Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ny. Putri Koster: Manfaatkan Pekarangan Rumah Bantu Hemat Keuangan Keluarga

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali.

Denpasar, baliilu.com – Sejak tahun 2019, TP PKK Provinsi Bali sudah gencar mensosialisasikan program HATINYA PKK. Program yang memanfaatkan halaman pekarangan rumah masing-masing dengan menanam tumbuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari bertujuan membantu menghemat keuangan keluarga. Prinsip HATINYA PKK adalah membuat halaman selain bermanfaat juga indah dan asri.

‘’Jika gerakan itu sudah konsisten dijalankan sejak setahun lalu, maka akan berguna saat pandemi Covid-19 ini. Sekarang banyak saudara kita yang dirumahkan, bahkan ada yang kehilangan mata pencaharian. Jika dari tahun lalu masyarakat sudah konsisten memanfaatkan halaman pekarangan, sekarang harusnya sudah tidak kesulitan memenuhi pangan untuk keluarga,” papar Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam dialog Radio Pinguin 103.6 FM pada Selasa (2/6-2020) di Denpasar yang mengambil tema ‘‘Peran PKK dalam Menekan dan Mencegah Penyebaran Covid-19 Melalui Tanaman HATINYA PKK.’’

Terlebih lagi, menurut Ny. Putri Koster, sekarang masyarakat diharuskan untuk diam di rumah saja. Jadi sudah semakin banyak waktu menata halaman dan mulai menanam tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatu secara instan. Kita sudah siapkan sejak tahun lalu. PKK Provinsi Bali sudah terjun ke-57 kecamatan di seluruh Bali untuk mengedukasi warga serta membagikan bibit gratis. Jika itu dilaksanakan secara konsisten maka saat ini sudah kelihatan hasilnya,” papar Ny. Putri Koster seraya mengajak para ibu di Bali untuk kreatif memanfaatkan halaman pekarangan sendiri.

Seniman multi talenta ini juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari pandemi Covid-19. Menurutnya, sekarang masyarakat juga bisa menyiapkan diri. “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Dengan menanam tumbuhan sayur dan bumbu dapur misalnya, kita sudah membantu menghemat keuangan keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga  Seluruh Fraksi Setujui Penetapan Ranperda APBD-P TA 2020 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah pada PT. Jamkrida Bali Mandara

Jika program HATINYA PKK berjalan, saat sulit seperti ini masyarakat hanya memikirkan makanan pokok saja. Terkait dengan beras, TP PKK bersama Dekranasda juga telah menggelontorkan 410,9 ton beras dan 90.000 pcs masker kepada masyarakat yang terdampak terutama PKK atau UKM yang terdampak.

Selain itu Pemerintah Provinsi Bali yang juga bekerjasama dengan BUMN serta perusahaan swasta lainnya juga telah banyak menggelontorkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat. Hal tersebut, memang tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu lama. Untuk itu masyarakat juga harus mandiri dalam memenuhi kebutuhannya, seperti mengedepankan tanaman HATINYA PKK dalam menanam kebutuhan dapur sehari-hari.

Selain itu, mengenai makanan pokok masyarakat, yaitu beras, pendamping orang nomor satu di Bali itu juga mempunyai pandangan lain. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Bali tidak tergantung pada beras sebagai pemenuhan karbohidrat. Saat ini di Bali sedang panen jagung besar-besaran, itu bisa sebagai pengganti nasi. Bahkan, menurutnya, di Desa Sembiran tempat asal Gubernur Bali, masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi singkong sebagai makanan utama.

Selain pentingnya bersikap kreatif memanfaatkan lahan di rumah, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali ini juga mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk menjadikan kreativitas itu sebagai kegiatan yang positif. “Jika kita berhasil mengubah halaman kita, kita ajak tetangga kiri kanan untuk melakukan hal yang sama, saya yakin tidak lama lagi pekarangan rumah masyarakat Bali menjadi hijau dan bermanfaat,” jelasnya.

Kreativitas juga diperlukan dalam mengolah hasil kebun, seperti cabai jika berlimpah dan tidak bisa dijual jangan dibuang dulu, namun bisa dimanfaatkan sebagai cabai kering atau botolan yang bisa dikonsumsi nanti.

Di saat pandemi seperti sekarang, Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya berbagi. “Jika ada ibu-ibu yang punya cabai secara berlimpah, boleh tengok lima tetangga kiri dan kanan, apakah mereka juga sudah punya, jika belum kita bisa berbagi ke mereka,” tambahnya. Tidak hanya cabai, namun juga bisa untuk sayur, bumbu bahkan beras.

Baca Juga  Ny. Selly Mantra Serahkan Alat Bantu Kesehatan kepada Lansia dan Disabilitas

Ia menyadari saat ini adalah masa yang sulit untuk semua, pemerintah juga sudah sangat fokus menangani pandemi ini. Sehingga, ia mengajak masyarakat untuk tetap berkontribusi dengan mematuhi imbauan pemerintah dengan berdiam diri di rumah. “Mari kita diam di rumah dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat juga,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyatakan, support dari PKK Provinsi Bali dari tahun lalu sudah terlihat hasilnya sekarang.

Pada tahun 2019 TP PKK Provinsi Bali memberikan bantuan dana Rp 27 juta untuk setiap desa, dan untuk Kabupaten Bangli  telah didistribusikan ke empat kecamatan, dari masing-masing kecamatan tersebut dipilih satu desa untuk menjadi percontohan. Di antaranya Desa Kayubihi, Desa Pengelumbaran, Desa Peninjoan, dan Desa Pengejaran. Dari 4 desa tersebut rata-rata telah menggetoktularkan kepada desa-desa lain yang menjadi tetangganya.

Dan pada tahun 2020 ini, ia menyatakan PKK Kabupaten Bangli telah menganggarkan dana untuk HATINYA PKK agar program ini dapat berkelanjutan.

Untuk itu ia berharap, ke depannya sinergi PKK Provinsi Bali dengan kabupaten/kota akan terus berlanjut dan semakin meningkat sehingga program-program yang ada di provinsi dapat terakselerasi dengan kabupaten secara maksimal. (*/gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Cuaca Tak Menentu, Optimisme Konsumen di Bali pada Desember 2025 Melambat

Published

on

By

Optimisme konsumen bali
Warga masyarakat saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. (Foto Ilustrasi: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen di Bali pada Desember 2025 melambat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, seiring dengan kondisi cuaca pada bulan Desember yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode November 2025 menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 139,42 (turun -1,5%; mtm) dan masih berada pada level optimis (indeks > 100). Optimisme IKK berdasarkan kelompok usia mayoritas didorong oleh usia 20-30 tahun (150,5), usia 41-50 tahun (147,0), usia 31-40 tahun (130,2), usia 51-60 tahun (127,4), serta usia >60 tahun (110,4).

Optimisme IKK juga tercermin dari responden pekerja di sektor formal (144,6) dan informal (133,7). Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang.

Perlambatan komponen IKK terjadi pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 152,3 menjadi 147,8 (turun 3,0%; mtm). Faktor penahan laju pertumbuhan IKK berasal dari indeks penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar -6,7% (mtm) atau sebesar 152,5, serta indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar -4,6% (mtm) atau sebesar 144,5.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan, bahwa menurut responden, penurunan tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca pada bulan Desember yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi. Hal tersebut berpengaruh terhadap penurunan pendapatan dari responden yang bergerak di usaha skala mikro. Peningkatan curah hujan sejalan dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan peningkatan frekuensi kejadian hujan lebat ekstrem di Provinsi Bali pada bulan Desember 2025 sebesar 20% (mtm).

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster: PKK Mesti Berperan Aktif Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah

Erwin lanjut mengungkapkan, perlambatan IKK juga disebabkan oleh normalisasi konsumsi pasca Hari Raya Galungan dan Kuningan yang berlangsung di bulan November 2025. Di sisi lain, optimisme IEK masih tercermin dari indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 3,2% (mtm) atau sebesar 146,5.

Lebih lanjut, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turut mengalami peningkatan moderat dari sebelumnya 130,8 menjadi 131,0 (naik 0,1%; mtm). Peningkatan IKE utamanya disebabkan oleh meningkatnya indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu dari sebelumnya 114,0 menjadi 117,0 (naik 2,6%; mtm). Hasil tersebut menunjukkan IKE dan IEK berada pada level optimis (> 100,0) yang mencerminkan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi masih terjaga.

Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat inflasi tahunan Provinsi Bali pada Desember 2025 sebesar 2,91% (yoy), berada dalam rentang target inflasi 2025 sebesar 2,5±1%. Tingkat inflasi yang terkendali akan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, menarik minat investor, serta memperkuat aktivitas perekonomian daerah. Demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah gejolak ekonomi dan politik global, Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Baca Juga  Jelang Pujawali di Pura Sakenan, Rai Mantra Ingatkan Tatalaksana Upacara dan Penerapan Prokes yang Ketat

Untuk terus mendorong tingkat pertumbuhan konsumsi masyarakat, sebut Erwin, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan kebijakan pengurangan pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mulai 5 Januari 2026. Berbagai upaya tersebut akan mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tahun 2025, Inflasi Bali Terjaga dalam Sasaran

Published

on

By

Info Grafis Inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Rilis BPS Provinsi Bali pada 5 Januari 2026 menyebutkan bahwa perkembangan harga gabungan kabupaten/kota perhitungan inflasi di Provinsi Bali pada Desember 2025 secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,70% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,40% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Provinsi Bali mengalami peningkatan menjadi 2,91% (yoy) dari 2,51% (yoy) pada November 2025. Inflasi Bali pada Desember 2025 terjaga dalam sasaran 2,5±1% dan lebih rendah dibandingkan Nasional yang sebesar 2,92% (yoy). Capaian inflasi Bali sejalan dengan pertumbuhan Bali tahun 2025 yang diprakirakan berada pada batas atas kisaran 5,0-5,8% (yoy). Secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota di Bali mengalami inflasi bulanan pada Desember 2025.

Denpasar mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,38% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,45% (yoy), diikuti Tabanan sebesar 1,02% (mtm) atau 2,70 (yoy). Selanjutnya, Singaraja mengalami inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan 2,51% (yoy). Lebih lanjut Badung mengalami inflasi bulanan sebesar 1,12% (mtm) atau 2,37% (yoy). Inflasi di Provinsi Bali terutama disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, seiring dengan keterbatasan pasokan akibat curah hujan tinggi di daerah sentra penghasil Bali. Berdasarkan komoditasnya, secara bulanan inflasi Desember 2025 terutama bersumber dari kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, tomat, dan pemeliharaan/service. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, kangkung, cabai merah, beras, dan tongkol diawetkan.

Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode libur tahun baru dan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia. Lebih lanjut, puncak musim hujan berisiko menyebabkan produksi hortikultura kurang optimal, gangguan distribusi, dan berpotensi meningkatkan risiko pertumbuhan hama dan organisme pengganggu tanaman yang dapat mengganggu produksi tanaman pangan dan hortikultura. Kewaspadaan tetap perlu dilakukan untuk mengawal stabilitas harga dalam menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta libur Idulfitri dan Nyepi pada triwulan I 2026.

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Penggunaan Pangan Lokal yang Tersedia Melimpah

Oleh karena itu, sinergi TPID perlu terus diperkuat dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya beras dan hortikultura. Untuk menghadapi potensi tekanan inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali melalui implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. Strategi 4K akan diperkuat melalui 3 (tiga) fokus utama yakni stabilitas pasokan, efisiensi distribusi, dan penguatan regulasi.

Ke depan, TPID Provinsi dan seluruh TPID Kabupaten/Kota di Bali akan terus mendorong penguatan dan perluasan pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sebagai upaya menjaga inflasi yang stabil melalui penguatan regulasi, stabilitas pasokan, dan efisiensi distribusi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TPID seluruh Pemerintah Daerah se-Provinsi Bali atas sinergi dan langkah konkret yang telah dilakukan secara konsisten, sehingga inflasi Bali tetap terjaga dan terkendali sepanjang tahun 2025.

“Pada tahun 2026 sinergi akan terus diperkuat melalui intensifikasi operasi pasar yang terencana, pengawasan dan percepatan penyaluran SPHP, penguatan produksi dalam daerah, kerja sama antardaerah baik intra-Bali maupun dengan luar Bali, peningkatan efisiensi rantai pasok pangan, dan membangun ekosistem ketahanan pangan yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda pangan, dan koperasi,“ ujar Erwin.

Sinergi pengendalian inflasi pangan juga mencakup kolaborasi antara pelaku hulu dan hilir, mulai dari petani, penggilingan, Perumda pangan, KDKMP, SPPG, hingga sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe), yang diperkuat melalui regulasi pemanfaatan produk pangan lokal oleh pelaku usaha di daerah. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali optimis inflasi pada tahun 2026 akan tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Baca Juga  Respons Pelonggaran Transportasi Umum, Dewa Indra: Tiap Orang Masuk Bali Melalui Bandara Wajib Jalani Tes Swab

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hari Raya Keagamaan dan Musim Panen Dorong Optimisme Konsumen Bali

Published

on

By

Optimisme konsumen bali
Infografis Humas Bank Indonesia Provinsi Bali. (Foto Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen di Bali pada November 2025 berlanjut menguat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, seiring dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali serta musim panen pada beberapa komoditas perkebunan yang meningkatkan optimisme konsumsi masyarakat. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode November 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 141,58 (naik 1,2%; mtm) dan berada pada level optimis (indeks > 100). Optimisme IKK berdasarkan kelompok usia mayoritas didorong oleh usia 20-30 tahun (149,0), usia >60 tahun (147,2), 51-60 tahun (143,3), 31-40 tahun (137,7), serta usia 41-50 tahun (133,3). Optimisme IKK turut tercermin dari responden pekerja di sektor formal (140,3) dan informal (142,7). Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilakukan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Peningkatan komponen IKK terjadi pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 148,3 menjadi 152,3 (naik 2,7%; mtm). Faktor pendorong laju pertumbuhan IKK berasal dari indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 3,4% (mtm) atau sebesar 151,5; indeks penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 3,2% (mtm) atau sebesar 163,5; serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 1,4% (mtm) atau sebesar 142,0. Peningkatan ekspektasi konsumsi masyarakat utamanya didorong oleh adanya Hari Raya Galungan dan Kuningan yang meningkatkan permintaan jasa penjahit pakaian. Lebih lanjut, terdapat musim panen pada beberapa komoditas perkebunan seperti buah jeruk dan mangga sehingga sebagian responden petani perkebunan optimis akan adanya peningkatan konsumsi.

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Penggunaan Pangan Lokal yang Tersedia Melimpah

Di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan moderat dari sebelumnya 131,5 menjadi 130,8 (turun 0,5%; mtm). Perlambatan tersebut utamanya disebabkan oleh menurunnya indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar -5,1% (mtm) atau sebesar 131,0; serta indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar -3,8% (mtm) atau sebesar 114,0. Responden menyatakan tingginya persaingan dalam mencari pekerjaan, serta adanya kecenderungan untuk menahan pembelian barang tahan lama karena persediaan barang responden saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan. Di sisi lain, penurunan IKE lebih dalam tertahan oleh indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu yang masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,9% (mtm) atau sebesar 147,5. Hasil tersebut menunjukkan IKE dan IEK berada pada level optimis (> 100,0) yang mencerminkan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi terus bertumbuh.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan bahwa Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Selama Hari Raya Galungan dan Kuningan, TPID terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan melalui pelaksanaan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga. Dengan terjaganya tingkat inflasi, diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, menarik minat investor, serta memperkuat aktivitas perekonomian daerah,“ ujarnya.

Lebih lanjut, demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah risiko curah hujan tinggi, Bank Indonesia pada 18-19 November 2025 mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Dalam hal mencegah risiko bencana hidrometeorologi, Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah berkoordinasi untuk memetakan daerah rawan banjir, banjir bandang, dan longsor, serta melakukan inspeksi lebih awal terhadap saluran sungai dan daerah aliran sungai. Oleh karenanya, berbagai macam inisiatif tersebut akan mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 Rabu (15/4) Positif 98 Orang, Dewa Indra: PMI Distigma Pembawa Penyakit, Itu Tidak Benar

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca