Denpasar, baliilu.com
– Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan
Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan update
perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali per Senin (29/6-2020) ada
penambahan pasien positif sebanyak 30 orang dengan rincian 1 orang Pelaku
Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan 29 orang transmisi lokal. Dengan demikian
jumlah kumulatif pasien positif menjadi 1.444 orang.
Lebih lanjut, Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini
menyebutkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hari ini bertambah 12 orang
WNI yang terdiri dari 2 orang PMI dan 10 orang transmisi lokal. Secara
kumulatif pasien sembuh berjumlah 783 orang.
Adapun jumlah kumulatif pasien yang meninggal tidak
mengalami perubahan, tetap berjumlah 13 orang dengan rincian 11 orang WNI dan 2
orang WNA.
Sementara itu, tambah Dewa Indra, jumlah pasien positif
dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 648 orang. Mereka dirawat di 12 rumah
sakit rujukan yang tersebar di kabupaten / kota se-Bali. Sebagian pasien aktif
ini juga ada yang dirawat / dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma
Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.
Diingatkannya jumlah angka positif di Bali sebagian besar
masih didominasi oleh transmisi lokal. Secara komulatif berjumlah 1.086 orang.
Hal ini berarti, masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan
upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.
Untuk itu, Dewa Indra tidak bosan-bosannya mengimbau dalam upaya menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.
Dewa Indra kembali mengingatkan adanya Surat Edaran Nomor :
270/GugasCovid19/VI/2020 tanggal 18 Juni 2020 tentang Evaluasi Screening PPLN.
Disampaikan beberapa penyesuaian pengaturan Pelaku Perjalanan Luar Negeri
(PPLN) antara lain seluruh PPLN akan tetap dilakukan swab test dengan PCR oleh Gugus Tugas Provinsi Bali, kecuali yang
sudah memiliki Surat Keterangan Sehat (Klirens) dari GGTP Covid-19 Nasional
yang menyatakan sudah mengikuti test PCR dengan hasil negatif.
Dalam SE tersebut, penanganan PPLN diatur melalui mekanisme
GGTP Covid-19 Provinsi Bali bertugas mengkoordinasikan keterlibatan pihak agen
tenaga kerja dalam pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Anak Buah Kapal
(ABK), antara lain menyediakan akomodasi/penginapan selama waktu tunggu hasil swab test PCR.
Menurut Dewa Indra, PPLN yang tidak ada agennya, maka
setelah dilakukan swab di Provinsi agar dijemput langsung oleh kabupaten/kota
dan dikarantina sampai dengan keluarnya hasil swab test PCR.
Sedangkan PPLN yang sudah memiliki Surat Keterangan Sehat
(Klirens) dari GGTP Covid-19 Nasional yang menyatakan sudah mengikuti test PCR
dengan hasil negatif, setibanya di Bali agar dijemput langsung oleh kabupaten/kota
untuk selanjutnya dapat diserahkan ke Satgas Gotong-Royong Desa Adat
masing-masing untuk melakukan karantina mandiri.
Untuk hasil swab test PCR
positif tetap akan ditangani langsung oleh GGTP Covid-19 Provinsi Bali.
Sedangkan PPLN yang tidak memiliki KTP wilayah Bali namun dengan alasan khusus
tinggal di Bali maka GGTP Covid-19 Provinsi Bali mengijinkan yang bersangkutan
untuk melakukan karantina mandiri dengan syarat memiliki hasil swab test PCR negatif dan melengkapi
Surat Pernyataan serta Surat Jaminan.
Lebih lanjut, Dewa Indra menjelaskan berdasarkan Surat
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor : 281/GugasCovid19/VI/2020 tanggal 21
Juni 2020 tentang Tim Penanganan Jenasah Covid-19, dipandang perlu melakukan
peningkatan kesiapsiagaan terhadap penanganan jenasah. Terkait hal ini, seluruh
GTPP Covid-19 kabupaten/kota se-Bali dimohon menyiapkan tim untuk menangani
jenasah yang meninggal akibat Covid-19, yaitu yang terdiri dari tim pemulasaran
jenasah dan tim evakuasi/pemakaman.
Disebutkan dalam surat tersebut, seluruh rumah sakit rujukan
Covid-19, wajib membentuk Tim Pemulasaran Jenasah. Sedangkan Tim
Evakuasi/Pemakaman dibentuk dari unsur luar rumah sakit dengan tugas pokok
antara lain membantu evakuasi ke instalasi penanganan/pemulasaran jenasah,
mengkoordinasikan pihak-pihak yang terkait seperti keluarga korban, keamanan
dan/atau tempat pemakaman atau krematorium, mengkoordinasikan mobil jenasah,
membantu evakuasi dari kamar jenasah dan ditempat pemakaman. Ditegaskan pula
Tim Penanganan Jenasah agar melibatkan unsur TNI dan Polri.
Sebelumnya Dewa Indra menyempatkan diri meninjau langsung
laboratorium UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali di Denpasar.
Laboratorium ini disiapkan untuk bisa segera melaksanakan uji swab berbasis PCR
sehingga masyarakat tidak menunggu lama hasil dari pengujian PCR tersebut.
(*/gs)
LOMBA MENEMBAK: Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gianyar menggelar Lomba Menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Paksebali, Kabupaten Klungkung, Jumat (12/6/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gianyar menggelar Lomba Menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Paksebali, Kabupaten Klungkung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh personel Polres Gianyar dan jajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan serta profesionalisme anggota Polri.
Lomba menembak dibuka dengan registrasi peserta, penyampaian aturan perlombaan oleh panitia, dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba sesuai kategori yang telah ditentukan serta penilaian hasil tembakan oleh tim juri.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi sarana mengasah keterampilan dasar kepolisian yang harus dimiliki setiap personel.
“Lomba menembak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan menembak personel, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan di lingkungan Polres Gianyar dan jajaran,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma.
Lebih lanjut, Kapolres Gianyar menegaskan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan guna menunjang pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel dapat terus meningkatkan kompetensi diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan latihan maupun perlombaan menembak,” tambahnya.
Kegiatan Lomba Menembak Polres Gianyar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan. (gs/bi)
EVAKUASI: Personel Polsek Ubud mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Percy H. B. umur 85 tahun ditemukan meninggal dunia di Villa Ponderosa, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (10/6/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Percy H. B. umur 85 tahun ditemukan meninggal dunia di Villa Ponderosa, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (10/6/2026).
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita oleh staf villa yang sehari-hari merawat korban. Saat hendak mengantarkan makanan, saksi membuka pintu villa dan mendapati korban terbaring di atas sofa ruang tamu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saksi kemudian memanggil anaknya untuk membantu memeriksa kondisi korban. Selanjutnya, saksi menghubungi Bhabinkamtibmas, Pecalang setempat dan dilaporkan kepada pihak Kepolisian.
Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., bersama personel Polsek Ubud langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP pengecekan dan meminta keterangan para saksi. Tim medis juga melakukan pemeriksaan terhadap tubuh luar korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemukan luka lecet pada siku kanan, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selain itu, kondisi kaku mayat telah muncul dan hasil pemeriksaan EKG menunjukkan tidak terdapat aktivitas jantung.
Dari keterangan saksi diketahui bahwa korban telah lama tinggal di Villa Ponderosa dan dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Sekitar dua minggu sebelum kejadian, korban sempat terjatuh sehingga mengalami pergeseran pada tulang paha kanan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RS Ari Canti Mas Ubud untuk dititipkan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak keluarga.
Pihak Kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun kerusakan di sekitar tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat faktor usia lanjut dan penurunan kondisi kesehatan. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. Peristiwa tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Ubud. (gs/bi)
NOBAR: Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. membuka kegiatan “Nonton Bareng Pildun 2026: Bola Gembira Polri untuk Masyarakat” di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (12/6/2026) pukul 01.30 WIB. (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. membuka kegiatan “Nonton Bareng Pildun 2026: Bola Gembira Polri untuk Masyarakat” di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (12/6/2026) pukul 01.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, Polresta, Polrestabes hingga Polsek jajaran.
Kegiatan nobar gratis pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang menginisiasi penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia sebagai ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.
Program ini juga sejalan dengan dukungan Polri terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk menggratiskan tontonan Piala Dunia tahun ini, dengan tujuan menghadirkan kebahagiaan dan hiburan yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Wakapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri atas gagasan menghadirkan kegiatan nonton bareng secara serentak di seluruh Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan membuka ruang interaksi yang lebih dekat, hangat, dan humanis antara anggota Polri dan warga.
“Malam ini menjadi momen yang sangat spesial karena kita dapat menyaksikan bersama pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026. Melalui kegiatan nobar gratis yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Polri ingin menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.
Mengusung tema “Bola Gembira – Polri untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026. Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir, melayani, dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang inklusif dan bermanfaat.
Suasana keakraban tampak terlihat di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri maupun di berbagai daerah, di mana anggota Polri dan masyarakat duduk bersama menikmati pertandingan sepak bola dunia. Di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, kegiatan dihadiri sekitar 1.030 peserta yang terdiri dari komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mitra Polri, serta masyarakat umum. Acara juga dimeriahkan dengan nobar gratis dan berbagai doorprize menarik serta kuis berhadiah yang menambah semarak suasana kebersamaan.
Wakapolri menerangkan bahwa kegiatan ini selain mendukung program Presiden Prabowo, juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi media untuk membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat menghidupkan kembali budaya gotong royong, mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas, serta mendorong semakin aktifnya kegiatan siskamling dan pos ronda sebagai upaya pencegahan kejahatan jalanan.
Melalui program “Bola Gembira – Polri untuk Masyarakat”, Polri membuka pintu lebar bagi masyarakat untuk hadir dan menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 bersama jajaran kepolisian secara gratis. Kehadiran masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di seluruh Indonesia. (gs/bi)