Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kongres PSBI IV 2022 di Puspem Badung, Bupati Giri Prasta Dukung Secara Materiil dan Moril Keluarga Besar Warga Simbolon

BALIILU Tayang

:

Kongres PSBI
Bupati Nyoman Giri Prasta menghadiri pembukaan Kongres PSBI IV 2022, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (4/7). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Gubernur Bali Wayan Koster, perwakilan Pangdam Udayana dan Kapolres Badung AKBP. Leo Dedy Defretes menghadiri pembukaan Kongres PSBI (Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia) IV 2022, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (4/7).

Turut hadir Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon, jajaran pengurus PSBI pusat dan daerah serta seluruh delegasi Kongres di 153 wilayah yang ada di Indonesia dan luar negeri. Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta disematkan Kain Ulos dan diberikan gelar Marga Simbolon oleh Ketua Umum PSBI beserta jajaran sebagai ucapan rasa terimakasih dan ungkapan rasa kasih sayang warga Simbolon atas dukungan penuh Bupati Badung dalam mensukseskan kongres tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Nyoman Giri Prasta mengucapkan selamat atas terselenggaranya Kongres PSBI IV 2022, pihaknya berharap kongres bisa berjalan lancar sehingga menghasilkan keputusan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan NKRI.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung saya mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Kabupaten Badung. Menjadi sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Badung karena Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung dipercaya dan dipilih sebagai tempat pembukaan Kongres PSBI IV 2022. Semoga jalinan tali silaturahmi dan persaudaraan warga Batak dan Kabupaten Badung bisa semakin erat ke depannya,” ucapnya.

Bupati Giri Prasta menambahkan, sebagai kabupaten yang komit membumikan 4 pilar kebangsaan, pelaksanaan kongres PSBI IV di Kabupaten Badung diharapkan bisa menularkan vibrasi positif agar PSBI kedepannya makin solid dan kompak, terlebih SDM yang dimiliki PSBI begitu luar biasa. “Kehadiran warga Simbolon hari ini di Kabupaten Badung berkontribusi dalam penyumbang PAD. Saya secara materiil dan moril sepenuhnya memberikan dukungan kepada keluarga besar warga Simbolon,” pungkasnya.

Baca Juga  Wapres RI Maruf Amin Serahkan Bantuan PKH di Kabupaten Badung

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai tempat kongres terlebih dengan jumlah peserta ribuan diyakini mampu mendukung upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali yang 2 tahun belakangan mengalami tekanan akibat Covid-19. “Bali dan Sumatera Utara sama-sama memiliki budaya yang kuat, kami siap bersinergi dalam pengembangan budaya dan pariwisata Toba menuju destinasi wisata kelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra atas nama pribadi dan kepolisian menyampaikan selamat atas pelaksanaan kongres PSBI IV tahun 2022. “Selamat, semoga kongres bisa berjalan lancar dan aman, kami Polda Bali akan mendukung kegiatan yang dilaksanakan seminggu ini. Semoga berjalan lancar dan menghasilkan keputusan sesuai harapan bersama,” harapnya

Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon mengucapkan syukur pada Tuhan karena atas kemurahanNya kongres PSBI IV yang dirancang sejak beberapa tahun lalu bisa terselenggara dengan lancar di Kabupaten Badung. Puncak acaranya akan diperingati dengan menggelar Pesta Bolon sebagai syukuran akbar karena Tuhan telah mengaruniakan keturunan 300 ribu jiwa warga Simbolon yang tersebar di seluruh dunia

“Atas perkenan Tuhan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya hari ini kita bisa selenggarakan kongres di pulau yang kita cintai bersama dengan tertib. Setahun lalu kami ke Bali melakukan audiensi terkait rencana pelaksanaan kongres hari ini, dan semua pihak sampai tingkat banjar semua welcome. inilah Bali patut dijadikan contoh sebagai daerah yang sangat terbuka kepada semua pihak,” ungkapnya.

Stiring komite Kongres, Raden Simbolon melaporkan kongres akan berlangsung 4 sampai 5 hari, mulai tanggal 4 sampai 8 Juli. Puncak acara dilaksanakan dengan menggelar pesta Simbolon di Peninsula Nusa Dua, dengan jumlah peserta Delegasi 75 orang, Pengurus Ina 68 orang, Pengurus Ina wilayah 110 orang, Pengurus Wilayah 379 orang, Naposo 83 orang, Delegasi 715 orang dan Peninjau 852 orang. “Kami sangat mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu sehingga kongres ini bisa berjalan baik, ” katanya. (gs/bi)

Baca Juga  Serius Tangani Stunting, Sekda Dewa Indra Wakili Gubernur Kukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Program Nasional, Pastikan Tata Kelola yang Bersih dan Bebas Korupsi

Published

on

By

pengawasan program nasional
KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah tegaskan komitmen memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional guna memastikan seluruh kebijakan dapat berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” tegas Menteri Pras.

Lebih lanjut Menteri Pras menuturkan bahwa penguatan pengawasan ini berlaku untuk seluruh program pemerintah yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga. Oleh karenanya, pemerintah melalui sejumlah badan pengawasan akan terus mendorong fungsi pengawasan untuk menjalankan tugas secara optimal.

“Sesungguhnya kan seluruh program pasti harus dilakukan pengawasan ya, seperti BPKP ini kan adalah audit internal keuangan pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga ya secara rutin ada pengawasan terhadap seluruh proses di kementerian dan lembaga masing-masing,” jelasnya.

Selain pengawasan institusional, Menteri Pras mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden secara rutin menerima laporan perkembangan program dari seluruh kementerian dan lembaga guna memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Jadi beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, memang rutin seluruh program, seluruh kementerian dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wapres RI Maruf Amin Serahkan Bantuan PKH di Kabupaten Badung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas  

Published

on

By

korupsi imipas
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto; dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai kasus korupsi di jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) telah merusak wajah Indonesia di dunia internasional. Ia pun meminta agar lembaga yang mengurus keimigrasian diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Menurut Andreas, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat kembali mengingatkan publik bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik masih menjadi tantangan serius.

“Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara,” kata Andreas Hugo Pareira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT di kantor Imigrasi Jakarta Barat beberapa hari lalu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin tinggal di Indonesia, dalam hal ini adalah Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) maupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Kasus ini turut menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim di mana KPK telah menahan 8 orang. KPK menjerat Silmy dkk dengan pasal pemerasan dan gratifikasi.

Terkait kasus tersebut, Andreas menyatakan dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa.

“Tentunya kami di DPR sama seperti publik yang berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas,” ujar Legislator dari Dapil NTT itu.

Di luar aspek penegakan hukum pada kasus ini, Andreas pun menilai terdapat pertanyaan yang lebih besar.

Baca Juga  Berbagi Pengetahuan Terkait Tupoksi, Prokompim Makassar Kunjungi Prokompim Badung

“Bagaimana praktik semacam ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?” ungkap Andreas.

“Maka kita harus memastikan agar kasus ini tidak berhenti sebagai peristiwa hukum semata, melainkan menjadi momentum evaluasi sistemik terhadap tata kelola keimigrasian nasional,” imbuhnya.

Andreas mengingatkan, pelayanan keimigrasian merupakan salah satu sektor strategis yang berhubungan langsung dengan investor, tenaga kerja asing, wisatawan, hingga ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

“Jika pengurusan izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui praktik suap, maka muncul risiko besar berupa masuknya individu yang tidak memenuhi persyaratan atau bahkan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban,” ucap Andreas.

Di sisi lain, Andreas berpandangan keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya operasi tangkap tangan, tetapi dari kemampuan negara mencegah praktik serupa terjadi kembali.

“Imigrasi sebagai pintu gerbang masuk dan keluar orang asing harus diisi oleh SDM yang mempunyai kapasitas dan kompetensi di bidang keimigrasian baik di level pimpinan maupun pelaksana,” ucapnya.

“Serta yang lebih penting lagi adalah individu yang berintegritas dan dedikasi tinggi dalam hal pelayanan publik baik dalam maupun luar negeri,” lanjut Andreas.

Andreas berharap, Pemerintah mengambil banyak pelajaran dari kasus suap di Imipas ini. Khususnya dalam hal pemilihan pejabat dan pelaksana di jajaran Imipas.

“Karena sebagai pintu gerbang, imigrasi juga adalah ‘wajah’ Indonesia, baik ke publik domestik mapun di dunia internasional,” tegas Andreas.

Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan keimigrasian tersebut menambahkan, praktik korupsi dalam layanan imigrasi menciptakan ketidakadilan. Andreas menyebut, kondisi seperti itu berpotensi merusak kepercayaan yang selama ini terus diupayakan Negara.

“Warga negara asing yang mengikuti prosedur resmi akan dirugikan karena harus bersaing dengan pihak yang memperoleh kemudahan melalui jalur ilegal,” terangnya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Pimpin Rapat Koordinasi IPSI Bali

Andreas juga menyinggung Indonesia yang tengah berupaya menarik investasi global, meningkatkan sektor pariwisata, dan memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur dan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Namun, upaya tersebut dapat terhambat jika praktik korupsi dalam perizinan masih ditemukan di lapangan,” sebut Andreas.

“Kasus ini harus menjadi alarm penting bahwa reformasi birokrasi di sektor keimigrasian belum sepenuhnya selesai,” sambungnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal belum cukup efektif dalam mendeteksi dugaan penyimpangan sebelum aparat penegak hukum turun tangan.

“Kami akan meminta penjelasan mengenai sistem audit, pengawasan elektronik, dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang selama ini berjalan,” sebut Andreas.

“Apakah ada tanda-tanda penyimpangan yang sebenarnya sudah terdeteksi tetapi tidak ditindaklanjuti? Karena salah satu akar masalah korupsi pelayanan publik adalah interaksi langsung yang berlebihan antara pemohon dan petugas,” tambahnya.

Menurut Andreas, semakin banyak proses yang dilakukan secara digital dan terdokumentasi otomatis, maka semakin kecil ruang negosiasi ilegal. Untuk itu, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan KITAS, KITAP, hingga pengawasan terhadap agen atau pihak ketiga yang mengurus dokumen keimigrasian.

“Banyak kasus perizinan melibatkan broker atau pihak ketiga yang menjadi penghubung antara pemohon dan pejabat. Harus ada penataan terhadap praktik jasa pengurusan izin agar tidak menjadi celah munculnya suap,” papar Andreas.

Andreas menekankan pentingnya pembenahan kelembagaan imigrasi. Ia mendorong agar Kementerian Imipas segera menyusun peta risiko korupsi pada seluruh layanan strategis.

“Setiap titik layanan yang memiliki potensi transaksi ilegal harus diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi dan akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Andreas menyebut perlu ada evaluasi berkala terhadap pejabat yang menduduki posisi strategis, terutama pada unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan WNA.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai ST. Putra Presada Desa Gulingan

“Rotasi jabatan, audit integritas, serta penguatan budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan. Pendekatan ini penting agar kasus serupa tidak terus berulang setiap beberapa tahun dengan pola yang hampir sama,” urai Andreas.

Di tengah berbagai tantangan global, Andreas menyebut Indonesia membutuhkan birokrasi yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya.

“Karena itu, OTT KPK di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem, bukan hanya sekadar menghukum oknum,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kementerian Imigrasi Lakukan Pungli, Yanuar Arif: Terus Terang, Ini Memalukan!  

Published

on

By

pungli imigrasi
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo, menyoroti kasus yang tengah menjadi perhatian publik terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran birokrasi untuk memperkuat integritas dan menutup celah terjadinya penyimpangan.

Yanuar mengaku prihatin atas munculnya kasus yang melibatkan pejabat publik tersebut. Ia menilai kejadian itu mencederai harapan masyarakat terhadap aparatur negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani dan membela kepentingan rakyat.

“Terus terang ini berita yang sangat mengecewakan ya, di mana harapan kita semua pejabat publik bisa menjaga integritas, bisa menjaga kemurnian perjuangan membela rakyat, tentu ini sangat mencederai,” ujar Yanuar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian Imipas di DPR RI, Yanuar menegaskan bahwa kasus tersebut harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal.

Menurutnya, masih adanya dugaan pungli menunjukkan bahwa terdapat celah dalam sistem birokrasi yang memungkinkan terjadinya praktik-praktik menyimpang.

“Ini harus jadi pelajaran penting terutama bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa ternyata masih ada ruang-ruang gelap, adanya pungli di dalam sebuah proses perizinan dan seterusnya. Ini tentu harus menjadi pelajaran penting,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Yanuar menekankan bahwa penguatan integritas dan independensi aparatur harus menjadi prioritas utama dalam upaya reformasi birokrasi. Ia berharap seluruh jajaran kementerian dapat melakukan pembenahan secara serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Seluruh jajarannya harus menjadikan integritas dan independensi itu sesuatu yang sangat dibutuhkan sekarang. Jadi harapan saya ini menjadi pelajaran penting dan jangan terulang lagi. Kita hilangkan ruang-ruang gelap dalam birokrasi yang ini akan menimbulkan potensi terjadinya kecurangan, terjadinya korupsi, pungli,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Terima Kunjungan dan Gala Dinner Delegasi Peserta MACS G20

Lebih lanjut, Yanuar berharap proses penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Mudah-mudahan ini bisa diungkap secara terbuka dan menyeluruh. Itu harapan kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca