Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Jumat (22/5) Transmisi Lokal Memprihatinkan, Dewa Indra: Penyebabnya bisa Ketidakdisiplinan, Ketidakpedulian dan Ketidaktahuan

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 Jumat (22/5-2020) kembali terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif dari transmisi lokal sebanyak 4 orang atau total 6 orang positif (2 di antaranya imported case). Sehingga total kasus positif mencapai 380 orang.

Dari 380 orang yang terkonfirmasi positif, sudah sembuh sebanyak 284 orang atau 74,74%. Khusus untuk hari ini pertambahan yang sembuh sebanyak 4 orang.

‘’Saya ulangi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali sebanyak 74,74% untuk hari ini. Angka ini tentu merupakan angka yang baik, karena besarannya jauh di atas rata-rata nasional. Meskipun demikian, kita masih terus harus bekerja untuk meningkatkan lagi tingkat kesembuhan dari sahabat-sahabat kita yang hari ini masih dirawat di rumah sakit ataupun tempat karantina,’’ ujar Dewa Indra saat live streaming, Jumat (22/5) di Kantor Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar.

Dikatakan, jumlah yang meninggal tetap 4 orang dan berharap tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19. Sementara yang masih dalam perawatan sebanyak 92 orang. Mereka ini dirawat di beberapa rumah sakit dan juga di tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dari jumlah akumulatif yang terkonfirmasi positif sebanyak 380 orang, terdiri dari 8 orang warga negara asing dan 372 orang warga negara Indonesia. ‘’Dari 372 orang warga negara Indonesia ini, yang terinfeksi karena imported case 51,05% atau angka absolutnya adalah 186 orang. Yang terinfeksi di daerah terjangkit 8,16% atau angka absolutnya adalah 31 orang. Dan yang terinfeksi melalui transmisi lokal 40,79% atau 155 orang,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Update Covid -19 di Denpasar, 1 Orang Pasien Meninggal

Menurut tiga cara atau mekanisme proses terinfeksinya maka angka-angka yang disebutkan dalam bentuk presentasi itu menggambarkan kasus positif Covid-19 terbanyak melalui imported case. Lebih spesifik lagi melalui pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan hari terakhir pulang kembali ke daerah Bali.

de

Sedangkan yang kedua adalah melalui transmisi lokal yakni 40,79%. ‘’Seluruh masyarakat Bali yang saya cintai, kalau kita cermati angka ini maka pergerakannya adalah cukup memprihatinkan. Kalau di awal-awal kita menangani Covid-19 kontribusi terbesar dari yang positif disumbangakan oleh imported case, sementara transmisi lokal sangat kecil.  Tetapi hari ini jumlahnya, proporsinya sudah hampir berimpitan, antara imported case 51,05% dan transmisi lokal 40,79%. Setiap angka yang disumbangkan oleh transmisi lokal adalah produk dari beberapa hal,’’ ungkap Dewa Indra.

Yang pertama adalah karena ketidakdisiplinan, tidak mengindahkan protokol kesehatan. Yang kedua, bisa juga karena ketidakpedulian. Dan yang ketiga karena ketidaktahuan. Banyak di antara warga masyarakat yang tidak tahu dirinya terinfeksi. Ini  yang disebut dengan nama orang tanpa gejala (OTG). Mengapa terinfeksi ini juga penyebabnya adalah karena ketidakdisiplinan.

Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama ketika importd case bisa dikendalikan bersama-sama melalui pengendalian yang sangat ketat di pintu-pintu masuk Bali, maka tugas berikutnya yang harus kita lakukan bersama adalah bagaimana mengendalikan angka-angka transmisi lokal ini supaya tidak terus bertambah dari hari ke hari. Upaya untuk mengendalikan transmisi local ini membutuhkan kepemimpinan dari kita semua.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Dewa Indra menegaskan yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19.

Baca Juga  Pengurus Dekorwil Bali Puskor Hindunesia Ditetapkan, IBK Susena: Fokus Masalah Kemanusiaan

Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mewajibkan setiap orang yang akan memasuki Provinsi Bali menggunakan moda transportasi udara agar menunjukkan surat kesehatan bebas Covid-19 berbasis swab. Sedangkan bagi warga yang masuk ke Bali melalui jalur darat diminta untuk melakukan rapid test dan mengisi formulir data diri tujuan datang ke Bali.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat Bali untuk menaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Berkaitan kebijakan ini pula melalui Gugus Tugas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat di daerah bersama-sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa  dan Pelabihan Padangbai. Kalau masyarakat akan melintasi jalur-jalur ini maka pada pintu masuk akan  dijaga petugas.

Untuk itu dimohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama.

Bekerja dari rumah yang sudah cukup lama dilakukan, sehingga hal ini tentunya memberi dampak yang kurang positif bagi produktivitas dan perputaran perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Bali secara perlahan akan berupaya untuk kembali memberikan akses beraktivitas bagi masyarakat, namun sesuai protokol kesehatan harus tetap disiplin, agar tidak terjadi penularan dan penyebaran  Covid-19 di tengah masyarakat. Sehingga Bali bisa kembali produktif dan tetap aman dari Covid-19.

Ketua Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengucapkan terimakasih kepada dewan pengurus agama yang ada di Bali yang sudah mensosialisasikan umatnya untuk merayakan hari besarnya untuk tetap di rumah, namun pihaknya tetap meminta  kepada semua pihak yang ada di Pulau Bali untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, membiasakan diri membawa hand sanitizer, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan.

Baca Juga  Pramuka Kwarda Bali Siap Jadi Duta QRIS

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa pun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Peringati Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster: Pelayanan dan Pengabdian dilakukan Tulus Iklas

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membacakan pidato Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan pidato serangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi Bali untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain itu semangat gotong-royong dan tanggung jawab untuk pembangunan Bali serta kesejahteraan masyarakat juga wajib terus dipupuk demi mewujudkan Bali era baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing dan berkelanjutan secara sekala-niskala. Hal ini disampaikannya saat membacakan pidato serangakaian Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8).

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini, mengangkat tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali”.

Tema ini mengandung pesan luhur, bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang Kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong, dan bertanggungjawab, demi Nindihin Gumi Bali mewujudkan Bali Era Baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, Niskala-Sakala.

“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Lebih lanjut, pada kesempatan ini disampaikan bahwa Undang-Undang Provinsi Bali, telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali, yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

Baca Juga  Tingkatkan Keamanan Aplikasi, Dewa Indra Buka Kick Off Meeting IT Security Assessment

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan telah di-pasupati, pada Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), tanggal 19 Agustus 2023, di Pura Penataran Agung Besakih.

Periode 2025-2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman.

Pembangunan Bali 100 Tahun ke depan diselenggarakan dengan visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Dijelaskannya, visi ini adalah untuk menjaga unteng kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan Manusia.

Pembangunan Bali Periode 2025-2030 diselenggarakan melalui Enam Bidang Prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Selain itu juga bidang prioritas lainnya adalah tentang kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Selain itu, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali, infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi. Lingkungan, hutan dan energi serta keamanan Bali diharapkan mampu menjadi prioritas utama yang dilaksanakan secara bergotong royong penuh tanggungjawab sehingga Bali mampu menjadi pulau digital yang berkualitas.

Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang dan terpola, terintegrasi terencana, menyeluruh, dalam satu terarah, kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Apel peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid -19 di Denpasar, 1 Orang Pasien Meninggal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Wujudkan Bali Era Baru Berkelanjutan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8) bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk melanjutkan pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif dengan berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8) bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar.

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahyadnya, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta beserta Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, para Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam momentum tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak melupakan sejarah dan meneruskan semangat pengabdian para pemimpin Bali terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Bali.

“Kita sebagai generasi penerus yang mewarisi spirit pengabdian Beliau, wajib meneruskan perjuangan dan pengabdian Beliau, membangun Bali pada masa kini dan masa depan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga eksistensi keberlanjutan Bali sepanjang masa,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengatakan, dalam melanjutkan kepemimpinan pembangunan Bali, dirinya bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengemban amanah masyarakat Bali untuk ngayah secara total, Lascarya Niskala-Sakala, dengan bekerja sungguh-sungguh, ekstra keras, fokus, tulus dan lurus.

“Dalam melanjutkan Kepemimpinan Pembangunan Bali itulah, Titiang sebagai Gubernur bersama Bapak I Nyoman Giri Prasta sebagai Wakil Gubernur Bali mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat Bali untuk ngayah secara total Lascarya Niskala-Sakala, berjuang dengan sungguh-sungguh, bekerja ekstra keras, fokus, tulus, lurus membangun Bali,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Kasatpol PP Dewa Dharmadi, Tidak Benar Orang Masuk Bali Tanpa Pemeriksaan

UU Provinsi Bali Jadi Landasan Pembangunan

Dalam pidatonya, Gubernur Koster juga menyoroti keberhasilan Bali memperjuangkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Menurutnya, UU tersebut memberikan pengakuan dan kewenangan yang bersifat khas dan kuat bagi Bali, termasuk pengakuan terhadap karakteristik Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, keberadaan Desa Adat dan Subak, serta pola pembangunan yang memperhatikan karakteristik alam, manusia dan kebudayaan Bali.

“Yang sangat penting dan strategis, Undang-Undang Provinsi Bali telah dijadikan sebagai payung hukum dalam menata arah dan tatanan pembangunan Bali sesuai karakteristik alam, manusia, dan kebudayaan Bali,” kata Gubernur.

UU Provinsi Bali tersebut kemudian menjadi payung hukum dalam menata arah pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan melalui Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

Gubernur menegaskan, pembangunan Bali 100 tahun ke depan tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, menuju Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Periode 2025–2030 Jadi Fondasi Bali 100 Tahun

Gubernur Koster mengatakan, periode 2025–2030 menjadi momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Karena itu, keberhasilan pembangunan pada periode ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban dan masa depan generasi Bali hingga 100 tahun mendatang.

“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, harus sukses,” tegasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (4/8) di Bali, Persentase Pasien Sembuh Naik Lagi, Capai 86,22%

Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan Bali periode 2025–2030 difokuskan pada enam bidang prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal; kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali; pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara serta transportasi; lingkungan, kehutanan dan energi; serta Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.

Atasi Persoalan Sampah, Kemacetan hingga Pariwisata

Gubernur Koster mengakui pembangunan Bali yang berlangsung selama bertahun-tahun telah memberikan manfaat positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun, dinamika pembangunan juga menghadirkan berbagai persoalan yang harus segera ditangani, mulai dari alih fungsi lahan sawah, sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali mulai menjalankan sejumlah program super prioritas mendesak, antara lain penuntasan persoalan sampah, pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penanganan kemacetan, penertiban usaha transportasi dan akomodasi pariwisata, penertiban Online Travel Agent (OTA), serta penertiban perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan.

Di bidang infrastruktur, sejumlah pembangunan strategis juga direncanakan dan mulai dilaksanakan pada 2026–2029, antara lain Jalan Shortcut Singaraja-Mengwi, Underpass Jimbaran, Jalan Baru Gatot Subroto Barat-Canggu, Underpass Tohpati, Jalan Baru Sunset Road-Mahendradatta, serta sejumlah ruas konektivitas Jalan Lingkar Bali.

Bali Berkontribusi Besar terhadap Pariwisata Nasional

Gubernur Koster juga menegaskan besarnya kontribusi Bali terhadap sektor pariwisata dan devisa Indonesia. Pada 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai 7,05 juta orang atau sekitar 45,8 persen dari total wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Dari sisi devisa pariwisata, Bali menyumbang sekitar Rp 176 triliun atau 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia sebesar Rp 319,9 triliun.

Baca Juga  Pengurus Dekorwil Bali Puskor Hindunesia Ditetapkan, IBK Susena: Fokus Masalah Kemanusiaan

“Data ini menunjukkan bahwa Bali berkontribusi sangat besar kepada Indonesia. Meskipun tidak masuk ke kas negara sebagai pendapatan negara dalam konteks ‘dana bagi hasil’, namun secara tidak langsung, sektor pariwisata Bali berkontribusi sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan cadangan devisa negara,” ujar Gubernur.

Bali Konsisten Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan Bali yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan telah mendapat apresiasi internasional. Kebijakan tersebut antara lain pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan energi bersih, kendaraan listrik, pertanian organik, perlindungan danau, mata air, sungai dan laut, serta pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Bali, kata Gubernur, bahkan telah mencanangkan target Net Zero Emission pada 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibandingkan target nasional 2060.

“Bali dinilai berani mengambil langkah dengan mencanangkan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2045, 15 tahun lebih cepat dari target nasional tahun 2060,” ungkapnya.

Menutup pidatonya, Gubernur Koster mengajak seluruh Sameton Krama Bali, khususnya generasi muda, untuk menjaga kekompakan, persatuan dan semangat gotong-royong dalam membangun Bali.

“Selamat Hari Jadi Ke-68! Dirgahayu Provinsi Bali!” tutup Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan untuk Perkuat SDM Bali Unggul

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri kegiatan kolaborasi AI for Education bersama Telkomsel dan Gasing Academy di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali.
AI FOR EDUCATION : Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran “AI for Education” yang inklusif, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali melalui peningkatan kemampuan numerasi, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran AI for Education yang inklusif, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/8).

Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih mudah dipahami, interaktif, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul yang memiliki kemampuan berpikir logis, berbasis data, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program ini di Bali, dan kami siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur Koster, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Penguatan kemampuan dasar, termasuk numerasi, menjadi penting agar generasi muda Bali tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara tepat.

Program ini dikembangkan melalui Gasing Academy dengan pendekatan GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan). Pembelajaran siswa kemudian diperkuat melalui Sacred Octagon, platform berbasis permainan yang didukung teknologi AI untuk membantu anak belajar matematika secara interaktif dan bertahap.

Baca Juga  Update Covid -19 di Denpasar, 1 Orang Pasien Meninggal

Dalam konsep AI for Education, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung proses pembelajaran. Guru tetap menjadi pusat pendidikan, sementara teknologi dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan bahwa numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., mengatakan pendekatan GASING dirancang agar matematika dapat dipelajari secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan. Menurutnya, ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, proses pembelajaran akan membawa perubahan.

Pada kesempatan tersebut, guru dan siswa turut menyaksikan serta mencoba secara langsung pembelajaran dengan pendekatan GASING dan platform Sacred Octagon. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap.

Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.

Di Bali, kolaborasi tersebut diperkuat melalui keterlibatan Pemerintah Provinsi Bali, peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran siswa, serta evaluasi program secara bertahap.

Sinergi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi Bali yang unggul, cerdas, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca