Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

1.534 Maba Geruduk ITB STIKOM Bali

Mahasiswa IT Pentas Kolosal Tari Kecak

Loading

BALIILU Tayang

:

stikom
Opspek ala ITB STIKOM Bali dimana ribuan mahasiswa baru secara kolosal mementaskan Tari Kecak. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – ITB STIKOM Bali mencatat rekor tertinggi dalam meraup mahasiswa baru. Tahun Akademik 2022 / 2023 ini tercatat sebanyak 1.534 mahasiswa baru (maba) dan dilantik oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar – induk ITB TIKOM Bali – Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam acara Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI bertempat di Lapangan Praja Raksaka, milik Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar Selatan.

Sebanyak 1.534 maba itu tersebar di Prodi Bisnis Digital 298 orang, Prodi Teknologi Informasi 269, Prodi Sistem Komputer 196 orang, Prodi Sistem Informasi 720 orang, Prodi Manajemen Informatika  18 orang, Program Dual Degrre International Class kerja sama dengan HELP University Kuala Lumpur  24 orang dan Program Dual Degree National Class kerja sama dengan STT Bandung 17 orang.

Dalam sambutannya, Prof. Made Bandem mengatakan dengan senang hati ITB STIKOM Bali  menerima 1.543 maba. “Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anakku sekalian karena telah menentukan pilihannya sendiri. Tanpa mengabaikan perguruan tinggi lain, pilihan menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali adalah pilihan yang sangat tepat,” kata Prof. Made Bandem.

Menurut Prof. Bandem ada tiga hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat, yakni teknologi, bisnis dan kebudayaan. “Ketiga hal itulah yang nanti adik-adik pelajari ITB STIKOM Bali,” kata Bandem.

Disebutkan, teknologi adalah sekumpulan disiplin ilmu yang dirangkum menjadi satu yang bisa meningkatkan nilai kehidupan kita. Ada teknologi sederhana dan ada yang sangat teknologi advanced seperti digital dan internet saat ini. Mengutip Prof. Habbibie yang mengatakan ada tiga jenis teknologi yakni teknologi perangkat berat seperti kapal terbang, mobil dan lainnya. Teknologi perangkat lunak seperti penciptaan komputer dan program-programnya, dan perangkat otak yakni penciptaan kecerdasan buatan untuk kehidupan di masa kini dan yang akan datang. Hal kedua adalah bisnis yang akan memberikan kesejahteraan pada kehidupan masyarakat, dan yang ketiga adalah kebudayaan yang berbasis kreativitas dan inovasi.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Raih Penghargaan MarkPlus Institute

Menyinggung peningkatan jumlah maba tahun ini, menurut mantan Rektor ISI Denpasar dan ISI Yogyakarta itu karena ITB STIKOM Bali sudah menerapkan sistem perkuliahan hybrid secara baik. “Mahasiswa bisa memilih kuliah secara daring atau datang langsung ke kampus. Selain itu juga ITB STIKOM Bali melaksanakan perkuliahan dengan magang di luar negeri, ke Taiwan, ke Korea, ke Jepang dan ke Singapura dan itu yang menjadi daya tarik masyarakat,” urai Prof. Made Bandem.

Di tempat yang sama, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, jumlah mahasiswa baru sebanyak itu karena ada perubahan paradigma masyarakat. Di era pandemi sekarang ini transformasi perubahan masyarakat ke IT sangat cepat sehingga menjadi pendorong banyak mahasiswa baru tahun ini. Ada kenaikan lebih dari 20 persen dibanding jumlah mahasiswa tahun lalu, sekitar 1.250 orang.

stikom
Pelepasan burung pada acara Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI bertempat di Lapangan Praja Raksaka, Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar Selatan. (Foto: Ist)

“Selain itu sosialisasi dan literasi yang kami lakukan ke anak-anak kita, ke sekolah-sekolah baik langsung maupun tidak langsung, baik luring maupun daring kami lakukan semaksimal mungkin sehingga ini menyebabkan kenaikan 20 persen cukup signifikan. Ini menunjukkan transformasi masyarakat ke IT sangat baik dan kami sudah ada di zaman itu dan ini menggemberikan kami semua, baik rektorat maupun pendiri ITB STIKOM Bali,” terang Dadang Hermawan.

Rekor maba sebanyak 1.534 orang tersebut mendapat apresiasi dari Pengawas Yayasan Widy Dharma Shanti Denpasar, Drs. Satrya Dharma. “Saya atas nama Yayasan memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada teman-teman di ITB STIKOM Bali. Bahwa di tahun yang sulit ini karena pandemi, ITB STIKOM Bali mencatat prestasi yang luar biasa karena saya tahun ada beberapa perguruan tinggi lain malah jeblok, jumlah mahasiswanya turun, tapi justru di ITB STIKOM Bali jumlah mahasiswanya meningkat. Jadi saya sangat salut dengan kerja keras dari ITB STIKOM Bali,” kata Satrya Dharma.

Baca Juga  Dipilih BKN, ITB STIKOM Bali Jadi Pelaksana Seleksi CASN 2023

Yang menarik dari GMTI atau Opspek ala ITB STIKOM Bali ini adalah ribuan mahasiswa baru itu secara kolosal mampu mementaskan Tari Kecak. Walaupun maba itu tidak hanya anak muda Bali melainkan mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Panitia  GMTI XXI ITB STIKOM Bali Gusi Bagus Arya Dwipayana menerangkan sebelum GMTI, sudah digelar kegiatan Pra-GMTI untuk latihan baris-berbaris dan pentas kolosal Tari Kecak. “Mahasiswa baru ITB STIKOM Bali tidak hanya orang Bali tetapi juga ada dari Jawa, NTT, NTB dan daerah lain di Indonesia. Setelah latihan 2 hari ternyata bisa, astungkara mereka bisa menari Kecak,” kata Gusi Bagus Aya Dwipayan memuji anak buahnya yang memukau para pejabat ITB STIKOM Bali.

GMTI XXI ITB STIKOM Bali ini akan berlangsung hingga 15 September mendatang dengan berbagai materi dari para pejabat struktural ITB STIKOM Bali tentang kehidupan kampus. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana dan Rektor ITB STIKOM Bali Teken PKS

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana dan Rektor ITB STIKOM Bali Teken PKS

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Tampil Sebagai ‘’Green Campus’’ Terbaik Bali Nusra 2023

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Pengalaman Luar Kampus, 2 Mahasiswa ITB STIKOM Bali Jalur RPL Dapat Pengakuan SKS Sempurna

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca