tangannya yang penah menyentuh permukaan yang berisi virus, hanya dengan cara ini virus menular. ‘’Maka kepada masyarakat di luar karantina tidak akan terkena penyakit ini. Sesungguhnya tidak perlu ada ketakutan apalagi penolakan,’’ ujar Dewa Indra.

Bahwa sampai ada penolakan, Dewa Indra berkesimpulan pemerintah kab/kota perlu mendekati kelompok masyarakat yang melakukan penolakan, jelaskan kepada mereka dengan baik, apa itu karantina, siapa yang dikarantina, bagaimana penularan penyakit. ‘’Saya optimis kalau pemerintah kab/kota bisa menjelaskan dengan baik, clear jernih maka saya yakin mereka pasti menerima,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Cek Sarana dan Prasarana Sekolah, Sekda Dewa Indra Tinjau SMAN 7 Denpasar

Dewa Indra mengambil contoh kasus di Kabupaten Klungkung, ada penolakan masyarakat karena satu hotel digunakan tempat istirahat petugas medis. Bupati Klungkung bersama Dandim, Kapolres, turun langsung menemui masyarakat memberikan penjelasan dan ternyata masyarakat memahami dan menerimanya.

‘’Bagi kami penolakan masyarakat ini disikapi secara positif, karena bagian dari kewaspadaan mereka dan karena mereka kurang paham tentang cara penularan virus corona. Mereka menduga ada tempat karantina maka masyarakat sekitarnya akan terjangkit. Tugas kita aparat pemerintah untuk memberikan pemahaman. Jadi jangan dibiarkan masyarakat menggunakan logika-logika sendiri untuk melakukan penolakan,’’ tegas Dewa Indra.

Bisa dibayangkan jika semua desa melakukan penolakan, kata Dewa Indra, lalu akan dibawa kemana sahabat, saudara kita? Ini problem kita bersama. ‘’Karena itu saya tetap dalam posisi tidak menyalahkan masyarakat. Karena masyarakat takut, waspada dan kurang paham. Maka tugas pimpinan daerah, bupati/walikota untuk menemui langsung warga masyarakat, jangan ragu. Pemerintah harus berdiri tegak apa yang menjadi upaya pencegahan Covid-19 ini. Dengan demikian kalau semua masyarakat memahami dengan baik, kemudian mari kita bersama melakukan pencegahan dengan cara sederhana maka saya pastikan Covid-19 tidak akan terus berkembang di Bali,’’ ujar Dewa Indra optimis.

Bahwa sampai hari ini ada penambahan kasus positif, penambahan ini berasal dari sahabat kita yang baru pulang dari luar negeri. ‘’Tetapi kepada mereka sudah kami screening ketat, yang positif ditangani provinsi, dikarantina diperiksa swabnya, dibawa ke rumah sakit bagi yang sakit. Kami pastikan yang positif tidak dilepas ke masyarakat,’’ ujar Dewa Indra.

Jika menyebar melalui udara, Dewa Indra menandaskan yang kena pertama adalah petugas medis. Karena petugas medis yang melayani mereka yang positif  itu di tempat karantina atau di rumah sakit. Semestinya mereka lebih dulu kena. Tetapi karena mengikuti protokol pencegahan Covid-19, maka mereka tidak terpapar. ‘’Begitu juga masyarakat jika mengikuti protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri saya pastikan tidak terdampak,’’ tegas Dewa Indra.

Ini adalah perjuangan panjang, yang ‘’cukup menantang’’.  Ketika penyakit ini merebak, ada sebagian masyarakat melakukan penolakan, bagi kami tantangan untuk membuat pemerintah bekerja lebih serius lagi, bekerja berkomunikasi dengan baik bersama masyarakat. Mudah mudahan Bali yang kita cintai segera pulih dari Covid-19. Mari bersama menyongsong cahaya agar badai cepat berlalu.  (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

WNA Prancis Ditemukan Meninggal di Sungai Belakang Villa di Ubud

Published

on

By

wna meninggal di ubud
EVAKUASI: Personel polisi saat mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis yang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai yang berada di belakang Sekarrani Villa, Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Selasa (28/4/2026) petang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com –  Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis ditemukan meninggal dunia di aliran sungai yang berada di belakang Sekarrani Villa, Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Selasa (28/4/2026) petang.

Korban diketahui bernama Garciaz Sébastien Georges Bernard (35), yang saat itu menginap di kawasan Seminyak, Kabupaten Badung. Penemuan jenazah korban berawal dari upaya pencarian yang dilakukan oleh rekan-rekannya setelah korban tidak dapat dihubungi sejak Minggu malam (26/4/2026).

Berdasarkan keterangan para saksi, pada Minggu malam korban sempat berkumpul bersama teman-temannya di villa sebelum akhirnya berniat keluar menuju bar seorang diri sekitar pukul 23.00 WITA. Rekan korban menduga yang bersangkutan pergi menggunakan transportasi online, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun keesokan harinya, korban tidak kunjung memberikan kabar. Upaya pencarian mandiri pun dilakukan oleh rekan-rekannya hingga ke area sekitar villa dan seberang sungai. Pencarian semakin intens dilakukan pada Selasa (28/4/2026), termasuk dengan bantuan drone, namun belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 17.00 WITA, dua orang pekerja yang membantu pencarian turun ke area jurang di sebelah barat villa. Mereka mencium bau menyengat sebelum akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi tersangkut di antara bebatuan di dasar sungai. Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap, dengan sebagian tubuh berada di dalam air dan telah mengalami pembusukan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Sekitar pukul 19.30 WITA, personel Polsek Ubud bersama tim gabungan dari Polres Gianyar, BPBD, dan tim medis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta evakuasi korban. Jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.05 WITA dan selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Baca Juga  Sambut Hari Raya Galungan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah Galungan

Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis menunjukkan adanya tanda-tanda pembusukan lanjut, termasuk kulit yang mengelupas dan kondisi tubuh yang membengkak. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan.

Seizin Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, melalui Kasi Humas Ipda Gusti Ngurah Suardita menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.

“Dugaan sementara korban terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 30 meter di belakang villa. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, membantu proses evakuasi, hingga meminta keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Ubud, sembari menunggu tindak lanjut dari pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Pimpin Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Baturiti dan Marga

Lakukan Bedah Kamar hingga Edukasi Lingkungan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
BERGERAK DAN BERBAGI: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga, Rabu (29/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Menggerakkan empati menjadi aksi nyata di masyarakat, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan atau yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat saat memimpin aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga. Rabu (29/4), dengan sentuhan menyeluruh mulai dari bedah kamar ODGJ, pemenuhan gizi bagi kelompok rentan hingga edukasi lingkungan, menghadirkan kepemimpinan inspiratif yang tak hanya terlihat, tetapi benar-benar dirasakan dari hulu ke hilir kehidupan masyarakat.

Kegiatan pertama dilaksanakan melalui aksi nyata bedah kamar di Banjar Mandul, Desa Luwus, Baturiti kepada penerima An. I Made Diana Putra. Kemudian kegiatan dilanjutkan di Wisma PLN Desa Candikuning, Baturiti, yang dirangkaikan dengan aksi sosial bergerak dan berbagi. Kegiatan kedua, yakni kegiatan yang serupa dilaksanakan di Banjar Periga Kangin, Desa Petiga, Marga, yaitu memberikan Bedah Kamar kepada warga An. Ni Nyoman Kartika dan di Banjar Lebah, Desa Marga yaitu Ni Nyoman Garmini, kemudian kegiatan aksi sosial menyapa dan berbagi dipusatkan di Wantilan Desa Marga Dajan Puri, Marga, Tabanan sekaligus di kedua kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan aksi lingkungan pembuatan lubang biopori.

Bunda Rai saat itu hadir bersama salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta Ketua TP PKK Kecamatan Baturiti dan Marga, jajaran pengurus, serta unsur YKI, K3S, Bunda PAUD dan seluruh penerima bantuan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan dalam memastikan program menyentuh masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Stadion Dipta Masuk Nominasi Venue Utama Piala Dunia U-20, Gubernur Koster: Gelaran Vital ‘’We Love Bali Movement’’

Tak hanya itu, Bunda Rai juga turun langsung ke rumah warga untuk memberikan simulasi pembuatan lubang biopori sebagai solusi pengolahan sampah berbasis rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kecamatan menerima 150 alat pelubang biopori guna mendukung program lingkungan berkelanjutan, sehingga diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mengelola sampah organik dari rumah tangga mereka, mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, bantuan sosial bergerak dan berbagi di Kecamatan Baturiti diserahkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 60 kader PKK kurang mampu, 1 penerima rehab kamar ODGJ, serta bantuan 2 alat bantu dengar dan 2 kursi roda, serta PMT bagi anak PAUD. Sementara di Kecamatan Marga, bantuan diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 orang lansia, 15 balita gizi kurang dan 80 kader PKK kurang mampu, 2 penerima rehab kamar ODGJ, 4 tripod, 1 walker dan 1 kursi roda.

Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok dan gizi, yakni 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 3 kg kacang hijau serta minyak goreng, sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Saya ingin agar kita selalu bertatap muka dan tidak terputus, kita terus menyambung silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran saya hari ini untuk memberikan support dan bantuan agar benar-benar dirasakan,” ujar Bunda Rai di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi program agar menjangkau lebih luas, guna memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga terus diperkuat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif jangka panjang. “Saya sinergikan seluruh kegiatan ini agar bisa menyentuh masyarakat lebih banyak lagi, sekaligus menyambungkan program dari Ibu Gubernur. Harapan saya semua mendapat perhatian yang merata,” tegas Srikandi Tabanan tersebut.

Baca Juga  DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos, Hasilkan 15 Ton Kompos per Bulan

Bunda Rai yang juga selaku Duta PADAS (Palemahan Kedas) Kabupaten Tabanan turut mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya, sehingga dapat mengurangi beban pengolahan di tingkat akhir. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung keberhasilan program PADAS di Kabupaten Tabanan. “Penanggulangan sampah harus dimulai dari rumah tangga, biopori ini tidak hanya sebagai resapan air tetapi juga sebagai pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Program lingkungan tersebut juga berkaitan dengan penguatan program Aku Hatinya PKK yang kembali digencarkan menjelang peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026. Melalui program ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi. Selain itu, Bunda Rai juga mensosialisasikan lomba karaoke antar Ketua TP PKK Desa sebagai bagian dari rangkaian perayaan HKG. Pun disampaikan pentingnya peran Posyandu 6 SPM yang saat ini telah terbentuk sebanyak 832 posyandu di Kabupaten Tabanan.

Ia berharap seluruh Posyandu dapat berfungsi optimal sebagai jembatan masyarakat dalam menyampaikan berbagai permasalahan di bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta kesehatan. Melalui aksi yang menyentuh dari hulu hingga hilir kehidupan masyarakat, Bunda Rai sangat menekankan agar PKK bukan hanya sekadar gerakan, melainkan kekuatan nyata yang hadir, bekerja, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Sayu Made Parwati selaku Camat Baturiti mengapresiasi langkah tersebut khususnya dalam edukasi biopori yang dinilai relevan dengan kondisi wilayahnya. “Curah hujan di Baturiti beberapa hari ini sangat tinggi, sehingga biopori ini sangat bermanfaat. Harapan kami seluruh kader PKK dapat mengedukasi masyarakat agar kondisi ini menjadi manfaat, bukan bencana,” ujarnya. Ia juga menambahkan, Gerakan Aksi Sosial ini luar biasa karena masyarakat sejak dalam kandungan hingga lansia semua mendapat perhatian.

Baca Juga  Bentuk Kepedulian Pialang Berjangka terhadap Insan Jurnalis, KPF Bali Gelar Program 'Sharing is Caring’

Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Marga, Ny. Primayani Sugiartha menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program tersebut agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. “Kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga kehangatan hati dan solidaritas sosial. Program ini memberi manfaat sekaligus harapan dan semangat bagi masyarakat kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali, Bank Indonesia Gelar Baligivation 2026

Published

on

By

Baligivation 2026
KICK-OFF BALIGIVATION: Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali pada 28 April 2026 di Griya Agung Ballroom Prime Plaza Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Digitalisasi memegang peranan penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bali lebih kuat. Hal ini mengemuka dalam acara Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali pada 28 April 2026 di Griya Agung Ballroom Prime Plaza Sanur.

Baligivation kembali digelar tahun 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali melalui Penguatan Digitalisasi dan Sinergi”, sebagai wujud nyata dukungan Bank Indonesia Provinsi Bali mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Rangkaian kegiatan dihadiri oleh Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.; Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dr. Fithriadi; Kapolda Bali, Irjen Polisi Daniel Adityajaya; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja; jajaran pimpinan daerah; dinas dan lembaga terkait; perbankan; penyelenggara jasa pembayaran dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB); akademisi; serta mahasiswa.

Kegiatan Kick-Off Baligivation ini juga dirangkaikan dengan seremoni Komitmen Sinergi Penertiban Money Changer Ilegal di Bali sebagai wujud penguatan tata kelola dan pelindungan konsumen, Seminar Digitalisasi yang membahas arah dan strategi transformasi digital Bali, serta Sarasehan KUPVA BB sebagai forum dialog dan penguatan sinergi antara regulator dan penyelenggara KUPVA BB.

Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam keynote speech mendukung penuh acara Baligivation 2026 ini karena sejalan dengan visi keenam untuk menjadikan Bali sebagai Pulau Digital. Koster menyampaikan bahwa Bali memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan menyumbangkan 55% dari devisa pariwisata nasional. Meski demikian, penguatan sektor ekonomi kreatif dan digital perlu terus didorong untuk pengembangan ekonomi ke depan, agar ekonomi Bali tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata. Dengan anugerah kekayaan dan keunikan budaya yang menyatu dengan kehidupan spiritual masyarakat, Bali telah menjadi daya tarik dunia yang perlu dikelola secara berkelanjutan melalui diversifikasi ekonomi. Pada kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan berbagai rencana dan upaya untuk mengatasi berbagai tantangan struktural seperti permasalahan sampah dan kemacetan yang dapat menurunkan kualitas pariwisata Bali. Salah satu upayanya dilakukan melalui digitalisasi dan penanganan KUPVA BB tidak berizin.

Baca Juga  Giri Prasta Apresiasi Bakti Sosial Dulang Mangap, Ingatkan Prinsip Saling Sumbah, Saling Parid dan Mesidikara

“Jangan sampai Bali yang sudah memiliki modal budaya yang kuat menjadi rusak karena praktik usaha yang ilegal, sehingga mencoreng pariwisata Bali di mata dunia” ujar Koster. Penguatan industri KUPVA BB dan dukungan membaiknya ekosistem digital, diharapkan mampu mendorong terwujudnya pariwisata Bali yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing secara berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Dr. Fithriadi, menyampaikan bahwa industri KUPVA BB di Bali memiliki peran penting dalam mendukung transaksi wisatawan mancanegara. Namun disisi lain, industri KUPVA BB juga berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan keuangan akibat transaksi pencucian uang, dan maraknya money changer ilegal.

“Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) yang bersinergi dengan Bank Indonesia, aparat penegak hukum, dan pelaku industri, guna memperkuat pengawasan dan mewujudkan industri KUPVA BB yang sehat, berintegritas, dan mendukung pariwisata Bali yang berkualitas,” pungkas Fithriadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dalam opening speech– nya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan Baligivation 2026, sebagai langkah visioner Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi digitalisasi dan sinergi ekonomi Bali. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya mencerminkan komitmen kuat dan kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga menjadi katalisator penting dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. Dalam kaitan ini, Polda Bali juga sudah bertransformasi digital untuk berbagai layanan kepada masyarakat, yang terbukti menjadikan layanan lebih cepat dan efisien.

“Di tengah dinamika dan tantangan ke depan, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan yang harus dihadapi dan dijalani bersama demi masa depan Bali yang lebih maju,” tegasnya. Daniel juga mendukung upaya penanganan KUPVA BB tidak berizin untuk mendukung sektor pariwisata Bali yang lebih baik.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Minta TP PKK Sebarluaskan Informasi terkait Resiko Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Baligivation merupakan wadah strategis untuk mendorong edukasi dan mengakselerasi digitalisasi masyarakat Bali melalui penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, sehingga digitalisasi mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

“Banyak kebaruan dalam Baligivation 2026, antara lain Program Pasar Rakyat Bali Go Digital yang mendorong inovasi perbankan untuk percepatan digitalisasi pasar rakyat dan peningkatan akses pembiayaan; Program Banjar Pintar yang memperluas literasi serta implementasi digitalisasi di tingkat komunitas banjar; serta Program edukasi dan business matching bagi digital inovator Bali sebagai ruang lahirnya gagasan dan solusi berbasis digital yang dapat dihubungkan langsung dengan pelaku usaha,” jelas Erwin.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan dan penataan industri KUPVA BB untuk mendukung pariwisata Bali melalui layanan penukaran valuta asing yang mudah diakses, berkualitas, dan bebas dari kegiatan money changer ilegal. Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan PPATK untuk memperkuat pengawasan dan penataan industri KUPVA BB guna menjaga kepercayaan wisatawan.

Kick-off Baligivation akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Baligivation 2026 yang akan berlangsung sampai dengan bulan November 2026 terdiri dari Roadshow, Edukasi Literasi Digital dan Pelindungan Konsumen, Talkshow Inspiratif, Interactive Experience, serta berbagai perlombaan yang mencakup e-sport, konten QRIS-PK, dan BI SMART. Peak event Baligivation di bulan November direncanakan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui kegiatan Bali Digital Festival 2026. Bank Indonesia mengajak semua masyarakat, pemerintah daerah dan komunitas di Bali untuk berpartisipasi dan terlibat dalam setiap event Baligivation, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat akselerasi digitalisasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Cek Sarana dan Prasarana Sekolah, Sekda Dewa Indra Tinjau SMAN 7 Denpasar

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca