Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BPR Kanti Pastikan Setiap Kegiatan yang Dilaksanakan Miliki Makna dan Berikan Manfaat bagi Banyak Orang

Dari Perayaan HPN 2025, BPR Kanti Ngelawar dan Ngorte Bareng Wartawan

Loading

BALIILU Tayang

:

bpr kanti
PERAYAAN HPN 2025: Awak media berfoto bersama saat Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, dengan tema ‘‘BPR Kanti Ngelawar dan Ngorte Bareng Wartawan‘‘ yang dilaksanakan di Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar, Selasa (25/2/2025). (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – BPR Kanti sering melakukan kegiatan di luar core business-nya sebagai implementasi konsep “mahasiswa plus”, mahasiswa yang memiliki nilai tambah. Dengan tagline BPR Kanti: Selalu ADA, berMAKNA, Religius & berMANFAAT.

‘‘Kami memastikan bahwa setiap kegiatan yang kami laksanakan memiliki makna dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Kegiatan ini juga berkaitan dengan peran BPR Kanti sebagai institusi bisnis, termasuk dalam edukasi dan literasi bagi masyarakat,‘‘ ucap Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat memberikan sambutan Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, dengan tema ‘‘BPR Kanti Ngelawar dan Ngorte Bareng Wartawan‘‘ yang dilaksanakan di Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar, Selasa (25/2/2025).

Hadir Plt Ketua PWI Bali, perwakilan Ketua AMSI, Ketua JMSI, dan Ketua SMSI serta puluhan awak media.

Arya Amitaba mengungkapkan merupakan sebuah kehormatan bagi BPR Kanti dapat hadir di tengah-tengah para insan media yang senantiasa berperan dalam menyebarkan informasi serta mencerdaskan masyarakat. Peran media saat ini sangatlah strategis, tidak hanya sebagai penyampai berita tetapi juga sebagai pilar demokrasi yang mengawasi kebijakan publik. ‘’Melalui forum ini, kita dapat bertukar pandangan, berbagi wawasan, dan bersama-sama memperkuat ekosistem informasi yang sehat,‘‘ ujarnya.

Di depan awak media, Made Arya Amitaba menjelaskan bagaimana perkembangan dari BPR Kanti sebagai institusi bisnis, bank, melakukan banyak kegiatan di luar bank, terutama mensuport keberadaan adat, prajuru atau kelembagaan di desa adat.

’’Nah hari ini kami menyampaikan konsep dasar BPR Kanti mengapa support desa adat karena kelahiran BPR Kanti bersumber dari Pakto 88, dimana pemerintah mengeluarkan paket regulasi mempermudah pendirian bank perekonomian rakyat supaya masyarakat terhindar dari jeritan rentenir,’’ ujar Amitaba.

Baca Juga  Seminar Economic Outlook 2025, Arya Amitaba: Kita Harus Optimis Hadapi Ekonomi Bali 2025

Sebagai community bank, komunitas utama BPR Kanti adalah masyarakat adat Bali. Jika masyarakat adat kuat, maka BPR pun kuat. Jika BPR kuat, maka perekonomian Bali akan semakin kokoh.

‘‘Perekonomian Bali sangat bergantung pada pariwisata, dan pariwisata Bali berakar pada adat dan budaya. Yang menjaga adat dan budaya adalah desa adat. Maka, jika desa adat kuat, maka pariwisata kuat, dan perekonomian Bali pun akan kuat,‘‘ kata Amitaba.

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

‘‘Dari sisi bisnis, BPR Kanti banyak mensupport desa adat karena BPR kelahirannya adalah community bank. Bank yang ada di tengah-tangah lingkungan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, kewajiban dari BPR Kanti mensupport keberadaan masyarakat di sekitarnya dalam hal ini adat dan prajuru adatnya karena juga memperkuat posisi BPR Kanti sebagai community bank,’’ ucapnya menegaskan.

Sebagai sebuah BPR terbesar kedua di Bali dalam hal penyaluran kredit, BPR Kanti memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya: Longtime Achievement Leadership Award, Bank Sahabat Koperasi, dan Patriana Award.

Dalam kondisi krisis pandemi Covid-19, pertumbuhan kredit BPR Kanti hampir mencapai 50%, di saat Bali merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang mendapat perlakuan khusus.

Dikatakan bahwa BPR Kanti menerapkan prinsip yang sama. Saat ini, BPR Kanti menjadi yang terbesar kedua di Bali dalam penyaluran kredit, dengan kombinasi kinerja keuangan yang baik dan aktivitas sosial yang bermanfaat.

Peran BPR dalam Masyarakat

Arya Amitaba menjelaskan bahwa BPR adalah miniatur bank umum, lahir untuk melindungi masyarakat dari jeratan rentenir. Saat ini, banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, justru terjerat pinjaman online (pinjol). BPR hadir sebagai solusi dengan tata kelola yang diawasi oleh BI dan OJK, bertujuan untuk menghindarkan masyarakat dari rentenir. Regulasi BPR tidak bisa disamakan dengan perbankan umum.

Baca Juga  Hadiri Stakeholder Gathering, Pj. Gubernur Bali Apresiasi Inisiatif BPR Kanti

Sebagai Ketua Perbarindo Bali (2006-2010), Arya Amitaba pernah berdiskusi bahwa NPL BPR sebesar 20% tidak akan mengganggu stabilitas, berbeda dengan bank umum yang hanya 5%. Ini karena BPR adalah community bank, bank masyarakat yang lahir dan berkembang bersama lingkungannya.

Kuatkan Desa Adat

Mengapa hanya tiga kata bisa menyelesaikan persoalan Bali? Menurut Arya Amitaba karena mengelola Bali berarti mengelola desa adatnya. Bali memiliki sekitar 1.500 desa adat, dan mengelola Bali cukup dengan mengelola desa adat. Desa adat adalah refleksi dari sistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat Bali.

Desa adat memiliki struktur yang lengkap: Jro Bendesa, pemimpin yang dihormati lahir dan batin, Kertha Desa, penyelesai masalah antar-krama, LPD, lembaga keuangan desa adat, BUPDA, badan usaha milik desa adat dan Pecalang, pengaman desa adat.

‘‘Kuatkan semua elemen ini, maka Bali akan semakin kuat. Untuk memperkuatnya, SDM dan sistem tata kelola harus diperbaiki, termasuk dalam pemerintahan desa adat, kelembagaan bisnis (LPD, BUPDA), serta organisasi pecalang,‘‘ ujarnya.

Namun, mengelola organisasi desa adat tidak bisa hanya mengandalkan ngayah (kerja sukarela). Harus ada penghargaan finansial yang layak. Jika tidak, siapa yang akan mengurus masyarakat secara konsisten. Kita perlu mencarikan solusi agar desa adat dapat menggaji pengelolanya dengan layak, sehingga organisasi dapat berjalan lebih profesional.

Bali telah lama diorganisir melalui desa adatnya. Pemerintah provinsi mengelola Bali, pemerintah kabupaten/kota mengelola daerahnya, dan desa adat mengelola masyarakatnya. Dari dulu hingga sekarang, desa adat sudah terbiasa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, mengelola Bali berarti mengelola desa adat dengan lebih baik.

Sementara Plt Ketua PWI Bali Dira Arsana mengapresiasi langkah yang dilakukan BPR Kanti yang sangat peduli dengan keberadaan media dan berharap ke depan bisa mendukung awak media menjadi wartawan yang lebih kredibel, berintegritas dan bermanfaat dengan bersinergi dalam program kompetensi wartawan. (gs/bi)

Baca Juga  BPRKanti Luncurkan Buku “Lawar Leadership” dan “Corporate Culture Transformation”

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Proyek Pembangunan PSEL Denpasar Raya Resmi Dimulai

Walikota Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat, Jadi Solusi Penanganan Sampah Berkelanjutan

Loading

Published

on

By

psel denpasar
HADIRI GROUNDBREAKING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Bali memasuki babak baru. Proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya sekaligus mendukung ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Peresmian pembangunan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Selain peresmian pembangunan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Sponsorship Agreement antara PLN dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL serta Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dan BUPP PSEL sebagai bagian dari penguatan kerja sama dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak. Kehadiran fasilitas PSEL Denpasar Raya diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi modern yang tidak hanya mengurangi timbulan dan timbunan sampah, namun juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  BPRKanti Luncurkan Buku “Lawar Leadership” dan “Corporate Culture Transformation”

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan dan komitmennya sehingga pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat direalisasikan. Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Jaya Negara berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna. Dengan demikian, keberadaan fasilitas ini nantinya mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami optimistis kehadiran PSEL Denpasar Raya akan menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani yang didampingi CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir menegaskan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses pemilihan mitra dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli independen dan menerapkan tata kelola yang baik guna memastikan keberlanjutan proyek serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Rosan, proyek PSEL Denpasar Raya merupakan salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan bahwa keberhasilan dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya tidak lepas dari semangat gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh pihak. Menurutnya, fasilitas waste to energy tersebut menggunakan teknologi terbaru berstandar emisi rendah dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya, lanjut Zulkifli menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Bali. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan lingkungan.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danantara, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini. Mudah-mudahan proyek ini dapat selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” kata Zulkifli Hasan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU RI Tekankan Budaya Antikorupsi dalam Monitoring Zona Integritas di KPU Jembrana

Published

on

By

kpu jembrana
KUNJUNGAN MONITORING: KPU Kabupaten Jembrana saat menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Jembrana, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantapkan kesiapan KPU Kabupaten Jembrana sebagai salah satu perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian pembangunan Zona Integritas oleh Kementerian PANRB pada Rabu (8/7/2026).

Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya, menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan penguatan tata kelola organisasi. Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Jembrana bersama KPU Kabupaten Badung ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian Zona Integritas, sehingga diharapkan mampu menunjukkan komitmen, integritas, dan inovasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi.

Dalam arahannya, Anggota KPU RI, Idham Holik, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan wujud nyata good and clean electoral governance. Ia menekankan bahwa budaya antikorupsi harus menjadi karakter kerja seluruh jajaran KPU serta moto “KPU Melayani” harus menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Jembrana memaparkan berbagai inovasi pelayanan, di antaranya Jegog JDIH, Lentera Hukum, Sipermata Pemilu, SiCoktas, SiDik Jembrana, SOPAN, SiMonika Perjadin, Buku Tamu Digital, serta berbagai fasilitas pendukung pelayanan publik. Di akhir kegiatan, Idham Holik memberikan apresiasi atas capaian KPU Kabupaten Jembrana yang memperoleh hasil penilaian internal yang membanggakan, seraya berharap komitmen tersebut terus dipertahankan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Stakeholder Gathering, Pj. Gubernur Bali Apresiasi Inisiatif BPR Kanti

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I/2026 Sebanyak 3.377.285 Pemilih

Published

on

By

kpu bali
PDPB: Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali. (Foto: bi)  

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I Tahun 2026 sebanyak 3.377.285 pemilih, terdiri atas 1.671.956 pemilih laki-laki dan 1.705.329 pemilih perempuan yang tersebar di 57 kecamatan dan 716 desa/kelurahan. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, data pemilih yang akurat dan mutakhir hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara KPU dengan instansi pemerintah, Bawaslu, TNI, Polri, partai politik, serta masyarakat. Ia juga mengapresiasi dedikasi jajaran mantan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang terus membantu proses pemutakhiran data meskipun telah berakhirnya tahapan pemilu.

Dalam rapat ini, KPU Provinsi Bali bersama KPU Kabupaten/Kota se-Bali memaparkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026. Sejumlah masukan juga disampaikan oleh Bawaslu Provinsi Bali dan perwakilan partai politik, terutama terkait tindak lanjut perubahan status anggota Polri serta mekanisme penyusunan rekapitulasi data pemilih. Seluruh masukan tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kualitas daftar pemilih secara berkelanjutan.

KPU Provinsi Bali juga mendorong penguatan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Bali dan Kodam IX/Udayana dalam percepatan pembaruan data administrasi kependudukan bagi anggota Polri dan TNI yang memasuki masa purnatugas. Selain itu, Dalam kesempatan ini, Bawaslu Kabupaten Jembrana turut memaparkan praktik baik (best practice) hasil kolaborasi dengan Polres Jembrana dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana dalam percepatan penerbitan KTP elektronik bagi anggota Polri yang memasuki masa pensiun. Melalui mekanisme tersebut, data calon pensiunan disampaikan kepada Dukcapil sekitar satu bulan sebelum masa pensiun sehingga KTP dengan status sipil telah siap diterbitkan sebelum yang bersangkutan resmi memasuki masa purnatugas. Praktik ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di daerah lain.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, menjelaskan bahwa data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan diperoleh dari basis data KPU RI yang dipadukan dengan data dari berbagai instansi pemerintah, hasil koordinasi dengan stakeholder, serta tanggapan masyarakat. Perubahan jumlah pemilih dipengaruhi oleh adanya penambahan pemilih baru yang telah memenuhi syarat maupun pencoretan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.

Pada akhir rapat, Anggota KPU Provinsi Bali I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya membacakan Berita Acara Nomor 68/PL.01.2-BA/51/2026 tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dan Surat Keputusan KPU Provinsi Bali kepada para stakeholder sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka PDPB Semester I Tahun 2026, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas daftar pemilih yang akurat, mutakhir, komprehensif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis serta berintegritas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca