Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cegah Penyimpangan Dana Covid-19, Sekda Dewa Indra: Kedepankan Azas Kehati-hatian dan Akuntabilitas

BALIILU Tayang

:

de
SEKDA BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengingatkan agar penggunaan dana untuk penanganan Covid-19 tetap mengedepankan azas kehati-hatian dan akuntabilitas.

Hal ini penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan timbulnya persoalan di kemudian hari. Penekanan tersebut disampaikan Dewa Indra saat didaulat menjadi narasumber pada dialog interaktif virtual RRI Denpasar membahas upaya mengawal penggunaan dana bansos Covid-19, Rabu (10/6-2020).

Lebih jauh Dewa Indra yang mengikuti dialog secara daring dari ruang kerjanya menerangkan, secara prinsip pemerintah pusat hingga daerah punya semangat yang sama dalam penggunaan dana penanganan Covid-19. “Semangatnya adalah bagaimana dana itu benar-benar digunakan untuk penanganan Covid-19 dan akuntabilitasnya terjamin dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Pemprov Bali menggunakan standar yang lebih dari regulasi yang telah diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Deases  2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah. Mengacu pada standar yang diatur dalam Permendagri, pencairan dana Covid-19 cukup dengan pengajuan rencana kebutuhan biaya ke BPKAD. Dengan pola ini, dalam waktu 2 kali 24 jam dana diharapkan sudah bisa cair.

Namun hal itu dianggap belum cukup hingga Pemprov Bali menambah prosedur tanpa mengurangi kecepatan pencairan dana. “Prosedurnya kita tambah untuk menjamin akuntabilitas, namun kita jamin tak mengurangi kecepatan dalam pencairan dana. Kami juga tak ingin hanya mengutamakan akuntabilitas, namun faktor kecepatan terabaikan,” ucap birokrat asal Buleleng ini. 

Prosedur yang ditambahkan dalam proses pencairan dana penanganan Covid-19 Pemprov Bali adalah dengan adanya proses review dari inspektorat. Menurut Dewa Indra, setiap OPD yang mengajukan dana Covid-19, direview dengan cepat oleh inspektorat. Dalam proses review, inspektorat menganalisa dan selanjutnya memberi saran mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Setelah melalui proses review, sekda kemudian mengajukan permohonan penggunaan dana kepada gubernur.

Baca Juga  Kapusdiklatda Bali: Ekstra Wajib Pendidikan Kepramukaan harus tetap Berjalan di Sekolah

“Meskipun dalam regulasinya tak diatur tentang pengajuan ke gubernur, namun jangan sampai kepala daerah tidak tahu untuk apa saja dana itu digunakan,” tambahnya. Dengan pola ini, Sekda Dewa Indra ingin lebih meyakinkan dan menjamin dana penanganan Covid-19 dialokasikan dalam jumlah yang benar dan tak ada penyimpangan.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah proses pengadaan barang dan jasa. Di tengah situasi saat ini, banyak barang dan jasa yang dituntut bisa disediakan dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, pihaknya menugaskan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk memberi asistensi untuk menjamin jumlahnya benar dan harganya dapat dipertanggungjawabkan. Dengan penambahan standar yang diterapkan, Dewa Indra berharap upaya penanganan Covid-19 dapat diselesaikan dengan baik.

de
DEWA MADE INDRA, Saat dialog virtual di RRI Denpasar

Pria yang banyak berkecimpung dalam penanganan bencana saat menjabat sebagai Kepala BPBD ini punya prinsip, jangan sampai kena bencana setelah menangani bencana. “Artinya, kami tidak berharap ada bencana yang menimpa individu setelah penanganan Covid-19,” ujarnya seraya menyampaikan apresiasi atas banyaknya lembaga yang melakukan pengawasan dalam penggunaan dana. Menurutnya semakin berlapis pengawasan, maka akuntabilitas penggunaan dana akan makin terjamin.

Dalam dialog interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI Denpasar itu, Sekda Dewa Indra juga menguraikan besaran dana penanganan Covid-19 yang dialokasikan oleh Pemprov Bali. Sesuai arahan pusat, daerah diminta melakukan refokusing APBD untuk membiayai upaya penanganan Covid-19.

Dari hasil refokusing, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 756,69 miliar. Dana tersebut tak hanya digunakan untuk penanganan penyakitnya, tapi juga penanganan dampak yang dihadapi masyarakat. Secara lebih rinci, dana dialokasikan untuk tiga bidang yaitu kesehatan Rp 274 miliar lebih, penanganan dampak Rp 220 miliar lebih dan Rp 261 miliar untuk jaring pengaman sosial.

Baca Juga  Hari Ini, Tukang Suwun yang Positif Covid-19 Dipindahkan ke RS PTN Unud

Alokasi dana untuk tiga bidang itu telah terealisasi dengan presentase bervariasi. Untuk penanganan kesehatan, hingga Rabu (10/6) telah terealisasi Rp 133,8 miliar yang digunakan oleh tiga perangkat daerah yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan BPBD. Dinkes tak menggunakan anggaran sendiri, namun juga diarahkan untuk penguatan penanganan Covid-19 di sejumlah RS seperti RSUP Sanglah, RS PTN Unud dan RS Bali Mandara. “Dana tersebut antara lain digunakan untuk peningkatan sarana prasarana termasuk pengembangan kamar isolasi,” katanya.

Selain mengoptimalkan upaya penanganan di RS Rujukan, Pemprov Bali juga mengupayakan penambahan lab uji swab. Saat ini, uji swab bisa dilaksanakan di lab RSUP Sanglah, lab RS PTN Unud dan lab Warmadewa. Mencermati kecenderungan transmisi lokal penyebaran Covid-19 yang makin meningkat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali sedang menyiapkan dua lab untuk pemeriksaan uji swab yaitu Lab Kesehatan Provinsi Bali dan Lab RSBM.

Sementara terkait penanganan dampak ekonomi, dana disalurkan melalui dinas koperasi, disperindag dan diskominfos. Dari total dana yang dialokasikan Rp 220 miliar lebih, telah terealisasi Rp 9,4 miliar lebih. Sedangkan untuk jaring pengaman sosial, telah digunakan masing-masing Rp 100 juta oleh 1.493 desa adat yang tersebar di seluruh Bali. “Untuk bidang pendidikan, bapak gubernur juga telah menyerahkan kepada peserta didik dari berbagai jenjang yang terdampak Covid-19,” tambahnya.

Sikap kehati-hatian Pemprov Bali dalam penggunaan dana penanganan Covid-19 mendapat apresiasi dari Kasatgas IX Korwil KPK Sugeng Basuki. Menurutnya hal ini sejalan dengan arahan KPK agar jangan terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana penanganan Covid-19. Dalam kesempatan itu, Sugeng menggarisbawahi pengadaan barang dan jasa di tengah Covid-19. “Potensi penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa di tengah pandemi Covid-19 harus diantisipasi. Jangan ada mark up, jangan sampai ada pejabat menerima suap, ingat selalu jaga integritas,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga  “Suara Hati Guru di Masa Pandemi Covid-19”, Lomba Cipta Puisi Guru Se-Indonesia 2020 Berhadiah Total 30 Juta

Terkait dengan sumbangan pihak ketiga, ia mengingatkan agar Pemprov melakukan pencatatan yang baik terkait penerimaan dan penyalurannya. Di lain pihak, Sugeng juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi dana penanganan Covid-19.

 Hal senada diutarakan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Provinsi Bali Ari Dwikora Tono,Ak, M.Ec.Dev. Menurutnya, pengadaan barang dan jasa menjadi kegiatan yang sangat krusial di masa pandemi. Sebab di tengah tuntutan akan ketersediaan barang dan jasa secara cepat, aparatur negara juga wajib tetap menjaga akuntabilitas. Ia mengingatkan agar tak ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan di tengah situasi ini.

Oleh sebab itu, BPKP sebagai bagian dari gugus tugas akan terus melakukan pendampingan agar dana penanganan Covid-19 benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup

“UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan”

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung Adi Arnawa, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka, dan Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga membuka BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 di kawasan The Nusa Dua.
PEMBUKAAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka, serta Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga saat membuka BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Peninsula, kawasan The Nusa Dua. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Suasana kawasan Sidewalk Pulau Peninsula The Nusa Dua, Badung, Bali, terasa berbeda pada Sabtu (8/8) petang. Di tengah kawasan pariwisata berkelas dunia itu, budaya, kreativitas, pelaku UMKM, komunitas, wisatawan, dan masyarakat berbaur dalam satu ruang melalui BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka, serta Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga dengan kompak menimbulkan alu ke lesung sebagai tanda membuka  secara resmi kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Peninsula, kawasan The Nusa Dua.

Bagi Gubernur Wayan Koster, kegiatan tersebut bukan sekadar menghadirkan keramaian baru di kawasan pariwisata. Ia melihat Nusa Dua Eco Market sebagai bentuk nyata bagaimana kawasan pariwisata dapat berinteraksi lebih dekat dengan wisatawan sekaligus masyarakat lokal, khususnya masyarakat di sekitar kawasan Nusa Dua.

“Ini sangat bagus, ini cara ITDC berinteraksi dengan wisatawan dan juga masyarakat di kawasan ini, terutama masyarakat Desa Bualu, agar lebih ramah dengan masyarakat dan juga memberikan wahana yang hidup bagi wisatawan yang berkeinginan keluar dari kamar, ingin duduk-duduk di taman, mungkin juga perlu selingan seperti ini,” ujar Wayan Koster.

Ia bahkan mendorong agar kegiatan semacam itu tidak berhenti pada penyelenggaraan kali ini. Menurutnya, ruang-ruang interaksi seperti Eco Market penting untuk membuat kawasan wisata tetap hidup, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Wayan Koster mencontohkan seorang wisatawan asal London yang telah dua minggu berada di Bali dan malam itu keluar bersama anak-anaknya untuk menikmati kegiatan di Nusa Dua Eco Market.

“Jadi malam ini keluar bersama anak-anaknya dan berkesempatan menikmati acara yang tersedia. Di samping itu, dengan wahana begini bisa menolong UMKM yang merupakan basis dari ekonomi kerakyatan kita,” katanya.

Baca Juga  Antisipasi Covid-19, Desa Peguyangan Kaja Giatkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Prokes

Pariwisata Bali Harus Terus Dijaga

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster juga mengingatkan besarnya ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata. Ia menyebut sekitar 66 persen ekonomi Bali bertumpu pada pariwisata. Karena itu, ekosistem pariwisata harus dijaga agar tetap aman, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kontribusi besar ini harus kita jaga baik-baik. Karena itulah saya bekerja keras mengendalikan situasi di Bali agar tetap kondusif dan aman,” tegasnya.

Menurut Wayan Koster, kondisi pariwisata Bali pada 2026 menunjukkan perkembangan yang semakin berkualitas. Hingga 31 Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh sekitar 0,4 persen secara year on year, dengan rata-rata 22.000 hingga 24.000 wisatawan per hari.

Sebaliknya, kunjungan wisatawan domestik mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Salah satu faktor yang disebut Koster adalah meningkatnya harga avtur yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat menuju Bali.

Namun, di tengah penurunan wisatawan domestik tersebut, terdapat indikator yang menurut Koster cukup menggembirakan. Tingkat hunian hotel berizin justru meningkat, terutama hotel bintang lima dan bintang lima plus. Rata-rata tingkat hunian hotel berizin kini mencapai sekitar 90 persen, sementara di kawasan ITDC bahkan lebih dari 95 persen.

“Jumlah wisatawannya turun, tapi tingkat hunian hotelnya naik,” ujarnya.

Kondisi itu, lanjut Gubernur Bali, juga tercermin dari meningkatnya penerimaan pajak hotel dan restoran (PHR) kabupaten/kota se-Bali. Hingga 31 Juli 2026, PHR telah mencapai sekitar Rp 4,1 triliun, meningkat dibandingkan sekitar Rp 3,8 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Dari angka tersebut, Kabupaten Badung menyumbang sekitar Rp 2,9 triliun atau sekitar 71 persen.

“Kalau di Badung yang lagi kerja keras untuk ngurusin Bali, terutama sekali di Badung, karena mengurus Badung sama dengan mengurus Bali,” kata Wayan Koster.

Ia menilai ketika Badung mampu menjaga kawasan pariwisatanya tetap baik, dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian Bali secara keseluruhan.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ida Istri Santika

Minta UMKM Jangan Pulang Membawa Dagangan

Di tengah sambutannya, Wayan Koster juga memberikan pesan khusus kepada ITDC dan BRI agar keberadaan Eco Market tidak hanya menjadi etalase bagi UMKM, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi langsung kepada para pelaku usaha.

Ia meminta agar produk UMKM yang dibawa ke Nusa Dua Eco Market tidak berakhir kembali ke daerah asal karena tidak terjual.

“Kalau tutup, dia ada barang sisa jangan sampai dibawa pulang. Bapak tanggung jawab beli semua. Nggak boleh ada yang dibawa pulang,” tegasnya.

Koster mencontohkan UMKM yang datang dari daerah yang cukup jauh seperti Jembrana. Menurutnya, tidak mudah bagi pelaku usaha membawa produk dalam jumlah banyak ke kawasan Nusa Dua jika pada akhirnya sebagian besar barang harus dibawa pulang.

“Dia datang ke sini, jadi bapak tanggung jawab. Ini awas ya, Pak Direktur ITDC sama BRI. Saya nggak mau tahu, barang ini nggak boleh balik lagi,” selorohnya yang mengundang senyum para hadirin dilokasi

Ia bahkan mengusulkan agar semangat tersebut dikembangkan menjadi gerakan “berbelanja dan berbagi”, yakni produk UMKM yang tersisa dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat.

“Bapak yang belanja, terus bapak bagikan kepada masyarakat. Kan lebih bagus,” kata Wayan Koster.

Menurutnya, pola tersebut dapat menciptakan manfaat berlapis. UMKM mendapatkan kepastian pasar, masyarakat menerima manfaat, sementara wisatawan juga dapat diberikan suvenir atau produk lokal sebagai kenang-kenangan selama berkunjung ke Bali.

“Jadi cara kita supaya hidup kita itu harmonis, sama-sama mendapat manfaat, sama-sama bahagia,” ujarnya.

Gubernur Bali juga meminta agar kolaborasi serupa kembali digelar pada Desember 2026. Ia berharap Nusa Dua Eco Market tidak berhenti sebagai agenda dua hari, melainkan menjadi ruang kolaborasi yang terus berkembang.

Nusa Dua sebagai Living Destination

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka mengatakan BRI Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari program destination activation yang dikembangkan ITDC untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

Baca Juga  Update Covid-19 Jumat (10/4) di Bali, Positif Bertambah 12 Orang, Dewa Indra: Semua Pakai Masker

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan 50 tenant UMKM dengan beragam produk kuliner, fesyen, dan produk kreatif lokal. Selain itu, terdapat berbagai kegiatan komunitas, seni, budaya, olahraga, workshop, yoga, zumba, talk show, kuis, tari Nusantara, Bali Blasting Performance, Bali Shelter, Bali Safari Parade, hingga fashion show.

“BRIMo Nusa Dua Eco Market merupakan salah satu program aktivasi kawasan yang diselenggarakan melalui kolaborasi ITDC bersama BRI sebagai upaya untuk menghadirkan pemberdayaan bagi UMKM, pelaku ekonomi, komunitas lokal, sekaligus memperkaya pengalaman berwisata di wilayah Nusa Dua,” ujar Troy.

Menurutnya, ITDC ingin menjadikan Nusa Dua bukan hanya sebagai kawasan akomodasi berkelas dunia, tetapi juga sebagai living destination yang hidup sepanjang tahun dengan menghadirkan budaya, kreativitas, olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas.

Sementara itu, Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga menyampaikan bahwa bagi BRI, kegiatan tersebut bukan sekadar festival atau pasar temporer, melainkan ruang untuk mempertemukan budaya, komunitas, UMKM, kreativitas, dan semangat keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan ITDC, BRI berharap para pelaku UMKM memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui ekosistem pariwisata Bali.

Pada akhirnya, Gubernur Wayan Koster berharap semangat kolaborasi yang tercipta di Nusa Dua Eco Market dapat terus tumbuh. Sebab, menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya menghadirkan wisatawan dan tingkat hunian hotel yang tinggi, tetapi harus mampu menciptakan manfaat yang terasa hingga ke masyarakat.

“Ini cara kita untuk membangun kebersamaan, harmoni dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan,” pungkas Wayan Koster. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

RSD Mangusada Gelar Sarasehan Pejuang Dialisis

Bupati Adi Arnawa: Jangan Berputus Asa, Pejuang Dialisis Harus Tetap Semangat

Loading

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Sarasehan Pejuang Dialisis di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
BUKA SARASEHAN: Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat membuka Sarasehan Pejuang Dialisis di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (9/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi dialisis, RSD Mangusada menggelar Sarasehan Pejuang Dialisis. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (9/8), menjadi ruang edukasi, berbagi pengalaman, serta saling menguatkan bagi para pasien yang menjalani terapi dialisis.

Kegiatan yang bertemakan “Semangat Kemerdekaan Bersama Menghadapi Permasalahan Dialisis, Mencegah Komplikasi, dan Meningkatkan Kualitas Hidup” ini dihadiri oleh Perwakilan Koordinator wilayah Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Bali-NTT-NTB dr. Nyoman Paramita Ayu, Wakil Direktur RSD Mangusada Ni Made Sukaryawati beserta dokter, perawat dan para pasien hemodialisis (cuci darah) beserta keluarga pasien.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir langsung bersama Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat juang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Yang paling penting juga kita memotivasi bahwa masyarakat yang termasuk di dalam pasien dialisis ini jangan berputus asa, jangan menganggap hidupnya sudah selesai. Harus tetap semangat dalam mengikuti anjuran-anjuran dari dokter dan semangat ini harus kita jaga,” ujar Bupati Adi Arnawa sekaligus membuka kegiatan ini yang ditandai dengan pemukulan gong.

Lebih Lanjut Adi Arnawa menyampaikan, Pemkab Badung akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah diakses, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

“Saya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan RSD Mangusada yang telah memberikan pelayanan dengan penuh dedikasi dan empati. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya hari ini saja, tapi juga akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Bukan hanya untuk pasien hemodialisis, tapi termasuk pasien-pasien yang lainnya. Yang tujuannya sebagai memotivasi dan memberikan edukasi kepada mereka,” katanya.

Baca Juga  Polsek Densel Serap Aspirasi dan Keluhan Kelompok Petani Desa Sidakarya Saat Jumat Curhat

Direktur RSD Mangusada Badung dr. I Wayan Darta dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud komitmen dari RSD Mangusada dalam menjalin komunikasi antara dokter, perawat, pasien beserta keluarga pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSD Mangusada khususnya penyandang dialisis.

“Selain sebagai ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman dan ruang untuk saling mendukung dan motivasi. Kegiatan ini juga diikuti oleh 80 pasien dialisis dengan didampingi keluarga,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pura Dalem Batubayan Gelar “Karya Agung“, Pemkab Badung Berikan Dukungan Hibah Rp 1,7 Miliar

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis dana hibah saat menghadiri puncak Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem, Banjar Batubayan, Abiansemal.
SERAHKAN HIBAH: Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis dana hibah saat menghadiri puncak Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Dalem, Banjar Batubayan, Desa Adat Batubayan, Abiansemal, Sabtu (8/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Atmosfer khidmat menyelimuti kawasan Pura Dalem, Banjar Batubayan, Desa Adat Batubayan, Abiansemal, saat krama setempat menggelar rangkaian puncak Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, Tawur Agung Menawa Ratna, Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, dan Mesaba Dalem, Sabtu (8/8).

Upacara pemurnian tempat suci berskala besar ini berjalan sukses dan disaksikan langsung (upasaksi) oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. Kehadiran orang nomor dua di Badung tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat, sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan tradisi keagamaan Hindu.

Pelaksanaan karya agung yang bertujuan memulihkan spiritualitas pura dan mempererat ikatan krama pengempon ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Pelaksana Tugas Camat Abiansemal, Bendesa Adat Batubayan, serta seluruh masyarakat adat setempat.

Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan urat nadi kebudayaan, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana hibah karya dari Anggaran Induk Tahun 2026 senilai Rp 1,7 miliar. Dana yang telah cair tersebut diterima langsung oleh Manggala Karya untuk menunjang seluruh operasional upacara.

Dalam sembrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras panitia serta krama adat yang bersatu padu mewujudkan karya besar ini. Wabup menegaskan bahwa ritual suci ini adalah cerminan kesadaran spiritual yang tinggi dalam menjaga harmoni alam dan kesucian pura.

“Pemkab Badung sangat mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong-royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Adat Batubayan. Karya yang dilaksanakan ini bukan hanya milik satu banjar atau satu desa saja, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian nilai-nilai luhur budaya dan agama yang menjadi kekayaan kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga  Antisipasi Covid-19, Desa Peguyangan Kaja Giatkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Prokes

Ia juga berpesan agar bantuan stimulus dari anggaran daerah tersebut dikelola dengan transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab hingga seluruh rangkaian upacara rampung. Wabup turut mengajak krama Batubayan untuk terus merawat kerukunan demi bersinergi membangun Badung yang maju dan sejahtera.

Dukungan penuh dari Pemkab Badung memicu rasa syukur yang mendalam dari pihak panitia. Manggala Karya, I Nyoman Sukadana, menyampaikan bahwa bantuan hibah bernilai miliaran rupiah tersebut sangat meringankan beban finansial krama adat dalam menggelar ritual suci yang membutuhkan persiapan panjang ini.

“Atas nama seluruh panitia dan krama pengempon Pura Dalem Batubayan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menyelesaikan pelaksanaan karya sesuai rencana. Semoga kebaikan dan dukungan yang diberikan senantiasa mendapat balasan berkah dan kemajuan bagi Kabupaten Badung,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca