Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

BI Bali QRIS-kan Gianyar, Trisno Nugroho: Baru 10 Persen, Gianyar Banyak Punya Potensi Menggunakan QRIS

BALIILU Tayang

:

de
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho didampingi Ketua Dekranasda Gianyar dan Sekda Gianyar membeli kain tenun endek Bali dengan pembayaran menggunakan QRIS. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan Bank Indonesia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bupati Gianyar, Ketua Dekranasda Gianyar dan Komunitas Ekonomi Kreatif Gianyar yang terus mendukung transformasi digitalisasi di Kabupaten Gianyar.

‘’Pengalaman kami di Bank Indonesia sejak pandemi Covid-19, tidak ada cara lain buat UMKM wajib mengenal digital. Apalagi wanita, jadi jika tak mengenal digital di jaman Covid-19 ini akan kesulitan. Bill Gates pernah mengatakan kalau anda punya usaha tidak mengenal internet hanyalah masalah waktu perusahaan anda akan tutup. Oleh karena itu harus mengenal digital,’’ terang Trisno Nugroho saat memberikan sambutan pada acara Digital Womenpreneurship, yang dirangkaikan dengan talkshow, fashion show dan pameran UMKM di Puri Maharani Villas Gianyar Bali, Kamis, 28 April 2022.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Hadir pada kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini 2022 ini, Bupati yang diwakili Sekda Gianyar, Ketua Dekranasda Gianyar, para pimpinan OPD terkait, Bank BPD Bali dan Cabang Gianyar dan Komunitas Ekonomi Kreatif Gianyar.

Trisno Nugroho lanjut mengatakan, jumlah penduduk Bali hanya 4,3 juta. Ketika pandemi Covid-19, ada 16 juta wisatawan yang datang ke Bali hilang. Salah satu cara untuk mengenalkan produk  UMKM dengan menggunakan internet. ‘’Maka semua UMKM di Gianyar wajib mengenal internet, mengenal market place, wajib punya QRIS,’’ kata Trisno Nugroho.

Trisno menyontohkan pengalaman Bli Komang asal Songan Bangli yang dikenal luas di dunia karena menggunakan internet seperti Instagram, Twitter, FB dll sehingga diundang oleh Kedutaan Besar Indonesia di London berbicara tentang kopi Bali.

‘’Saya kira Gianyar luar biasa, banyak sekali handikrafnya, hasil kriyanya, saya kira wajib mengenal internet, karena kita tak hanya bisa menjual di Bali harus ke Jawa, ke luar negeri. Dan seiring dengan perkembangan digitalisasi di sektor UMKM, peluang wanita sebagai bagian usaha digital semakin terbuka lebar,’’ ucap Trisno.

Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Bangli, Trisno Nugroho: Transformasi Digitalisasi Sebuah Keharusan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho foto bersama Ketua Dekranasda Gianyar, Sekda Gianyar, pimpinan OPD terkait, Komunitas Ekonomi Kreatif dan model. (Foto: gs)

Quick Response Code Indonesian Standard atau akrab disebut QRIS menjadi salah satu tren yang paling diminati dengan jumlahnya yang terus naik. Saat ini tercatat 444.551 merchent UMKM di Bali menggunakan QRIS.  Denpasar hampir 50 persen UMKM menggunakan QRIS, di Badung 27 persen, sedangkan Gianyar baru 10 persen. ‘’Gianyar sangat banyak UMKM-nya, saya yakin di Gianyar banyak potensi menggunakan QRIS. Kalau kenal QRIS maka akan kenal mobil banking, akan kenal internet banking, market place,’’ ujarnya seraya mengatakan dulu pernah mengatakan cepat atau lambat wajib digital. Sekarang saya ubah, cepat-cepatah mengenal digital tidak boleh terlambat. Jadi ini ada bank BPD silakan buka rekening.

Dikatakan, PDRB Bali atau pertumbuhan ekonomi Bali hampir 83 persen kontribusi dari UMKM. Dan Bank Indonesia selalu mendorong UMKM untuk melakukan transformasi digitalisasi melalui latihan, on boarding, baik melalui zoom meeting atau lewat YouTube. Saat ini BI Bali memiliki 34 UMKM binaan yang pembinaannya mulai dari hulu, bantuan teknis, cara corporasinya, marketingnya hingga mandiri dan lepas dengan BI.

Trisno mengatakan QRIS yang dilaunching oleh Gubernur Bank Indonesia 17 Agustus 2019 ini memiliki keunggulan yang cemumuah yakni sangat cepat, mudah, umum, aman dan handal. Semakin banyak menggunakan QRIS maka transformasi digital akan semakin massif dan tentunya akan mendorong geliat ekonomi Provinsi Bali. ‘’Saya berpesan, jangan takut untuk mulai transformasi digital yang dimulai dari hal yang kecil,’’ ucapnya.  

Trisno Nugroho pun optimis Gianyar akan bisa di-QRIS-kan seperti yang dikatakan Sekda Gianyar dalam sambutannya akan segera rapat TP2DD untuk mengevaluasi dan mengeluarkan surat imbauan, permintaan menggunakan pembayaran QRIS. ‘’Saya kira Gianyar akan saya tunggu, setiap bulan akan kami pantau,’’ ujarnya.

Baca Juga  BI Bali, Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan I/2022 Meningkat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho foto bersama para wanita Komunitas Ekonomi Kreatif Gianyar. (Foto: gs)

Sementara itu, Ketua Dekranasda Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra usai acara mengatakan terkait dengan market digital yang baru 10 persen QRIS di Gianyar, memang selama ini sudah melakukan sosialisasi pendekatan kepada pelaku usaha dan ini membutuhkan proses.

‘’Tentunya saya selaku Ketua Dekranasda memfasilitasi UMKM untuk menggenjot kembali dengan OPD terkait. Di sini ada dinas koperasi, perindustrian dan perdagangan termasuk publik lainnya yang memungkinkan menggunakan QRIS,’’ ujarnya.

Ia mengakui, bahwa dengan menggunakan QRIS pembayaraan nontunai jauh lebih aman mudah dan cepat serta tak perlu membawa uang kemana-mana. Dan bagi UMKM pun merasa aman karena uangnya langsung tersimpan. ‘’Mudah-mudahan saya bisa memenuhi target yang disampaikan Bapak Kepala BI,’’ ucapnya.

Di akhir acara, Trisno Nugroho didampingi Ketua Dekranasda Gianyar dan Sekda Gianyar meninjau pameran UMKM dan membeli beberapa hasil tenun ikat endek Bali dengan pembayaran menggunakan QRIS. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Investment Forum 2026 Hadirkan 22 Proyek Strategis Bali-Nusra kepada 35 Investor

Published

on

By

kinerja investasi bali
BJIF: Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat sebesar Rp 42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.

Di balik capaian tersebut, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan bahwa Bali Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek potensial yang ready to offer (IPRO) dari Bali-Nusra yang mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya. Menurut Achris, pendekatan kawasan Bali-Nusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.

Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri dari showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusa Tenggara sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project owner dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.

Baca Juga  Bank Indonesia Bali Selenggarakan Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H dengan Stakeholders

Di hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara menyebutkan bahwa Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang sangat terbuka bagi investor. Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagi destinasi yang telah dikenal secara global. Sukra turut mengajak investor domestik dan global yang hadir untuk berinvestasi di Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment Forum 2026 dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.

Berbagai proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan presentasi Bali Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026. Pendalaman lebih lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business meeting antara project owner dan calon investor, dimana sesi one on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai negara, termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari berbagai negara sahabat.

Program ini merupakan wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi potensial dari Bali, NTB, dan NTT. Beberapa proyek tersebut diantaranya KEK Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek pengadaan electric vehicle yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan oleh PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir. Melalui publikasi Katalog Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan informasi dan promosi proyek investasi strategis kepada investor potensial yang selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan realisasi investasi.

Baca Juga  Melalui Program Onboarding UMKM, BI Bali Dorong Transformasi Digital UMKM Tingkatkan Akses Pemasaran

Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah gejolak geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy). Dengan outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing daerah Bali yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi di Bali.

Melalui Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah, mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Baca Juga  Sinergi Digitalisasi, Dukung Pengendalian Inflasi Buleleng

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Baca Juga  Dilaporkan Hilang, Warga Peteluan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca