Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Eksekutif dan Legislatif Provinsi Bali Sepakat Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak

BALIILU Tayang

:

saling dukung
Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Sukawati saat menghadiri Rapat Paripurna ke – 9 DPRD Provinsi Bali di ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Renon, Senin, (Soma Wage, Prangbakat) 3 April 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga Eksekutif dan Legislatif Provinsi Bali sepakat untuk menyelenggarakan Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan terhadap anak dilaksanakan melalui kebijakan, program dan kegiatan untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak, termasuk pemenuhan hak anak sesuai kewenangan sehingga dapat mewujudkan Provinsi Layak Anak.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Bali saat menyampaikan Jawaban dan Penjelasan Terkait Pandangan Umum Fraksi – fraksi Terhadap Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang disampaikan pada sidang sebelumnya (27 Maret 2023), dalam Rapat Paripurna ke – 9 DPRD Provinsi Bali di ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Renon, Senin, (Soma Wage, Prangbakat) 3 April 2023.

“Kami sependapat untuk turut berinovasi dan bergerak untuk mensinergikan hal-hal terkait perlindungan anak melalui edukasi guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hak-hak anak, mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak dan mendorong serta bersinergi mewujudkan perarem di desa adat,” cetus Wagub yang juga Panglingsir Puri Ubud ini sembari menjelaskan Perubahan tersebut telah didasari arahan, hasil konsultasi dan koordinasi bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tertuang dalam Pasal 8 Raperda tersebut.

Wagub yang juga seorang seniman topeng ini turut menyampaikan tanggapan berkenaan dengan Pandangan Umum Fraksi-fraksi di luar Raperda tersebut, diantaranya terkait kebijakan pengelolaan sampah Provinsi Bali dengan melakukan perubahan paradigma dari kumpul angkut buang menjadi kebijakan Bali Era Baru yaitu dengan melakukan pengelolaan sampah di sumber dengan mewajibkan warga memilah sampah dan mengolah sampah skala desa/kelurahan/desa adat sesuai Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Baca Juga  Gubernur Bali Gelorakan Masyarakat “Ngamargiang Rahina Tresna Asih” Secara “Niskala-Sakala”

 “Saat ini sudah terbangun 239 TPS3R desa/kelurahan/desa adat di Bali. Khusus untuk pengelolaan sampah di Kota Denpasar mengingat daya tampung TPA Suwung sudah penuh, maka kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yaitu mengoptimalkan TPS3R yang sudah terbangun dan 3 TPST  untuk melakukan pengelolaan sampah di Kota Denpasar dengan menggunakan teknologi bekerjasama dengan Bali CMPP untuk memproduksi RDF (sampah plastik), Wood Fallet (organik dan ranting kayu), dan mengembangkan maggot (organik basah),” pungkas Wagub Cok Ace.

Pada kesempatan yang sama turut diagendakan Tanggapan Dewan terkait Pendapat Gubernur terhadap Raperda Inisiatif Dewan tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Pelindungan Masyarakat, yang telah dibacakan sebelumnya oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali Nyoman Budi Utama. Bahwa jajaran DPRD Provinsi Bali mendukung Raperda tersebut karena bahwasanya situasi yang aman, tenteram dan damai adalah prasyarat mutlak yang dibutuhkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menyelenggarakan roda pemerintahannya, guna dapat menjamin kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Terimakasih dan apresiasi yang tinggi juga kami sampaikan kepada Gubernur Bali, yang telah menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi, atas inisiatif Dewan dalam menyusun Raperda Provinsi Bali tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat,” ujar Nyoman Budi Utama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara

Published

on

By

Presiden Prabowo Hadiri Sesi Terbatas KTT BRICS 2026
KTT BRICS 2026: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bharat Mandapam, New Delhi, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. Sesi tersebut diikuti oleh para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas penguatan tata kelola global yang inklusif serta kerja sama multilateral.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS tahun ini atas sambutan dan keramahtamahan yang diberikan kepada delegasi Indonesia. Presiden Prabowo juga menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan PM Modi dalam memimpin BRICS.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS menjadi sebuah kehormatan, mengingat Indonesia merupakan anggota baru dalam organisasi tersebut. Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada para pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia dalam waktu yang cepat untuk menjadi bagian dari organisasi yang merepresentasikan sebagian besar populasi dunia.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga  Komit Hadirkan Pelayanan Publik Prima, Provinsi Bali Raih Penghargaan Tertinggi dan Penghargaan Khusus dari Ombudsman RI

Selanjutnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kebersamaan di antara negara-negara BRICS akan memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara. Menurut Presiden Prabowo, kekuatan suatu negara pada dasarnya berawal dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tuturnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan tersebut penting agar negara memiliki kemampuan untuk menentukan arah kebijakannya secara mandiri. Indonesia, kata Presiden, tidak menginginkan adanya ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu, sehingga penguatan fondasi nasional menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman presidenri.go.id.

Dengan fondasi yang kuat, Presiden Prabowo meyakini BRICS dapat terus memperluas dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang yang berpengaruh langsung terhadap ketahanan negara-negara anggotanya. Salah satu bidang yang dinilai strategis adalah energi, khususnya melalui penguatan konektivitas sistem energi dan ketahanan energi antarwilayah.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Presiden Prabowo.

Melalui BRICS, Indonesia mendorong lahirnya kerja sama konkret yang memperkuat ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan negara-negara anggota, tetapi juga menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan nyata bagi rakyatnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekolah Lansia di Desa Tegal Harum Dipilih Sebagai Pilot Project Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

100 Sak Beras Murah Disalurkan, Polsek Dentim Pastikan Kebutuhan Pangan Warga Terbantu

Published

on

By

Polsek Dentim Salurkan Beras Murah di Pasar Biaung
SALURKAN BERAS: Polsek Denpasar Timur (Dentim) menyalurkan beras murah kepada masyarakat melalui Pasar Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya mendukung ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Polsek Denpasar Timur (Dentim) menyalurkan beras murah kepada masyarakat melalui Pasar Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., bersama Kanit Binmas IPTU I Kadek Sukasada dan personel Polsek Dentim. Pendistribusian ini mendapat respons positif dari masyarakat yang berbelanja di Pasar Biaung.

Sebanyak 100 sak beras SPHP Bulog didistribusikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kami berharap beras yang disalurkan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan sedikit membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Kapolsek Dentim.

Selama proses pendistribusian berlangsung, kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar. Beras yang tiba di Pasar Biaung juga telah dilakukan pengecekan dan pencatatan sesuai dengan data. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Tegaskan Bali Siap Gelar dan Sukseskan Pemilu 2024
Lanjutkan Membaca

NEWS

Korban Dugaan Pengeroyokan di Mess Proyek Sawangan Meninggal Dunia, Polisi Periksa 11 Orang

Published

on

By

Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pengeroyokan Sawangan
PENYELIDIKAN: Jajaran Polresta Denpasar saat melakukan penyelidikan secara intensif kasus pengeroyokan di Sawangan. (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di mess tenaga kerja proyek pembangunan PT TJS di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kini memasuki babak baru. Salah seorang korban berinisial AW (24) dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialaminya.

Korban AW menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 12 September 2026 sekitar pukul 19.30 Wita. Saat ini, jenazah korban masih disemayamkan di kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Pihak keluarga, dalam hal ini ayah kandung korban, juga telah mengajukan permohonan persetujuan untuk dilakukan autopsi guna kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasus tersebut bermula dari adanya keributan yang terjadi di mess pekerja proyek PT Tunas Jaya di Lingkungan Sawangan pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 23.00 Wita.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, keributan dipicu oleh kesalahpahaman antarpekerja. Seorang pekerja diketahui tidak sengaja menyenggol seng di sekitar kamar mandi sehingga menimbulkan suara keras. Situasi tersebut kemudian mendapat teguran dari petugas keamanan.

Perdebatan sempat terjadi dan seorang pekerja lainnya yang terbangun akibat keributan kemudian menghampiri lokasi. Situasi semakin memanas setelah adanya perkataan yang memicu emosi sejumlah pekerja lain yang berada di sekitar lokasi.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis. Salah seorang korban, AW, sebelumnya mengalami sejumlah luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat malam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polresta Denpasar bergerak melakukan penyelidikan secara intensif. Hingga saat ini, Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga  Majelis Umat Kristen Indonesia Provinsi Bali Kompak Dukung Kepemimpinan Gubernur Koster

Polisi juga terus mendalami rangkaian kejadian, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi dan barang bukti guna mengungkap secara terang peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut serta mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya korban dugaan pengeroyokan yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

“Benar, salah seorang korban kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di mess pekerja proyek di wilayah Sawangan telah meninggal dunia pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 Wita. Saat ini jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan pihak keluarga telah mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasi Humas menjelaskan bahwa kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. “Polresta Denpasar melalui Satreskrim bersama Polsek Kuta Selatan terus melakukan penyelidikan secara intensif. Saat ini sudah ada 11 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kami masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap peran masing-masing pihak secara objektif dan profesional,” tegasnya.

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian. Perkembangan penanganan perkara akan disampaikan sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca