Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua
Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra menyampaikan
perkembangan penanganan Covid-19 Jumat (22/5-2020) kembali terjadi penambahan
kasus terkonfirmasi positif dari transmisi lokal sebanyak 4 orang atau total 6
orang positif (2 di antaranya imported
case). Sehingga total kasus positif mencapai 380 orang.
Dari
380 orang yang terkonfirmasi
positif, sudah sembuh sebanyak 284 orang atau 74,74%. Khusus untuk hari ini pertambahan
yang sembuh sebanyak 4 orang.
‘’Saya ulangi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali sebanyak 74,74% untuk hari
ini. Angka
ini tentu merupakan angka yang baik, karena besarannya jauh di atas rata-rata nasional. Meskipun demikian, kita masih terus harus bekerja untuk meningkatkan lagi tingkat
kesembuhan dari sahabat-sahabat kita yang hari ini masih dirawat di rumah sakit ataupun tempat
karantina,’’ ujar Dewa Indra saat live streaming, Jumat (22/5) di Kantor
Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar.
Dikatakan, jumlah yang meninggal tetap 4 orang dan berharap tidak ada lagi yang
meninggal karena Covid-19. Sementara yang masih dalam perawatan sebanyak 92 orang. Mereka ini dirawat di
beberapa rumah sakit dan juga di tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Dari
jumlah akumulatif yang terkonfirmasi positif sebanyak 380 orang, terdiri dari 8 orang
warga negara asing dan 372 orang warga negara Indonesia. ‘’Dari 372 orang warga negara Indonesia ini, yang terinfeksi karena importedcase
51,05% atau angka
absolutnya adalah 186 orang. Yang terinfeksi di daerah terjangkit 8,16% atau
angka absolutnya
adalah 31 orang. Dan yang terinfeksi melalui transmisi lokal 40,79% atau 155 orang,’’ ujar Dewa Indra.
Menurut
tiga cara atau mekanisme proses terinfeksinya maka angka-angka yang disebutkan dalam bentuk
presentasi itu menggambarkan kasus positif Covid-19 terbanyak melalui importedcase. Lebih spesifik lagi melalui pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki
riwayat perjalanan dari luar negeri dan hari terakhir pulang kembali ke daerah Bali.
Sedangkan yang kedua adalah melalui transmisi lokal yakni 40,79%. ‘’Seluruh masyarakat Bali yang saya cintai, kalau kita cermati angka ini maka pergerakannya adalah cukup memprihatinkan. Kalau di awal-awal kita menangani Covid-19 kontribusi terbesar dari yang positif disumbangakan oleh imported case, sementara transmisi lokal sangat kecil. Tetapi hari ini jumlahnya, proporsinya sudah hampir berimpitan, antara imported case 51,05% dan transmisi lokal 40,79%. Setiap angka yang disumbangkan oleh transmisi lokal adalah produk dari beberapa hal,’’ ungkap Dewa Indra.
Yang
pertama adalah karena ketidakdisiplinan,
tidak mengindahkan protokol kesehatan. Yang kedua, bisa juga karena ketidakpedulian. Dan yang ketiga karena ketidaktahuan. Banyak di antara warga masyarakat
yang tidak tahu dirinya terinfeksi.
Ini yang disebut
dengan nama orang tanpa gejala (OTG).
Mengapa terinfeksi ini juga penyebabnya adalah karena ketidakdisiplinan.
Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama ketika importd
case bisa
dikendalikan bersama-sama
melalui pengendalian yang sangat ketat di pintu-pintu masuk Bali, maka tugas berikutnya
yang harus kita lakukan bersama adalah bagaimana mengendalikan angka-angka
transmisi lokal ini supaya tidak terus bertambah dari hari ke hari. Upaya untuk
mengendalikan transmisi local ini membutuhkan
kepemimpinan dari kita semua.
Untuk mencegah
penyebaran Covid-19, Dewa Indra menegaskan yang boleh
melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan,
diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19.
Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi
Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mewajibkan setiap orang yang akan
memasuki Provinsi Bali menggunakan moda transportasi udara agar menunjukkan
surat kesehatan bebas Covid-19 berbasis swab. Sedangkan bagi warga yang masuk ke Bali
melalui jalur darat diminta untuk melakukan rapid
test dan mengisi formulir data diri tujuan datang ke
Bali.
Pihaknya
juga mengimbau masyarakat Bali untuk menaati peraturan tersebut dengan penuh
disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Berkaitan kebijakan ini pula melalui Gugus
Tugas dan
berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat
di daerah bersama-sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan
upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan
Gilimanuk, Pelabuhan Benoa dan Pelabihan
Padangbai.
Kalau masyarakat akan melintasi jalur-jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas.
Untuk itu dimohon pengertian masyarakat untuk
mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik
mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun
juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama.
Bekerja dari rumah yang sudah cukup lama
dilakukan, sehingga hal ini tentunya memberi dampak yang kurang positif bagi
produktivitas dan perputaran perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu
Pemerintah Provinsi Bali secara perlahan akan berupaya untuk kembali memberikan
akses beraktivitas bagi masyarakat, namun sesuai protokol kesehatan harus tetap
disiplin, agar tidak terjadi penularan dan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Sehingga Bali
bisa kembali produktif dan tetap aman dari Covid-19.
Ketua Harian Percepatan Penanganan Covid-19
Provinsi Bali Dewa Made Indra mengucapkan terimakasih kepada dewan pengurus
agama yang ada di Bali yang sudah mensosialisasikan umatnya untuk merayakan
hari besarnya untuk tetap di
rumah, namun pihaknya tetap meminta kepada semua pihak yang ada di Pulau Bali untuk bersatu
padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu
menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga
jarak, membiasakan diri membawa hand sanitizer, menghindari keramaian,
melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat
yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin
dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita
hentikan.
Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua
elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas
Kesehatan dalam melaksanakan tracing
contact untuk menemukan siapa pun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 sehingga kita bisa
menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah
penyebaran berikutnya kepada orang lain. (*/gs)
Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp 400 triliun ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dilakukan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan, mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga 14-15 persen pada tahun ini.
Menkeu menjelaskan pemerintah mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.
“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” ujar Menkeu dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).
Menurut Menkeu, langkah tersebut merupakan arahan Presiden agar berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi. Penambahan likuiditas diyakini akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.
“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikkan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelasnya.
Menkeu menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan lebih efektif.
Berdasarkan komunikasi dengan perbankan, Menkeu mengungkapkan tambahan likuiditas tersebut akan memberikan ruang bagi perbankan untuk kembali menjalankan rencana ekspansi kredit yang sebelumnya sempat tertahan.
“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.
Apabila kondisi likuiditas tetap terjaga sesuai desain pemerintah, Menkeu optimistis pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat lebih tinggi hingga mencapai kisaran 14-15 persen pada tahun ini.
“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.
Selain menjaga likuiditas perbankan, Menkeu memastikan penguatan likuiditas perbankan tidak mengganggu kesehatan fiskal. Ia menegaskan defisit APBN 2026 tetap berada dalam batas yang aman dan terkendali.
“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” pungkas Menkeu. (gs/bi)
BUKA SARASEHAN: Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menilai akademisi dan peneliti memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan nasional sekaligus mendukung pengembangan industri di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan strategis yang memerlukan terobosan dan inovasi. Oleh karena itu, Kepala Negara mengungkapkan secara konsisten berdialog dengan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari solusi dari kebutuhan berbagai sektor strategis.
“Saya berkali-kali saya datang kepada kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar, tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produknya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?” ungkap Presiden.
Presiden menilai, berbagai inovasi yang mulai dikembangkan saat ini menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam menjawab tantangan nasional, salah satunya adalah kemajuan dalam pengembangan mobil nasional. Kepala Negara pun mengungkapkan kebanggaannya saat menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa pada hari pelantikan sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Terima kasih. Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia,” ujar Presiden.
Meskipun masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, Presiden menilai bahwa setiap inovasi masih terus membutuhkan proses penyempurnaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan industri nasional agar semakin kompetitif.
“Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa,” pungkasnya. (gs/bi)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas. Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026 dan diumumkan pada Jumat (26/6/2026).
Dalam mutasi kali ini, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, meliputi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Kapolda, hingga Wakapolda.
Pada jajaran PJU Mabes Polri, Brigjen Pol. Didi Hayamansyah, S.H., S.I.K., M.H. mendapat promosi sebagai Kapuslitbang Polri. Sementara itu, pada tingkat kepemimpinan wilayah, Kapolri menunjuk dua Kapolda baru, yakni Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Aceh, serta Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Selain itu, terdapat tiga pejabat yang dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolda, yaitu Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. sebagai Wakapolda Banten, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si. sebagai Wakapolda Maluku, dan Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K. sebagai Wakapolda Papua Barat Daya.
Mutasi kali ini juga mencakup promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes, termasuk pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), pembentukan empat Polres Tipe D, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepolisian di daerah. Selain itu, sebanyak 45 personel Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya mengemban jabatan Kapolres IIIA2.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel. Melalui rotasi ini diharapkan para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, pembentukan satuan kewilayahan baru, termasuk Polresta di kawasan IKN, merupakan bagian dari upaya Polri menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan tugas yang semakin dinamis. Menurutnya, promosi terhadap puluhan personel Polwan juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh personel berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.
“Penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui rotasi jabatan, tetapi juga melalui penataan struktur kewilayahan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi personel terbaik agar Polri semakin Presisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. (gs/bi)