Denpasar, baliilu.com –Anak adalah harapan bangsa, generasi penerus, tongkat
estafet pembangunan dan masa depan
bangsa. Untuk itu, sesuai dengan konstitusi pemerintah wajib memberikan
perlindungan dan perhatian kepada anak, mulai dari kandungan ibu sampai usia anak
disebut sebagai anak-anak. Salah satu program pemerintah yang menyeluruh dan
berkelanjutan dalam menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak adalah mewajibkan setiap pemerintah
daerah menciptakan kota/kabupaten layak anak.
Demikian sambutan Kepala
Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali yang dibacakan Kepala
Bidang Informasi Publik Ida Bagus Ludra dalam acara Forum Diskusi Publik Implementasi Informasi Ramah Anak dalam Mewujudkan Kota Layak
Anak di aula kantor Disdikpora
Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (7/3-2020).
IB Ludra menegaskan salah satu indikator kabupaten/kota layak anak adalah adanya informasi ramah
anak. Informasi
ramah anak merupakan
informasi yang layak dinikmati
oleh anak yang berdampak positif terhadap sikap perilaku
dan pola pikir anak yang di dalam informasi tersebut mengandung nilai-nilai edukasi dan
moral positif.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi Bali dengan
misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bertujuan
untuk menghidupkan, mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera
dan bahagia. Yang dimaksudkan dengan krama
Bali adalah lapisan seluruh masyarakat Bali termasuk di antaranya anak-anak
kita semua.
Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Bali sangat
mendukung pelaksanaan Forum Diskusi Publik ini. Diisampaikan melalui Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bali tahun lalu sudah beberapa kali menggelar kegitan
literasi mengambil
topik tentang anak dengan melibatkan nara sumber dari
berbagai aspek bidang dan profesional yang punya kepentingan dalam perlidungan anak-anak.
‘’Kami atas nama pemerintah daerah
mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia karena dalam suasana berkembangnya isu Covid-19 yang berdampak tidak hanya pada Bali tapi
berdampak keseluruhan, dengan kegiatan ini setidak-tidaknya Kementerian sudah memberikan
efek pemberitaan bahwa di Bali sangat layak untuk dikunjungi dan tidak membahayakan serta tidak perlu ditakuti,’’ ujar IB Ludra.
DRS. WIRYANTA, MA, Ph.D: Hak dasar anak yaitu pendidikan dan kesehatan
Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan KebudayaanKementrian KominfoRepublik Indonesia Drs. Wiryanta Muljono, MA, Ph.D menegaskan bahaya virus corona jauh lebih rendah karena orang yang terpapar 94 persen sembuh. Jadi tingkat kematiannya rendah tinggal 3-4 persen.
‘’Justru yang membuat
kecemasan masyarakat adalah kabar bohong, hoak atau hal-hal yang semacam itu
yang disampaikan oleh segelintir orang atau oknum yang membuat kegaduhan di
tengah-tengah masyarakat,’’ ujar Wiryanta saat membuka Forum Diskusi Publik itu.
Karena itulah, Kemenkominfo
ke Bali bersama Dinas Informatika dan Statistik Provinsi Bali menyampaikan hal-hal
yang berkenaan dengan cegah Covid-19 dengan rasa gembira dan
itu sebenarnya masalah atau persoalan kesehatan saja. Untuk menghindari virus corona salah satu yang perlu
dilakukan adalah rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, istirahat
yang cukup, jaga kesehatan, makan makanan yang
bergizi.
Dan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, kata Wiryanta, kita mengajak kepada seluruh
komponen bangsa terutama pemerintah dan pemerintah daerah baik kabupaten kota melakukan
aktivitas yang nyata dengan menunjukkan kepada rakyat atau masyarakat.
Contoh kalau di
Jakarta seperti MRT sebelum operasi dilakukan penyemprotan. Dan di Bali pada
hari ini jajaran Pemprov Bali juga melakukan penyemprotan disinfektan di
beberapa tempat, seperti di pelabuhan, bandara, tempat publik seperti mall,
pasar-pasar. Tujuannya dalam rangka memberikan ketenangan pada masyarakat. Sebetulnya
tak terjadi apa-apa sehingga aktivitas ekonomi, social dsb bisa jalan sebagaimana biasanya.
Disinggung masalah Kota
Layak Anak, Wiryanta mengaku memang menjadi tema besar pada forum publik ini
selain ada tema cegah virus Covid-19 dan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka menuju manusia Indonesia
yang unggul. Intinya kalau untuk ramah anak, berikanlah
anak-anak informasi-informasi yang menyejukkan dalam rangka interaksi
digital. Anak-anak diberikan pemahaman hak-hak dasar, yaitu pendidikan dan
kesehatan.
Wiryanta menyebut hampir
semua kabupaten kota di Bali sudah memenuhi hak dasar ramah layak anak. Kabupaten
kota sudah membangun dan melaksanakan mengenai standar-standar kota layak anak di antaranya ketersediaan ruang
terbuka anak, olah raga, dll. ‘’Tahun 2024, program-program
pemerintah pusat seperti Kota Ramah
Layak Anak akan terimplementasi baik kota, kabupaten dan provinsi. Paling tidak
90 persen harus selesai,’’ terang Wiryanta.
Acara dilanjutkan dengan
diskusi yang dihadiri anak-anak SMP dan SMU se-Kota Denpasar. Dimeriahkan kegiatan
kuis yang menggunakan hp. (GS)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Badung untuk menggalakkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga.
Sebagai wujud nyata dukungan, Ketua GOW Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5).
Nyonya Yunita Alit Sucipta menyatakan, aksi ini merupakan langkah konkret mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan sampah langsung dari sumbernya. Melalui pemanfaatan bag komposter, masyarakat diharapkan dapat mandiri mengolah limbah dapur mereka menjadi pupuk organik yang bernilai guna.
“Bag komposter merupakan sarana pengolahan sampah organik yang menjadi bagian dari upaya mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Badung. Hasil olahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk pupuk,” ujarnya.
Yunita Alit Sucipta menambahkan, sinergi yang kuat antara GOW dan Wanita Islam Badung menjadi motor penggerak yang efektif dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan. Ia juga mengimbau seluruh anggota Wanita Islam untuk menjadi agen perubahan dengan menularkan kebiasaan memilah sampah kepada warga di lingkungan sekitar mereka.
Sementara itu, Wakil Ketua Wanita Islam Kabupaten Badung, Agus Linar Simamora, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari GOW Badung. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengedukasi seluruh anggota agar disiplin melakukan pemilahan sampah dari rumah.
Di sela kegiatan, Agus Linar juga menginformasikan bahwa pelaksanaan kegiatan Idul Adha oleh Wanita Islam digelar secara bergilir setiap tahun di Kabupaten/Kota se-Bali. Setelah tahun 2026 ini diselenggarakan di Kabupaten Tabanan, Wanita Islam Kabupaten Badung bersiap menjadi tuan rumah pada perayaan tahun depan dan secara resmi mengundang Ketua GOW Badung untuk hadir.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Bali Sri Widianingsih beserta anggota, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Denpasar Eny Prasetyowati, perwakilan Kaur Perencanaan Desa Dalung, serta Kelihan Dinas Kwanji Gede Pasek Kawijaya. (gs/bi)
LEPAS FUN WALK: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi. (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA. Istri Paramita Dewi, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, seluruh keluarga besar Pasemetonan Ageng WASIAT serta undangan lainnya.
Fun Walk mengambil rute start di halaman depan Jro Gede Tainsiat ke arah timur menuju Jalan Pattimura, lalu menuju Jalan Belimbing, ke arah selatan menuju Jalan Kaliasem berlanjut ke Jalan Surapati menuju Jalan Kapten Agung, berlanjut ke Jalan Udayana lalu ke utara menuju Jalan Veteran hingga finish kembali di Jro Gede Tainsiat.
Berbaur dengan seluruh peserta Fun Walk, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat Hari Jadi ke-40 kepada Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat.
“Semoga momentum spesial HUT ke-40 Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat ini dapat semakin mempererat kekompakan serta memperkuat soliditas Keluarga Besar Pasemetonan WASIAT tidak hanya di lingkup internal namun juga dalam tujuan mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya saling bergotong – royong,” ujar Wawali Arya Wibawa.
Sementara Ketua Panitia Acara, Ir. AA Ngr Agung Satria Wibawa, ST., IPM., ASEAN Eng. ditemui usai acara menjelaskan Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat 1986-2026 ini juga diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan cek kesehatan gratis dengan dibantu petugas dari RSUP. Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.
“Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Wawali Arya Wibawa dan jajaran Pemkot Denpasar yang telah hadir melepas peserta Fun Walk pada puncak perayaan HUT Pasemetonan kami yang dilaksanakan pada hari ini. Seiring dengan bertambahnya usia, Pasemetonan kami akan terus mempertajam komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ungkapnya. (eka/bi)
KEYNOTE SPEAKER: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster sebagai keynote speaker pada acara Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap karya, kreativitas, dan inovasi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang berdaya saing di Bali.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh I Made Suparta dan menghadirkan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster, sebagai keynote speaker.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Malapraja, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.
Sosialisasi ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Alit Kesuma Kelakan, Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Suwitra dan Ni Made Usmartini, Bupati Klungkung Made Satria, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, serta para pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat dari berbagai daerah di Bali.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan I Made Suparta bahwa sertifikasi kekayaan intelektual merupakan langkah strategis untuk melindungi hasil karya dari penyalahgunaan maupun klaim pihak lain.
Selain memberikan kepastian hukum bagi pencipta, pelaku usaha, seniman, dan inovator, sertifikasi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Melalui sosialisasi ini, lanjut Supartha peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai bentuk kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, merek, paten, desain industri, hingga bentuk perlindungan lainnya. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendaftarkan karya yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan terhadap proses kreatif dan inovatif yang telah dihasilkan.
Para narasumber memberikan pemaparan mengenai prosedur pendaftaran kekayaan intelektual, manfaat sertifikasi bagi pelaku usaha dan UMKM, serta peluang yang dapat diperoleh ketika sebuah karya memiliki perlindungan hukum yang sah. Diskusi interaktif yang berlangsung juga mengangkat berbagai tantangan dan peluang perlindungan kekayaan intelektual di era digital yang semakin berkembang pesat.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan karya bagi kemajuan bangsa. Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih menghargai hasil pemikiran, kreativitas, dan inovasi anak bangsa.
Melalui Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi. Dengan perlindungan yang tepat, kreativitas dan inovasi dapat terus tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, perekonomian daerah, dan pembangunan nasional. Semangat melindungi karya anak bangsa inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu mengharumkan Bali dan Indonesia di masa depan. (gs/bi)