Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Bali 2025

Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan

Loading

BALIILU Tayang

:

PTBI Bali 2025
PERTEMUAN TAHUNAN: Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeradimadja saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang diselenggarakan di Hotel The Meru, Sanur, Selasa (2/12). (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Bali 2025 diselenggarakan sebagai forum strategis dalam rangka memperkuat sinergi daerah untuk menyatukan gerak langkah ke depan serta pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Agenda ini merupakan rangkaian PTBI Nasional 2025 yang telah dilaksanakan secara serentak pada 28 November 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia.

Pada PTBI Nasional 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global, berkat kolaborasi dan sinergi menyeluruh antarunsur bangsa. Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang lebih cepat, responsif, dan solutif menjawab berbagai tantangan dengan semangat persatuan dan rekonsiliasi menuju Indonesia Emas.

“Sekarang adalah execution. Sekarang adalah how to solve the problem. How to bring solution as fast as possible to the people,” pesan Presiden Prabowo dalam arahannya.

Pentingnya sinergi dan saling mengisi dalam keterbatasan eksekusi kebijakan yang saat ini berlangsung perlu menjadi perhatian ke depan. Presiden turut mengapresiasi langkah nyata dan strategis yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan arahan Presiden, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan arah kebijakan Bank Indonesia 2026 yang pro-stability dan pro-growth melalui kebijakan moneter serta kebijakan pro-growth dengan pelonggaran makroprudensial, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta dukungan pembiayaan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Bank Indonesia menegaskan pentingnya penguatan koordinasi kebijakan pada 5 (lima) bidang strategis melalui (1) stabilitas makro dan sistem keuangan, (2) hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan, (3) peningkatan pembiayaan dan pasar keuangan, (4) penguatan ekonomi dan keuangan digital, serta (5) kerja sama ekonomi internasional.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Tawarkan Kebijakan Berbasis Risiko untuk Selamatkan Perekonomian Bali

Di tingkat daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeradimadja menyampaikan bahwa pada 2025, perekonomian Bali diproyeksikan berada di titik atas 5,0–5,8% dan diperkirakan akan terus meningkat pada 2026 (5,4–6,2%) dan 2027 (5,6–6,4%). Kinerja tinggi tersebut selain didukung pariwisata, juga didukung oleh sektor unggulan lain yang menjadi new hero ekonomi Bali yaitu sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan investasi. Perekonomian yang kuat juga didukung oleh inflasi yang terkendali dalam sasaran 2,5 +/-1% pada 2025, 2026, dan 2027. Capaian tersebut didorong oleh sinergi pengendalian inflasi yang semakin solid dan efektif.

Sejalan dengan hal tersebut, intermediasi di Bali juga tetap kuat serta didukung oleh akselerasi transformasi ekonomi digital di Bali. Ditengah capaian perekonomian yang kuat di 2025, masih terdapat 3 (tiga) tantangan utama perekonomian Bali yaitu bagaimana mengakselerasi terwujudnya pariwisata berkualitas, peningkatan sektor unggulan diluar pariwisata yang semakin besar, dan bagaimanaa mewujudkan pertumbuhan yang semakin sustainable melalui keuangan inklusif dan digitalisasi.

KPwBI Bali juga menyampaikan strategi utama untuk mencapai arah perekonomian 2026 yang selaras dengan transformasi ekonomi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan 5 (lima) jurus strategis Panca Kerthi yaitu memperkuat sektor unggulan di luar sektor pariwisata sebagai new source of economy Bali, mengakselerasi terwujudnya pariwisata yang berkualitas, mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan akses pembiayaan yang lebih inklusif, serta memperluas dan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran.

Erwin Soeriadimadja menegaskan bahwa strategi tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang solid ”Sinergi Hari Ini Tidak Hanya Merupakan Kunci Bagi Kemajuan Ekonomi Bali, tetapi Juga Merupakan Investasi terhadap Masa Depan Ekonomi Bali dan Bangsa Indonesia”, tutur Erwin.

Baca Juga  Survei BI Bali Februari 2024, Optimisme Konsumen di Bali Meningkat

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun arah pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan perkembangan global, nasional, dan kebutuhan daerah, berlandaskan prinsip Tri Hita Karana. Selain itu Sekda Bali menyampaikan pentingnya sinergi untuk membangun perekonomian yang tangguh dan mandiri sesuai tema PTBI 2025. ”Tangguh” berarti perekonomian harus kuat dan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan. Sementara ”Mandiri” berarti menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh Bali untuk mengurangi ketergantungan Bali ke wilayah lain. Sinergi mendorong perekonomian Bali diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali tidak hanya tinggi saja, namun memiliki ripple down effect kepada masyarakat.

Selanjutnya, kegiatan PTBI Bali Tahun 2025 ditutup dengan apresiasi kepada mitra strategis atas dedikasi dan kontribusi bagi ekonomi Bali. Tahun ini, apresiasi tersebut diwujudkan melalui penganugerahan Bali Kertha Bhuana kepada 12 penerima yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia Provinsi Bali tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut turut diumumkan para pemenang Pasar Rakyat Go Digital, sebuah inisiatif yang mendorong percepatan digitalisasi pasar, akses pembiayaan, dan peningkatan literasi. Apresiasi ini disampaikan sebagai cerminan solidnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam membangun ekosistem yang inklusif, digital, dan berdaya saing. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Kajian Carrying Capacity Pariwisata Bali kepada Pemerintah Provinsi Bali. Kajian yang disusun melalui kolaborasi antara Politeknik Negeri Pariwisata Bali dan KPwBI Provinsi Bali ini telah melalui proses pengayaan dengan masukan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah serta sejumlah negara sahabat. Kajian tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat arah pengembangan Quality Tourism di Bali ke depan. (gs/bi)

Baca Juga  BI Bali Dorong KUPVA BB Sambut Kebangkitan Pariwisata Melalui Digitalisasi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Inflasi Bali Februari 2026: Pengendalian Inflasi Perlu Diperkuat Jelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  BI Bali Dorong KUPVA BB Sambut Kebangkitan Pariwisata Melalui Digitalisasi

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Kolaborasi FK Unud, FKIK Unwar dan FK Undiksha Dukung Pariwisata Bali

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Bali QRIS Summer Run 2025: Satu Qris, Sejuta Langkah!

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca