Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penetapan Status Siaga Penanggulangan Covid-19, Gubernur Koster: Hindari Tempat-tempat Keramaian

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR KOSTER: Bersama Wagub Cok Ace dan Sekda Dewa Indra saat konfrensi pers terkait status siaga virus corona. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sehubungan dengan Keputusan Gubernur Bali mengeluarkan penetapan status siaga penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah-langkah penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Bali. ‘’Namun masyarakat Bali tidak usah khawatir, tidak panik, tetap tenang dan waspada,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat jumpa pers di rumah jabatan Gubernur Bali gedung Jaya Sabha, Denpasar, Senin (16/3-2020).

Gubernur Koster mengatakan langkah-langkah yang diambil dalam penetapan status siaga ini yakni menunda pelaksanaan UNBK SMK sampai ada pengumuman lebih lanjut. Meniadakan proses kegiatan belajar mengajar secara konvensional di semua jenjang pendidikan se-Bali untuk selanjutnya proses belajar mengajar dilaksanakan dari rumah dengan menggunakan media pembelajaran daring / online terhitung mulai 16 Maret 2020 sampai dengan 30 Maret 2020.

Melaksanakan kebijakan sebagian ASN bisa bekerja dari rumah dengan menggunakan interaksi daring / online, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Bagi pejabat eselon 2, 3 dan 4 agar tetap bekerja di kantor dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Staf / pelaksana ASN dan Non-ASN dapat bekerja di rumah dan melaporkan pekerjaannya kepada pimpinan. Pelaksanaan operasional kebijakan ini di kabupaten / kota diatur lebih lanjut oleh bupati / walikota. Kebijakan ini berlaku mulai 16 Maret 2020 sampai dengan 30 Maret 2020.

Kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melibatkan banyak orang seperti rapat, seminar, pelatihan, bimtek, dsb agar ditunda sampai tanggal 30 Maret 2020. Kegiatan-kegiatan keramaian dan hiburan agar ditiadakan / dibatasi sampai tanggal 30 Maret 2020. ‘’Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari pusat perbelanjaan, tempat hiburan serta tempat-tempat keramaian lainnya sampai tanggal 30 Maret 2020,’’ ujar Gubernur Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ikuti Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam pidato yang disampaikan 15 Maret 2020, yang menghimbau agar masyarakat secara bersama-sama melakukan Social Distancing Measure pada hari-hari ke depan, yaitu menjaga jarak antar-warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dan jangan bepergian ke luar kota/ pulang kampung, Gubernur Koster menyatakan hal-hal yang perlu dilaksanakan antara lain jangan keluar rumah bila tidak sangat perlu, kerjakan pertemuan secara jarak jauh.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, hindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi wahana penularan. Tunda semua kegiatan pengumpulan orang banyak. Terkait kegiatan keagamaan sebisanya dilakukan di rumah saja dan diupayakan tidak mengumpulkan orang banyak. Tunda kegiatan resepsi dan keramaian.

Gubernur meminta orang tua mengingatkan anak-anak supaya tidak bepergian. Kebijakan tidak melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara konvensional bukan berarti libur, semata-mata untuk kebaikan bersama dan menghindari interaksi dengan orang lain / orang banyak.

Usahakan tidak bepergian ke luar kota / kampung. Apabila mengalami gejala batuk, flu dan demam segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi call center 0361-251177 atau whatsapp 0857-9224-0799.

Dalam rangka upaya penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, Gubernur Bali telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor : 236/03-B/HK/2020 tanggal 10 Maret 2020. Satgas dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali.

Satgas ini meliputi Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik, dan Satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.

Satgas mempunyai tugas terpadu untuk menyelenggarakan kewaspadaan dan penanggulangan Covid-19 secara menyeluruh sesuai protokol penanggulangan Covid-19 dan melaporkan perkembangannya setiap hari kepada Gubernur.

Baca Juga  Hadiri Lokasabha X MGPSSR Denpasar, Giri Prasta Ajak Semeton Pasek Jaga Persatuan

Secara garis besar, 5 hal mendesak yang harus segera dilakukan oleh Satgas yakni peningkatan kapasitas penanganan penyakit, khususnya di fasilitas kesehatan. Memastikan ketersediaan sarana yang berkaitan dengan pencegahan dan penularan Covid-19. Peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Tingkatkan upaya pengendalian penyebaran virus dengan melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Menggencarkan kampanye dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bunda Literasi Denpasar Dorong Perempuan Berdaya Melalui Literasi

Published

on

By

Bunda Literasi Denpasar Jadi Narasumber Bincang Literasi Perempuan
NARASUMBER: Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menjadi narasumber kegiatan Bincang Literasi Perempuan "Perempuan Literat, Denpasar Berdaya" yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar di Ruang Audio Visual Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bincang Literasi Perempuan “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya” yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Dalam Rangka Gebyar Literasi Denpasar Tahun 2026 di Ruang Audio Visual Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10).

Mengangkat tema “Apa yang Dibaca, Apa yang Ditulis, Apa yang Dilakukan”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pentingnya literasi bagi perempuan, tidak hanya dalam kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dalam memahami informasi, mengambil keputusan, meningkatkan kapasitas diri, hingga berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pengalaman terjun langsung ke masyarakat juga menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga. Menurutnya, dalam menghadapi persoalan di masyarakat, setiap kasus memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan pemahaman yang tepat sebelum mengambil tindakan.

“Saya tahu dari mengerjakan sesuatu, sama seperti ketika kita terjun ke masyarakat. Dari sana kita melihat berbagai persoalan. Saya tidak selalu belajar dari teori, tetapi melihat kasus-kasus yang ada di masyarakat. Dari situ kita belajar bahwa setiap kasus berbeda dan harus disikapi dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Ia mencontohkan ketika berhadapan dengan persoalan anak penyandang disabilitas. Menurutnya, diperlukan pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai.

Dari pengalaman tersebut, dirinya juga belajar untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dijalani sekaligus memahami langkah apa yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan di masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-74 dan Beri Selamat kepada Kapolda Bali

“Saya bertanya kepada Dinas Sosial, apa yang bisa dibantu oleh Pemerintah Kota. Dari sana saya mendapatkan arahan. Jadi bukan saya yang membantu semuanya, saya hanya membantu membuka jalan. Selanjutnya perangkat daerah memberikan arahan mengenai apa yang bisa dibantu. Dari sana saya juga belajar,” jelasnya.

Menurutnya, menjadi perempuan yang mampu menjalankan banyak peran tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Membaca dan belajar tetap penting untuk memperluas wawasan sehingga setiap persoalan dapat disikapi secara lebih tepat.

“Menjadi perempuan super tidak harus selalu membaca teori, tetapi idealnya kita harus membaca. Dari membaca kita menjadi tahu dan bisa melakukan sesuatu dengan benar. Apa yang kita lihat di masyarakat bisa kita selesaikan dengan lebih tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan bahwa kota tidak hanya dibangun oleh gedung, pusat perbelanjaan, maupun jalan, tetapi juga oleh orang-orang yang hidup di dalamnya. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran penting sebagai benih pertama literasi dalam keluarga.

Literasi perempuan juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi berkembang pada kemampuan membaca informasi, menggunakan teknologi, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi diri hingga mampu menjadi perempuan yang berdaya.

“Dari membaca menjadi berdaya. Literasi akan terasa manfaatnya ketika pengetahuan yang kita miliki dapat dihubungkan dengan kesejahteraan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perempuan saat ini menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan peran. Perempuan yang bekerja dituntut profesional, di dalam keluarga dituntut mampu mengelola keuangan, menjadi pendidik sekaligus penjaga moral anak, serta tetap aktif dalam kegiatan adat dan sosial.

Beragam peran tersebut dapat menguras energi fisik dan mental perempuan sehingga diperlukan ruang untuk terus belajar, membaca, mengembangkan diri, dan merawat kapasitas diri.

Baca Juga  Homa Tirta Pengelukatan Suda Mala saat Banyu Pinaruh di Denpasar, Masyarakat Nuwur Tirta di Desa Adat/Banjar

Selain itu, pengalaman perempuan juga menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat yang perlu terus didokumentasikan. Perjalanan perempuan sejak lahir, menikah, menjalani kehidupan keluarga hingga memasuki usia lanjut, termasuk kiprahnya dalam seni dan budaya, merupakan pengetahuan yang berharga bagi generasi berikutnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa perempuan yang berliterasi tidak hanya mencerdaskan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki peran dalam mencerdaskan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Mengutip pepatah bijak, “Jika kamu mendidik seorang pria, kamu mendidik seorang individu. Namun jika kamu mendidik seorang perempuan, kamu mendidik sebuah bangsa.”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana menyampaikan terima kasih kepada Bunda Literasi Kota Denpasar yang telah mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan perempuan mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Nyoman Wirayuni, S.H., M.M.; Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Akademik Undiknas University; serta Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi, P.F., S.Ag., M.Pd., Direktur Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

Nyoman Wirayuni dan Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini menyampaikan materi “Perempuan Literat Denpasar Berdaya: Aksi Nyata” serta “Urgensi Literasi Digital Menciptakan Ruang Aman bagi Perempuan”. Sementara itu, Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi membawakan materi “Perempuan Membaca, Menulis, dan Menggerakkan”.

Melalui kegiatan tersebut, perempuan diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk terus membaca, belajar, berkarya, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Semangat literasi tersebut sejalan dengan tema Gebyar Literasi Tahun 2026, yakni membangun masyarakat yang berpengetahuan dan sejahtera, serta mendukung visi Pemerintah Kota Denpasar menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul). (eka/bi)

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster: Sosialisasi Program Pemerintah Perlu Dukungan Swasta dan Masyarakat Luas

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Dampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi SDN 15 Dangri

Pastikan Tambahan Perbaikan 26 Sekolah Tahun Ini

Loading

Published

on

By

Mendikdasmen dan Walikota Denpasar Tinjau Revitalisasi Sekolah
TINJAU PROYEK: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti didampingi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau proyek bantuan revitalisasi di SD Negeri 15 Dangin Puri, Desa Dangin Puri Kelod, Jumat (2/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti didampingi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau proyek bantuan revitalisasi di SD Negeri 15 Dangin Puri, Desa Dangin Puri Kelod, Jumat (2/10).

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah pusat meningkatkan alokasi program revitalisasi satuan pendidikan di Bali pada 2026. Sebanyak 401 sekolah di seluruh jenjang pendidikan di Bali akan mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 272,66 miliar.

Program revitalisasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah. Abdul Mu’ti menyebutkan, pada 2025 terdapat 2.649 tenaga kerja yang terserap dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah di Bali. Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.580 tenaga kerja pada 2026.

Untuk Kota Denpasar sendiri, kata Abdul Mu’ti pada 2025 terdapat sembilan sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp 6,139 miliar. Pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 26 sekolah dengan total anggaran Rp 18,891 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas, terutama sekolah yang mengalami kerusakan berat. Dengan program tersebut, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki pada akhir 2028.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada kesempatan yang sama mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah menyampaikan format-format yang diperlukan terkait program revitalisasi kepada pemerintah pusat.

Khusus SD Negeri 15 Dangin Puri, bantuan revitalisasi yang diterima mencapai sekitar Rp 478 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk revitalisasi empat ruang kelas, penataan halaman, serta sejumlah fasilitas kamar mandi.

Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-74 dan Beri Selamat kepada Kapolda Bali

“Ini juga sangat membantu kami di Kota Denpasar, apalagi sekarang di tahun 2026 itu totalnya hampir Rp 80 miliar, ada peningkatan yang sangat signifikan,” kata Jaya Negara.

Ia menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Denpasar.

“Terimakasih untuk perhatian yang diberikan kepada Kota Denpasar. Kami berharap, peningkatan sarana pendidikan ini dapat juga menunjang program pendidikan di Kota Denpasar,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Garapan Dramatikal “Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026

Wawali Arya Wibawa: Literasi Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Loading

Published

on

By

Wawali Denpasar Saksikan Dramatikal Bibi Anu
GEBYAR LITERASI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menyaksikan garapan dramatikal “Bibi Anu” pada Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Garapan dramatikal bertajuk “Bibi Anu” menjadi sajian pemuncak Gebyar Literasi (Gelis) Kota Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10). Pertunjukan yang memadukan drama, seni, dan pesan literasi tersebut diperankan langsung oleh Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berkolaborasi dengan Naluri Manca.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa; Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede; serta Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya. Tampak pula pimpinan perangkat daerah, siswa-siswi, pegiat literasi, dan undangan lainnya. DWP Kota Denpasar turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan paduan suara.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar bukan sekadar rangkaian lomba, pameran, atau kegiatan membaca dan menulis, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta bijak menyikapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

“Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga harus mampu memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat, termasuk menggunakan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Arya Wibawa menjelaskan, pembangunan literasi di Kota Denpasar menunjukkan capaian yang terus berkembang. Berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar pada 2024 mencapai 83,38 atau berada pada kategori tinggi, meningkat dari 71,34 pada 2023. Sementara itu, TGM 2025 tercatat 59,65 seiring adanya perubahan mekanisme dan rumus penghitungan.

Baca Juga  Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra: Bangga, Pusat Kebudayaan Bali Dibangun di Klungkung

“Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Denpasar tahun 2024 juga mencapai 76,11, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Bali yang berada di kisaran 66. Capaian ini menjadi gambaran bahwa pembangunan literasi di Denpasar terus kita kuatkan melalui berbagai program dan kolaborasi,” jelasnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari angka maupun jumlah kunjungan ke perpustakaan. Literasi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, berkarya, memecahkan persoalan, hingga menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.

“Di tengah perkembangan era digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi semakin penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya secara positif,” katanya.

Pihaknya juga mengajak keluarga dan satuan pendidikan membangun kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan sehari-hari.

“Budaya literasi sesungguhnya dimulai dari rumah kita sendiri. Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan hidup, serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah pertama bagi anak. Dengan semangat ‘Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak’, mari kita wujudkan Denpasar sebagai kota literasi yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua yang mengusung tema “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan tersebut menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta apresiasi terhadap karya dan budaya literasi.

“Gebyar Literasi Denpasar kami rancang sebagai ruang bersama untuk membudayakan gemar membaca dan literasi secara masif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, pengelola perpustakaan, ASN, hingga masyarakat untuk berkarya, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Bangun 3 Reservoir di Denpasar

Cok Parta menjelaskan, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai pelatihan dan pembekalan, seperti pelatihan bertutur bagi siswa SD, pelatihan membuat resensi buku bagi siswa SMP, pelatihan menulis cerita pendek bagi guru dan masyarakat umum, serta program ASN Menulis Artikel bagi perangkat daerah. Selain itu, digelar Bincang Literasi Perempuan bertema “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya”, Bincang Literasi Kota bertema “Inovasi, Literasi Masa Depan”, kelas literasi terbuka, Meet and Greet dan peluncuran buku, serta nonton bareng video konten berbahasa Bali “Putu Arya”.

Gebyar Literasi juga menghadirkan berbagai lomba, meliputi Bertutur tingkat SD, Menulis Resensi tingkat SMP, Menulis Cerpen Berbahasa Indonesia kategori guru dan umum, Paduan Suara tingkat desa/kelurahan, serta Menulis Artikel Perangkat Daerah kategori ASN Menulis. Rangkaian kegiatan turut dilengkapi pameran atau book fair yang diikuti 11 penerbit, Pojok ISBN, Pameran Arsip dan Dokumentasi, Pojok Pintar, Lapak Literasi Sekolah, serta Pentas Literasi berupa drama dan tari siswa bersama Bunda Literasi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada perpustakaan desa dan kelurahan, perpustakaan sekolah, serta para pegiat literasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menggerakkan budaya literasi di Kota Denpasar,” katanya.

Gebyar Literasi Denpasar 2026 berlangsung selama dua hari, 2–3 Oktober 2026, di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang. Kegiatan ini terlaksana melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Bank BPD Bali Cabang Denpasar, Yayasan Bina Ilmu, Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma, Jasa Marga, Perumda Bhukti Praja, IKAPI Provinsi Bali, APSAI, Fairme Indonesia, serta pegiat dan komunitas literasi Denpasar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gebyar Literasi Denpasar. Besar harapan kami, kegiatan ini semakin memperkuat budaya gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, sehingga kita dapat melangkah serentak menciptakan dampak dalam mewujudkan Denpasar Maju, yakni Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul,” pungkasnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster: Sosialisasi Program Pemerintah Perlu Dukungan Swasta dan Masyarakat Luas

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca