SERAHKAN PANDANGAN UMUM FRAKSI: Ketua Dewan Adi Wiryatama menyerahkan pandangan umum fraksi-fraksi kepada Gubernur Bali Wayan Koster, saat rapat paripurna ke-16 DPRD Bali, Selasa (6/7) di ruang sidang utama gedung DPRD Bali, Renon Denpasar.
Denpasar, baliilu.com – Rapat Paripurna Ke-16 masa persidangan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali dengan agenda utama pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 digelar Selasa, 6 Juli 2021 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Bali Jalan Dr. Kusuma Atmaja No. 3 Niti Mandala Renon Denpasar.
Rapat rapipurna yang digelar secara hibryd, offline dan online dibuka oleh Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos, M.Si. didampingi Wakil Ketua I Sugawa Korry, Wakil Ketua II I Nyoman Suyasa dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, segenap anggota dewan, anggota Forkopimda Provinsi Bali, Sekda Bali dan jajaran OPD Provinsi Bali.
Lima fraksi mendapat kesempatan menyampaikan pandangan umumnya di depan rapat paripurna yang terbuka untuk umum. Di antaranya menyampaikan apresiasi atas raihan opini WTP dari BPK-RI atas laporan keuangan Pemprov Bali TA 2020 sekaligus raihan delapan tahun berturut-turut, dan juga menyoroti masalah penerapan PPKM Darurat Covid-19.
I Made Rai Warsa menyampaikan pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan. (Foto:Ist)
Seperti yang dilontarkan Fraksi PDI Perjuangan melalui I Made Rai Warsa, S.Sos. yang memberikan apresiasi atas raihan 8 tahun berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas penilaian yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Bali dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK – RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020. Pencapaian opini WTP yang kedelapan kali ini merupakan prestasi, kerja keras, tulus, ikhlas dan fokus dari Pemerintah Provinsi Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.
‘’Kami Fraksi PDI Perjuangan, tetap berharap opini WTP ini semakin memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntable. Kami mendorong pencapaian predikat WTP ini tidak hanya sebagai prestasi administrasi normatif, tetapi harus dimaknai sebagai sebuah penghargaan terhadap integritas, taat asas, profesionalisme, dan transfaransi Pemerintahan Provinsi Bali dalam tata kelola keuangan,’’ ujar Rai Warsa.
Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Rai Warsa juga menerima dan memberi apresiasi terhadap Neraca Pemerintah Provinsi Bali, yang menyajikan informasi posisi keuangan daerah mengenai aset, kewajiban dan ekuitas yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Bali pada akhir Tahun Anggaran 2020. Serta memberikan apresiasi terhadap laporan arus kas yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama tahun 2020.
‘’Namun kami prihatin atas laju kasus Corona di Bali sedang meningkat antara lain imbas penularan dari Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan transmisi lokal dan memberikan dukungan sepenuhnya atas upaya Gubernur menerapkan sejumlah strategi yang disiapkan untuk menekan peningkatan ini,’’ ujar Rai Warsa.
Rawan Atmaja dari Fraksi Partai Golkar
Sementara itu, pandangan umum Fraksi Golkar yang disampaikan Rawan Atmaja lebih banyak melontarkan pertanyaan dan usul saran di antaranya pertama, soal kelemahan dalam menyusun laporan keuangan serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan untuk diperhatikan, mengingat Provinsi Bali berturut-turut mendapat WTP. Kedua, terkait pelaksanaan pupuk organik bersubsidi pada Distanpangan memastikan pupuk sebanyak 19 ton telah didistribusikan dan dimanfaatkan pada masing-masing subak mengingat sektor pertanian adalah sektor yang survival di tengah badai pandemi Covid-19. Ketiga, berkenaan dengan rencana pembangunan dan pengembangan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Sarbagita dalam Perda RTRW menyarankan pengembangan dilakukan dalam upaya keseimbangan pertumbuhan ekonomi baru Bali Utara, Barat dan Timur.
Fraksi Golkar juga menyoroti pandemi Covid-19 yang di samping berdampak pada bidang kesehatan juga melumpuhkan sektor ekonomi, dan akan sangat berdampak pada sektor lainnya seperti pendidikan. ‘’Atas kondisi ini agar Gubernur bisa melakukan antisipasi jangan sampai sektor pendidikan lumpuh karena pendidikan sangat menentukan masa depan bangsa,’’ ujar Rawan Atmaja seraya menegaskan Fraksi Golkar sangat mendukung wacana pembukaan pariwisata pada Juli ini dengan tetap mematuhi secara sungguh-sungguh kebijakan dan aturan pemerintah pusat.
I Ketut Juliarta menyerahkan pandangan umum Fraksi Gerindra
Sedangkan Fraksi Gerindra melalui I Ketut Juliarta, S.H. menyampaikan fraksinya mengapresiasi capaian opini WTP. Namun, Fraksi Gerindra berharap capaian WTP yang bersifat administratif tersebut bisa linear dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‘’Untuk itu kami mengingatkan saudara Gubernur agar benar-benar memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, berintegritas, profesional, transparan, dan akuntabel,’’ ujarnya.
Fraksi Gerindra juga menyoroti masalah pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama 1 tahun lebih membuat pertumbuhan ekonomi Bali terpuruk ke jurang yang dalam. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali yang saat ini minus 9 lebih, artinya ada pengangguran 1,350 juta sampai 1,8 juta orang. ‘’Untuk itu, kami menyarankan agar mengalokasikan anggaran untuk meng-cover tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan tersebut, bukan saja dengan stimulus BLT, tetapi juga memberikan pelatihan kewirusahaan dan menyalurkan hasil usaha mereka. Kurangi proyek-proyek fisik yang bersifat mercusuar, focus kepada pemberdayaan ekonomi rakyat,’’ ujarnya seraya mengapresiasi program vaksinasi kepada seluruh warga masyarakat Bali.
I Komang Nova Sewi Putra dari Fraksi Demokrat
Fraksi Demokrat melalui I Komang Nova Sewi Putra, SE juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 berjalan dengan lancar walaupun terjadi beberapa kali refocusing akibat adanya pandemi Covid-19 dan capaian Opini WTP atas penilaian yang diraih dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 secara berturut-turut selama 8 kali.
Fraksi Demokrat juga menyoroti situasi penerapan PPKM Darurat Covid-19, dimana rakyat tidak tahu mesti berbuat apa di dalam mempertahankan hidupnya yang cenderung membuat masyarakat semakin kehilangan harapan hidup. Oleh karena itu, pemberlakuan PPKM Darurat yang saat ini sangat membebani masyarakat krama Bali khususnya masyarakat kecil atau IKM-UKM, Fraksi Partai Demokrat menyarankan kepada Gubernur untuk duduk bersama mencari solusi yang bijak untuk kepentingan krama Bali sehingga mana yang menjadi lebih penting antara sakit karena Covid atau sakit karena kelaparan.
Grace Anastasia serahkan pandangan umum Fraksi Nasdem-Hanura-PSI
Pandangan umum Fraksi Nasdem-Hanura-PSI melalui Grace Anastasia WS, SE menyampaikan apresiasi atas pencapaian Opini WTP yang kedelapan kalinya secara berturut-turut. Dengan meraih opini WTP, artinya kinerja Pemerintah Provinsi Bali dalam membuat laporan keuangannya adalah baik, rinci dan sesuai aturan. ‘’Namun kami mengingatkan agar opini WTP tidak dijadikan tujuan utama. Karena yang jadi tujuan utama itu tetap saja anggaran yang terserap dan sesuai peruntukan seperti yang tercantum dalam perencanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali,’’ ujar Grace.
Selanjutnya Ketua Dewan Adi Wiryatama menyerahkan pandangan umum fraksi-fraksi kepada Gubernur Bali Wayan Koster. (gs)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)