Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Gelar Pra Musrenbang Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting 2026

BALIILU Tayang

:

stunting denpasar
BUKA PRA MUSRENBANG: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri sekaligus membuka Pra Musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kota Denpasar Tahun 2026, bertempat di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Bappeda Kota Denpasar menggelar Pra Musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kota Denpasar Tahun 2026, bertempat di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Pra Musren Penurunan Prevalensi Stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Stunting berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, produktivitas hingga daya saing bangsa.

Dalam konteks pembangunan Kota Denpasar sebagaimana tertuang dalam visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Berlandaskan Nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penurunan stunting merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan secara berkeadilan.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka prevalensi stunting Kota Denpasar menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2024, prevalensi stunting berada pada angka 10,8 persen. Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Tahun 2024, angka tersebut menurun menjadi 10,4 persen.

“Capaian ini tentu belum sesuai dengan ekspektasi kita bersama. Kita masih menghadapi tantangan pada beberapa indikator layanan, khususnya intervensi yang menyasar remaja putri, pasangan calon pengantin, pencegahan anemia, pendampingan keluarga berisiko stunting serta layanan spesifik bagi baduta dan balita,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran dan efektif. Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar telah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 69 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta selaras dengan tema pembangunan Kota Denpasar Tahun 2027, yakni “Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Budaya melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju”.

Baca Juga  Pengukuhan Ketua PMI Kota Denpasar, Jaya Negara: Amalkan Prinsip Dasar PMI, Dharma Bhaktikan Tugas untuk Masyarakat Luas

Adapun strategi yang akan diperkuat ke depan meliputi, pertama, penguatan intervensi promotif dan preventif khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kedua, peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader pendamping keluarga. Ketiga, penguatan konvergensi lintas sektor melalui aksi konvergensi yang mencakup analisis situasi berbasis data, penguatan perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Keempat, penguatan perencanaan dan penganggaran melalui penandaan program dan kegiatan stunting. Kelima, peningkatan kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, desa adat serta partisipasi masyarakat.

“Saya juga menekankan pentingnya peran kecamatan, desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam memastikan layanan benar-benar menjangkau sasaran. Konvergensi harus nyata di lapangan, bukan hanya dalam dokumen perencanaan,” tegasnya.

Melalui Pra Musrenbang ini, Arya Wibawa berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyepakati langkah-langkah strategis yang akan diintegrasikan dalam RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 dengan pendekatan yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sari Dewi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Musrenbang ini berlandaskan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, serta Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini meliputi evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting, perumusan usulan program dan kegiatan intervensi, pemilahan dan penandaan program dalam kategori fisik prasarana, sosial, budaya dan ekonomi, serta deklarasi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Beauty Fest Miracle Ultimate Denpasar

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari secara luring ini diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, Tim Penggerak PKK, WHDI, UPTD Puskesmas se-Kota Denpasar, BPS, Kantor Kementerian Agama, camat, perbekel/lurah, Majelis Madya Desa Adat, tenaga ahli, perguruan tinggi, Ikatan Bidan Indonesia, serta DPD KNPI Kota Denpasar.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan paparan dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali mengenai keberlanjutan regulasi percepatan penurunan stunting, Kepala Bappeda Provinsi Bali terkait sinkronisasi program percepatan penurunan stunting tingkat provinsi, serta Kepala Bappeda Kota Denpasar mengenai rencana penanganan stunting Kota Denpasar Tahun 2027.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemberian masukan dari seluruh peserta sebagai bahan penyempurnaan program. Melalui Pra Musrenbang ini diharapkan konvergensi percepatan penurunan stunting benar-benar terimplementasi di lapangan, sehingga mampu mewujudkan generasi Denpasar yang sehat, cerdas dan berdaya saing. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Disdikpora Bersama Stakeholder Tandatangani Komitmen Bersama SPMB 2026

Wujudkan Kemajuan Pendidikan dengan Prinsip Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

Loading

Published

on

By

spmb denpasar
KOMITMEN BERSAMA: Pelaksanaan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) bersama stakeholder terkait melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5). Penandatangan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan kemajuan dunia pendidikan dengan mengedepankan prinsip obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi.Disdikpora Denpasar melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, BPMP Provinsi Bali, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ketut Dewi Ratih Purnamasari, OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Kepala Sekolah se-Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin melalui proses penerimaan murid baru yang adil dan berkualitas. Karenannya, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kota Denpasar dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi (inklusi).

“Prinsip-prinsip ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai potensi dan kemampuannya,” ujarnya.

Menurut AA Gede Wiratama, objektivitas dalam proses penerimaan murid baru diwujudkan melalui seleksi yang didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang tidak relevan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang setara dan diperlakukan secara adil tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun budaya,” katanya.

Baca Juga  Kenalkan Pengobatan Komplementer, Jaya Negara Hadiri Pengabdian Masyarakat Stikes Wira Medika Bali di Desa Peguyangan Kaja

Lebih lanjut, Wiratama menjelaskan bahwa transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SPMB Kota Denpasar. Seluruh tahapan, mekanisme, serta persyaratan penerimaan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diawasi bersama.

“Masyarakat berhak mengetahui seluruh proses penerimaan murid baru secara jelas dan terbuka. Dengan keterbukaan tersebut, kami berharap kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, AA Gede Wiratama juga memaparkan pembagian jalur penerimaan murid baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia menyebutkan bahwa penerimaan peserta didik SD dibagi menjadi tiga jalur, yakni jalur domisili sebesar 80 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur mutasi 5 persen.

“Pembagian ini dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan serta memberikan ruang kepada peserta didik dari berbagai latar belakang sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), penerimaan murid baru dibagi ke dalam empat jalur, yakni jalur domisili sebesar 40 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 35 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Menurutnya, setiap jalur memiliki kuota yang telah disesuaikan dengan kapasitas sekolah dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap distribusi peserta didik dapat berjalan lebih seimbang, adil, dan tetap mengakomodasi potensi akademik maupun kondisi sosial masyarakat,” tutur AA Gede Wiratama.

Pihaknya mengatakan, rangkaian pendaftaran pelaksanaan SPMB jenjang Sekolah Dasar (SD) akan dimulai pada 22 – 25 Juni 2026. Adapun jumlah daya tampung yakni sebanyak 9.248 siswa dengan total sebanyak 289 Rombel. Sementara, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dimulai pada 22 – 24 Juni 2026 untuk jalur prestasi, 29 – 30 Juni 2026 untuk jalur mutasi dan afirmasi, serta pada 1 – 4 Juli 2026 untuk jalur domisili.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Beauty Fest Miracle Ultimate Denpasar

Agung Wiratama mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan SPMB Kota Denpasar agar berjalan lancar dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat kebersamaan demi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kota Denpasar.

“Mari kita kawal bersama proses SPMB ini dengan menjunjung kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, sehingga seluruh anak-anak kita mendapatkan hak pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.

Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, IB Kade Oka Mahendra memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menjunjung prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Ombudsman menilai langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan setara.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Denpasar yang terus berkomitmen menjaga integritas dan keterbukaan dalam proses penerimaan murid baru, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan rasa keadilan dalam mengakses pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ombudsman RI Perwakilan Bali berharap seluruh tahapan pelaksanaan SPMB dapat berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Pihaknya juga mendorong agar pengawasan serta penyampaian informasi kepada publik dilakukan secara maksimal guna mencegah potensi maladministrasi.

“Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar, kondusif, dan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik tanpa adanya diskriminasi,” tegasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan, TPID Badung Tinjau Sejumlah Sentra Pangan

Published

on

By

tpid badung
TINJAU SENTRA PERTANIAN: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan meninjau sentra tanaman cabai saat turun langsung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha, Galungan dan Kuningan, Selasa (26/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha, Galungan dan Kuningan mendatang. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Badung turun langsung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman, Selasa (26/5/2026).

Peninjauan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Anak Agung Sagung Rosyawati, serta Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha.

Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi lahan pertanian cabai, bawang merah, padi, hingga sentra peternakan sapi dan babi di wilayah Sading, Penarungan, Sangeh, Sobangan dan Bongkasa.

Agus Aryawan pada kesempatan itu mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan daerah menjelang hari besar keagamaan.

“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan produksi pangan stategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Komoditas berupa beras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga perlu dipastikan produksi dan stoknya tetap aman,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, TPID juga melihat pengembangan budidaya bawang merah di Subak Guming, Desa Adat Penarungan. Pihaknya menilai potensi pengembangan hortikultura di kawasan tersebut cukup besar untuk menopang kebutuhan pangan Badung yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah, terutama untuk cabai dan bawang.

Menurutnya, kebutuhan pangan di Badung terus meningkat seiring tingginya kebutuhan untuk wisatawan dan konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Karena itu, dirinya mulai mendorong pengembangan sentra produksi pangan berbasis subak agar distribusi dan stok lebih terkendali.

Baca Juga  Podcast di Fisip Warmadewa, Wawali Arya Wibawa: Bangun Denpasar dengan “Menyama Braya”

“Kami ingin ada sentra produksi cabai, bawang merah, maupun bawang putih dengan luas tanam yang memadai. Dengan begitu ketahanan pangan daerah lebih kuat dan gejolak harga bisa ditekan,” katanya.

Untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat petani maupun masyarakat, Pemkab Badung juga menyiapkan pola contract farming bersama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana. Melalui pola ini, Perumda akan berperan sebagai offtaker hasil pertanian masyarakat.

“Ketika panen raya harga biasanya turun. Kehadiran Perumda diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan hasil panen petani terserap pasar,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha menambahkan pihaknya siap memperkuat hilirisasi produk pertanian dan peternakan Badung agar memiliki kepastian pasar.

“Kami ingin memastikan petani dan peternak mendapat harga yang layak, pembayaran yang pasti, dan akses pemasaran. Jadi dari hulu sampai hilir harus terintegrasi,” katanya.

Ia juga menyebut komoditas cabai, bawang, sapi, dan babi menjadi sektor potensial yang bisa dikembangkan lebih besar di Badung. Terlebih kualitas ternak sapi Badung dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Agung Ngurah Raka Sukadana juga menambahkan bahwa pihaknya mulai menyiapkan dukungan teknis penanaman cabai di lahan sekitar 4 hektare di kawasan Subak Lepud.

“Penanaman akan dilakukan mulai Agustus untuk mengantisipasi penurunan produksi saat musim hujan sehingga pasokan cabai tetap tersedia,” ujarnya.

Kendati demikian dirinya berharap langkah peninjauan lapangan dan penguatan sentra produksi pangan ini mampu menjaga kestabilan harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak menjelang Hari Raya Idul Adha, Galungan dan Kuningan.

“Intinya kita berkolaborasi untuk menjaga stok pangan dan menjaga kestabilan harga jelang hari raya,” imbuhnya. (gs/bi)

Baca Juga  Momentum “Semangat untuk Bangkit”,  Pemkot Denpasar Gelar Upacara Peringatan Harkitnas Ke-115

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Personel Berprestasi Terima Penghargaan, Kapolresta Denpasar Tegaskan Budaya Prestasi di Lingkungan Polri

Published

on

By

kapolresta denpasar
BERIKAN PENGHARGAAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. memberikan piagam penghargaan kepada lima personel Polresta Denpasar yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Selasa (26/5/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. memberikan piagam penghargaan kepada lima personel Polresta Denpasar yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Selasa (26/5/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, dan loyalitas personel dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Adapun penerima penghargaan dari personel Satsamapta Polresta Denpasar yakni Aipda Ketut Juni Artawan, S.H., Bripda Kade Febri Mahendra, Bripda I Putu Andika Mulia Artawan, Bripda Kadek Widiastika, dan Bripda Gede Yudistira Saputra.

Kelima personel tersebut dinilai berhasil menunjukkan kinerja luar biasa saat melaksanakan patroli pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan berhasil mengamankan seorang pria yang membawa senjata tajam berupa parang di area sebelah barat Monumen Bajra Sandi, Denpasar. Tindakan cepat dan sigap personel di lapangan dinilai mampu mencegah potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolresta Denpasar menyampaikan bahwa organisasi Polri merupakan institusi besar yang bergerak di bidang pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Untuk mewujudkan tugas mulia tersebut, diperlukan personel yang memiliki semangat Tribrata dan mampu mengamalkan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kapolresta menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan implementasi nyata dari sistem reward and punishment di lingkungan Polri. Penghargaan diberikan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi pimpinan kepada anggota yang mampu menunjukkan kinerja melebihi panggilan tugas, berinovasi, serta memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada lima personel Satsamapta yang telah berhasil mengamankan orang yang membawa senjata tajam saat patroli. Prestasi yang saudara ukir telah membawa nama Polresta Denpasar di tingkat Polda Bali,” ujar Kapolresta.

Baca Juga  Prospek Cukup Besar, Koperasi Denpasar Rambah Sektor Retail Modern

Lebih lanjut, Kapolresta juga menyampaikan bahwa keberhasilan personel tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga di rumah. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polresta Denpasar untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada seluruh anggota Polresta Denpasar, jadikan momentum ini sebagai pemicu semangat dan contoh positif. Tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, sehingga seluruh personel dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan situasi kamtibmas, teknologi, dan harapan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir amanatnya, Kapolresta Denpasar juga memerintahkan seluruh Kasatfung dan Kapolsek jajaran agar menularkan semangat prestasi kepada seluruh anggota dengan menciptakan iklim kerja yang kompetitif, sehat, dan penuh inovasi demi terwujudnya Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca