Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati Hari Tumpek Wayang, Gubernur Koster ‘’Groundbreaking’’ PLTS Jalan Tol Bali Mandara

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Koster bersama Direktur BisnisPT Jasa Marga dan Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam menekan tombol tanda dimulainya pemasangan PLTS Jalan Tol Bali Mandara. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan groundbreaking pemasangan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Tol Bali Mandara serangkaian memperingati hari suci Tumpek Wayang melalui upacara Jagat Kerthi, di Pintu Tol Ngurah Rai, Sabtu (Saniscara Kliwon Wayang) 5 Maret 2022.

Groundbreaking panel PLTS ini dihadiri Direktur Bisnis PT Jasa Marga, Direktur Human Kapital dan Transportasi PT Jasa Marga, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Direksi dan juga jajaran Komisaris PT Jasa Marga Bali Tol, Direktur Utama PT Bukit Energi Investama.

Gubernur Koster dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas acara groundbreaking pemasangan panel PLTS di Jalan Tol Bali Mandara, karena hari ini adalah hari baik. Menurut kearifan lokal Bali, ini hari Tumpek Wayang, dimana Gubernur mengeluarkan kebijakan Surat Edaran mengenai Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Pertama Atma Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan jiwa, Segara Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan laut, segara, dan pesisirnya, Danu Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan sumber mata air, Wana Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan, Jana Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan manusia, dan Jagat Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan alam semesta.

Gubernur Koster foto bersama jajaran direktur PT Jasa Marga dan PT Bukit Asam. (Foto: gs)

‘’Hari Tumpek Wayang ini merupakan pertemuan antara unsur yang menimbulkan kekuatan energi yang tertinggi sehingga tepat sekali untuk diisi perayaannya secara niskala dan sekala yang berkaitan dengan upaya untuk menjaga jagat atau alam semesta ini. Di antaranya adalah bagaimana menjaga alam ini bersih, mengurangi polusi yang menimbulkan dampak negatif,’’ terang Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Kearifan lokal sebagai visi pembangunan Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dipakai filosofi untuk mengembangkan dan mendisain ke seluruh kebijakan pembangunan di Provinsi Bali. Karena ternyata sifatnya universal, kebetulan inline regulasi yang dikeluarkan kementerian pemerintah pusat. Di antaranya bagaimana menjaga alam dan isinya bersih.

Baca Juga  Bali Tangguh Era Gubernur Koster, Digeser Mendagri Berkompetisi di Regional Jawa-Bali, Tetap Jawara 

Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan, udara bersih tak bersih tergantung dari sumber pembangkitnya. Listrik berbahan fosil dan minyak menimbulkan polusi. Oleh karena itu Gubernur mengeluarkan kebijakan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dari hulu sampai hilir. Kedua Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Pergub Nomor 45 Tahun 2019 dimana semua pembangkit listrik tak boleh menggunakan bahan bakar fosil dan minyak. ‘’Saya tak ijinkan pembangkit tenaga listrik berbahan batubara dan minyak. Yang ada di Celukan Bawang itu menggunakan batu bara, saya paksa pemiliknya untuk memasukkan sistem agar menjadikan ramah lingkungan,’’ ujarnya.

Dalam Pergub ini juga Bali mendapat kebijakan menuju mandiri energi bersih. Itu sebab ketika Bali akan ditambah suplai dari Paiton yang menggunakan bahan batubara sebesar 500 MW,  Gubernur menolak karena Bali ingin mandiri energi bersih. ‘’Sekarang kami di Bali sudah sebagian besar energinya transisi menuju energi bersih berbasis gas,’’ ujarnya.

Dikatakan, pada 18 Februari 2022 telah groundbreaking pembangkit listrik berbahan gas oleh dirut PT PLN dan selesai sebelum G20, maka dengan kondisi esisting yang ada sudah memiliki 470 MW yang berbahan bakar gas. ‘’Kami minta pembangkit listrik di Gilimanuk dan Pemaron harus diganti dengan gas. Dan akan dibangun lagi pembangkit listrik bahan energi baru terbarukan. Sedangkan yang disuplai dari Paiton 380 MW akan dipakai reshource sharing. Jadi Bali akan menyiapkan pembangkit yang bisa memenuhi kebutuhan Bali mandiri baik kebutuhan domestik maupun industri pariwisata,’’ ujar mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga  Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali Siap Distribusi Kearifan Lokal Bali ke Hotel dan Restoran Sesuai Pergub 99/2018

Mengapa Bali perlu mandiri energi karena Bali wilayah kecil merupakan destinasi pariwisata utama di Indonesia maka harus memiliki kepastian dalam jangka panjang untuk kebutuhan energi yang bisa dikontrol langsung pemilik kewenangan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Bali dan harus dengan energi bersih.

Gubernur Koster saat meninjau pemasangan PLTS di gerbang Tol Ngurah Rai. (Foto: gs)

Sekarang selain di hulu, sampai mencapai 1200 MW juga bekerja di hilir yaitu penggunaan rooftop di perkantoran, restoran, hotel, pasar swalayan termasuk di jalan atau tempat yang tersedia untuk pemasangan PLTS. Dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan PLTS di perkantoran, rumah, pasar swalayan, restoran, hotel maupun di tempat yang bisa dimanfaatkan. ‘’Sudah didesain dan kami punya tim yang merancang sistem ini. Jadi kami akan menerapkan ini secepat mungkin agar Bali totalitas dari hulu sampai hilir menggunakan energi bersih. Termasuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kalau dari hulu ke hilir pakai energi bersih maka udara akan bersih maka tidak akan mengganggu kesehatan,’’ ujarnya seraya mengatakan jika semua wilayah Bali begini, keren keren sekali dan cinta masyarakat dunia kepada Bali untuk berkunjung akan meningkat, saya pastikan akan meningkat.

Sementara itu, Reza Febriano selaku Direktur Bisnis PT Jasa Marga mengatakan Bali akan menjadi tuan tumah penyelenggaraan Presidensi G20 Oktober 2022, dimana PT Jasa Marga Bali Tol yang merupakan entitas anak perusahaan PT Jasa Marga turut mendapat tugas pemerintah pusat baik kementerian BUMN, Kementerian PUPR dan juga Pemerintah Provinsi Bali untuk menyiapkan infrastruktur jalan tol menyambut perhelatan G20.

Salah satu yang dipersiapkan adalah pemanfaatan green energy berupa pembangkit listrik tenaga surya di Jalan Tol Bali Mandara. Pengembangan PLTS ini merupakan wujud kerja sama kolaborasi BUMN yaitu anak perusahaan PT Jasa Marga Persero yakni PT Jasa Marga Bali Tol dengan anak perusahaan dari PT Bukit Asam yaitu PT Bukit Energi Investama. Pemasangan PLTS ini telah didahului perjanjian kerja sama pada 2 Februari 2022 yang diharapkan selesai awal Juli 2022.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Ketua Dekranasda Bali Dapat Kehormatan Hadiri Peringatan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Antara Indonesia dan Jepang

Dikatakan, pemasangan PLTS di tiga titik. Mulai dari gerbang Tol Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua dimana di masing-masing titik pemasangan panel sepanjang 1 km yang diharapkan akan memberikan output terkait energi listrik sebesar 400 KW pit, yang akan digunakan oleh PT Jasa Marga Bali Tol untuk kegiatan operasional baik di gerbang tol maupun penerangan jalan.

Reza juga menyampaikan beberapa pekerjaan beauty fikasi dan lanskip yang sudah dilaksanakan sejak akhir Desember. Penanaman mangrove ada sekirar 750 ribu bibit yang dipasang baik di inter change Ngurah Rai, kemudian juga di KM 3600 arah menuju ke Nusa Dua. Untuk mempercantik jalan tol juga melakukan menanaman bougenvile di median jalan tol dan juga penataan di akses menuju ke arah Jalan Tol Bali Mandara. Selain itu juga pemasangan ornamen di tiang PJU sesuai arahan dari Gubernur Bali akan diimplementasikan dalam waktu segera dan mockup sudah dipasang di ujung akses Ngurah Rai.

‘’Kami menyampaikan kegiatan grounbreaking merupakan salah satu kegiatan sekala Jagat Kerthi dalam perayaan rahina Tumpek Wayang sebagaimana Instruksi Gubernur No. 04 Tahun 2022,’’ tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali Siap Distribusi Kearifan Lokal Bali ke Hotel dan Restoran Sesuai Pergub 99/2018
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Maraton Prama Sanur Beach

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  Kesbangpol Laksanakan KBS, Sasar Difabel dan Masyarakat Kurang Mampu

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca