Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Dari Webinar VITO, 76 Persen Publik Belanda Ungkap Kerinduan Berwisata ke Pulau Dewata

BALIILU Tayang

:

de
WAKIL GUBERNUR BALI TJOKORDA OKA ARTHA ARDANA SUKAWATI

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat di berbagai belahan dunia untuk sementara membatasi perjalanan, publik Belanda mengungkapkan kerinduan untuk dapat segera berwisata ke Pulau Dewata.

Sebanyak 76 persen publik Negeri Kincir Angin itu menjawab ‘Bali’ ketika ditanya daerah mana di Indonesia yang saat ini sangat ingin mereka kunjungi. Jajak pendapat secara daring itu dilaksanakan dalam rangkaian Webinar yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam upaya memperkuat peran perwakilan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri atau VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) di Negeri Belanda, Kamis (11/6-2020).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang menjadi pembicara pada kegiatan webinar sangat memahami kerinduan masyarakat dunia, khususnya warga negara Belanda untuk segera dapat berwisata ke Bali. Sebagai wakil gubernur yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, dirinya banyak mendapat pertanyaan kapan pariwisata Bali akan dibuka kembali.

Pertanyaan itu tak hanya datang dari masyarakat Bali yang sebagian besar berkecimpung dalam sektor pariwisata, publik dunia pun sudah sangat rindu untuk datang menikmati kembali keindahan alam dan budaya Bali. Namun pemerintah belum dapat mengatakan secara pasti kapan Bali akan dibuka kembali.

de
WEBINAR, Wagub Cok Ace saat mengikuti webinar dari kementerian pariwisata.

Cok Ace menyampaikan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat menetapkan 3 kriteria dengan 11 indikator bagi daerah di Indonesia untuk membuka kembali kegiatan ekonominya. Salah satu indikatornya adalah penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir minimal 50 persen sejak puncak penambahan kasus positif Covid-19.

Mencermati perkembangan, menurut Cok Ace saat ini penyebaran Covid-19 di daerah Bali masih belum menunjukkan penurunan yang stabil. Namun ia meyakinkan saat ini Bali terus berupaya melakukan upaya terbaik dalam menanggulangi penyebaran wabah Covid-19. “Sejalan dengan itu, kita juga bekerja keras mempersiapkan segala hal yang esensial bagi kehidupan kenormalan baru (new normal) di masa mendatang,” ujar Cok Ace yang mengikuti webinar secara daring dari ruang kerjanya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Meminta PKK Jadi Motor Penggerak Implementasi Peraturan Gubernur

Salah satu persiapan yang telah dilaksanakan adalah menyusun protokol kesehatan untuk diterapkan pada seluruh sektor pelayanan publik maupun swasta yang berfokus pada kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), serta keamanan (safety). Penglingsir Puri Ubud ini sangat berharap, Bali dapat dengan cepat meraih peluang untuk menjadi destinasi wisata yang unggul begitu dinyatakan layak dibuka kembali.

“Peluang ini dapat kita raih selama kita bisa memastikan wisatawan yang berkunjung ke Bali mendapatkan perasaan aman dari resiko penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, implementasi protokol kesehatan pada seluruh sektor, terutama industri pariwisata, menjadi fokus utama kita semua,” bebernya.

Pada bagian lain, Cok Ace yang didampingi Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa juga meyakinkan publik negeri Belanda bahwa daerah Bali sejatinya cukup berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 hingga mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Sekalipun trend perkembangannya masih fluktuatif, namun secara umum Bali hanya berkontribusi 1,9% pada angka kasus positif Covid-19 di Indonesia dengan angka kematian yang sangat kecil.

Menurut Cok Ace, keberhasilan Bali dalam menekan angka penderita Covid-19 ini berkat upaya dan dukungan dari berbagai pihak. Strategi yang ditempuh Bali untuk menanggulangi pandemi ini pun terbilang unik. Tidak seperti daerah lainnya di Indonesia, Bali memilih untuk tidak melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Strategi Bali dalam menanggulangi pandemi virus Corona dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan instansi pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.

Hal ini ditunjukkan dengan pembentukan Satgas Covid-19 di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya, Bali juga membentuk satgas gotong-royong yang memberdayakan desa adat di Bali. “Ini adalah bentuk sinergitas masyarakat dengan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus dengan memanfaatkan kearifan lokal,” imbuhnya.

Baca Juga  Apresiasi AMB, Wagub Cok Ace Ingatkan Musisi Bali Daftarkan Hak Cipta

Selain itu, Bali juga memberlakukan kebijakan preventif lainnya berupa screening ketat di pintu masuk dan implementasi protokol kesehatan pada fasilitas publik. Salah satu contoh penerapan kebijakan ini adalah memberlakukan syarat hasil tes PCR (swab) negatif bagi pelaku perjalanan udara sebelum keberangkatan menuju Bali. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan keamanan baik bagi wisatawan maupun masyarakat Bali.

Cok Ace menyebut, tes PCR akan meringankan beban pikiran wisatawan sebelum bepergian. Sebab mereka akan lebih percaya diri dan yakin bahwa diri mereka terbebas dari virus Corona. Di sisi lain, masyarakat Bali pun akan dengan senang hati menyambut mereka kembali ke Bali. “Saya menyadari saat ini biaya tes PCR masih terbilang mahal, namun jika melihat manfaat yang diperoleh saya rasa hal ini tidak akan terlalu menjadi hambatan bagi pariwisata Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan, rangkaian webinar ini merupakan upaya pemerintah untuk menggerakkan sektor pariwisata di masa sulit seperti saat ini dengan mengoptimalkan peran VITO yang tersebar di 16 negara di dunia. Menurutnya hal ini  penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update sehingga brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi soft selling antara para pelaku usaha di luar negeri dengan pelaku usaha dalam negeri yang berpartisipasi. Dengan demikian pariwisata Indonesia diharapkan menjadi top of mind dalam pilihan calon wisatawan.

Kegiatan webinar yang sudah dilaksanakan sejak 11 Mei 2020  menyasar pasar sejumlah negara seperti Belanda, Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, India, Timur Tengah dan Arab Saudi. Destinasi wisata yang akan dipublikasikan dalam kegiatan webinar ini adalah Bali (sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia), Batam-Bintan (sebagai destinasi cross border), dan juga Yogyakarta (sebagai salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia). Dalam paparannya, Nia mengurai tentang protokol kenormalan baru CHS (Cleanliness, Health dan Safety) yang diterapkan pada destinasi wisata yang akan dijadikan pilot project. (*/gs)

Baca Juga  Perda Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2020 tentang Kesehatan, Tingkatkan Kualitas Kehidupan Krama Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Disiplin Prokes, Kelurahan Sesetan Libatkan Stake Holder Gelar Operasi Masker

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Meminta PKK Jadi Motor Penggerak Implementasi Peraturan Gubernur

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tingkatkan Disiplin Prokes, Kelurahan Sesetan Libatkan Stake Holder Gelar Operasi Masker
Lanjutkan Membaca