AUDIENSI: DPRD Provinsi Bali yang diwakili Wakil Ketua III Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, SIP menerima Pimpinan Dewan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar dalam rangka audiensi menyampaikan kajian dan sikap terkait polemik impor beras, Jumat (7/5) di Kantor DPRD Bali, Renon Denpasar.
Denpasar, baliilu.com – DPRD Provinsi Bali yang diwakili Wakil Ketua III Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, SIP menerima Pimpinan Dewan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar dalam rangka audiensi menyampaikan kajian dan sikap terkait polemik impor beras, Jumat (7/5) di Kantor DPRD Bali, Renon Denpasar.
Wakil Ketua III DPRD Bali Asmara Putra didampingi wakil dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangkas Sugiarta dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan Lanang Aryawan. Sementara DP GMNI Denpasar dipimpin Sekretaris I Dewa Agung Putra Agung didampingi Wakabid Buruh Tani I Putu Edi Suastawan, Sekretaris Bidang Agitasi dan Propaganda Dafa Daifulah dan pengurus lainnya.
Pada audiensi yang digelar ketat menerapkan protokol kesehatan, DP GMNI Denpasar menyampaikan kajian perihal impor beras. Di antaranya kebijakan impor beras yang mungkin dilaksanakan pada 2021 sangat bertentangan dengan UUD ‘45 yang menyatakan seharusnya pemerintah mementingkan kemajuan umum, masyarakat secara luas. ‘’Apalagi kita mempraktekkan sebagai negara agraris, kalau impor beras tetap dilakukan dengan angka statistik produksi beras surplus, itu berarti pemerintah telah mendegradasi petani,’’ papar Edi Suastawan.
GMNI, kata Edi akan terus mengawal UU Cipta Kerja yang salah satu pasalnya mensejajarkan beras impor dengan beras produksi dalam negeri dalam hubungan ketahanan pangan nasional. Ini tidak sesuai dengan Pancasila sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terlebih lagi paham Trisakti Bung Karno yaitu berdikari secara ekonomi. Begitu juga bertentangan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Khususnya poin pertama pembangunan tentang sandang, pangan dan papan, tentang kemandirian pangan.
Oleh karena itu, GMNI Denpasar mengambil sikap pertama, menolak impor beras saat panen raya, surplus. Kedua, menolak aturan yang merugikan petani. Ketiga, mendesak alokasi dana APBN atau APBD dalam bentuk penyaluran bantuan langsung subsidi untuk petani seperti stimulus peningkatan produksi beras nasional daerah, bukan digunakan untuk membeli beras impor.
Foto bersama usai PD GMNI Denpasar gelar pertemuan dengan DPRD Bali, Disperindag Bali dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali
Keempat, mendesak pemerinah daerah untuk merealisasikan cita-cita kemandirian pangan sebagai mana yang diatur dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kelima, meminta pemerintah daerah untuk melibatkan organisasi pemuda atau mahasiswa secara langsung dalam pemberdayaan ketahanan pangan. Keenam, Gubernur Bali melakukan koordinasi kepada kepala daerah lainnya untuk melakukan distribusi, dari daerah yang surplus beras ke daerah yang defisit produksi.
Menjawab kajian dan sikap GMNI Denpasar, Wakil Ketua III DPRD Bali Asmara Putra secara pribadi menyampaikan dukungan dan setuju dengan kajian dan sikap GMNI terhadap impor beras. Politisi dari Partai Demokrat asal Gianyar ini menegaskan bahwa Mensekneg mengatakan Indonesia tidak mengimpor beras sampai bulan Juni. Selain itu, sampai saat ini Dirut Bulog Budi Waseso menegaskan belum pernah mengusulkan impor beras karena stok di bulog masih memadai. Indonesia mempunyai satu kerjasama dengan Vietnam dan Thailand untuk menjaga stok nasional. Dimana perjanjian itu berlaku apabila kita kekurangan stok beras dan mereka mempunyai surplus beras atau sebaliknya.
Asmara Putra mengungkapkan sikapnya, saat panen raya di Bali dan Jawa sebaiknya tidak ada impor beras. Apalagi kondisi pandemi Covid dengan lumpuhnya pariwisata dan kini bergantung pada pertanian sudah semestinya harus memberikan peluang, menyerap hasil panen petani.
Sebagai wakil rakyat, dewan pasti akan mendorong pemerintah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat khususnya petani. Seperti mendorong izin hotel yang memiliki anak asuh petani sehingga hasil panennya akan ada yang mengambil. Namun hasil produksinya mesti menjaga kualitas seperti hasil pertanian organik.
Sementara itu, Tangkas Sugiarta dari Disperindag Bali mengatakan kaitan dengan impor beras, salah satu tugas disperindag adalah bagaimana tetap menekan, mengetahui berapa sesungguhnya ada stok di pasaran. Ditegaskan yang mengeluarkan persetujuan impor kementerian pertanian sedangkan yang mengeksekusi atau melakukan impor adalah kementerian perdagangan.
Ditambahkan, stok beras Bali sampai bulan Mei relatif aman. Itupun didapatkan dari beras produksi Bali dan yang datang dari luar daerah khususnya Jawa Timur.
Sedangkan Lanang Aryawan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali memaparkan kita mesti berpikir realistis. Tidak dan mau mengimpor beras, mesti melihat potensi di Bali seperti apa. Bila potensi yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah kita setuju dengan tidak mengimpor beras. ‘’Bukan berarti saya mendukung impor. Artinya buat saya, kita betul-betul save akan kebutuhan yang kita miliki,’’ ujarnya.
Lanang menguraikan, penduduk Bali sekitar 4,3 juta jika kebutuhan per kapita rata-rata 10 kg, akan membutuhkan 450 ribu ton. Sementara produksi gabah kering giling Bali saat ini kurang dari 800 ribu ton dalam setahun atau produksi beras akan kurang dari 500 ribu ton. Dibandingkan dengan kebutuhan 450 ribu ton berarti surplusnya sesungguhnya dalam setahun tidak banyak.
Dikatakan Lanang, dalam setahun ada 12 bulan dengan kebutuhan 450 ribu ton dibagi satu musim 4 bulan berarti kebutuhan per satu musim 150 ribu ton. ‘’Nah, jika surplus kita kurang 150 ribu ton maka akan rawan dalam satu musim itu. Idealnya kita harus save dalam konteks dua musim,’’ terangnya seraya menandaskan ketersediaan tak boleh kurang dari 750 sampai 800 ribu ton.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan di Bali, Lanang menyebutkan harus ada areal lain lagi atau bisakah meningkatkan 3 kali panen dalam setahun, sehingga menghasilkan surplus yang aman. Alternatif ini mungkin bisa sejauhmana melakukan pengawalan, sinergi di semua sektor.
Alternatif kedua, lahan pertanian di Bali lebih dari 200 ribu hektar. Sebanyak 67 ribu ha lahan pertanian basah dan 160 ribu ha di luar sawah. Ini merupakan potensi untuk bisa menghasilkan pangan. Lahan perkebunan ini dioptimalkan untuk menghasilkan pangan bukan beras seperti umbi-umbian, jagung atau porang.
Di akhir pertemuan, Tjok. Gede Asmara Putra secara pribadi setuju dengan kajian dan sikap GMNI Denpasar. Namun secara kelembagaan kajian dan sikap GMNI Denpasar terhadap impor beras segera akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD untuk didiskusikan dengan memanggil seluruh anggotanya. ‘’Kebetulan saya menyusun program kerja di DPR sehingga saya akan programkan di Badan Musyawarah supaya bisa dimasukkan di dalam program kerja untuk bisa diturunkan ke diskusi-diskusi secara formal di DPRD sehingga outputnya pun formal,‘’ pungkasnya. (gs)
HADIRI PERINGATAN MILAD: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri peringatan Milad Ke-37 Rukun Warga Muslim Al-Hasanah di Perumahan Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri secara langsung acara puncak peringatan Milad Ke-37 Rukun Warga Muslim (RWM) Al-Hasanah yang dipusatkan di Perumahan Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (25/10). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berkesempatan melepas secara resmi ratusan peserta jalan santai yang menjadi bagian utama dari rangkaian perayaan.
Bupati Wayan Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar RWM Al-Hasanah yang telah memasuki usia Ke-37 tahun. Ia berharap momentum hari jadi ini dapat dijadikan sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat persaudaraan antar warga demi terwujudnya tatanan sosial yang harmonis.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya mengucapkan selamat atas peringatan Milad Ke-37 ini. Semoga momentum ini mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat persaudaraan serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Bupati turut memberikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif RWM Al-Hasanah dalam dinamika kehidupan sosial dan keagamaan di daerah. Keberadaan organisasi kemasyarakatan berbasis keumatan seperti ini dinilai memiliki arti penting dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta merawat keharmonisan antar umat beragama di Gumi Keris.
“Keberagaman yang dimiliki Kabupaten Badung harus senantiasa dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Mari kita bersama-sama menjaga daerah kita dan mendukung program pembangunan Kabupaten Badung,” tegas Adi Arnawa.
Sementara itu, Ketua Keluarga Besar Masjid Al-Hasanah Canggu Permai, Nur Hasim, menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Bupati Badung atas kehadiran dan perhatian langsung yang diberikan kepada warga. Kehadiran pemimpin daerah dinilai memberi motivasi berlipat bagi warga untuk berkontribusi positif.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar kami. Acara ini terasa semakin berwarna dan bermakna, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga toleransi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kami siap bersama seluruh elemen masyarakat menjaga daerah ini, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta merawat kerukunan. Perbedaan bukan penghalang untuk bersaudara, melainkan kekuatan untuk membangun daerah,” ungkap Nur Hasim.
Agenda peringatan ini turut dihadiri oleh Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya, Bendesa Adat Tibubeneng, Kelian Dinas Tandeg, Kelian Dinas Canggu Permai, serta tokoh pengurus Rukun Warga Muslim setempat. (gs/bi)
HADIRI KARYA: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Balai Banjar Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi upacara (upasaksi) Karya Ngenteg Linggih serangkaian Karya Mamungkah, Mendem Pedagingan, Rsi Gana, Ngenteg Linggih, Ngingkup, dan Padudusan Alit di Balai Banjar Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/10) siang.
Rangkaian karya suci tersebut dipuput oleh Ida Ratu Pedanda dari Griya Gede Selat. Agenda keagamaan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, pelingsir Puri Selat, serta krama Banjar Selat. Dalam kesempatan itu, Bupati melaksanakan persembahyangan bersama dan menandatangani prasasti peresmian.
Dalam Sambrama Wacananya, Bupati Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong warga dalam mensukseskan rangkaian upacara sekaligus meresmikan fasilitas banjar baru. “Saya merasa bersyukur dapat hadir bersama krama Banjar Selat dalam rangkaian karya suci ini. Saya mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat yang telah mempersiapkan serta melaksanakan karya ini dengan baik. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi kita semua,” ucapnya.
Bupati berharap gedung Balai Banjar Selat yang baru dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan sosial guna mempererat semangat kekeluargaan. “Dengan adanya Balai Banjar yang baru ini, saya berharap krama dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, adat, dan budaya. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat serta menjadi tempat untuk memperkuat persatuan dan semangat menyama braya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut memaparkan program prioritas Pemkab Badung yang pro-rakyat. Di antaranya program santunan khusus lansia berusia 75 tahun ke atas sebesar Rp 3 juta per tahun yang cair saat hari ulang tahun, serta bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK). Seluruh bantuan ditegaskan wajib disalurkan secara transparan tanpa pemotongan.
Sementara itu, Pemucuk Karya yang juga Perbekel Desa Selat, Made Semawan, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi balai banjar dilakukan karena lokasi lama berdiri di atas lahan milik pribadi. Berkat dukungan penuh pemerintah daerah dan swadaya warga, pembangunan di lokasi baru berhasil rampung. Upacara pengurip bangunan ini didanai dari APBDes Selat dengan total anggaran mencapai Rp 314.000.000. (gs/bi)
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Perayaan HUT Ke-54 STT Giri Kusuma Kelod di Balai Banjar Negara Kelod, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Sabtu malam (24/10). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Sekaa Teruna Teruni (STT) Giri Kusuma Kelod sekaligus Pelantikan Anggota Baru di Balai Banjar Negara Kelod, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Sabtu malam (24/10).
Kehadiran Wakil Bupati Badung disambut hangat oleh krama banjar, tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota sekaa teruna. Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Suardana, Camat Mengwi beserta unsur Tripika, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Wakil Kelian Desa Sading Nyoman Ardika, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi semangat dan kebersamaan pemuda Banjar Negara Kelod yang aktif menjaga kekompakan serta melestarikan tradisi dan budaya Bali. Menurutnya, Sekaa Teruna merupakan garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan modal sosial pembangunan di Kabupaten Badung.
“Selamat Hari Ulang Tahun Ke-54 untuk STT. Giri Kusuma Kelod dan selamat kepada para anggota baru yang dilantik. Generasi muda adalah tulang punggung desa adat dan penerus masa depan daerah. Tetap jaga persatuan, tingkatkan kreativitas, serta teruslah berkarya untuk kemajuan Banjar Negara Kelod dan Kelurahan Sading,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kelian Desa Sading Nyoman Ardika turut menyampaikan pesan agar seluruh anggota menjadikan momentum ini sebagai ajang pembelajaran dalam berorganisasi secara mandiri.
“Selamat merayakan hari ulang tahun Sekaa Teruna Teruni Giri Kusuma Kelod yang ke-54. Mudah-mudahan apa yang menjadi pengabdian dari anak-anak sekalian bisa terbimbing, bisa pulih. Mari bersama-sama krama sekalian, belajar berorganisasi, dan belajar mandiri,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung menyerahkan bantuan dana kegiatan sebesar Rp 30 juta dan anggota DPRD Badung I Made Suwardana sebesar Rp 5 juta. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng serta penampilan kreativitas seni dari pemuda setempat. (gs/bi)