Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Buka Festival Layangan 2022 Perebutkan Piala Gubernur Bali

Gubernur Koster Ikut Berbaur Menarik Tali Layangan di Tengah Terik Matahari Bersama Peserta hingga Menjadi Daya Tarik Wisatawan

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Koster ikut berbaur menarik tali layangan di tengah terik matahari bersama peserta. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra dan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi membuka Festival Layangan Bali Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Komunitas Seni Layangan Bali pada, Minggu (Redite Pon, Tambir), 31 Juli 2022 di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar.

Festival Layangan Bali yang menjadi daya tarik wisatawan asing ini bertema ‘’Kerthining Gesing: Menjaga Keseimbangan Bambu’’ dan diikuti oleh sebanyak 1.245 peserta serta berlangsung dari tanggal 30 – 31 Juli 2022 dengan memperebutkan Piala Gubernur Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali memberikan apresiasi kepada Komunitas Seni Layangan Bali yang telah melaksanakan Festival Layangan dengan sangat baik, meriah, dan didukung oleh faktor cuaca (angin, red). Sehingga kegiatan ini terlaksana dengan penuh semangat di dalam melestarikan tradisi warisan leluhur kita di Pulau Dewata.

Layang – Layangan, kata Wayan Koster adalah bentuk ekspresi generasi muda di Pulau Bali di dalam membuat hasil karya seni dan kerajinan yang didesain berbentuk layang – layang. Karena itulah, Layang – Layangan merupakan bagian dari suatu karya seni yang menjadi warisan leluhur kita di Bali dari jaman dahulu, dan astungkara sampai saat ini masih tetap terjaga, hingga peminatnya dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Ketika panitia festival beraudiensi, saya tidak panjang kata langsung menyatakan nada dukungan dan setuju, sekaligus juga saya berkontribusi untuk meringankan beban panitia dengan mencari bantuan senilai Rp 250 juta yang bersumber dari CSR (Corporate Social Responsibility),’’ ujar Gubernur Bali jebolan ITB yang telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Baca Juga  Target 2023 Gubernur Koster Renovasi Gedung PWI Bali
Gubernur Koster (tengah) bersama Kapolda Bali, Wakil Walikota Denpasar dan panitia. (Foto: Ist)

Adanya aspirasi terkait semakin menyempitnya lahan untuk berkegiatan layang – layang, Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dengan tegas menyatakan bahwa sedang menyiapkan lokasi baru untuk aktivitas layang – layang di kawasan Pusat Kebudayaan Bali seluas 2 hektar. “Kawasan ini sedang ditata secara rapi yang nantinya siap digunakan untuk melaksanakan Festival Lomba Layang – Layang dan Pemprov Bali siap memfasilitasinya sebagai bentuk apresiasi atas spirit anak – anak muda di dalam menjaga, membangkitkan, memelihara tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini yang disambut aplaus tepuk tangan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyatakan rasa syukurnya, karena Bali paling tinggi peminatnya di Indonesia untuk melaksanakan kegiatan layang – layang dan ini bisa kita kembangkan ke depan, tidak saja sebagai festival serta menjalankan hoby, namun bisa dikolaborasikan untuk atraksi pariwisata dalam rangka menjadikan layang-layang daya tarik pariwisata di Bali.

“Untuk itu, ke depan saya akan matangkan, tingkatkan kualitasnya menjadi event yang menarik masyarakat Indonesia dan dunia. Selamat berlomba dan saya dukung penuh kreativitas anak muda Bali melayangan,’’ pungkas orang nomor satu di Pemprov Bali ini sembari ikut berbaur menarik tali layangan dengan peserta lomba yang kompak menggunakan busana adat Bali serta diiringi oleh alunan gambelan, hingga tembang Bali berupa cecondongan yang berkaitan dengan Dewa Bayu di tengah terik matahari.

Ketua Festival Layangan Bali Tahun 2022, Putu Chris Budhi Setyawan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah memfasilitasi Festival Layangan Bali Tahun 2022 dalam rangka menjaga kelestarian Budaya Bali. “Antusias peserta yang mengikuti lomba ini sangat banyak, tercatat di hari pertama ada 468 peserta yang sudah bertanding, dan hari ini sebanyak 777 lebih peserta ikut berlomba, selain juga dimeriahkan oleh lomba pindekan yang diikuti 67 peserta,” tutupnya dengan melaporkan atas terselenggaranya festival layangan dengan penuh suasana budaya Bali, para tetua kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih, karena pakem melayangan di Bali kembali bangkit. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Tutup Produksi Arak Gula di Karangasem

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti” di Pura Segara Wukir Gunung Kidul

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. Hal tersebut serangkaian pujawali yang telah dilaksanakan pada Jumat (12/8) bertepatan dengan Purnama Kedasa. Tampak mendampingi Walikota Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, persembahyangan serangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti sebagai umat Hindu. Tentunya, dengan bhakti ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan alam semesta beserta isinya.

Jaya Negara juga memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Kabupaten Gunung Kidul untuk mengempon Pura Segara Wukir. Sehingga penataan serta pelaksanaan yadnya terus berkesinambungan.

“Tentu harapan kami dengan pelaksanaan pujawali ini dapat menciptakan keharmonisan alam semesta beserta isinya, dan kami memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Gunung Kidul, Yogyakarta ini,” ujarnya.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kabupaten Gunung Kidul Jero Gede Dwija Triman didampingi Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul, Purwanto saat diwawancarai mengatakan, tahun 2022 ini menjadi pelaksanaan pujawali atau odalan ketiga dari Pura Segara Wukir, Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di mana, pura ini pertama kali menggelar pujawali tiga tahun lalu berbarengan dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih.

“Tahun ini odalan dilaksanakan pada 12 Agustus sampai 14 Agustus nyineb. Dipuput oleh 4 sulinggih, tiga dari Bali dan satu dari Jakarta, adapun tingkatan odalan yang dilakukan yakni tingkat alit dengan caru panca sato,” ujarnya.

Jero Gede Triman menceritakan, dalam perkembangannya, untuk pelaksanaan melasti menjelang Nyepi, umat Hindu di Gunung Kidul melakukannya di Pantai Ngobaran. Terlebih kawasan pantai ini dipercaya sebagai tempat meditasinya Prabu Brawijaya V.

Baca Juga  Target 2023 Gubernur Koster Renovasi Gedung PWI Bali

“Selanjutnya, kami mulai mendirikan pura di sini. Dimulai dengan padmasana pada tahun 2004, Pembangunan pura ini pun sudah mendapat izin dari pihak Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pelinggih di pura ini ada padmasana, pelinggih pemujaan untuk Hyang Baruna, pelinggih pemujaan Nyi Roro Kidul, pelinggih untuk Prabu Brawijaya V, pelinggih Ratu Gede Mecaling, dan pelinggih Semar.

“Semar adalah pamong tanah Jawa. Beliau pengayom hidup dan kami sebagai umat Hindu menghormati leluhur,” kata lelaki asli Gunung Kidul ini. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Tambakan Kubutambahan Buleleng

Published

on

By

Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Senin (15/8). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Bertepatan dengan rahina Soma Wuku Matal, Senin (15/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng.

Turut hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Camat Kubutambahan Made Suyasa, Perbekel Desa Tambakan Gede Eka Wandana, Bendesa Adat Tambakan Komang Nita, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa. Sebagai bentuk motivasi dan perhatian  Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 30 juta.

Dalam sambrama wacananya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan Krama Desa Adat Tambakan dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik. Di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya. Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai.

“Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Bendesa Adat Tambakan Komang Nita mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Tambakan ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya lan Nyekah ini sudah berjalan mulai rahina Sukra 29 Juli 2022 mekarya genah upacara, Saniscara 30 Juli 2022 mapiuning ring kahyangan tiga, Wraspati 18 Agustus 2022 mecaru, dilanjutkan terakhir Sukra 26 Agustus 2022 pebaktian lan ngelinggihang dewa hyang. Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 102, Metatah 248, Ngelungah 41 dan Mepetik 114. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Pengurus KKI, Jelang Kejuaraan Piala Gubernur Bali

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Massal di Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung, Sabtu (13/8). (Foto : Ist)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Saniscara Wuku Medangkungan, Sabtu (13/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Masal Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung. Turut hadir Perbekel Desa Adat  Lepang I Nyoman Mudita, Bendesa Adat Lepang I Made Merta, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa.

Sebagai bentuk motivasi dan perhatian Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 25 juta.

Dalam sambrama wacana-nya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Lepang dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik, di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya.

Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai. “Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia I Made Tanggu mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Lepang ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Nyawa Wedana lan Nyekah ini sudah berjalan mulai Wraspati Kliwon Merakih 28 Juli 2022, matur piuning ring Pura Kahyangan Tiga, Sukra Umanis 29 Juli 2022 nyujukang tetaring dilanjutkan dengan Redite Umanis Menail 28 Agustus 2022 Nyegara Gunung Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri, Pura Besakih dan dilanjutkan dengan ngelinggihan yang dipuput Ida Pedanda Griya Batutabih.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Rencana Bupati Jembrana Kembangkan Produk Kakao dari Hulu Sampai Hilir

Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 48, metatah 77, ngelungah 32 dan masing-masing sawa mengeluarkan urunan sebesar Rp 7 juta. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca