Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Sebut Tiongkok Sebagai Nyama Kelihan

BALIILU Tayang

:

de
WAGUB COK ACE: Hadiri acara perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang digelar Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali di Restoran Hongkong Garden, Denpasar, Senin (27/1/2020) malam. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster merangkul warga Bali etnis Tionghoa untuk ikut membantu krama Bali lainnya agar bisa hidup lebih baik lagi. Karena sesungguhnya persahabatan Tiongkok dengan Bali secara alamiah sudah terjalin berabad-abad sehingga ia menyebut Tiongkok sebagai nyama kelihan (saudara tua). Hal itu diutarakan Gubernur Wayan Koster dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) pada acara perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang digelar Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali di Restoran Hongkong Garden, Denpasar, Senin (27/1/2020) malam.

Lebih jauh ia mengurai, hubungan yang panjang Bali dengan Tiongkok sudah membentuk  akulturasi budaya yang kini melekat dalam kehidupan masyarakat Bali. Gubernur Koster berharap, melalui momen perayaan Imlek tahun ini, PPIT Daerah Bali dapat berperan aktif untuk terus mendorong serta ikut menggarap peningkatan kehadiran wisatawan dari Negeri Tiongkok ke Bali. Dengan memperhatikan jumlah penduduk dan tingkat kesejahteraan masyarakat Tiongkok yang terus meningkat, potensi wisatawan Tiongkok ke Bali diprediksi dapat mencapai 2 hingga 3 juta wisatawan tiap tahunnya. Pada bagian lain, ia juga menyampaikan keprihatinan atas mewabahnya virus corona yang juga berpengaruh pada kunjungan wisatawan Tiongkok. Menyikapi persoalan ini, pelaku pariwisata diharapkan mengambil langkah antisipasi.

de
CHEN WEI: Wakil Konsulat Jenderal RRT di Denpasar Chen Wei menyambut baik perayaan Imlek di Bali. (Foto: Ist)

Masih dalam sambutannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyinggung tentang Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi dasar pembangunan Bali beberapa tahun ke depan. Pihaknya memberikan perhatian terhadap pembangunan bidang agama dan seni budaya untuk mendorong sumber daya manusia (SDM) Bali untuk terus berinovasi. Dengan demikian dirinya mengajak penduduk Bali keturunan Tiongkok untuk turut mengambil peran aktif membangun SDM Bali menghadapi persaingan di era globalisasi ini. “MEA sudah mulai diberlakukan dan kita di Bali juga akan kebanjiran arus bebas barang dan jasa, tenaga kerja, serta modal dan investasi. Oleh karena itu SDM yang siap bersaing harus kita persiapkan melalui berbagai program dan kegiatan dan sinergisitas berbagai pemangku kepentingan termasuk peran aktif PPIT Provinsi Bali,” urainya. Gubernur Koster berharap perayaan Imlek menjadi motivasi bagi warga Bali etnis Tionghoa untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa. Keleluasaan yang diberikan pemerintah dalam merayakan Imlek harus digunakan untuk membangun bangsa ini melalui kebudayaan yang adiluhung.

Baca Juga  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Kirim Pesan Pemerintah tetap Jaga Kebhinekaan di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, Ketua PPIT Bali Cahaya Wirawan Hadi menyampaikan terima kasih atas kesediaan beberapa tokoh organisasi di Bali untuk melakukan perayaan Imlek 2571 secara bersama-sama. Menurut dia, ini menjadi momentum kebersamaan untuk merayakan Imlek yang dirayakan di seluruh dunia. Ia juga menyinggung kemunculan virus corona yang beberapa sepekan menyita perhatian dunia. Ia berharap kasus tersebut bisa segera tertangani. Wakil Konsulat Jenderal RRT di Denpasar Chen Wei juga menyambut baik perayaan Imlek di Bali. Menurut dia, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara luar biasa. (*/balu1)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Desa Dauh Puri Kelod Gencarkan Patroli Wilayah, Sasar Hunian Non-Permanen
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) di Denpasar, 4 Pasien Sembuh, Kasus Positif Bertambah 11 Orang

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) di Denpasar, 4 Pasien Sembuh, Kasus Positif Bertambah 11 Orang
Lanjutkan Membaca