Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Reskrim Polsek Denbar Bekuk Dua Pelaku Pencurian HP

BALIILU Tayang

:

polsek denbar
Dua pelaku yang diduga mencuri HP di salah satu konter HP di Jalan Teuku Umar Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil mengungkap kasus pencurian telepon genggam yang terjadi di sebuah toko gadget di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, Kota Denpasar, yang videonya sempat viral di media sosial. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pria muda yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita, di Toko Mekicell Gadget Store. Korban diketahui bernama Muthia Khairunnisa Rayno (22), pemilik toko yang baru mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari karyawannya mengenai kondisi toko yang sudah terbuka.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., akibat kejadian tersebut, korban kehilangan empat unit handphone merek iPhone dengan berbagai tipe, yakni iPhone 13, iPhone 15, iPhone 11, dan iPhone 11 Pro. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 25 juta. Selain menggasak ponsel, pelaku juga diketahui masuk melalui rolling door yang tidak terkunci serta merusak CCTV di lokasi kejadian guna menghilangkan jejak.

Mendapat laporan dari korban, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Demiral Safriansyah, S.Tr.K., M.H. segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan intensif. Dari hasil pengembangan, polisi memperoleh informasi terkait identitas dan keberadaan pelaku.

Hingga pada Kamis, 12 Februari 2026, tim berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial MSA (23) dan WN (23), keduanya berasal dari Jember. Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa aksi pencurian dilakukan secara bersama-sama, dengan rencana hasil penjualan handphone akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Dua Buruh Proyek Ditangkap Saat Curi Scaffolding di Villa Melasti Ungasan

Atas perbuatannya, kedua pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polsek Dentim Ungkap Kasus Pencurian Uang dan Perhiasan di Kesiman Kertalangu, Seorang ART Diamankan

Published

on

By

pencurian perhiasan di kesiman
DIAMANKAN: Tersangka pelaku pencurian berinisial AD berhasil diamankan Polsek Dentim di sebuah rumah kos di kawasan Jl. Sekar Sari pada Jumat (6/3/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur (Dentim) berhasil mengungkap kasus pencurian uang tunai dan perhiasan emas yang terjadi di wilayah Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial AD yang diketahui merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah korban.

Kapolsek Dentim, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H.,M.H., menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah korban I Putu Oka Sudarsana melaporkan kehilangan uang tunai dan dua cincin emas di rumahnya di Jl. Sekar Sari, Gang IX A, Banjar Batur Sari, pada Senin (2/3/2026). Korban mengetahui kejadian tersebut setelah memeriksa rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang mengambil dompet di kamar tidur.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 11.500.000, yang terdiri dari uang tunai Rp 6.500.000 serta dua buah cincin emas milik anaknya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Polsek Dentim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H.,M.H., bersama Panit Opsnal Iptu I Nyoman Padu melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku di sebuah rumah kos di kawasan Jl. Sekar Sari pada Jumat (6/3/2026).

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah mengambil uang korban secara bertahap dari dompet, tas, celengan serta mengambil dua cincin emas tanpa izin pemiliknya. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 400.000 dan pakaian yang digunakan saat melakukan pencurian.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Dentim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dua Buruh Proyek Ditangkap Saat Curi Scaffolding di Villa Melasti Ungasan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polres Gianyar Ungkap 61 Kasus Kriminal dalam Operasi Sikat Agung 2026

Published

on

By

Polres Gianyar
KONFERENSI PERS: Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma saat memimpin konferensi pers yang digelar di Mapolres Gianyar, Selasa (10/3/2026). Operasi ini melibatkan Satreskrim Polres Gianyar bersama jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Gianyar. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kepolisian Resor (Polres) Gianyar berhasil mengungkap puluhan kasus kriminalitas selama pelaksanaan Operasi Sikat Agung 2026 yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Secara keseluruhan, polisi mengungkap 61 kasus tindak pidana dengan 58 orang tersangka yang diamankan.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Gianyar, Selasa (10/3/2026). Operasi ini melibatkan Satreskrim Polres Gianyar bersama jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Gianyar.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma mengatakan operasi tersebut merupakan langkah kepolisian dalam menekan angka kriminalitas yang meresahkan masyarakat, khususnya kasus pencurian.

“Operasi Sikat Agung ini merupakan upaya kepolisian untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dari hasil pelaksanaan operasi bersama jajaran Polsek, kami berhasil mengungkap 61 kasus dengan 58 orang tersangka,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma dalam konferensi pers.

Dari total kasus yang diungkap, sebagian besar merupakan tindak pidana pencurian. Rinciannya meliputi 14 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 21 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 22 kasus pencurian dengan kekerasan atau pencurian biasa (cusa), satu kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta tiga kasus pencurian ringan (curing). Dari keseluruhan kasus tersebut, 29 kasus di antaranya berhasil diungkap dalam rangkaian Operasi Sikat Agung.

Sementara itu, dari 58 tersangka yang diamankan, sebanyak 50 orang merupakan laki-laki dan delapan orang perempuan.

Kapolres menjelaskan, lokasi kejadian perkara cukup beragam, mulai dari jalan raya, permukiman warga, vila, gudang, hingga proyek pembangunan. Beberapa kasus juga terjadi di toko, warung, SPBU, serta restoran.

Menurut AKBP Chandra C. Kesuma, para pelaku menggunakan berbagai modus operandi dalam menjalankan aksinya. Pada kasus pencurian kendaraan bermotor, pelaku umumnya menggunakan kunci palsu, mendorong kendaraan, maupun memanfaatkan kondisi kunci yang masih menempel di kendaraan. Pada kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku melakukan aksi dengan mencungkil atau merusak kunci, mengambil barang dengan mudah, hingga memanfaatkan kelengahan korban. Sementara itu, pada kasus pencurian dengan kekerasan, pelaku melakukan aksi jambret, sedangkan pada kasus pencurian biasa dan pencurian ringan pelaku cenderung memanfaatkan kelengahan korban.

Baca Juga  Beraksi di Banyak Lokasi, Polsek Denbar Amankan Pelaku Pencurian Helm

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 41 unit sepeda motor, dua unit kendaraan roda empat, 22 unit telepon genggam, 42 buah perhiasan, dua tabung gas, satu buah linggis, pakaian, sandal, serta jaket dan uang tunai sebesar Rp13.042.000.

Terhadap para tersangka, polisi menjerat dengan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kasus pencurian kendaraan bermotor dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Kasus pencurian dengan kekerasan dijerat Pasal 479 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara, sedangkan kasus pencurian dengan pemberatan dikenakan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Untuk pencurian ringan, tersangka dijerat Pasal 478 KUHP.

Kapolres Gianyar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan baik, serta tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” kata AKBP Chandra C. Kesuma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Buron Interpol Jimmy Lie Ditangkap di Malaysia

Published

on

By

Jimmy Lie
TANGKAP: Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia berhasil menangkap buron internasional, Jimmy Lie, yang masuk dalam daftar red notice sejak 22 September 2025. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia berhasil menangkap buron internasional, Jimmy Lie, yang masuk dalam daftar red notice sejak 22 September 2025.

Diketahui, Jimmy Lie merupakan tersangka kasus dugaan suap sebesar Rp 1,7 miliar terkait pengurusan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Tangerang. Ia sempat melarikan diri ke luar negeri sebelum akhirnya terdeteksi berada di Malaysia.

Dalam keterangannya, Kabag Jiantra Set NCB Interpol Divhubinter Polri Kombes Ricky Purnama mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Divhubinter Polri, Polres Metro Tangerang Kota, serta otoritas Malaysia.

“Keberhasilan ini diawali dengan koordinasi intensif antara tim Divhubinter Polri dan pihak Imigrasi Putrajaya, Malaysia pada 3 Maret 2026, terkait permintaan operasi penangkapan dan pemulangan tersangka,” ujar Ricky Senin (9/3/2026).

Sebagai tindak lanjut, pada 8 Maret 2026 otoritas Imigrasi Malaysia berhasil mengamankan Jimmy Lie di wilayah hukum mereka. Atas arahan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiatmoko, staf teknis Polri di KJRI Penang kemudian ditugaskan untuk mengawal pemulangan tersangka ke Indonesia.

Karena keterbatasan penerbangan langsung dari Penang ke Jakarta, Jimmy Lie diterbangkan melalui rute Penang–Medan dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, sekitar pukul 17.30 WIB.

Secara bersamaan, tim Divhubinter Polri bersama penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota berangkat dari Jakarta menuju Medan untuk melakukan penjemputan resmi. Setelah menjalani pemeriksaan kelayakan terbang (fit to fly), Jimmy Lie kemudian diterbangkan ke Jakarta pada pukul 20.00 WIB.

“Tersangka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 22.30 WIB untuk selanjutnya menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Ricky.

Baca Juga  Ambil HP Terjatuh di Jalan WR Supratman, Pelaku Diringkus Tim Opsnal Dentim

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari dugaan suap senilai Rp 1,7 miliar dalam pengurusan sertifikat tanah melalui program PTSL di Kabupaten Tangerang. Saat proses hukum berjalan, Jimmy Lie melarikan diri ke luar negeri hingga akhirnya dimasukkan ke dalam daftar red notice Interpol pada September 2025. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca