Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terima Aspirasi Pengguna TMD, DPRD Bali Pastikan Maret Bisa Beroperasi

BALIILU Tayang

:

Trans Metro Dewata
AUDIENSI TERBUKA: Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, pada Kamis, 27 Februari 2025 saat menerima audiensi terbuka dari kelompok masyarakat pengguna Trans Metro Dewata yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi dengan segera membuka Trans Metro Dewata terkait tuntutan dari kelompok masyarakat pengguna Trans Metro Dewata (TMD) yang menyampaikan permohonan untuk mengaktifkan kembali layanan transportasi publik TMD.

’’Saya sampaikan bahwa dari aspirasi menginginkan Trans Metro Dewata beroperasi kembali selambat-lambatnya bulan Maret. Tanggal 4 Maret, kami DPRD Provinsi Bali akan memperkenalkan gubernur yang baru dilantik kepada masyarakat Bali. Mudah-mudahan besoknya saya diberi waktu untuk membicarakan lebih lanjut. Karena tuntutannya bulan Maret tentu saya bicara bulan Maret. Tapi kalaupun mundur itu hanyalah proses juntak dan juknis. Tapi dana APBD itu tidak kemana-mana. Sejauh bisa digunakan mendahului kita akan segera buka Trans Metro Dewata,’’ ujar Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, pada Kamis, 27 Februari 2025 saat menerima audiensi terbuka dari kelompok masyarakat pengguna Trans Metro Dewata yang menyampaikan permohoan kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mengaktifkan kembali Layanan Trans Metro Dewata sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali. Penyampaian aspirasi berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali.

Audiensi yang dipandu Sekwan DPRD Bali Ngurah Wiryanata, diterima Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, didampingi Wakil Ketua I DPRD Bali Wayan Disel Astawa, Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, Ketua Komisi III DPRD Bali Nyoman Suyasa, dari Komisi I hadir Dewa Nyoman Rai, dari Komisi II hadir Gede Kusuma Putra, Tjok Gede Agung, Grace Anastasia Suryawijaya, dari Komisi III hadir Ni Luh Yuniati, Jro Rayusa, Ni Putu Yuli Artini, Komisi IV hadir Made Sumiati, Gek Diah Maharani serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan Made Supartha. Dari pihak eksekutif hadir perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Gubernur Sampaikan Revisi Perda Pungutan Wisatawan Asing

Kelompok masyarakat pengguna Trans Metro Dewata yang hadir di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana, Komunitas Forum Diskusi Transportasi Bali dengan menghadirkan para disabilitas, pedagang asongan, lansia, orangtua siswa, pekerja formal dan nonformal, guru, akademisi, ada dari pengusaha TMD dan para sopir bus TMD.

Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya. (Foto: gs)

Dewa Made Mahayadnya atau akrab disapa Dewa Jack lanjut mengatakan untuk membuka TMD, membutuhkan keputusan yang pasti karena bis-bis ini adalah swasta sehingga perlu ada MoU.

’’Dalam MoU inilah kita pertimbangkan matang-matang dan saya sudah sounding juga bahwa ke depan karena hanya ada anggaran perubahan tahun 2025 yang paling dekat, inilah yang nanti kita akan gunakan dalam konteks bahasa undang-undangnya, yakni penggunaan anggaran perubahan mendahului. Tapi itu butuh proses sebentar,’’ ucap Politisi PDI Perjuangan Dapil Buleleng ini.

Dewa Jack menegaskan bahwa akan mengaspirasi semua tuntutan karena ada APBD Provinsi Bali. Namun untuk mengoperasikan kembali, tentu kita akan kembali set back bagaimana dulu kerja sama Trans Metro Dewata dengan Kementerian Perhubungan. Yang hari ini kita ganti, kerja sama atau MoU Trans Metro Dewata dengan Pemerintah Provinsi Bali. ’’Inilah yang kita sedang kerjakan, dan sudah dikerjakan. Jadi kita putar otak dulu dan ternyata ada celah menggunakan anggaran perubahan tahun 2025 mendahului, boleh asal lewat sidang paripurna. Niki kan perlu proses nggih, jadi bersabar kidik,’’ tegasnya.

Dewa Jack juga mengungkapkan bahwa APBD Bali 2025 sudah tidak ada defisit, malahan ada surplus 120 miliar. Jadi percayalah nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan gubernur, kita akan menggunakan anggaran perubahan 2025 mendahului.

Namun Dewa Jack menyatakan kemungkinan besar tidak semua bis akan dipakai. Karena pihaknya menilai ada bis yang mungkin sudah 5 tahun beroprasi, belum layak atau tidak layak. Jadi jangan sampai menyewa bis yang bannya kempes atau tidak bisa jalan.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Wagub Giri Prasta Sampaikan Pendapat Gubernur Terhadap Raperda Inisiatif Dewan

Pandangan yang sama juga disampaikan pimpinan DPRD Bali di antaranya Ketua Komisi II Agung Bagus Pratiksa Linggih, Ketua Komisi II Nyoman Suyasa, dari Komisi I Dewa Nyoman Rai, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Made Supartha yang menyatakan bis Trans Metro Dewata agar dibuka kembali. Hal ini menjadi prioritas sesuai amanah undang-undang bahwa kebutuhan transportasi umum sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.

Sebelumnya, Ketua BEM Unud I Wayan Arma Surya Darma Putra menyampaikan bahwa BEM Unud bergerak bersama seluruh pengguna Trans Metro Dewata menginginkan dan menuntut kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk segera mengoperasikan TMD. ’’Karena kami meyakini dan menilai bahwa Trans Metro Dewata ini adalah angkutan umum, transportasi umum yang sangat membantu kami di Provinsi Bali,’’ ujar Arma.

Sedangkan Koordinator Komunitas Forum Diskusi Transportasi Bali Dyah Rooslina meminta kepada DPRD Bali sebagai partner pemerintah agar mendesak Gubernur Bali untuk mengoperasikan TMD yang dihentikan selama dua bulan ini. Karena Gubernur memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan di saat kondisi mendesak terkait TMD untuk dioperasikan.

’’Kami menginginkan pada Maret atau paling lambat 1 April 2025 TMD beroperasi kembali untuk mengatarkan kami semua,’’ ujar Dyah yang menyatakan petisi yang dibuat selama dua bulan ini sudah di angka 25.200 tanda tangan.

Di akhir audiensi yang berjalan damai, tertib dan lancar, BEM Unud menyerahkan hasil kajian Trans Metro Dewata kepada Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

K3S Badung Buka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS di Kabupaten Badung

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan usai membuka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi), Senin (6/7/2026) di Gedung Yayasan MBM Kelurahan Kapal Mengwi. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi) yang berada di lingkungan panti asuhan se‑Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026).  Kegiatan ini berlangsung di Gedung Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, dan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Pengurus Yayasan Maha Bhoga Marga, Ketua dan pengelola panti asuhan se‑wilayah Badung, narasumber serta tenaga pelatih ahli membuat kue, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya dan menyambut baik terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Anak‑anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap materi pembuatan kue yang disampaikan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak‑anak didik. “Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” tambahnya.

Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.

Baca Juga  Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Menilai RAPBD 2026 Sesuai Prinsip “Good Financial Governance”

Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Ketua K3S Badung beserta rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke dua rumah warga yang tergolong rentan di wilayah Kelurahan Kapal. Pertama, mengunjungi Ni Ketut Rai Alit Artini di Lingkungan Banjar Titih, dan kedua menemui Ni Luh Putu Trisnayanti, penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Belulang. Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako lengkap guna meringankan beban kebutuhan sehari‑hari serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan hidup mereka.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anak‑anak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua GOW Badung Terima Kunjungan Kerja GOW Kabupaten Sekadau

Perkuat Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman Organisasi

Loading

Published

on

By

TERIMA KUNKER: Ketua GOW Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saling bertukar cinderamata saat menerima kunjungan kerja GOW Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan kerja Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026).

Rombongan GOW Kabupaten Sekadau dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh para pengurus GOW Kabupaten Badung sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mempelajari berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan GOW Kabupaten Badung.

Menurutnya, GOW Kabupaten Badung dinilai berhasil mengembangkan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program GOW Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut. Pihaknya menjelaskan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan GOW Kabupaten Badung sejak terbentuk tiga tahun lalu, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga agenda rutin organisasi.

Ny. Yunita, yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI Kabupaten Badung, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai program tersebut tidak terlepas dari soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung.

“Melalui kunjungan ini, semoga kita dapat saling berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan dalam menjalankan organisasi yang kita cintai agar semakin maju ke depannya. Semoga pula tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipererat melalui wadah organisasi ini,” ujarnya.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau mengaku merasa senang dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan GOW Kabupaten Badung. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, informasi, serta kesempatan untuk saling bertukar gagasan mengenai berbagai program dan strategi pengembangan organisasi.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Gubernur Sampaikan Revisi Perda Pungutan Wisatawan Asing

Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, kedua ketua GOW saling bertukar cinderamata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, kerja sama, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah melalui organisasi perempuan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Sampaikan Penjelasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Published

on

By

RAPAT PARIPURNA: Bupati Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,  bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Pimpinan beserta Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung.

Dalam penjelasannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur Kepala Daerah wajib menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD setelah laporan keuangan diaudit BPK.

“Seluruh rangkaian pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban hingga pengawasan merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan partisipatif,” kata Adi Arnawa.

Ia menjelaskan pula, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Badung Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 yang diraih Badung sejak pertama kali diperoleh pada laporan keuangan tahun 2011 serta mempertahankan predikat tersebut selama 12 tahun berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.

Berdasarkan hasil audit, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp. 9,107 triliun atau 81,13 persen dari target sebesar Rp. 11,226 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp. 8,063 triliun atau 79,20 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp. 1,043 triliun atau 99,94 persen dari target.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Wagub Giri Prasta Sampaikan Pendapat Gubernur Terhadap Raperda Inisiatif Dewan

“Memang dilihat realisasi PAD perlu lakukan evaluasi menyeluruh. Nanti kita memasang target tetap berdasarkan potensi, tetapi juga tidak pesimistis. Karena di balik kita memasang target yang mungkin melebihi realisasi sekarang itu sebagai upaya kita memotivasi Bapenda semakin agresif melakukan pendataan potensi pajak di badung,” terangnya.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp. 8,301 triliun atau 64,56 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 12,857 triliun. Belanja meliputi belanja operasi Rp. 4,866 triliun, belanja modal Rp. 2,082 triliun, belanja transfer Rp. 1,341 triliun, dan belanja tidak terduga Rp. 10,73 miliar.

Dengan capaian tersebut, APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025 mencatat surplus sebesar Rp. 806,53 miliar, berbalik dari target awal yang direncanakan mengalami defisit Rp 1,63 triliun. Selain itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tercatat sebesar Rp. 1,192 triliun.

Adi Arnawa berharap pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD 2025 dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku hingga memperoleh persetujuan DPRD. “Kami berharap dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan disetujui dalam masa persidangan ini sehingga semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca