Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dari Forum Diskusi Publik Kota Layak Anak, Pemerintah Wajib Berikan Perlindungan Anak

BALIILU Tayang

:

de
WIRYANTA DAN IB LUDRA: Sama-sama menegaskan bahaya virus corona jauh lebih rendah dari informasi hoak yang timbulkan kecemasan.

Denpasar, baliilu.com  Anak adalah harapan bangsa, generasi penerus, tongkat estafet pembangunan dan masa depan bangsa. Untuk itu, sesuai dengan konstitusi pemerintah wajib memberikan perlindungan dan perhatian kepada anak, mulai dari kandungan ibu sampai usia anak disebut sebagai anak-anak. Salah satu program pemerintah yang menyeluruh dan berkelanjutan dalam menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak adalah mewajibkan setiap pemerintah daerah menciptakan kota/kabupaten layak anak.

Demikian sambutan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali yang dibacakan Kepala Bidang Informasi Publik Ida Bagus Ludra dalam acara Forum Diskusi Publik Implementasi Informasi Ramah Anak dalam Mewujudkan Kota Layak Anak di aula kantor Disdikpora Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (7/3-2020).

IB Ludra menegaskan salah satu indikator kabupaten/kota layak anak adalah adanya informasi ramah anak. Informasi ramah anak merupakan informasi yang layak dinikmati oleh anak yang berdampak positif terhadap sikap perilaku dan pola pikir anak yang di dalam informasi tersebut mengandung nilai-nilai edukasi dan moral positif.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Bali dengan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bertujuan untuk menghidupkan, mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia. Yang dimaksudkan dengan krama Bali adalah lapisan seluruh masyarakat Bali termasuk di antaranya anak-anak kita semua. Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung pelaksanaan Forum Diskusi Publik ini. Diisampaikan melalui Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bali tahun lalu sudah beberapa kali menggelar kegitan literasi mengambil topik tentang anak dengan melibatkan nara sumber dari berbagai aspek bidang dan profesional yang punya kepentingan dalam perlidungan anak-anak.

‘’Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia karena dalam suasana berkembangnya isu Covid-19 yang berdampak tidak hanya pada Bali tapi berdampak keseluruhan, dengan kegiatan ini setidak-tidaknya Kementerian sudah memberikan efek pemberitaan bahwa di Bali sangat layak untuk dikunjungi dan tidak membahayakan serta tidak perlu ditakuti,’’ ujar IB Ludra.

Baca Juga  Diskerpus Badung Gelar Pelatihan Kue Kering bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
de
DRS. WIRYANTA, MA, Ph.D: Hak dasar anak yaitu pendidikan dan kesehatan

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan KebudayaanKementrian KominfoRepublik Indonesia Drs. Wiryanta Muljono, MA, Ph.D menegaskan bahaya virus corona jauh lebih rendah karena orang yang terpapar 94 persen sembuh. Jadi tingkat kematiannya rendah tinggal 3-4 persen.

‘’Justru yang membuat kecemasan masyarakat adalah kabar bohong, hoak atau hal-hal yang semacam itu yang disampaikan oleh segelintir orang atau oknum yang membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,’’ ujar Wiryanta saat membuka Forum Diskusi Publik itu.

Karena itulah, Kemenkominfo ke Bali bersama Dinas Informatika dan Statistik Provinsi Bali menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan cegah Covid-19 dengan rasa gembira dan itu sebenarnya masalah atau persoalan kesehatan saja. Untuk menghindari virus corona salah satu yang perlu dilakukan adalah rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, istirahat yang cukup, jaga kesehatan, makan makanan yang bergizi.

Dan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, kata Wiryanta, kita mengajak kepada seluruh komponen bangsa terutama pemerintah dan pemerintah daerah baik kabupaten kota melakukan aktivitas yang nyata dengan menunjukkan kepada rakyat atau masyarakat.

Contoh kalau di Jakarta seperti MRT sebelum operasi dilakukan penyemprotan. Dan di Bali pada hari ini jajaran Pemprov Bali juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat, seperti di pelabuhan, bandara, tempat publik seperti mall, pasar-pasar. Tujuannya dalam rangka memberikan ketenangan pada masyarakat. Sebetulnya tak terjadi apa-apa sehingga aktivitas ekonomi, social dsb  bisa jalan sebagaimana biasanya.

Disinggung masalah Kota Layak Anak, Wiryanta mengaku memang menjadi tema besar pada forum publik ini selain ada tema cegah virus Covid-19 dan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka menuju manusia Indonesia yang unggul. Intinya kalau untuk ramah anak, berikanlah anak-anak informasi-informasi yang menyejukkan dalam rangka interaksi digital. Anak-anak diberikan pemahaman hak-hak dasar, yaitu pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga  Terkait Hasil Rapid Test, Gubernur Koster Minta Desa Abuan Bangli Diisolasi Ketat

Wiryanta menyebut hampir semua kabupaten kota di Bali sudah memenuhi hak dasar ramah layak anak. Kabupaten kota sudah membangun dan melaksanakan mengenai standar-standar kota layak anak di antaranya ketersediaan ruang terbuka anak, olah raga, dll. ‘’Tahun 2024, program-program pemerintah pusat seperti Kota Ramah Layak Anak akan terimplementasi baik kota, kabupaten dan provinsi. Paling tidak 90 persen harus selesai,’’ terang Wiryanta.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri anak-anak SMP dan SMU se-Kota Denpasar. Dimeriahkan kegiatan kuis yang menggunakan hp. (GS)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tiga Organisasi Media Siber di Bali Serahkan Donasi kepada Korban Gempa NTT

Published

on

By

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menyerahkan donasi gempa NTT kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Denpasar.
SERAHKAN DONASI: Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri), dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).

Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar.

Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah. Ia menilai musibah di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa batas wilayah.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian dan gotong-royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan bahwa peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Baca Juga  Gianyar Sepakat Tak Gelar Pengarakan Ogoh-Ogoh Saat Pengerupukan

Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali, dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi. Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*/bi)

Baca Juga  Dukung Pergub 97, KPU Bali Batasi Penggunaan Baliho di Pilkada 2020

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar (28/5), Pasien Sembuh dan Positif Bertambah 2 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Upaya P4GN, Panji Astika Terima Mandat Ketua Gannas Tabanan

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca