Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gerak Cepat, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Sinergikan Program dengan OPD

BALIILU Tayang

:

de
Pertemuan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Wibawa dengan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AA Gede Bayu Brahmasta Selasa, (23/3) di Kantor Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.

Denpasar, baliilu.com -Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sinergikan 10 Program Pokok PKK dengan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini terungkap saat pertemuan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Wibawa dengan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AA Gede Bayu Brahmasta Selasa, (23/3) Kantor Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu Ny. Antari mengatakan, 10 program pokok PKK disinergikan dengan OPD sebagai upaya gerak cepat dalam membantu pemerintah supaya program PKK bisa tersentuh langsung dengan masyarakat di bawah. Dengan sinergitas dengan OPD dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat seperti mengatasi stunting dan kurang gizi.

Selain itu dengan adanya sinergi dengan OPD Ny. Antari mengaku Tim Penggerak PKK Kota Denpasar bisa membuat taman HATINYA (halaman asri teratur indah dan nyaman) PKK di Pojok Lumintang. Dimana dalam taman itu akan ada berbagai macam sayuran, tanaman obat dan ada budidaya ikan lele. Dengan adanya taman HATINYA PKK bisa menjadi contoh untuk Tim Penggerak PKK di semua kecamatan. “Dengan adanya taman HATINYA PKK maka saat ke lapangan kami bisa memberikan bukti nyata kepada ibu-ibu PKK dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam,” kata Ny. Antari Jaya Negara.

Tidak hanya itu, dalam rapat kerja tersebut Ny. Antari Jaya Negara  mengaku PKK Kota Denpasar  akan menyelenggarakan  pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pasar murah kali ini akan diselenggarakan di tempat yang strategis agar langsung menyasar masyarakat. ‘’Untuk itu kami akan mencari tempat yang tepat sehingga pasar murah itu benar-benar membantu masyarakat Kota Denpasar dalam memenuhi kebutuhan upakara menyambut hari suci Galungan,’’ ujarnya.

Baca Juga  Gerak Cepat, Wawali Arya Wibawa Tinjau Korban Bencana di Denpasar

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AA Gede Bayu Brahmasta mengaku siap bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kota Denpasar. Hal itu dilakukan, karena program –pogram yang ada di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar sasarannya adalah masyarakat. Dari sekian program yang menjadi prioritas adalah mengatasi stunting dan gizi masyarakat. Untuk mengatasi itu maka perlu melakukan kerjasama dengan PKK Kota Denpasar.

Menurut Agung Bayu, 10 program sasaran di lapangan adalah dasa wisma. Dimana dasa wisma itu adalah PKK sendiri, maka dari itu kegiatan memang harus disinergikan sehingga tepat sasaran. Dalam pelaksanaan  dan asas manfaat disinergikan PKK dan OPD lainnya akan bisa dilihat kemanfaatannya. “Untuk mencapai keberhasilan kerja maka diharapkan sinergi ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan terutama dengan PKK,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasar murah yang akan digelar, pihaknya akan melibatkan beberapa pedagang dan petani. Dilibatkan petani menurutnya agar bisa menampung hasil panen petani setelah itu menyasar masyarakat yang membutuhkan maka pihaknya akan mencari lokasi pelaksanaan pasar murah yang dekat dengan masyarakat. Jadi karena sasarannya masyarakat, maka di masa pandemi ini  tempat pasar murah dilaksanakan dekat dengan pemukiman masyarakat.

Dalam pasar murah kali ini pihaknya menyakinkan harganya akan lebih murah dibanding yang ada di pasar, hal itu bisa diberikan karena ada CSR dari beberapa perusahan dan harga langsung dari distributor. (ayu/eka)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Baca Juga  Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Sungai

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Sungai

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pascahujan Guyur Denpasar, Dinas PUPR Gerak Cepat Atensi Sumbatan Air di Beberapa Titik
Lanjutkan Membaca