Monday, 20 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cegah Penyakit BDB, Pemkab Gianyar Gelar Gertak PSN

BALIILU Tayang

:

program gertak psn gianyar
GERTAK PSN: Pj. Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa saat membuka kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh, Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Ubud, Selasa (14/5) pagi. (Foto: gianyarkab.go.id)

Gianyar, baliilu.com – Guna pencegahan dan penanggulangan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh, Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Ubud, Selasa (14/5) pagi.

Kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, kader Jumantik dan masyarakat setempat tersebut dibuka secara langsung oleh Pj. Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa, dilanjutkan dengan mendatangi keluarga yang terkena DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengatakan perkembangan penyakit demam berdarah dengue di Kabupaten Gianyar telah mengalami peningkatan. Berdasarkan data kasus DBD di tahun 2023 tercatat sebanyak 1.142 kasus, sedangkan Januari sampai April tahun 2024 telah mencapai angka 1.658 kasus.

“Jumlah kasus DBD per bulan tahun 2024 telah terjadi peningkatan, dimana pada bulan Januari 294 kasus, Februari 266 kasus, Maret 437 kasus dan meningkat lagi di bulan April tercatat 661 kasus. Sehingga sangat dibutuhkan kewaspadaan seluruh masyarakat,” ujar Nyoman Ariyuni.

Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan, pada akhir tahun 2023, telah dilaksanakan fogging massal dengan menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV), serta di awal tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Gianyar juga telah mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda), pada tanggal 5 Januari 2024 tentang kewaspadaan peningkatan kasus penyakit DBD guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan pencegahan DBD.

Selain itu, juga dilakukan kegiatan PSN dengan 3M Plus oleh kader Jumantik bersama OPD pengampu desa binaan dan fogging fokus apabila terjadi kasus di 4 sampai dengan 6 lokus dalam satu hari serta pemberian edukasi kesehatan secara langsung, melalui media sosial maupun iklan layanan masyarakat.

Baca Juga  Meriah, Pembukaan Turnamen Tarkam di Gianyar

“Upaya pencegahan yang efektif adalah gerakan masif bersama-sama melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, serta dibutuhkan aksi nyata dengan melibatkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk” lanjutnya.

Pj. Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa mengatakan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD, berbagai cara telah dilaksanakan dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat namun pelaksanaannya belum optimal. Oleh sebab itu, maka sangat dibutuhkan dukungan masyarakat dalam melaksanakan gerakan serentak bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN dengan 3M Plus sangat efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.

“Mari bersama-sama lakukan dengan menutup rapat semua tempat penampungan air, menguras bak air dan mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk, ditambah dengan mencegah perkembangbiakan maupun nyamuk. Mari waspada demam berdarah, lakukan PSN 3M Plus secara rutin, lindungi diri dan keluarga,” harap Dewa Tagel Wirasa. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Buka Pertemuan WWF Ke-10, Presiden Tekankan Solidaritas Global dalam Tata Kelola Air

Published

on

By

high level meeting ktt wwf
PIMPIN PEMBUKAAN: Presiden Joko Widodo memimpin pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Media Center WWF 2024)

Badung, baliilu.com – Presiden Joko Widodo membuka Sesi Pertemuan Tingkat Tinggi atau High Level Meeting Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum Ke-10 dengan menekankan urgensi kolaborasi global dalam mengelola sumber daya air untuk menghadapi tantangan yang makin kompleks di masa depan.

Dalam sambutannya, Presiden menggambarkan air sebagai the next oil, menyoroti pentingnya air untuk keberlanjutan ekonomi dan ekologi global.

“Bank Dunia memperkirakan, kekurangan air bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen hingga tahun 2050,” ungkap Presiden Joko Widodo di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Senin (20/5/2024).

“Kelangkaan air juga dapat memicu perang serta bisa menjadi sumber bencana. Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah dunia,” lanjut Presiden Jokowi dikutip dari laman infopublik.id.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi memaparkan upaya Indonesia dalam memperkuat infrastruktur airnya selama dekade terakhir, termasuk pembangunan 42 bendungan, 1,18 juta hektare irigasi, 2.156 kilometer pengendali banjir dan pengaman pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta hektare jaringan irigasi.

“Air juga kami manfaatkan untuk membangun PLTS Terapung Waduk Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Forum Air Sedunia ke-10 ini sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong tiga hal secara konsisten, yakni meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas, berdayakan hydro-diplomacy yang konkret dan inovatif, serta memperkuat kepemimpinan politik dalam kerja sama internasional terkait air.

Indonesia juga mengusulkan empat inisiatif baru dalam forum ini, yakni penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik untuk ketahanan air dan iklim, tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil, dan penggalangan proyek-proyek air. Inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memimpin upaya global dalam tata kelola air yang berkelanjutan.

Baca Juga  Jelang Hari Raya, Pj. Bupati Gianyar Bagi Sembako

Acara ini dihadiri oleh para pemimpin negara, pimpinan organisasi internasional, dan delegasi dari berbagai negara, menandai pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa depan. Presiden Jokowi menutup sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya,” tandasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Indonesia Tunjukkan Konservasi Mangrove pada Delegasi World Water Forum 2024

Published

on

By

presiden jokowi dan delegasi wwf kunjungi tahura bali
BERBINCANG: Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan para pemimpin negara saat mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai dalam rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 di Denpasar, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Media Center WWF 2024)

Badung, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan pemimpin negara peserta World Water Forum Ke-10 mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali pada Senin (20/5/2024).

Tahura merupakan kawasan rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove.  Kawasan ini mengimplementasikan prinsip ajaran Bali, Tri Hita Karana, yang mengedepankan keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam.

Berbeda dari saat KTT G20 tahun 2022 lalu, Presiden RI dan pemimpin negara peserta WWF-10 tidak menanam mangrove (bakau) secara langsung, melainkan memberikan bibit pohon kepada anak-anak sebagai simbol generasi penerus upaya konservasi lingkungan.

”Kegiatan penyerahan bibit dan penanaman pohon di Tahura merupakan pencerminan tekad bersama untuk memajukan kerja sama dan aksi nyata untuk pembangunan global,” demikian ungkap Presiden Joko Widodo dikutip dari laman infopublik.id.

Presiden Jokowi mengajak delegasi memasuki area tanaman mangrove yang terletak di sepanjang muara yang didukung dengan teknologi kelistrikan pembangkit tenaga surya. Fasilitas itu dilengkapi dengan area panel surya yang berfungsi sebagai landasan pembangkit listrik di berbagai area konservasi mangrove. Keberadaan panel surya di Tahura Ngurah Rai diadopsi dari proyek panel surya Cirata yang merupakan proyek gabungan antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab, diluncurkan di Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

World Water Forum Ke-10 mengusung tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” yang mencerminkan perwujudan konkret komitmen Indonesia dan dunia dalam penanganan perubahan iklim, melalui aksi nyata pembangunan ekonomi hijau dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan.

Tanaman mangrove yang terbentang luas di kawasan Tahura Ngurah Rai dipandang sangat penting untuk menunjang ekosistem dan kesejahteraan manusia, menyaring dan mengatur siklus air tawar serta menjadi solusi menghadapi ancaman perubahan iklim dan kepunahan keanekaragaman hayati.

Baca Juga  Jelang Hari Raya, Pj. Bupati Gianyar Bagi Sembako

Presiden Joko Widodo menekankan besarnya potensi hutan mangrove yang mampu menyerap dan menyimpan karbon 4-5 kali lebih tinggi daripada hutan biasa, dan dapat mendukung peningkatan kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

Penataan kawasan Hutan Mangrove Tahura Bali diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2023, bersamaan dengan peresmian Bendungan Danu Kerthi Tamblang di Kabupaten Buleleng.

Dalam kunjungan itu, Presiden RI dan para pemimpin negara World Water Forum Ke-10 juga melihat dan mendapatkan penjelasan mengenai proyek Cirata Solar Panel, pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara, kerja sama Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab (PEA). (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bali Kebagian Rejeki, International Mangrove Research Centre akan Didirikan di Tahura Bali

Sekda Bali Dewa Made Indra: Spesies Mangrove di Bali Sangat Beragam

Published

on

By

Mangrove Research Centre
GROUNDBREAKING: Sekda Bali Dewa Made Indra mendampingi Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan saat ground breaking MBZ-JKW IMRC di Three Mountains Kura-Kura Bali, Serangan pada Minggu (19/5) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik dibukanya Mohamed Bin Zayed – Joko Widodo International Mangrove Research Centre (MBZ-JKW IMRC).

“Jadi Bali Kebagian Rejeki,” ungkap Dewa Made Indra jelasnya di sela-sela mendampingi Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan saat ground breaking MBZ-JKW IMRC di Three Mountains Kura-Kura Bali, Serangan pada Minggu (19/5) sore.

Pusat Riset Mangrove Internasional ini menurutnya akan menjadi satu lagi nilai tambah bagi Bali. Hal ini tentunya tidak hanya berdampak pada pengembangan studi mangrove di Bali namun juga dapat menarik kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. “Bali akan memiliki kontribusi yang lebih besar,” katanya.

Dewa Made Indra menjelaskan bahwa Hutan Mangrove di Bali sangat unik karena selain memiliki vegetasi yang sangat bagus namun jumlah spesiesnya terbilang cukup lengkap. Ia menilai jarang ditemukan hutan mangrove dengan ragam spesies yang lengkap seperti di Bali.

Oleh sebab itu, ia mewakili Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) yang telah memilih Bali sebagai tempat dibangunnya International Mangrove Research Centre (IMRC). “Kita harus berterima kasih kepada Pemerintah, Pak Jokowi dan juga Pemerintah Uni Emirat Arab yang bersepakat untuk membangun di Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab telah menyepakati MoU untuk bersama-sama mengetuai aliansi mangrove untuk iklim dan mendirikan Mohammed Bin Zayed – Joko Widodo International Mangrove Research Center (MBZ-JKW IMRC) di Bali, Indonesia. Inisiatif ini menggarisbawahi mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan terkait perubahan iklim serta kerja sama antarkedua negara.

Baca Juga  KI Provinsi Bali Bersama Dinas Kominfo Gianyar Gelar Sosialisasi KIP

Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyediakan sekitar 2,5 hektar lahan untuk pengembangan pusat penelitian tersebut. “Penelitian ini terutama untuk pemanfaatan bioteknologi dan inovasi seperti kecerdasan buatan untuk identifikasi mangrove dan pemanfaatan drone untuk restorasi di daerah terpencil,” jelasnya.

Sementara Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Amna bint Abdullah Al Dahak Al Shamsi menyampaikan kerja sama UEA dengan Pemerintah Indonesia tidak semata-mata mengenai pembangunan konstruksi IMRC namun yang paling penting adalah apa yang dilakukan ketika IMRC telah berdiri. Ia berharap dengan adanya pusat penelitian tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam pengembangan dan rehabilitasi mangrove di Indonesia dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau di seluruh dunia. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca