Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Akademisi Ungkap Pemanfaatan PLTS, akan Mampu Kejar Target Bauran Energi Terbarukan 23% pada 2025

BALIILU Tayang

:

de
PLTS, energi terbarukan

Jakarta, baliilu.com – Mendorong pemanfaatan PLTS menjadi cara strategis pemerintah untuk mengejar target bauran energi terbarukan 23% yang akan jatuh tempo 4 tahun lagi. Selain itu, regulasi yang mendukung dan kerjasama yang apik dengan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi, akan memastikan setiap program PLTS dapat berjalan optimal.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menghitung kapasitas energi terbarukan dalam draft RUPTL terbaru hanya bertambah sekitar 9 GW, padahal untuk mencapai target 23% perlu tambahan 14 GW. Mencermati besarnya potensi PLTS Indonesia (207 gigawatt/GW menurut KESDM dan 20.000 GW menurut IESR) serta keekonomian PLTS yang semakin baik adalah tepat memprioritaskan pengembangan PLTS secara masif di Indonesia.

Narasumber saat Media Briefing yang digelar IESR, Selasa (31/8).

“PLTS dapat mengisi kekurangan ini. Harga semakin kompetitif, teknologinya memungkinkan pemasangan secara cepat, baik skala besar maupun skala kecil. Pencapaian target bauran energi terbarukan dapat tercapai dengan partisipasi masyarakat secara gotong-royong. Perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat mendorong percepatan tercapainya target dengan memasang PLTS atap dan mendorong pengembangan industri PLTS dalam negeri melalui penelitian dan pengembangan serta mempersiapkan mahasiswa,” ungkap Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR .

Perguruan tinggi dapat berinovasi dalam membangun sistem dan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi untuk mendukung pemanfaatan PLTS. Mitra Djamal, Rektor Institut Teknologi Sumatera – yang telah bekerja sama dengan perusahaan pengembang untuk membangun 1 MWp PLTS di kampus, memandang bahwa hal tersebut harus disertai regulasi yang mendukung dari pemerintah.

“Dukungan aturan dan keberpihakan dibutuhkan dalam upaya mempercepat kemajuan industri surya di Indonesia untuk menghasilkan produk yang kompetitif,” ujar Mitra Djamal saat Media Briefing yang digelar IESR secara virtual, Selasa, 31 Agustus 2021.

Baca Juga  Tradisi Temu Teknologi: Pameran Inovasi Teknologi Tradisional di Serangan

Hasil kajian IESR bahkan menunjukkan bahwa 1 GWp dari PLTS Atap bisa menyerap hingga 30 ribu tenaga kerja di sektor pekerjaan hijau (green job). Potensi pekerjaan hijau menjadi angin segar bagi calon- calon tenaga kerja khususnya lulusan SMK dan/atau vocational school yang siap menjawab kebutuhan pasar.

Di sisi lain, Eko Adhi Setiawan, Direktur Tropical Renewable Energy Center, Universitas Indonesia menambahkan, peran penting perguruan tinggi lainnya adalah menyuarakan pandangan objektif terhadap pengembangan PLTS di Indonesia dan mendorong kontribusi masyarakat.

“Survei yang kami pernah lakukan mendata bahwa sebanyak 80% responden di Jabodetabek ingin memasang PLTS, namun informasi tentang PLTS tersebut masih sangat kurang. Sebenarnya, hal ini bisa menjadi peluang bisnis untuk PLN untuk menggarap pasar PLTS atap, karena masih ada kecenderungan masyarakat lebih percaya PLN jika terkait dengan listrik,” tuturnya.

Eko bahkan memprediksi dengan berkembangnya pasar PLTS akan mengubah model bisnis PLN di masa depan.

“Sistem energi masa depan akan lebih terdesentralisasi dan mengarah ke digitalisasi. Model bisnis PLN bisa jadi akan berubah dengan menyewakan jaringan karena aset itu yang sudah dimiliki PLN,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Rachmawan Budiarto, Direktur Center for Development of Sustainable Region (CDSR) Pusat Studi Energi (PSE, Universitas Gadjah Mada) mengungkapkan peluang lain yang bisa dimanfaatkan PLN saat pemanfaatan PLTS atap semakin besar adalah penyediaan jasa operasional dan perawatan.

“Prosumer (producer – consumer) membutuhkan kejelasan dan kemudahan prosedur, juga regulasi yang menarik atau meningkatkan keekonomian. Sharing comfort zone antara PLN, ESDM, dan pihak swasta harus terjadi dalam transisi energi. PLN dan prosumer bermitra bukan bersaing untuk mencapai target energi terbarukan yang lebih besar. Pencapaian target energi terbarukan tidak harus bergantung sepenuhnya pada APBN, target ini bisa dicapai dengan prakarsa mandiri (gotong-royong) salah satunya melalui pemanfaatan PLTS atap,” tandas Rachmawan.

Baca Juga  Koster Pimpin Revolusi Energi Bersih, Denpasar Jadi Pionir PLTS Atap!
PLTS, energi terbarukan di masa depan

Menyoroti masalah intermitensi PLTS, Eko menjabarkan, persoalan tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, data cuaca dan irradiasi matahari, keluaran listrik PLTS (PV output), pola penggunaan listrik PLTS bisa diamati dan dikumpulkan sehingga bisa dilihat polanya. Dengan mengetahui  pola-pola ini, maka perencanaan sistem kelistrikan bisa dilakukan dengan mengakomodasi penetrasi tersebut; bisa dengan teknologi forecasting untuk distribusi suplai-permintaan, juga sistem penyimpanan yang optimum.

Mendukung pernyataan Eko, Ida Ayu Dwi Giriantari, Kepala CORE (Center of Excellence Community Based Renewable Energy), Universitas Udayana mengungkapkan bahwa saat ini intermitensi masih bisa diatasi oleh jaringan PLN.

“Selama ini, dari segi jaringan, PLN selalu mengatakan PLTS memiliki intermitensi tinggi dan jaringan PLN belum siap. Dari simulasi yang dilakukan, saat PLTS masuk di jaringan menengah tidak banyak ada kendala, penetrasi PLTS atap di banyak titik penyulang di Bali tidak terlihat mengganggu jaringan. Tentunya jika Bali mau serius 100% energi terbarukan, perlu dibuat perencanaan dan mungkin upgrade jaringan,” urai Ida. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sekda Eddy Mulya Buka Bimtek Asistensi dan Supervisi Penerapan SPM 2026

Dorong Pelayanan Dasar yang Terukur dan Berkualitas bagi Masyarakat

Loading

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya Buka Bimtek Penerapan SPM Denpasar
BUKA BIMTEK: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Asistensi dan Supervisi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kota Denpasar Tahun 2026 di Gedung Graha Sewaka Dharma, Selasa (29/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Asistensi dan Supervisi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kota Denpasar Tahun 2026 di Gedung Graha Sewaka Dharma, Selasa (29/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan komitmen perangkat daerah dalam penerapan SPM guna memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, dalam laporannya mengatakan, Bimtek ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman perangkat daerah dalam menerapkan SPM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kapasitas perangkat daerah dalam penerapan SPM semakin meningkat sehingga pelaksanaan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas perangkat daerah dalam penerapan SPM, sehingga pelaksanaan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Hendaryana.

Lebih lanjut disampaikan, Bimtek dilaksanakan selama dua hari, yakni 29–30 September 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Peserta terdiri atas pimpinan perangkat daerah, tim Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta tim teknis penerapan SPM di Kota Denpasar.

Kegiatan turut menghadirkan sejumlah narasumber, baik secara langsung maupun daring, yakni Perencana Ahli Madya pada Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Benjamin Sibarani; Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Drs. Maddaremmeng, M.Si.; serta Kepala Bagian Perencanaan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Gunawan Eko Movianto, S.E., M.M.

Baca Juga  ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Sementara itu, Walikota Denpasar dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, disampaikan bahwa penerapan SPM merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam menjamin terpenuhinya pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat.

“Penerapan Standar Pelayanan Minimal tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif. Yang paling utama adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang berkualitas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan. Kita patut bersyukur, pada SPM Award Tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar berhasil meraih peringkat ketujuh secara nasional untuk tahun anggaran 2024, sekaligus menjadi yang terbaik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam memprioritaskan pemenuhan pelayanan dasar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, bagi Pemerintah Kota Denpasar, penerapan SPM merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Melalui Bimtek ini yang menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, saya berharap seluruh peserta dapat semakin memahami kebijakan dan mekanisme penerapan SPM serta mampu menindaklanjuti berbagai kendala dalam penerapan SPM. Dengan demikian, penerapan SPM di Kota Denpasar dapat semakin terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kekeringan dan Krisis Air, Kodam IX/Udayana Gerakkan Jajaran Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak

Published

on

By

Kodam IX/Udayana Salurkan Air Bersih di Kelurahan Benoa
SALURKAN AIR BERSIH: Detasemen Markas Kodam (Denmadam) IX/Udayana saat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Benoa, Banjar Menesa, Desa Adat Kampial, Jalan Raya Kampial, Selasa (29/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Memasuki musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah, Kodam IX/Udayana mengerahkan jajarannya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak agar satuan jajaran TNI AD membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, Detasemen Markas Kodam (Denmadam) IX/Udayana menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Benoa, Banjar Menesa, Desa Adat Kampial, Jalan Raya Kampial, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 650 kepala keluarga atau sekitar 3.900 jiwa menjadi penerima manfaat. Bantuan disalurkan menggunakan empat armada mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami keterbatasan akibat kondisi kekeringan.

Antusiasme masyarakat terlihat saat proses penyaluran berlangsung. Warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kodam IX/Udayana atas kepedulian serta bantuan yang diberikan, terutama di tengah kondisi keterbatasan air bersih yang dirasakan masyarakat.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melalui jajarannya menegaskan bahwa TNI AD akan terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai kesulitan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Bantuan air bersih ini menjadi bagian dari upaya TNI untuk memberikan manfaat secara langsung di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti perintah Kasad tersebut, Kodam IX/Udayana mengerahkan seluruh jajarannya melalui Kodim-Kodim di bawah Korem 161/Wira Sakti di wilayah Nusa Tenggara Timur, Korem 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat, serta Korem 163/Wira Satya di Bali untuk melaksanakan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Untuk wilayah Bali, selain penyaluran di Desa Kampial, bantuan air bersih juga dilaksanakan di Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran Korem 163/Wira Satya dengan dukungan empat tangki air atau sekitar 16.000 liter air bersih.

Baca Juga  Membangun Kota Rendah Emisi di Indonesia

Sementara itu, di Desa Kampial, bantuan yang disalurkan berjumlah empat tangki atau sekitar 16.000 liter air bersih, menggunakan dua unit kendaraan tangki air milik Makodam IX/Udayana yang dioperasikan oleh Denmadam IX/Udayana.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat TNI AD dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

“Penyaluran air bersih ini merupakan tindak lanjut atas perintah Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak agar jajaran TNI AD hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kodam IX/Udayana melalui seluruh jajarannya akan terus berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi di wilayah masing-masing,” ujar Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya dilaksanakan di satu wilayah, tetapi menjadi gerakan bersama jajaran Kodam IX/Udayana di Bali, NTB dan NTT. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kodam IX/Udayana untuk senantiasa hadir dan memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat. Di tengah kondisi kekeringan, kepedulian dan gotong-royong menjadi kekuatan bersama, sehingga kehadiran prajurit TNI AD tidak hanya memberikan bantuan air bersih, tetapi juga menghadirkan harapan serta manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Badung Sukses Promosikan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026

Published

on

By

Rasniathi Adi Arnawa Kunjungi Stand IKM di Kriyanusa 2026
KUNJUNGI STAND IKM: Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengunjungi stand Industri Kecil dan Menengah (IKM) saat acara Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (28/9). (Foto: Hms Badung)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri pembukaan Kriyanusa 2026, Pameran Kerajinan Nusantara, yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (28/9).

Kriyanusa 2026 menghadirkan 410 stan dari 257 peserta dari berbagai daerah, termasuk kementerian, Dekranasda daerah, yayasan, hingga pelaku kuliner. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk kerajinan Nusantara menuju pasar nasional dan global.

Acara turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Ibu Tri Tito Karnavian, Ketua Pelaksana Kriyanusa 2026 Ibu Ayu Heni Rosan, serta Ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Merah Putih.

Dalam keikutsertaan ini, Dekranasda Badung menampilkan beragam produk kerajinan unggulan daerah yang mengedepankan kreativitas serta nilai budaya Bali. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, tercermin dari capaian penjualan yang menunjukkan tren positif. Pada hari pertama, penjualan tercatat mencapai Rp 11 juta, lalu Rp 9 juta pada hari kedua, dan meningkat menjadi Rp 12 juta pada hari ketiga.

“Astungkara, tingkat penjualan produk kerajinan kita dari hari pertama hingga sekarang menunjukkan peningkatan yang baik. Hal ini membuktikan bahwa minat belanja masyarakat terhadap produk-produk khas Kabupaten Badung sangat luar biasa, meskipun di tengah situasi ekonomi saat ini,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.

Selain pameran, Kriyanusa 2026 juga diisi peragaan busana yang diikuti oleh para Ketua Dekranasda se-Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Badung turut ambil bagian dengan menampilkan busana casual berbahan kain tenun tradisional khas daerah. Menurut Nyonya Rasniathi, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah yang memiliki karakter serta nilai budaya kuat.

Baca Juga  Ramai Pasang PLTS, Sektor Komersial dan Industri Mainkan Peran Strategis Dorong Tercapainya Target 23% Energi Terbarukan

“Melalui pameran dan fashion show ini, kita dapat memperkenalkan produk-produk unggulan daerah yang sarat akan ciri khas dan nilai budaya. Produk-produk kerajinan serta tenunan dari Bali, khususnya Badung, sangat digemari oleh pengunjung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya dalam meningkatkan kualitas, inovasi, desain, serta daya saing produk. Dekranasda Badung siap menindaklanjuti arahan Dekranasda Provinsi Bali untuk terus mendorong perajin agar mampu berinovasi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

“Kami berharap seluruh Kabupaten/Kota di Bali dapat terus aktif berpartisipasi dalam ajang Kriyanusa maupun pameran besar lainnya seperti Inacraft. Kami juga bangga beberapa produk kerajinan kita terpilih untuk diikutsertakan dalam perlombaan, dan berharap produk karya perajin Badung bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya.

Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Badung terus mendorong penguatan ekosistem kerajinan daerah sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk karya perajin Badung untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca