Friday, 21 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tanggapan DPRD Bali Terkait Pendapat Gubernur Terhadap Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi

BALIILU Tayang

:

dewan bali
TANGGAPAN: I Kade Darma Susila, S.H. menyampaikan tanggapan DPRD Provinsi Bali terkait pendapat Gubernur Bali terhadap Raperda Inisiatif Dewan tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi pada Rapat Paripurna Ke-6 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024, Senin (Soma Pon Pahang), 1 April 2024 di ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Renon Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menanggapi pendapat Gubernur Bali terhadap Raperda Inisiatif Dewan tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi pada Rapat Paripurna Ke-6 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024, Senin (Soma Pon Pahang), 1 April 2024 di ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Renon Denpasar.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua Dewan Nyoman Adi Wiryatama didampingi Wakil Ketua II Nyoman Suyasa dan Wakil Ketua III Tjok. Gede Asmara Putra Sukawati bersama segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Bali. Hadir Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, Forkopimda Bali, Sekda Bali Dewa Made Indra bersama OPD dan Kelompok Ahli Dewan.

Menanggapi pendapat gubernur terhadap Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, Juru Bicara DPRD Bali I Kade Darma Susila, S.H. mengatakan dalam penyusunannya diawali berdasarkan pembuatan Naskah Akademis, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, dan Permendagri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Raperda Inisiatif Dewan ini, kata Darma Susila, dibuat menjadi Produk Hukum Daerah bertujuan untuk antara lain: Memberikan kepastian hukum mengenai Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi kepada Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan (BUPP), Pelaku Usaha, Masyarakat dan/atau Investor; Menjadi dasar kebijakan Pemerintah Provinsi dalam Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Investasi untuk membantu mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi; Memberikan perlindungan kelestarian alam Bali dan budaya sebagai sumberdaya lokal, dimanfaatkan untuk pembangunan perekonomian yang dikelola BUPP, Pelaku Usaha dan/atau Investor yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan Krama Bali.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Jawaban Pemerintah Dalam Rapat Paripurna DPRD Badung

Dari entitas tujuan dalam pembentukan Raperda tersebut menjadi Produk Hukum Daerah, lanjut Darma Susila, diharapkan berfungsi sebagai instrumen hukum daerah yang responsif; progresif; antisipatif; transpormatif; inovatif; dan implementatif dalam kebijakan pemberian insentif dan kemudahan investasi di Daerah Provinsi Bali.

‘’Dalam konteks ini, Ketentuan Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 memberikan kewenangan pada Penyelenggara Pemerintahan Daerah yang melibatkan peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan daerah dengan memberikan Pemberian Insentif dan/atau Pemberian Kemudahan kepada BUPP, Pelaku Usaha, Masyarakat dan/atau Investor yang diatur dalam Peraturan Daerah, dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 7 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah,’’ ujar Darma Susila.

Darma Susila menegaskan bahwa penanaman modal mempunyai peranan penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Provinsi antara lain: meningkatkan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, memberdayakan sumber daya lokal, meningkatkan pelayanan publik, meningkatkan produk domestik regional bruto, serta mengembangkan kegiatan usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), usaha mikro, kecil, dan koperasi.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dan menghadapi era globalisasi, Pemerintah Provinsi perlu menetapkan kebijakan untuk mendorong terwujudnya iklim usaha yang kondusif bagi penanam modal dan penguatan daya saing perekonomian nasional.

‘’Upaya Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan penanaman modal melalui Pemberian Insentif dan/atau Pemberian Kemudahan Investasi kepada BUPP, Pelaku Usaha, Masyarakat dan/atau Investor tergolong masih rendah, bahkan cenderung kontra produktif. Hal tersebut ditandai banyaknya Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang membebani para pelaku usaha termasuk Investor yang mengakibatkan daya saing Provinsi dan nasional di bidang investasi belum optimal,’’ ujarnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi, Bupati Giri Prasta: Badung Bangkit Cepat dan Tumbuh Kuat

Sebagai penyempurnaan dari penyusunan Raperda ini, sebut Darma Susila, Dewan sependapat dan telah terlebih dahulu disusun Naskah Akademis (NA) sebagai dasar pembentukan Raperda yang berlandaskan filosofis, sosiologis dan yuridis, yang dituangkan pada Konsideran, dan kemudian dijabarkan pada Batang Tubuh berupa materi muatan dan penormaan, serta dibuat Penjelasan. Perihal tersebut telah mendapatkan masukan dari Perangkat Daerah terkait dan mendapatkan harmonisasi dari Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali.

‘’Kami juga sependapat sebagai landasan yuridis untuk kebutuhan perkembangan hukum dalam investasi dan insentif, perlu dilakukan perubahan yang telah dicantumkan dalam Konsideran Menimbang pada revisi Raperda Provinsi Bali tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi,’’ ujarnya.

Terkait materi muatan, pihaknya sependapat untuk dapat dikaji dengan mempertimbangkan potensi dan nilai tambah. Demikian juga pelu penyempurnaan karena terkesan hanya BUPP yang menyelenggarakan kegiatan usaha di KEK yang bisa mendapatkan insentif berupa pengurangan dan/atau keringanan pajak daerah dan/atau retribusi daerah.

Dewan juga sependapat supaya tidak terjadi kekosongan hukum dan bertujuan memberikan kepastian hukum serta perlindungan hukum kepada BUPP, Pelaku Usaha, Masyarakat dan/atau Investor. Untuk itu Darma Susila berharap untuk dapat dilanjutkan dengan tahap pembahasan dalam rapat-rapat berikutnya hingga penetapan menjadi Perda. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Diduga Alami Gangguan Mental, WNA Melukai Diri Sendiri dengan Pisau

Published

on

By

wna gangguan mental
EVAKUASI: WNA atas nama AZK laki-laki 48 tahun asal Amerika yang diduga mengalami gangguan mental (stres) dan melukai diri sendiri dievakuasi tim Polsek Ubud dari Rumah Dadong Villa Ubud. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., menerangkan adanya seorang WNA atas nama AZK laki-laki 48 tahun asal Amerika yang diduga mengalami gangguan mental (stres) dan melukai diri sendiri dengan menggunakan pisau dapur.

Lokasi kejadian/TKP di rumah Dadong Villa alamat Banjar Penestanan Kaja Desa Sayan Ubud Gianyar dan sudah ditangani Polsek Ubud Polres Gianyar.

Menurut keterangan saksi-saksi, adapun kronologis kejadian pada Selasa, 18 Juni 2024 sekitar pukul 08.00 Wita saksi atas nama MIN bersama Konsulat Amerika atas nama JSC dan staf atas nama DH tiba di TKP (Rumah Dadong Villa) dan melihat WNA/korban sudah dalam keadaan lemas dengan kondisi tubuh dan tempat tidurnya berlumuran darah dan terdapat beberapa luka terbuka di bagian tubuh.

Adanya kejadian tersebut saksi melaporkan ke Polsek Ubud melalui telepon dan juga menghubungi pihak Klinik BIMC Sanggingan. Pada pukul 08.30 Wita personil Polsek Ubud dipimpin Pawas tiba di TKP kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar sekaligus penanganan awal terhadap tubuh korban bersama tim medis Klinik BIMC Sanggingan yang dipimpin dr. Restu.

Dari hasil pemeriksaan dan penanganan terhadap tubuh korban terdapat beberapa luka terbuka di bagian tubuh diantaranya, luka terbuka di bagian leher sebelah kanan dengan panjang sekitar 8 cm dengan kedalamam 1,5 cm, luka pada kedua tangan dengan panjang 2 cm dengan kedalaman 1 cm,  dan luka pada kedua paha dengan panjang 2 cm dengan kedalaman 1 cm dimana kondisi korban dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi.

Setelah selesai penanganan awal, kemudian sekitar pukul 09.25 Wita WNA/korban dibawa ke Klinik BIMC Jalan Raya Sanggingan wilayah Banjar Lungsiakan Desa Kedewatan Ubud dengan menggunakan ambulance untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Hadiri Sidang Paripurna DPRD Bali, Wagub Cok Ace Sampaikan Perubahan Materi Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 5 Tahun 2010

Menurut keterangan saksi MIN selaku pemilik Rumah Dadong Villa, bahwa WNA/korban sudah tinggal di Rumah Dadong Villa sejak tanggal 15 Mei 2024 (rencana tinggal selama 2 bulan) dan yang bersangkutan tinggal seorang diri.

Pada Minggu, 16 Juni 2024 sekira pukul 21.00 Wita korban mengaku sakit kepada saksi kemudian diajak berobat ke BIMC Medica Clinik yang berlokasi di Lungsiakan Desa Kedewatan.

Pada saat itu pihak BIMC Lungsiakan menghubungi dan menginformasikan kepada pihak Konsulat Amerika dan pihak Konsulat Amerika berjanji akan datang, namun setelah ditunggu dari pihak konsulat tidak kunjung datang, dan sekira pukul 02.00 Wita dini hari WNA/korban diperbolehkan pulang ke Rumah Dadong Villa/ tempatnya menginap.

Pada Senin, 17 Juni 2024, saksi sempat melakukan pengecekan terhadap keberadaan korban sebanyak 2 kali, dan korban dalam keadan baik-baik saja.

Polres Gianyar sudah koordinasi lanjutan dengan pihak Konsulat USA dan BIMC Clinik terkait dengan WNA/korban dan dari pihak Konsulat sudah menghubungi pihak keluarga yang berada di luar negeri.

‘‘Saat ini WNA/korban AZK sudah dirujuk ke RS Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,‘‘ pungkas Kombes Jansen. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Warga Desa Gadungan Dalam Membangun Karya

Published

on

By

Bupati Sanjaya
HADIR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat hadir dalam Upacara Pemlaspasan Kayangan di Bale Banjar Mekarsari Carik Kauh, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (20/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam pembangunan, baik secara sekala dan niskala. Sebagai bagian dari upayanya dalam memelihara harmoni dan kebersamaan dengan masyarakat, Bupati Sanjaya hadir sebagai Murdaning Jagat Tabanan dalam Upacara Pemlaspasan Kayangan di Bale Banjar Mekarsari Carik Kauh, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (20/6).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Anggota DPR RI, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kabupaten Tabanan ini menandai komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung upacara keagamaan dan kebudayaan masyarakat. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Juni 2024 mendatang.

Menurut Bupati Sanjaya, keberhasilan acara ini tidak terlepas dari semangat gotong-royong masyarakat setempat yang terdiri dari 77 Kepala Keluarga (KK) serta partisipasi aktif warga dalam mengumpulkan dana urunan. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat kebersamaan yang terus diusung oleh masyarakat Desa Gadungan. Karya yang tercipta didasari oleh rasa tulus, sikap gotong-royong dan kesaksiang oleh sang sulinggih dan murdaning jagat, sehingga bisa menjadi karya yang satwika,” ujar Bupati Sanjaya.

Dalam upacara yang dipimpin oleh Pemangku Khayangan Tiga Desa Gadungan, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya memelihara nilai-nilai luhur dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual di tengah-tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan yang menjadi warisan budaya masyarakat Tabanan. Sanjaya sekaligus berharap, kebersamaan dapat selalu dijalin oleh masyarakat untuk mempercepat Pembangunan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Momentum pembangunan secara niskala ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam berbagai aspek kehidupan, serta menjadi contoh nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari akar rumput, yaitu partisipasi aktif dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  DPRD Bali Sepakat dan Setujui Raperda Perlindungan Anak Ditetapkan Menjadi Perda

Sejalan dengan harapan Bupati Tabanan, I Wayan Diarta selaku Ketua Panitia, menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Bupati Sanjaya dan jajaran yang telah berkenan memberikan perhatian secara langsung serta hadir nyaksi upacara Pemlaspasan siang itu. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, atas perhatian yang tidak pernah putus kepada masyarakat, terutama warga Desa Gadungan. Kami juga berharap, dengan hadirnya Bapak Bupati secara langsung, bisa terus memberikan motivasi bagi kami untuk mempererat kebersamaan dan kesatuan kami terutama dalam membangun Tabanan dari Desa,” paparnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Angkat Potensi Lebah Madu Sari di Desa Selabih Tabanan

Published

on

By

Lebah Madu Sari Desa Selabih
KUNJUNGI KELUARGA STUNTING: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat mengunjungi Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih dalam kunjungan ke-51 Program Bungan Desa di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (20/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menggarisbawahi potensi ekonomi serta manfaat kesehatan dari industri Lebah Madu Sari dalam kunjungan ke-51 Program Bungan Desa di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (20/6). Dalam upaya mengeksplorasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal, Bupati Sanjaya secara khusus menyoroti pengembangan madu lebah sebagai salah satu aset berharga di wilayah tersebut.

Didampingi oleh para jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk Sekda, para Asisten Setda, seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Selbar dan Forkopimcam Selbar, Kelompok PKK dan tokoh masyarakat setempat, kunjungan Bupati Sanjaya di Banjar Selabih Wanasari Desa Selabih menjadi momen penting dalam mempromosikan inovasi dan pengembangan lokal.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya turut serta dalam proses panen madu bersama kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih. Dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Bupati Sanjaya aktif terlibat dalam kegiatan memanen madu lebah. Metode panen ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan produksi madu secara lokal, tetapi juga sebagai demonstrasi nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung industri kecil dan menengah yang berbasis pada sumber daya alam.

Madu lebah tidak hanya menjadi produk ekonomi yang bernilai tinggi, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam sektor kesehatan. Terapi lebah, yang telah lama dikenal sebagai pengobatan tradisional, juga dipromosikan dalam kunjungan ini sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan alami. Tak terlewat, Bupati Sanjaya saat itu terlihat mencoba langsung terapi alternatif ini, dengan penuh semangat pihaknya nampak berpartisipasi merasakan sengatan lebah madu. Tidak hanya itu, Desa Selabih juga memiliki unggulan lainnnya yaitu buah Sawo dan juga Kelapa.

Baca Juga  DPRD Bali Sepakat dan Setujui Raperda Perlindungan Anak Ditetapkan Menjadi Perda

“Hari ini saya berada di Desa Selabih, khususnya di Banjar Selabih Wanasari, ini adalah kelompok lebah madu sari, ini suatu inovasi yang luar biasa. Pertama saya panen madu, di mana kalau musim madu ini dalam satu bulan bisa dipanen sebanyak 2 kali,” ujar Sanjaya. Secara ekonomis, produksi madu lebah di Desa Selabih menunjukkan potensi yang menjanjikan. Harga jual per botol kecil madu dari kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih dibanderol mulai dari 300 ribu rupiah, mencerminkan nilai tambah dari proses produksi yang dilakukan secara lokal dengan standar kualitas yang tinggi.

Menyadari pentingnya lingkungan yang sehat bagi produksi madu yang berkualitas, Bupati Sanjaya juga mendorong masyarakat setempat untuk memperhatikan kualitas tanaman dan bunga yang menjadi sumber pakan bagi lebah. “Kualitas makanan bagi lebah memiliki dampak signifikan terhadap kualitas madu yang dihasilkan. Ini adalah hal yang penting bagi pengembangan industri madu yang berkelanjutan di Tabanan,” tambah Sanjaya dalam kunjungan saat itu.

Melanjutkan rutinitas berkantor di Desa, Sanjaya beserta rombongan juga melakukan kunjungan meninjau rencana Pembangunan Tapal Batas Yeh Leh-Desa Selabih, Perbatasan Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana. Setelah itu diteruskan menuju Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, yang tercatat berjumlah 3 orang. Dan selanjutnya meninjau ragam pelayanan yang dihadirkan Pemerintah di Desa Selabih, seperti pelayanan Kesehatan, Perpustakaan, Perijinan, Pengurusan KTP hingga memberikan peluang bagi UMKM lokal.

Dalam arahan yang diberikan, Sanjaya juga menekankan potensi luar biasa yang dimiliki Desa Selabih, haruslah menjadi suatu kebanggaan tersendiri. “Madunya luar biasa, tadi saya lihat, sudah saya catat semua apa yang menjadi kebutuhan, se-Selabih ini. Saya ingin menyatakan dengan luas bahwa Desa Selabih saya jadikan Sentra Kampung Madu, Kampung Lebah di Seluruh Kabupaten Tabanan. Kemarin saya bangun kampung buah, termasuk di Selbar ini, jadikan sentra Buah dan Lebah. Kita angkat namanya, sehingga namanya menjadi terkenal, sehingga orang-orang dari seluruh Indonesia akan datang ke Desa Selabih, melihat dan merasakan cita rasanya madu lebah Selabih yang hebat ini, luar biasa, itu cita-cita kita,” sebutnya penuh semangat.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Jawaban Pemerintah Dalam Rapat Paripurna DPRD Badung

I Dewa Putu Supartha, selaku Perbekel Desa Selabih melalui sambutannya memperkenalkan Desa Selabih sebagai salah satu Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Tabanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Negara. “Desa Selabih memiliki potensi Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembentukan kelompok-kelompok, salah satunya kelompok madu sari, dengan keunggulannya berupa madu serta terapi lebah. Yang tadi sudah dikunjungi oleh Bapak Bupati,” jelasnya.

Pihaknya juga menyatakan, di samping potensi lebah madu juga ada kelompok Pokdarwis, dengan nama Segara Gunung yang terinspirasi dari pegunungan dan laut. “Saat ini di Selabih juga mencoba mengelola taman terbuka hijau Pantai selabih yang letak dan lokasinya sangat strategis dan kita juga punya berbagai kelompok seperti nelayan, kelompok ternak babi dan ternak sapi,” imbuh Dewa Putu Supartha. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca