Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Raker Komisi IV DPRD Badung, PTM Mulai Pertengahan Juli, Insentif Guru Cair Sampai Maret

BALIILU Tayang

:

de
RAKER: Ketua Komisi IV I Made Sumerta, S.H. memimpin raker didampingi sebagian anggota dewan, bersama Plt Kadisdikpora Badung I Made Mandi, S.Pd., M.Pd., Plt Kepala BPKAD Luh Suryaniti dan pengurus PGRI Badung, Senin (17/5) di Gedung DPRD Badung.

Badung, baliilu.com – Beberapa hal penting terkait dunia pendidikan mengemuka di dalam Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama Kadisdikpora, Kepala BPKAD dan pengurus PGRI Kabupaten Badung, Senin (17/5/2021) di ruang rapat Gosana II Gedung DPRD Badung. Pertama masalah pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan diberlakukan di Kabupaten Badung mulai pertengahan Juli 2021, kedua tentang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menjadi beban APBD 2021, dan telah cairnya insentif atau TPP untuk para guru sampai Maret 2021.

Rapat Kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi IV I Made Sumerta, S.H. didampingi sebagian anggota dewan dan tim ahli, sementara dari pihak eksekutif hadir Plt Kadisdikpora Badung I Made Mandi, S.Pd., M.Pd., Plt Kepala BPKAD Luh Suryaniti dan pengurus PGRI Badung dipimpin ketuanya drs. I Wayan Tur Adnyana, M.Pd., M.M.

Ketua Komisi IV I Made Sumerta mengawali raker langsung mempertanyakan kesiapan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung perihal pembelajaran tatap muka di Badung, kejelasan kelanjutan pegawai berstatus P3K dan TPP untuk para guru. ‘’Kami minta Disdikpora dan PGRI menyiapkan langkah kongkrit persiapan sekolah untuk pembelajaran tatap muka di Badung,’’ ujar Sumerta.

Sementara itu Kadisdikpora Badung I Made Mandi memaparkan Disdikpora bersama tim gabungan mulai Jumat pekan ini melakukan pengecekan kepada semua guru di Badung apakah sudah mendapatkan vaksin dan juga memantau situasi zone hijau atau kuning untuk memulai PTM secara terbatas dan bertahap. ‘’Kami prediksi PTM mulai pertengahan Juni,’’ ungkap Made Mandi.

Namun, lanjut Mandi, karena pertengahan Juni ada libur kenaikan maka akan dilakukan simulasi PTM. Dan pertengahan Juli saat pembelajaran tahun 2021/2022 akan diberlakukan PTM serentak secara terbatas dan bertahap dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi Covid-19 seperti semuanya zone hijau dan semua guru tervaksin kedua dengan tenggang waktu 28 hari sejak vaksin kedua. ‘’Untuk mengawali PTM akan dimulai dari Petang. Karena pertemuan penduduk di Petang lebih jarang di samping perkembangan naik turunnya Covid-19 tiap hari paling rendah. Kita akan lakukan koordinasi bersama baik camat, satgas sekolah, satgas desa, kelurahan atau banjar,’’ ucap Mandi seraya merinci terdapat 398 orang guru plus 119 pegawai di Petang, 28 di antaranya belum divaksin karena hamil, tensi tinggi dan sakit bawaan.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dukung Yayasan LBH CES yang Bergerak secara Sosial

Mandi mengatakan ada juklak dan juknis saat pemberlakuan PTM seperti tentang mengatur jadwal jika dulu pembelajaran 8 jam sekarang hanya 3 jam dan mengaso 1 jam untuk persiapan penyemprotan disinfektan agar ruangan kembali aman Covid. Penduduk pengantar juga tak boleh ada di lingkungan sekolah serta kantin tak boleh buka. Jumlah anak masuk pembelajaran di ruangan hanya 20 persen lalu pulang dan datang yang berikutnya.

Terkait insentif atau TPP, Mandi menyampaikan insentif sesuai dengan kondisi keuangan sudah cair sampai Maret. Cuma karena guru mempunyai gerbong yang banyak sehingga terkendala administratif, sehingga pencairannya agak terlambat.

Plt Kepala BPKAD Luh Suryaniti menambahkan terkait P3K rekrutmen 2019 masih dibebankan pusat. Namun Januari 2021 dilimpahkan ke APBD dan ini bisa dilakukan di perubahan APBD. ‘’Kami membantu P3K lakukan celah regulasi, dan perubahan APBD 2021 pasti harus dibayarkan,’’ ujar Suryaniti seraya menyatakan terkait dengan TPP guru juga sudah dilakukan langkah untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

‘’Guru berhak atas TPP. Yang dapat diberikan sesuai ketentuan yang ada, Januari sampai Maret sudah terbayarkan TPP-nya sedangkan April akan dialokasikan,’’ ujarnya.

Menanggapi rencana PTM pertengahan Juli ini, Ketua Komisi IV Sumerta menegaskan untuk memberi keyakinan dan tidak ada keragu-raguan orangtua membolehkan anaknya ikut PTM, karena orangtua harus memberi persetujuan, maka data vaksinasi para guru diperlukan. Seperti satu kecamatan di Petang ada 28 guru belum lolos akibat punya riwayat sakit, tak memenuhi syarat karena tensi, hamil dll. Minimal guru menunjukkan sertifikat vaksin. ‘’Bila perlu itu diaplaud sehingga ada keyakinan bagi orangtua anaknya aman,’’ tegasnya.

Sumerta juga menanggapi terkait TPP dan P3K meminta rekan eksekutif agar menyosialisasikan tentang regulasi yang ada dan mencarikan celah sesuai keuangan walaupun tidak seutuhnya minimal ada jalan. ‘’Insentif sudah diterima Maret, kalau memang seumpama baru sampai Februari saya kira kan bisa disusul,’’ pungkasnya. (gs)

Baca Juga  DPRD Badung Tetapkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Badung 2020 dan RPJMD 2021-2026

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

UDG XXXIII Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Published

on

By

Persiapan UDG XXXIII Provinsi Bali 2026
Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, ajang seni dan sastra keagamaan Hindu ini akan berlangsung pada 11–16 September 2026 dan dipusatkan di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali.

UDG dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, UDG XXXIII juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring duta terbaik Bali yang akan berlaga pada UDG tingkat nasional tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

Salah satu anggota Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., mengatakan bahwa tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Bidang yang dilombakan meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana bahasa Bali, dharmawacana bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.

“UDG tahun 2026 ini untuk mencari juara I yang nantinya akan mewakili Provinsi Bali di tingkat nasional yang akan digelar tahun 2027. Sebanyak 11 bidang lomba ini disesuaikan dengan UDG di tingkat nasional yang akan diadakan di Sulawesi Tengah,” kata Prof. Surada di sela Rapat Pleno di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Selasa (8/9/2026).

Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini menambahkan, persiapan peserta dari sembilan kabupaten/kota di Bali telah dilakukan jauh hari. Pembinaan dilakukan oleh Widyasaba sejak Juli lalu, termasuk untuk mempersiapkan peserta pada 11 bidang yang dilombakan.

Kesiapan tersebut juga terlihat dalam technical meeting yang diikuti oleh Dinas Kebudayaan kabupaten/kota, Widyasaba, pembina, serta koordinator juri. Masing-masing daerah telah menyiapkan duta yang akan tampil membawa nama daerahnya.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus PWRI Mengwi, Ketua DPRD Badung Putu Parwata: Semangat dan Spiritnya Luar Biasa, Lanjutkan!

“Widyasaba telah melakukan pembinaan sejak Juli lalu untuk 11 bidang lomba di sembilan kabupaten/kota,” tegasnya.

Bahasa Inggris Jadi Salah Satu Perhatian

UDG Bali tahun ini juga memberikan ruang bagi dharmawacana bahasa Inggris. Menurut Prof. Surada, kehadiran kategori tersebut menjadi penting karena Bali merupakan destinasi pariwisata dunia.

Penyampaian nilai-nilai adat, budaya, dan agama Hindu, kata dia, tidak hanya membutuhkan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Kemampuan menggunakan bahasa Inggris juga diperlukan agar pesan-pesan keagamaan dan kebudayaan Hindu Bali dapat disampaikan kepada masyarakat internasional.

“Dharmawacana bahasa Inggris juga untuk mendapatkan juara yang akan mewakili Bali. Di tingkat nasional juga ada dharmawacana bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, untuk dharmawacana bahasa Indonesia, Bali memilih tidak melaksanakannya di tingkat provinsi. Bali tetap menggelar dharmawacana bahasa Bali sebagai bagian dari program penguatan dan pelestarian bahasa Bali.

Peserta yang menjadi juara nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebelum mengikuti kompetisi nasional. Materi dharmawacana bahasa Bali akan disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia saat berlaga di tingkat nasional.

“Bagi peserta yang menang nantinya, materi dharmawacana bahasa Bali tersebut harus diubah ke dalam bahasa Indonesia ketika mengikuti tingkat nasional. Oleh karena itu, akan ada pembinaan ulang,” jelasnya.

Persoalan Peserta dan Pendanaan

Di tengah persiapan tersebut, Prof. Surada menyoroti belum meratanya jumlah peserta yang dikirim oleh masing-masing kabupaten/kota. Tidak semua daerah mampu mengirimkan peserta secara lengkap pada seluruh bidang lomba. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan pendanaan.

Kabupaten Badung menjadi satu-satunya daerah yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang lomba. Sementara itu, beberapa daerah lainnya hanya mengirimkan peserta pada sebagian bidang.

Baca Juga  Terima LBH APIK Bali, Putu Parwata Harapkan Lembaga Swasta Ikut Aktif Tangani Persoalan Anak

“Kabupaten yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang hanya Kabupaten Badung. Namun, daerah yang paling minim mengirimkan peserta adalah Kabupaten Bangli dan Buleleng yang hanya mengirim tiga atau empat bidang saja,” imbuhnya.

Menurut Prof. Surada, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap pelaksanaan UDG ke depan dapat dilakukan secara lebih serempak di seluruh kabupaten/kota, sebagaimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali.

“Kami rasa selama ini belum serempak sehingga jumlah peserta yang dikirimkan setiap daerah bervariasi. Daerah yang memiliki kemampuan pendanaan lebih besar, seperti Badung, mengirimkan peserta secara lengkap. Bahkan, sebelumnya mengadakan utsawa di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ia menilai UDG memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi Hindu. Sebab, para peserta terbaik nantinya tidak hanya bertanding untuk daerahnya, tetapi juga membawa nama Bali di tingkat nasional.

“Padahal, jika dibandingkan dengan Bulan Bahasa Bali, UDG juga penting karena nantinya para peserta akan bertanding di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, mereka akan membawa nama Bali yang selama ini berturut-turut menjadi juara umum UDG tingkat nasional,” katanya.

Bali Dituntut Pertahankan Tradisi Juara

Perkembangan UDG di sejumlah daerah menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap ajang tersebut. Prof. Surada menyebut beberapa provinsi kini mulai menggelar UDG secara mandiri untuk menjaring peserta terbaik sebelum tampil di tingkat nasional.

Lampung, Sulawesi Tengah, hingga Jayapura disebut telah melakukan pembinaan dan seleksi di daerah masing-masing dengan dukungan pemerintah daerah.

“Lampung bahkan juga melaksanakan UDG di daerahnya untuk menjaring juara yang akan dikirim ke tingkat nasional. Bukan comot-comot seperti sebelumnya. Demikian pula Sulawesi Tengah dan Jayapura yang juga melaksanakan UDG. Mereka didanai daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dukung Yayasan LBH CES yang Bergerak secara Sosial

Pada UDG tingkat nasional mendatang, sebanyak 38 provinsi diproyeksikan mengikuti ajang tersebut. Kondisi ini membuat persaingan semakin terbuka dan menuntut Bali mempersiapkan duta-dutanya secara lebih serius.

Bali selama ini menjadi salah satu barometer pelaksanaan UDG sekaligus dikenal memiliki tradisi prestasi yang kuat di tingkat nasional. Karena itu, UDG XXXIII tidak hanya menjadi panggung untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi Bali sebagai juara umum di tingkat nasional.

Dengan pembinaan yang telah berjalan sejak Juli, para peserta kini bersiap menuju panggung UDG XXXIII. Enam hari pelaksanaan di Art Center akan menjadi ruang pembuktian sekaligus penentu siapa yang berhak menyandang predikat terbaik dan melangkah membawa nama Bali ke UDG tingkat nasional tahun 2027. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum

Published

on

By

Satpol PP Denpasar Tertibkan Baliho dan Spanduk
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Denpasar bersama Regu Quick Response saat melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melalui Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (KUKM) bersama Regu Quick Response kembali melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9).

Penertiban menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Denpasar, di antaranya Jalan Mahendradatta, Jalan Teuku Umar, dan Jalan P.B. Sudirman. Petugas menertibkan baliho, pamflet, banner, dan spanduk yang terpasang pada fasilitas umum dan dinilai mengganggu ketertiban serta estetika ruang publik.

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 131 media promosi, terdiri atas 7 baliho, 37 pamflet, 56 banner, dan 31 spanduk.

Selain menertibkan media promosi, Satpol PP Denpasar juga menyasar kawasan sepanjang Pasar Phula Kerti Sanglah. Penertiban dilakukan terhadap aktivitas pedagang yang berjualan dengan memanfaatkan area trotoar.

Penertiban pedagang di atas trotoar dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya, khususnya sebagai ruang bagi pejalan kaki. Aktivitas perdagangan yang menggunakan trotoar dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Kabid KUKM Satpol PP Kota Denpasar, Yudie Asmara, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kegiatan penertiban ini merupakan upaya menjaga ketertiban umum dan memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kami juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak memasang media promosi secara sembarangan dan tidak menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan,” ujar Yudie.

Ia menambahkan, penertiban akan dilakukan secara berkala di sejumlah titik di wilayah Kota Denpasar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus PWRI Mengwi, Ketua DPRD Badung Putu Parwata: Semangat dan Spiritnya Luar Biasa, Lanjutkan!

Satpol PP Denpasar juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pemasangan media promosi maupun pemanfaatan fasilitas umum, sehingga wajah Kota Denpasar tetap tertib dan nyaman. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1, Dukung Ruang Generasi Muda Bertumbuh dan Berkarya

Published

on

By

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1
BUKA YOUNITE FESTIVAL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia, beserta tamu undangan lainnya.

Sekda Eddy Mulia menyampaikan disela-sela kegiatan, bahwa kegiatan ini bisa digunakan sebagai wadah bagi generasi muda Kota Denpasar untuk terus berkembang dan bertumbuh mengembangkan potensi dirinya.

“Saya percaya bahwa generasi muda Denpasar memiliki kreativitas, energi, dan potensi yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita arahkan menjadi kekuatan untuk membangun Denpasar yang semakin maju, inklusif, kreatif, dan berkelanjutan melalui YOUNITE FEST Volume 1 ini,” ungkap Eddy Mulia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menuturkan bahwa menjadi remaja bukan hanya tentang menikmati masa muda, tetapi menjadi masa untuk mempersiapkan masa depan.

“Saya berharap semakin banyak ide, kreativitas dan kolaborasi serta gerakan yang positif dari anak-anak muda Kota Denpasar. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani mengambil peran,” tutur Sagung Antari.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, berkreasi, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota. (eka/bi).

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rekomendasi LKPJ Bupati Badung 2020, DPRD Mendesak mulai Lakukan Pemetaan Sumber-sumber Pendapatan di Luar PHR
Lanjutkan Membaca