Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puluhan Ribu PMI Asal Bali Akan Pulang Lagi, Satgas Covid-19 Siapkan 1.000 Tempat Tidur

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Dalam sebuah wawancara dengan televisi local Bali, Senin siang (30/3-2020), Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dalam waktu dekat ada puluhan ribu warga Bali yang bekerja di luar negeri akan pulang ke Bali. Mereka yang pulang atas keinginan sendiri dan kebijakan pemerintah setempat, ada sebagai pekerja kapal pesiar, spa, kuliah atau bekerja di bidang tertentu. ‘’Dalam waktu dekat pekerja Bali di kapal pesiar di Italia akan balik ke Bali. Jumlahnya mencapai sekitar ratusan orang,’’ ujar Gubernur Koster.

Untuk menangani kedatangan PMI asal Bali ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas Covid-19 sudah menyiapkan pintu penerimaan di bandara I Gusti Ngurah Rai. Dimana, mereka melalui jalur khusus dengan seleksi sesuai protap yang akan diawasi dengan ketat dengan protokol kesehatan.

Satgas Covid-19 juga sudah menyiapkan karantina yang tempatnya representatif. Seperti di Balai Pendidikan Latihan Pegawai dan Pejabat Struktural, di Balai Latihan Kesehatan milik Provinsi Bali, di Balai Latihan Kementrian PU, di Balai Latihan milik Perhubungan yang tempatnya cukup memadai dan layak dipakai.

‘’Kita memiliki sekitar 1.000 tempat tidur dengan kamar yang layak ber AC, jadi lebih baik daripada karantina di Pulau Natuna. Kemudian konsumsinya disiapkan secara gratis oleh Pemerintah Provinsi Bali, tenaga medis, tenaga keamanan. Jadi saya minta yang pulang ini akan dikawal dengan ketat oleh polisi dan TNI dan harus tertib tidak boleh ada yang melawan,’’ tegas Gubernur Koster.

Dikatakan, jika warga Bali itu datang dari negara yang terjangkit akan dikarantina kemudian akan diperiksa dengan rapid tes. Kalau negative maka dibolehkan pulang.

Sementara itu terkait informasi ada eksodus dari luar Bali ke Bali pasca hari suci Nyepi, Gubernur Koster  sudah mengecek langsung melalui petugas Perhubungan dan juga melalui jajarannya yang ada di partai dan dengan satgas yang ada di wilayahnya, ternyata yang dari luar masuk ke pintu pelabuhan Gilimanuk itu adalah orang Bali yang waktu hari suci Nyepi pergi pulang kampung ke Jawa.

Baca Juga  Wisuda dan Pengukuhan Guru Besar, Wagub Cok Ace: IKIP Saraswati Tabanan Catat Sejarah Baru

Usai Nyepi mereka lantas balik kembali ke Bali. Mereka ada yang menggunakan sepeda motor, bus, ada mobil pribadi. Setelah diperiksa memang adalah warga yang tinggal di Bali, alamatnya di Bali, mereka balik ke Bali. ‘’Kalau dibilang mencapai 42 ribu itu nggak bener. Saya sudah memiliki daftar lengkap berapa orang yang menyebarang dengan jalan kaki, kendaraan pribadi, bus itu totalnya ada sekitar 11 ribu,’’ ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, lanjut Gubernur, terjadi penurunan yang sangat jauh. Orang yang keluar Bali yang kemudian balik ternyata tidak semua balik mungkin masih menunda, walaupun sudah selesai hari raya Nyepi. ‘’Mereka tidak balik karena juga nggak kerja, sekolah juga tidak. Jadi sebagian besar belum balik. Memang ada yang balik, tapi tidak sebanyak tahun lalu,’’ ujarnya.

Jadi Gubernur memohon kepada semua pihak, masyarakat Bali jangan menilai bahwa itu orang baru yang datang ke Bali. Mereka adalah warga Bali yang waktu Nyepi mereka sedang pulang kampung ke daerahnya di Jawa. ‘’Setelah nyepi balik lagi. Sebagai orang Bali di sini dia punya hak dan kita layani. Jangankan dari dalam negeri yang dari luar negeri saja balik ke Bali harus kita izinkan, kita tangani sesuai dengan protokol kesehatan,’’ tegas Koster seraya mengatakan jangan sampai panik, ini kan orang Bali karena memang tinggal di Bali.

Sementara itu terkait penutupan pintu masuk melalui darat, udara dan laut sejauh ini kewenangan untuk melakukan lockdown sesuai arahan kebijakan bapak presiden, kewenangan pusat. Jadi pemerintah daerah tidak boleh lockdown atau menutup wilayahnya secara total dari berbagai akses pintu masuk transportasi. Karena segala sesuatu yang diputuskan dijadikan sebagai kebijakan harus sinkron dengan kebiijakan Pusat. ‘’Untuk membatasi interaksi pergerakan masyarakat yang keluar Bali atau masuk ke Bali sifatnya hanya imbauan,’’ ujarnya.

Baca Juga  Di Saat Pandemi Covid-19, Pemprov Bali tetap Penuhi Kewajiban Pemeriksaan Keuangan oleh BPK

Menurut Gubernur, imbauan tersebut sudah berjalan dengan baik. Sekarang ini kita ngerem bagaimana pergerakan orang luar Bali yang mau masuk ke Bali. Untuk ini, aksesnya ada di bandara, dan pelabuhan adalah kewenanagan pemerintah pusat.

‘’Kemarin saya sudah berkirim surat kepada Pak Menteri Perhubungan agar melakukan pengawasan secara ketat dan melakukan seleksi pada semua pintu masuk akses ke Bali. Baik melalui bandara maupun melalui pelabuhan. Saya sudah WA secara langsung Pak Menteri Perhubungan yang sekarang dijabat Menko Maritim, beliau sudah merespons kemudian saya langsung juga kemarin malam telpunan dengan Pak Dirjen Hubungan Laut dan Dirjen Hubungan Darat mengenai untuk memperkuat pengawasan para penumpang atau juga kendaraan yang masuk ke Bali lewat darat.,’’ katanya

Gubernur meminta agar diseleksi secara ketat harus melakukan protokol kesehatan. ‘’Beliau sudah menyanggupi sekarang mulai hari ini dalam pelaksanaan. Saya menganjurkan di semua pintu masuk pelabuhan agar membuat posko untuk melakukan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan, menyiapkan ruang isolasi sekiranya ada penumpang atau warga yang setelah diperiksa ternyata demam harus diisolasi,” ujarnya.

Tentunya dengan imbauan ini, lanjut Gubernur, kita berharap orang yang masuk ke Bali akan berkurang kecuali ada kepentingan khusus seperti yang dikecualikan penanganan logistik, suplay pangan sandang papan, kemudian juga penanganan kesehatan, keamanan atau tugas pemerintah pusat dan daerah atau juga masyarakat yang memiliki keperluan atau kepentingan sangat darurat. ”Tetapi menurut saya, kalau tujuannya untuk berkunjung atau berwisata ke Bali atau melakukan kegiatan yang tidak penting saya minta supaya langsung dicegat saja di pelabuhan,’’ tegasnya. (*/gs)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Junjung Tinggi Toleransi, Pemkab Gianyar Gelar Buka Puasa Bersama

Published

on

By

buka puasa bersama di gianyar
BUKA PUASA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun saat menghadiri buka puasa bersama di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Rabu (4/3). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar buka puasa bersama di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Rabu (4/3). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kabupaten Klungkung dan Bangli, Forkopimda Kabupaten Gianyar, Pengadilan Negeri Gianyar, Danyon Zipur 18 YKR,  FKUB Gianyar, MUI Gianyar, Dewan Masjid Indonesia Gianyar, Baznas Gianyar, para anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Kepala OPD Kabupaten Gianyar, serta perwakilan umat Muslim di Kabupaten Gianyar.

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menyampaikan bahwa Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Muslim, bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, dan mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, kepedulian terhadap sesama.

“Acara Buka Puasa dan Safari Ramadhan seperti ini memiliki makna yang sangat penting. Selain sebagai momentum ibadah dan rasa syukur, juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Gianyar yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup Agung Mayun mengungkapkan bahwa keberagaman adalah hal yang patut kita pertahankan, karena keharmonisan dan toleransi antarumat beragama dapat terjaga dengan baik. Hal tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Saya percaya, kekuatan terbesar Kabupaten Gianyar terletak pada persatuan dan gotong-royong masyarakatnya. Ketika kita mampu menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan bekerja sama, maka berbagai tantangan pembangunan dapat kita hadapi dengan lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Agung Mayun juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya mewujudkan masyarakat Gianyar yang aman, maju, inklusif, berdaya saing, berbudaya dan berkelanjutan.

Baca Juga  Update Covid-19 (7/8) di Bali, Angka Kesembuhan Pasien Covid terus Naik

“Kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Gianyar, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah yang dijalankan senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan, serta kita semua dapat dipertemukan kembali dengan hari kemenangan dalam keadaan penuh kebahagiaan,” tutupnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan pengendalian diri. Ia juga menekankan bahwa perayaan hari raya yang waktunya berdekatan dengan Imlek dan Nyepi mencerminkan keberagaman serta kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibagikan bantuan sembako kepada umat Muslim yang kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sosial di bulan suci Ramadhan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satpol PP Buleleng Luncurkan Inovasi KSATRIA 2026, Momentum Penguatan Satlinmas

Published

on

By

Satpol PP Buleleng
KSATRIA 2026: Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng resmi meluncurkan inovasi KSATRIA 2026 (Kompetisi Satlinmas Tangguh, Responsif, Inspiratif, dan Andal) sebagai momentum penguatan Satlinmas. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng resmi meluncurkan inovasi KSATRIA 2026 (Kompetisi Satlinmas Tangguh, Responsif, Inspiratif, dan Andal) sebagai momentum penguatan Satlinmas.

Kompetisi ini berlangsung mulai 12 Februari hingga 25 Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-422 Kota Singaraja, HUT Ke-76 Satpol PP, serta HUT Ke-64 Satlinmas.

“KSATRIA 2026 diperuntukkan untuk membangkitkan semangat Satlinmas di wilayah Kabupaten Buleleng agar semakin aktif, solid, dan profesional dalam menjalankan peran perlindungan masyarakat,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Kamis (5/2).

Lebih lanjut dijelaskan, program ini tidak sekadar lomba, melainkan gerakan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas Satlinmas.

“Penilaian dilakukan secara terukur dan objektif berdasarkan empat pilar utama, yakni Tangguh, Responsif, Inspiratif, dan Andal. Aspek yang dinilai meliputi kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, kecepatan merespons laporan masyarakat, keterlibatan sosial, hingga tertib administrasi dan pemanfaatan sistem informasi,” ungkapnya.

Mantan Kaban Kesbang ini menegaskan bahwa KSATRIA 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan standar Satlinmas di Kabupaten Buleleng.

“KSATRIA 2026 bukan hanya mencari juara. Ini adalah gerakan penguatan agar Satlinmas semakin tangguh, responsif, dan profesional. Kami ingin Satlinmas benar-benar hadir dan siap ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Selama ini, Satlinmas memiliki peran penting namun sering bekerja tanpa sorotan. Mereka terlibat dalam pengamanan kegiatan masyarakat, membantu penanganan situasi darurat, hingga menjaga ketertiban lingkungan.

Selain itu, Satlinmas juga memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan dan kesiapsiagaan, membantu proses evakuasi saat terjadi bencana, hingga mendukung upaya pemulihan pascabencana di wilayah masing-masing.

Melalui kompetisi ini, seluruh desa dan kelurahan diharapkan dapat menunjukkan bahwa Satlinmas mereka aktif, terlatih, dan tertib administrasi. Dengan semangat peringatan hari jadi Kota Singaraja serta institusi Satpol PP dan Satlinmas, KSATRIA 2026 diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas Satlinmas di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/9) di Bali, 5 Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 94 Orang

“Kita optimistis, melalui inovasi ini, Satlinmas akan semakin kuat dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat serta semakin sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Aksi Kolektif Bali Bersih Sampah di Jimbaran, Menteri LH dan Gubernur Koster Serukan Wajib Pilah Sampah dari Sumber

Published

on

By

Gubernur Koster
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Faisol Nurofiq dalam aksi Korve Bersih Sampah Pantai di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis (5/3) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Faisol Nurofiq dalam aksi Korve Bersih Sampah Pantai di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis (5/3) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan penanganan persoalan sampah di Bali yang belakangan menjadi sorotan nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas intensitas kunjungan pemerintah pusat yang dinilai cukup sering.

Ia menegaskan bahwa hal itu menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.

“Demikian pentingnya arti Bali bagi pemerintah pusat. Banyak keluhan dari masyarakat internasional yang langsung disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah di Bali telah menjadi perhatian serius Presiden. Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi serta kabupaten/kota diminta segera mengambil langkah konkret dan substansial dalam penanganan sampah.

Menteri LH menegaskan bahwa pola lama pengelolaan sampah dengan sistem “pungut-angkut-buang” ke TPA Suwung tidak lagi dapat dipertahankan. Kondisi TPA tersebut disebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overloaded) dan berdampak pada kerusakan lingkungan yang serius.

Bahkan, TPA Suwung kini masuk dalam proses penyidikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pemerintah pusat memberikan sanksi berat sebagai langkah penegakan hukum dan pembenahan tata kelola.

“Kita tidak bisa lagi menunda. Mulai sekarang wajib pilah sampah dari sumber,” tegasnya.

Target Pilah Sampah Satu Bulan

Berdasarkan data Kementerian LH, sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang seharusnya dapat diselesaikan di tingkat sumber, baik rumah tangga maupun fasilitas publik.

Menteri LH meminta Walikota Denpasar dan Bupati Badung menuntaskan sistem pemilahan sampah organik di sumber paling lambat satu bulan ke depan. Ia menekankan bahwa kepala daerah bertanggung jawab penuh memimpin gerakan pilah sampah hingga level rumah tangga.

Baca Juga  Wisuda dan Pengukuhan Guru Besar, Wagub Cok Ace: IKIP Saraswati Tabanan Catat Sejarah Baru

“Terimakasih kepada Bapak Gubernur Bali, yang telah berupaya keras dan selalu mengawal serta mengawasi program pemerintah pusat ini di daerah,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Namun proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 2,5 hingga 3 tahun hingga beroperasi penuh.

“Kalau tidak mulai pilah dari sekarang, sampah akan terus menumpuk sampai tiga tahun ke depan,” katanya.

Serahkan Mesin Pemotong Kayu

Dalam kesempatan itu, Menteri LH menyerahkan secara simbolis dua unit mesin pemotong kayu kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa untuk membantu percepatan penanganan sampah kiriman berupa kayu dan bambu di kawasan pantai.

Ia juga mengakui bahwa sampah kiriman melalui laut menjadi tanggung jawab kementeriannya, namun hingga kini belum sepenuhnya dapat diatasi secara optimal.

Bantuan peralatan tersebut, menurutnya, menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bali.

Bali Bersih untuk Pariwisata Berkelanjutan

Gubernur Wayan Koster dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah pemerintah pusat.

Aksi bersih pantai di Pantai Jimbaran turut dihadiri unsur TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, organisasi masyarakat, organisasi perempuan, serta pelajar.

Menteri LH menutup sambutannya dengan ajakan bekerja keras dan bergerak cepat. “Bali daerah wisata tanpa sampah tentu akan semakin cantik, semakin menawan bagi wisatawan mancanegara. Mari kita hadirkan yang terbaik untuk bangsa melalui Bali Bersih,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca