Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Letakkan Batu Pertama Gedung 2A RSUD Bangli

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta Puji Kepemimpinan Gubernur Koster

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Wayan Koster foto bersama usai peletakan batu pertama Gedung 2A RSUD Bangli, Jumat (24/3). (Foto: ist)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat (24/3/2023) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung 2A Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangli. Gubernur Koster saat itu didampingi Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Wayan Diar.

Di depan Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta melaporkan, acara peletakan batu pertama ini sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bangli, dengan mengadakan pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan. Karena, RSUD Bangli merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangli. Sedana Arta juga mengungkapkan, Gubernur Bali memiliki peran penting dalam setiap pembangunan di Bangli.

“Kita selalu melibatkan Bapak Gubernur Bali, baik dari sisi aset (tanah), pendanaan (BKK Provinsi) maupun dukungan fasilitasi untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Kita sudah membangun 2 gedung dan dihibahkan aset tanah 71 are. Sudah kita bangun dan manfaatkan di antaranya untuk gedung parkir dan tempat pengolahan limbah (IPAL),” paparnya.

Dari dana BKK Provinsi yang diberikan kepada Kabupaten Bangli sejumlah Rp 70 miliar, ungkap Sedana Arta, sebanyak Rp 25 miliar untuk membangun gedung rawat inap RSUD Bangli.

“Lebih banyak dana BKK Provinsi untuk melakukan pembangunan di Kabupaten Bangli. Begitulah adanya kita di Kabupaten Bangli, di hampir seluruh pembangunan yang dilakukan di Bangli, terdapat sharing dana dengan Pemerintah Provinsi Bali. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali Wayan Koster. Belum pernah kita memiliki gubernur yang memperhatikan Bangli secara intens seperti saat ini. Komitmen Pak Gubernur untuk membangun Bangli pada khususnya tidak perlu diragukan lagi. Hal yang baik seperti ini harus disampaikan kepada masyarakat. Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster adalah pemimpin yang betul-betul komitmen bekerja dengan cerdas, tangguh, fokus, tulus, dan lurus dengan memiliki jaringan yang kuat untuk membangun Bali pada umumnya dan Kabupaten Bangli pada khususnya,” ucapnya.

Baca Juga  Sidang Paripurna, Gubernur Koster Tegaskan Pesan Leluhur sebagai Panduan Pembangunan Bali

Untuk itu, Bupati Sedana Arta berharap, Gubernur Wayan Koster bisa terus memimpin Bali ke depannya agar keseimbangan pembangunan di Bali bisa terwujud sesuai dengan tujuan Ekonomi Kerthi Bali. “Kita harus bersemangat, bekerja keras, tidak perlu tanggung-tanggung untuk mempercepat pembangunan Bangli dengan semangat jengah,” pungkasnya.

koster
Gubernur Wayan Koster bersama Bupati Bangli Sedana Arta dan pejabat lainnya menekan tombol menandai peletakan batu pertama Gedung 2A RSUD Bangli, Jumat (24/3). (Foto: ist)

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta karena sudah banyak melakukan pembangunan di Bangli. “Jika dihitung, hari ini sudah ground breaking yang ke-7 kali saya lakukan di Bangli. Dengan demikian, itu artinya ada 7 pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan di Bangli dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun ini. Ini merupakan progres yang sangat cepat yang dilakukan oleh Bupati Bangli,” bebernya.

Pembangunan di Bangli, dikatakan Koster, memang relatif lambat dibandingkan daerah lainnya di Bali sebelumnya. Jadi tidak ada tampilan wajah baru sebagai penanda adanya pembangunan fasilitas publik untuk pelayanan masyarakat di Kabupaten Bangli yang bisa dibanggakan.

“Saya sangat memahami keterbatasan yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli, sehingga apa yang diminta oleh Bapak Bupati Bangli pasti saya berusaha berikan. Di tempat kita saat ini berdiri, merupakan tanah yang dimiliki oleh RS Jiwa Provinsi Bali diminta 70 are supaya bisa terkoneksi RSUD Bangli-nya maka saya berikan. Lahan lainnya milik Pemprov Bali kurang lebih 40 are juga kita berikan kepada Pemkab Bangli untuk membangun Mall Pelayanan Publik. Tentu ini saya dukung, karena saya ingin seluruh kabupaten/kota memiliki Mall Pelayanan Publik sebagai bentuk pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Meskipun dalam keterbatasan anggaran akibat pandemi Covid-19, Koster mengatakan tetap bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan melalui BKK yang disalurkan kepada kabupaten/kota yang memerlukan.

Baca Juga  Pansus TRAP Gelar Rapat Kerja dengan Gubernur Koster, Siapapun Bekingnya Harus Ditindak Tegas dan Keras

‘’Sebenarnya, Pemerintah Provinsi Bali tidak memiliki uang. Saya jelaskan, tahun pertama setelah saya dilantik, tahun 2019 PAD Provinsi Bali yakni Rp 4 triliun. Tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19, PAD kita yakni Rp 3,035 triliun. Di tahun 2021 membaik menjadi Rp 3,2 triliun. Pada tahun 2022 naik menjadi Rp 3,8 triliun. Kalau dibandingkan dengan sebelum saya memimpin, banyak anggaran yang tidak tepat. Kebiasaan membuat APBD yang diberikan kepada OPD banyak yang tidak terarah sehingga uang habis tidak ada hasil yang terlihat,” tambahnya.

Di era kepemimpinan Koster sekarang, selain pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Bali, juga dilaksanakan pembangunan kepada kabupaten di seluruh Bali di luar Kabupaten Badung yang bisa melakukan pembangunan sendiri.

Menurut mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, seorang pemimpin harus memiliki spirit kuat untuk membangun. Membangun dengan prioritas yang benar. Mana yang harus dibangun berdampak pada peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan masyarakat dan pembangunan yang produktif yang bisa menghasilkan pendapatan daerah maupun menopang perekonomian daerah.

“Bupati Bangli ini betul-betul bisa bekerja dengan baik, bisa mengelola anggarannya secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Pemimpin tahu keterbatasan anggaran, tahu bagaimana cara mengelola anggaran agar bisa terlihat hasilnya, outputnya dan manfaatnya untuk masyarakat. Itulah sebabanya saya mendukung penuh Bupati Bangli,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Koster, hampir 5 tahun ia memimpin Bali, sudah banyak pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan baik dengan menggunakan APBD maupun APBN. Di antaranya pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani, Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Pembangunan 3 pelabuhan sekaligus yakni Pelabuhan Sanur di Denpasar, Sampalan di Nusa Penida dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Pembangunan Bendungan Sidan dan Bendungan Tamblang.

Baca Juga  Kuat hingga Tingkat RT, Gubernur Koster Minta Kepala Daerah Beri Dukungan Penuh untuk TP PKK, Pembina Posyandu dan Dekranasda

“Banyak yang sudah dicapai, dan masih banyak yang belum dikerjakan. Karena banyak masalah sejak dahulu tidak dikerjakan dan harus saya kerjakan. Masih harus kerja keras untuk membangun Bali ke depan, terutama infrastrukturnya. Saya sedang menyiapkan masterplane infrastruktur daratnya Bali, infrastruktur lautnya Bali. Infrastruktur Bali harus maju dan bisa bersaing kualitasnya sekaligus bisa menopang perekonomian Bali. Tidak ada ekonomi maju tanpa dukungan oleh pembangunan infrastruktur. Kalau mau ekonomi maju maka bangunlah infrastruktur dan sarana prasarana pendukungnya. Masih banyak yang harus dibangun di Bangli, karena Bangli memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Pilar Perekonomian, Pemprov Bali dan BI Perkuat Sinergi Ekonomi Berkelanjutan melalui Bali Jagaditha VII

Sekda Dewa Indra: Bali Tetap Terbuka bagi Investasi yang Memperhatikan Masyarakat, Lingkungan, dan Budaya Lokal

Loading

Published

on

By

Bali Jagaditha
CLOSING CEREMONY: Penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Penyelenggaraan Bali Jagaditha VII Tahun 2026 kembali mencatat capaian signifikan dalam penguatan investasi, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali. Ajang yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan bisnis bernilai triliunan rupiah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagaditha yang kini memasuki edisi ketujuh.

“Saya sangat berbahagia. Jika kita mengikuti sejak penyelenggaraan pertama, kegiatan ini terus berkembang dan semakin luas. Pemangku kepentingan yang terlibat juga semakin banyak. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra.

Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menilai Bank Indonesia terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya, serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Baca Juga  Menko Airlangga Hartarto Apresiasi Upaya Cepat Koster Tangani Banjir dan Korban, Siap Dukung Pembangunan Bali

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali pada angka 2,99 persen.

“Mengingat Bali, saya selalu teringat film Eat Pray Love. ‘Eat’ menggambarkan perputaran ekonomi yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Bali tinggi dan inflasinya terjaga. Bali patut menjadi teladan,” ujarnya.

Menurut Rudi, filosofi “pray” mencerminkan keseimbangan antara aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjadi ciri pembangunan Bali. Adapun “love” menggambarkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, hingga perwakilan negara sahabat.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat. Sinergi yang baik akan menghasilkan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, melaporkan bahwa Bali Jagaditha VII merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah.

Mengusung tema Bhumi Parahita, kegiatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi hijau dan penguatan budaya yang menjadi prioritas nasional.

Di sektor pariwisata, pelaksanaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 berhasil menghadirkan 407 buyer dari 44 negara serta 208 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menghasilkan potensi kesepakatan bisnis senilai Rp6,9 triliun.

Pada sektor investasi melalui Bali Investment Forum 2026, kegiatan ini mempertemukan 21 pemilik proyek dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional, termasuk para duta besar negara sahabat. Forum tersebut juga diisi dengan kunjungan proyek dan pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one meeting).

Sementara itu, sektor UMKM mencatat potensi ekspor sebesar Rp 23,03 miliar. Selama tiga hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut dikunjungi sekitar 60.000 orang dengan nilai transaksi langsung mencapai Rp 1,9 miliar.

Baca Juga  Kebut Tuntaskan Sampah dan Gunakan Energi Baru Terbarukan, Gubernur Koster: Butuh Tindakan Kolektif Bukan hanya Pemerintah

Achris mengatakan skala Bali Jagaditha terus berkembang dan ke depan akan mencakup sektor-sektor strategis lainnya, seperti energi terbarukan, infrastruktur, serta pengolahan sampah.

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Pada rangkaian penutupan acara, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam rekor untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis Endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak.

Selain itu, dilakukan penyerahan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara investor dan UMKM lokal, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengembangan keuangan daerah, serta penyerahan katalog investasi Bali–Nusa Tenggara kepada para duta besar negara sahabat.

Sejumlah duta besar hadir secara langsung dalam acara tersebut, antara lain Duta Besar Pakistan, Duta Besar Bahrain, Duta Besar Oman, dan Duta Besar Armenia. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian komunitas internasional terhadap peluang investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Tinjau Telajakan Desa Adat Batu Lantang, Berikan Apresiasi Rp 20 Juta untuk Warga

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi.

Sambil berbincang dengan warga setempat, ia tampak berkeliling meninjau telajakan yang sebelumnya telah ditata dan ditanami berbagai jenis tanaman hias oleh warga desa. Sesekali, ia juga memberikan masukan mengenai cara penataan telajakan agar tampak asri dan enak dipandang.

“Jika menanam tanaman, daunnya dipangkas terlebih dahulu untuk mengurangi stres air dan mendorong pertumbuhan akar,” jelasnya sambil memangkas daun tanaman yang tampak layu karena baru ditanam menggunakan gunting dahan.

Menurutnya, jenis tanaman yang dipilih juga harus diperhitungkan agar terlihat menarik dan tidak saling tumpang tindih dengan tanaman lainnya. Selain itu, pemeliharaan dan pemupukan juga harus mendapat perhatian yang baik.

Pupuk organik hasil pengelolaan sampah rumah tangga, lanjutnya, sangat bermanfaat untuk membantu menyuburkan tanah sekaligus memberikan nutrisi bagi tanaman di sekitar rumah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk semakin giat melaksanakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Sebagai bentuk perhatian dan sesuai dengan janjinya saat meninjau pelaksanaan Kegiatan Kul-Kul PKK dan Posyandu di Desa Adat Batu Lantang pada 5 April 2026 lalu, Ny. Putri Koster memberikan apresiasi sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Batu Lantang.

“Kalau dulu Ibu berjanji memberikan hadiah Rp 10 juta, sekarang Ibu tambahkan menjadi Rp 20 juta,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana tersebut kepada masyarakat, baik untuk pemberian penghargaan kepada warga dengan penataan telajakan terbaik maupun untuk membenahi telajakan yang masih perlu ditata di wilayah Desa Adat Batu Lantang.

Baca Juga  LNG Sidakarya Segera Dibangun, Amdal akan Terbit Akhir September, Koster: Dibangun 3,5 Km dari Pantai

“Tapi pesan Ibu satu, telajakan ini harus terus dirawat. Ibu ingin telajakan di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Kemudian, untuk tiga telajakan lainnya, nanti Ibu akan tinjau kembali pada bulan Desember,” janjinya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batu Lantang, I Made Sarpa, menyampaikan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang. Ia mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin rajin merawat telajakan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster yang didampingi Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, juga menyerahkan bantuan sebanyak 200 kilogram beras kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Harapan yang Tumbuh di SRMP 17 Tabanan: Kisah Orang Tua Menyambut Masa Depan Anak

Published

on

By

prabowo di tabanan
HADIR DI SEKOLAH RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto bersama orang tua siswa yang hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Tabanan, baliilu.com – Di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026, tersimpan kisah-kisah perjuangan keluarga yang kini menemukan secercah harapan melalui program Sekolah Rakyat. Bagi banyak orang tua, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan jalan bagi anak-anak mereka untuk meraih masa depan yang selama ini terasa begitu jauh.

Ni Putu Yuniawati menjadi salah satu orang tua yang merasakan langsung manfaat kehadiran Sekolah Rakyat. Dengan mata berbinar, Yuniawati menceritakan bahwa sang anak, Rizky kini memiliki cita-cita yang jelas. Rizky ingin menjadi insinyur pertanian. Bagi Yuniawati, mimpi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan agar anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

“Sekarang saya harap anak-anak saya tuh biar bangga mencapai tujuannya mereka sekolah karena kami orang tak punya. Saya mengucapkan sama Pak Presiden banyak terima kasih membantu orang-orang yang tak mampu,” ujar Yuniawati penuh haru.

Kisah serupa datang dari I Nyoman Sukonado, seorang buruh tani yang hadir dalam gelar griya sebagai orang tua calon siswa. Dengan penghasilan yang tidak menentu, jika ada pekerjaan, Sukonado selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Dari enam orang anak yang dimilikinya, lima anak sebelumnya terpaksa berhenti sekolah setelah jenjang SMP.

“Saya juga berterima kasih banyak sekali kepada Bapak Prabowo yang punya program sebesar ini, membiayai masyarakat miskin seperti saya, biar bisa anaknya menimba ilmu. Saya banyak-banyak terima kasih,” ungkap Sukonado.

Bagi Sukonado, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarganya. Ia berharap sang anak kelak dapat memperoleh pekerjaan yang baik dan membantu keluarga di masa depan.

Baca Juga  Menko Airlangga Hartarto Apresiasi Upaya Cepat Koster Tangani Banjir dan Korban, Siap Dukung Pembangunan Bali

Sementara itu, Ni Putu Megayani menyaksikan sendiri bagaimana Sekolah Rakyat membantu mengembangkan potensi anaknya, Ni Made Ayu Arini. Sejak bersekolah di SRMP 17 Tabanan, Arini terus menunjukkan prestasi, termasuk di bidang olahraga.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Arini telah mencatatkan prestasi pada cabang lompat jauh tingkat provinsi. Setelah bersekolah di Sekolah Rakyat, bakatnya terus berkembang dan kini ia juga berprestasi di cabang bulu tangkis.

“Saya sangat bangga kepada anak saya karena anak saya bisa mandiri dan dia berprestasi di sekolah rakyat ini dan saya sangat bangga kepada anak saya sendiri karena dia bisa mandiri dan dia tidak mau menyulitkan saya sama bapaknya,” kata Megayani.

Sebagai seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Megayani mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat. Ia bahkan berharap anaknya yang lain juga dapat memperoleh kesempatan serupa pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat ini. Terima kasih Pak Prabowo atas semua yang diberikan kepada saya. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya ingin anak saya sukses nantinya, dan saya ingin anak saya melebihi diri saya sendiri,” tuturnya.

Kisah Yuniawati, Sukonado, dan Megayani menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan harapan bagi keluarga-keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita mereka.

Bagi para orang tua tersebut, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus keluarga mereka. Di balik setiap ruang kelas, tumbuh harapan-harapan besar yang kini perlahan mulai menemukan jalannya. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Dihadapan 135 Negara Gemakan Nilai Sad Kerthi Guna Selamatkan Alam dari Bahaya Merkuri

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca