Thursday, 20 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Surat Terbuka Kasatgas Covid-19 Buat Prajuru Desa Adat Se-Bali, Cahaya di Ujung Kegelapan

BALIILU Tayang

:

de
KASATGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Om Swastyastu, Rahajeng sareng sami.

Dengan segenap kerendahan hati, saya mohon ijin menyapa seluruh Prajuru Desa Adat di Bali sekaligus menyampaikan salam hormat yang tulus dari saya selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali. Astungkara atas asung waranugraha Hyang Widhi Wasa kita semua dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Hampir tidak ada satu orang pun krama Bali yang meragukan pentingnya keberadaan Desa Adat di Bali. Daerah-daerah lain, Pemerintah Indonesia, Dunia, para Ilmuwan Sosial memberikan apresiasi yang positif dan membanggakan tentang keberadaan Desa Adat di Bali dan peranannya yang tetap kuat menyangga Bali di tengah gempuran globalisasi yang amat dahsyat.

Banyak komunitas di daerah/negara lain yang kehilangan identitas budayanya karena tergerus arus budaya global yang semakin kencang dan merasuk masuk mengikis relung-relung nilai budaya lokal. Hari ini….di tengah hiruk-pikuk peradaban dunia yang berubah cepat, dalam posisi Bali sebagai kota dunia/destinasi pariwisata dunia, ternyata Bali masih bisa berdiri tegak penuh percaya diri menunjukan identitas budayanya yang masih sangat kuat.

Banyak warga dunia berupaya menemukan jawaban mengapa Bali masih “Bali” dengan segenap kekuatan budayanya ? Tentu banyak jawaban di ranah diskusi publik, namun kita tidak bisa mengingkari kebenaran satu jawaban yakni Keberadaan dan Peranan Desa Adat adalah pilar penyangga, benteng pertahanan, mesin penggerak budaya dan filter penyaring nilai budaya luar.

Keyakinan akan kebenaran jawaban tersebut bukan hanya menjadi milik Desa Adat, tetapi Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Bali juga memiliki keyakinan yang sama. Itu sebabnya dari dulu hingga saat ini, banyak program pemerintah, program pembangunan, program kemasyarakatan dipercayakan pelaksanaannya kepada Desa Adat, atau sekurang-kurangnya bekerjasama dengan Desa Adat. Dan astungkara program-program itu berjalan dengan baik dan sukses. Keberhasilan ini tentu menumbuhkan kepercayaan diri Desa Adat yang sangat kuat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dorong Inovasi Pengembangan Potensi Desa Hadapi Era New Normal

Berangkat dari keyakinan tersebut di atas, maka Pemerintahan Provinsi Bali dari generasi ke generasi selalu memberi perhatian penting dan bekerja untuk melakukan penguatan Desa Adat. Dengan segala hormat kepada para pemimpin pemerintahan terdahulu, upaya-upaya penguatan Desa Adat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali saat ini sangat luas dan mendasar karena memang tuntutan situasi saat ini menghendaki demikian. Harapannya masih tetap sama yakni agar Desa Adat semakin kuat menghadapi arus perubahan global yang semakin kencang.

Para Prajuru Desa Adat yang sangat saya hormati,

Hari ini dunia sedang menghadapi situasi pandemi/wabah global virus corona (Covid-19). Para pemimpin dunia dan juga para pemimpin kita di Tanah Air sedang mengerahkan segenap kemampuan dan sumberdaya kepemimpinannya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 melalui berbagai strategi. Organisasi Kesehatan Dunia, para praktisi dan pemerhati kesehatan, lembaga-lembaga pemerintahan di seluruh dunia sedang berjuang untuk memenangkan “peperangan” melawan Covid-19 yang sampai saat ini masih terasa sulit untuk dikalahkan.

Sebagai Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, saya juga tentu mencermati dan mempelajari “strategi perang” Negara-negara lain, daerah-daerah lain di Indonesia dalam menaklukkan musuh bersama dunia saat ini yaitu Covid-19. Di tengah situasi sulit, penuh tantangan, ancaman risiko yang sangat tinggi, sumberdaya yang terbatas, “kurang taat & disiplinnya sebagian warga masyarakat dalam mengikuti arahan kebijakan pemerintah untuk pengendalian Covid-19”, saya teringat akan institusi kebanggaan kita, institusi yang telah dikenal masyarakat dunia karena keberhasilannya dalam banyak hal, yakni DESA ADAT. Saya teringat akan kehebatan Desa Adat mendisiplinkan krama desa untuk melaksanakan Nyepi, baik Nyepi Tahun Saka maupun Nyepi Desa yang merupakan tradisi di banyak Desa Adat. Saya juga teringat akan kemampuan Desa Adat dalam menggerakkan masyarakat untuk mensukseskan program-program pemerintah.

Baca Juga  Gubernur Koster Terbitkan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, Tanpa Masker Didenda Rp 100 Ribu

Dalam kegelapan situasi pandemi global Covid-19 ini, saya melihat secercah cahaya optimisme. Jika kita telah melihat bukti nyata keberhasilan Desa Adat dalam mendisiplinkan warga untuk tertib pelaksanaan Nyepi, mengapa potensi ini tidak kita manfaatkan. Masalah paling berat yang kita hadapi dalam pencegahan Covid-19 ini adalah kurang taat dan disiplinnya masyarakat melaksanakan arahan pemerintah seperti : mengurangi aktivitas di luar rumah, meniadakan keramaian, meniadakan hiburan, meniadakan acara/kegiatan yang melibatkan orang banyak, menjaga jarak (social distancing / physical distancing), perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk/bersin/meludah, dan lain-lain. Padahal ini adalah kunci utama untuk mencegah penularan/penyebaran Covid-19. Saya punya keyakinan, Desa Adat memiliki kemampuan dan wibawa untuk menegakkan hal-hal tersebut bagi Krama Desa.

Secara formal Bapak Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah menandatangani Keputusan Bersama tentang Pembentukan Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Keputusan Bersama ini bukan bentuk kepanikan, tetapi berangkat dari keyakinan dan kepercayaan Pemerintah Provinsi Bali terhadap Desa Adat. Pembentukan Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat ini sebaiknya tidak dimaknai sebagai penugasan, akan lebih baik dimaknai sebagai panggilan kehormatan atas dasar kepercayaan kepada Desa Adat untuk hadir dalam penanggulangan Covid-19 di Bali bersama-sama Pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

Saya membayangkan, jika Desa Adat di Bali berhasil menegakkan disiplin Krama Desa untuk melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 dengan tertib melalui upaya sekala dan niskala, maka penyebaran Covid-19 di Bali pasti bisa kita hentikan, yang berarti kita memenangkan peperangan. Pada saat itu dunia akan mengarahkan pandangannya ke Bali. Semua orang akan merasa kagum dan menaruh rasa hormat kepada Desa Adat.

Baca Juga  Ketua Pakar Covid-19 Wiku Adisasmito: Pemerintah Daerah Direkomendasikan Lakukan Penilaian Wilayah Menuju Aman dan Produktif Covid-19

Apa yang saya bayangkan itu tentu saja merupakan peluang dan tantangan bagi para Prajuru Desa Adat. Kekaguman masyarakat dunia akan tertuju kepada kepemimpinan Prajuru Desa Adat. Di tengah situasi sulit ini, saya memperlihatkan peluang kepada Prajuru Desa Adat untuk tampil ke depan. Momentum kuat ini hanya sekali, sulit kita dapatkan lagi, karena itu alangkah baiknya kita manfaatkan. Mari kita buat Dunia terkagum-kagum akan kemampuan Desa Adat di Bali yang bisa memenangkan perang melawan Covid-19. Saat yang tepat bagi Desa Adat untuk tampil ke depan.

Inilah cahaya di ujung kegelapan.

Rakyat Bali punya harapan besar untuk segera pulih dari pandemi Covid-19 ini.

Salam hormat untuk semua Prajuru Desa Adat se-Bali

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali,

Tertanda

Dewa Made Indra

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Antari Jaya Negara Serahkan PMT bagi Lansia di Denut dan Denbar

Upaya Mencegah Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar

Published

on

By

bantuan pmt denpasar
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara saat menyerahkan sejumlah paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia dan balita, di dua kecamatan, yakni Denpasar Utara dan Denpasar Barat, Kamis (20/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mencegah dan menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara kembali menyerahkan sejumlah paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia dan balita, di dua kecamatan, yakni Denpasar Utara dan Denpasar Barat, Kamis (20/6).

Adapun paket bantuan yang diserahkan kepada masyarakat tersebut berisi antara lain beberapa kebutuhan pokok, seperti biskuit, telur, susu, dan juga ayam segar.

Dalam arahannya Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana menyampaikan, sebagai mitra pemerintah, TP PKK Kota Denpasar selalu berkoordinasi untuk dapat bersama mengentaskan kasus kemiskinan ekstrem, dan juga upaya persoalan stunting di Kota Denpasar.

“Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar, selain upaya menurunkan stunting, juga adalah langkah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Upaya tersebut antara lain, edukasi penanaman bibit sayuran dan buah-buahan yang ditanam di halaman rumah, dan juga program pembagian PMT bagi lansia, ibu hamil, dan balita yang membutuhkan,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan pembagian PMT ini diadakan di 2 lokasi terpisah yakni lokasi pertama kantor Kecamatan Denpasar Utara dan lokasi kedua dilaksanakan di Kantor Kecamatan Denpasar Barat.

Salah seorang orang tua balita penerima PMT, Ni Luh Putu Eka, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Denpasar yang telah memberikan bantuan ini.

“Kami berterima kasih atas bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada anak-anak kami. Tentu bantuan PMT ini akan bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua Pakar Covid-19 Wiku Adisasmito: Pemerintah Daerah Direkomendasikan Lakukan Penilaian Wilayah Menuju Aman dan Produktif Covid-19

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Arya Wibawa Paparkan Strategi Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar

Dari Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Published

on

By

wawali Arya Wibawa
EVALUASI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa hadiri kegiatan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Tahun 2024, yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kamis (20/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memaparkan strategi Pemerintah Kota Denpasar dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem, yang disampaikannya dalam Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Tahun 2024, yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kamis (20/6).

Dalam paparan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, saat ini Pemkot Denpasar berkomitmen terhadap pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Adapun salah satu Upaya pencegahan dan penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sejumlah lansia dan balita, pada empat kantor kecamatan di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada juga beberapa upaya yang dilakukan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, yakni melalui pemberian program bedah rumah PUPR, layanan kesehatan, dan juga pembagian PMT bagi lansia dan balita. Untuk menambah kemampuan masyarakat, sejumlah program juga dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan, yaitu pemberian  pelatihan keterampilan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pekerjaan sehingga dapat keluar dari kemiskinan ekstrem.

“Saat ini kami sedang berfokus untuk dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar melalui berbagai langkah. Pemkot Denpasar juga menargetkan di tahun 2024 kita harapkan kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar dapat menyentuh angka 0 persen,” ungkapnya.

Wawali Arya Wibawa juga menyatakan, mengurangi angka kemiskinan merupakan salah satu sasaran dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat, bersama dengan tiga sasaran lainnya, yakni meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Seluruh OPD di Pemkot Denpasar akan berkolaborasi untuk mewujudkan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar,” lanjutnya lagi. (eka/bi)

Baca Juga  Sekda Bali Dewa Indra: Apresiasi Peran Serta BPK di Program Bali Resik Sampah

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

IGTKI-PGRI Denpasar Gelar Seminar Nasional Strategi PAUD

Bunda PAUD Ny. Antari Jaya Negara Ajak Bangun PAUD Berkualitas

Published

on

By

bunda paud denpasar
BUKA SEMINAR: Bunda PAUD Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat membuka seminar ditandai dengan pemukulan gong, Kamis (20/6) di ruang Graha Sarwa Guna, BPMP Provinsi Bali. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara membuka secara resmi pelaksanaan Seminar Nasional “Strategi Pembelajaran Kreatif dan Inovatif untuk Anak Usia Dini di Era Pembelajaran Abad 21” yang berlangsung, di ruang Graha Sarwa Guna, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Kamis (20/6).

Seminar Nasional yang berlangsung satu hari secara daring dan tatap muka ini diselenggarakan dalam sinergitas Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Denpasar, Bunda PAUD Denpasar, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, dan PT. Intan Pariwara pusat. Tampak hadir pula pada kesempatan itu, Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua GOPTKI Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, OPD Terkait Pemkot Denpasar, dan Bunda PAUD Kecamatan di Kota Denpasar.

Bunda PAUD Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan, visi yang disepakati bersama PAUD adalah menciptakan PAUD berkualitas di seluruh satuan yang ada. Tanpa ada pendidikan dan tenaga kependidikan yang berkompeten, peserta didik tidak akan mendapatkan pelayanan yang baik. Sehingga, sebagai sebuah pondasi dari PAUD berkualitas, pendidikan PAUD perlu terus meningkatkan kompetensi menghadapi perubahan alam dan zaman yang terus berkembang.

“Utamanya dalam menghadapi era Abad 21, di mana kita dihadapkan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, sehingga strategi pembelajaran harus inovatif dan berlangsung menyenangkan serta tercapai tujuan pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan, peran IGTKI-PGRI diharapkan akan membangun PAUD berkualitas di Denpasar yang dimulai dari kontribusi peningkatan kualitas PAUD. Seminar Nasional ini menjadi sangat relevan bagi para pendidik PAUD untuk meningkatkan kompetensi dan menambah wawasan tentang pembelajaran kreatif dan inovatif.

Baca Juga  Beasiswa BI untuk Mahasiswa Berprestasi, Cok Ace: Harapkan Generasi Muda Bali jadi Kunci Wujudkan Bali yang Unggul

“Kita berharap IGTKI-PGRI Kota Denpasar selalu bergandengan tangan dengan stakeholder terkait untuk terus berkreativitas dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD,” ujarnya.

Sementara Ketua IGTKI-PGRI Kota Denpasar, Nyoman Puspitawati dalam laporannya menyampaikan, di era yang serba digital dan cepat berubah ini, guru dituntut untuk mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya kreatif, namun juga inovatif. Hal ini guna menyiapkan anak-anak usia dini menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

“Seminar ini memiliki arti penting bagi kita semua dalam memahami tentang strategi pembelajaran, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak usia dini sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah masa depan bangsa ini,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca