Denpasar, baliilu.com
– Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan
rasa kebanggaannya dan mengapresiasi terbentuk dan aktifnya Kelompok Wanita
Tani (KWT) di seluruh Bali yang bersinergi dengan kader PKK di wilayahnya dalam
menata lahan pekarangan dan telajakan di rumahnya dalam program Pekarangan
Pangan Lestari (P2L).
Tidak jauh berbeda dengan HATINYA (Halaman Asri Teratur
Indah dan Nyaman) PKK, program Pekarangan Pangan Lestari juga merupakan bentuk
dukungan dan peran serta ibu-ibu rumah tangga atau kader PKK dalam pembangunan
daerah Bali, khususnya di bidang ketahanan pangan. Kedua program ini akan
bersinergi dan pelaksanaannya saling berdampingan agar sama-sama memiliki
manfaat bagi masyarakat secara luas.
“Di tengah pandemi Covid-19 yang kita tidak tahu sampai
kapan akan berakhir, usaha dalam menata pekarangan rumah menjadi halaman yang
asri, teratur, indah, nyaman dan bermanfaat menjadi upaya yang sangat
meringankan bagi kita semua. Selain memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan pokok
khususnya sayur mayur dan bumbu masakan, pengelolaan HATINYA PKK dan P2L juga
akan sangat menghemat pengeluaran kita,” ujar Ny. Putri Koster saat menghadiri
penyerahan bantuan stimulus kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) program
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) se-Bali, di Kantor Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kamis (6/8-2020).
Selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali yang ex officio pendamping
Gubernur Bali, Ny. Putri Koster memberi apresiasi dan dukungan terhadap
aktifnya Kelompok Wanita Tani seluruh Bali yang berperan serta dalam
pembangunan Bali khususnya menjaga ketahanan pangan.
Lebih lanjut disampaikan, dengan HATINYA PKK dan P2L, maka
setiap rumah tangga dipastikan dapat mengatur pengeluaran dengan hemat, mengembalikan
selera makan rumahan, yang sebelumnya cenderung menikmati fast food. Namun di masa pandemi, setiap orang terutama anak-anak
diajarkan kembali menata pola makan sehat yang diolah langsung oleh tangan
ibunya sendiri. “Perpaduan peranan ibu dan bapak dalam membangun
keharmonisan rumah tangga akan mampu meningkatkan imun tubuh untuk jauh dari
Covid-19,” imbuh Ny. Putri Koster.
Untuk target, Ny. Putri Koster mengatakan pihaknya akan
berusaha agar Bali pada tahun 2023 mampu menjadi juara umum HKG PKK dengan
program unggulan HATINYA PKK, sehingga ke depan ketika wisatawan masuk ke Pulau
Dewata mereka akan menikmati taman yang indah di masing-masing telajakan rumah
warga. Selain itu, harapan terbesar Ketua TP PKK Provinsi Bali adalah Bali
memiliki maskot bunga di masing- masing kabupaten yang terjejer pada telajakan
jalan. Misalnya Tabanan dengan bunga sandatnya.
Dengan adanya dua (2) program yang bersinergi, maka Ny.
Putri Koster mengharapkan kader PKK dan Kelompok Wanita Tani mampu menjadi pioner
bagi wilayahnya dalam membantu program pemerintah untuk menjaga ketahanan
pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana dalam sambutannya mengatakan Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali merancang program untuk
mengoptimalkan pemanfaatan lahan, terutama telajakan dan pekarangan rumah,
berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan mengalokasikan anggaran APBN dan APBD meluncurkan program
Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Program ini bersinergi dengan HATINYA PKK dalam bidang
ketahanan pangan dengan tujuan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif
untuk diolah dengan baik, sehingga menjadi produktif dan memiliki manfaat
menumbuhkan kebutuhan pangan sehari-hari.
Jumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang terbentuk di 9
kabupaten/kota se-Bali adalah sebanyak 70 dengan anggaran Rp 2,3 miliar, dengan
total kegiatan P2L dan stimulus yang diberikan tahun ini adalah 32 Kelompok
Wanita Tani penerima stimulus sebesar Rp 15 juta dalam tahap pengembangan lahan
dan bibit.
Jumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima stimulus sebesar
Rp 50 juta dalam tahap penumbuhan bibit dan pengolahan hasil berbahan baku produk
pertanian yang dihasilkan sebanyak 38 KWT.
Bantuan stimulus ini digunakan untuk pembuatan pembibitan
(agar pelaksanaan P2L bisa berlanjut dan
berkesinambungan, sehingga terus tumbuh dan berkelanjutan), pelaksanaan demplot
tanaman pada pekarangan jenis bibit bumbu, bibit sayur mayur, bibit buah dan
tanaman lain untuk tanaman pangan kebutuhan sehari hari. Selain itu bantuan
stimulus ini juga bisa digunakan untuk pengadaan peralatan dan bahan untuk
pengolahan serta pemasaran hasil berbahan baku produk pertanian yang
dihasilkan. (gs)