Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Gubernur Koster Pimpin Rapat Evaluasi Peningkatan Pelayanan Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai Wajah Pariwisata Bali dan Indonesia di Mata Dunia

Loading

BALIILU Tayang

:

Bandara Ngurah Rai
TINJAU: Gubernur Bali Wayan Koster beserta rombongan saat meninjau langsung sejumlah layanan yang ada di terminal kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (22/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan gerbang masuk utama bagi wisatawan asing maupun domestik ke Bali. Bandara ini merupakan pusat pariwisata Bali dan melayani jutaan penumpang setiap tahunnya, dengan peran vital dalam perekonomian Pulau Dewata.

Pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus ditingkatkan agar berkelas dunia dengan standar berkualitas, efisien, akurat, aman, bersih, serta berdaya saing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (22/9) sore memimpin langsung Rapat Evaluasi Peningkatan Pelayanan Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Sabtu (23/8) lalu.

Ketika itu, Koster menyoroti sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi, antara lain antrean panjang pada pelayanan Imigrasi dan lemahnya pengawasan terhadap orang asing pada pelayanan Imigrasi.

Selain itu, Koster juga menyoroti proses pengambilan bagasi dengan waktu tunggu mencapai 1-1,5 jam, ditambah conveyor belt (ban berjalan bagasi) kurang cepat dan kurang bersih, serta pelayanan informasi kurang baik.

Pada kesempatan kali ini, Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mendengar penjelasan tindak lanjut dari sejumlah persoalan yang terjadi.

Kepala Kantor Otban Wilayah IV Cecep Kurniawan menyampaikan Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai sedang/telah melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan pelayanan di bandar udara, yaitu melaksanakan pekerjaan perluasan koridor terminal dan pembangunan connecting gate internasional dengan menambahkan nuansa budaya nusantara dan memperluas konsep green-airport.

Pekerjaan ini merupakan optimalisasi gedung terminal antara lain beautifikasi area toilet (termasuk perbaikan toilet rusak dan peningkatan kebersihan), counter check-in dan penyediaan counter PWA pada lokasi strategis.

Baca Juga  Optimalisasi Aset Daerah, Gubernur Koster Teken Perjanjian Pemanfaatan Tanah Kawasan Lot S5 Nusa Dua dengan PT BDL

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Sunaryo menyampaikan Kantor Pelayanan Bea Cukai Ngurah Rai telah melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan pelayanan di bidang bea cukai, yaitu penyediaan jalur tersendiri bagi penumpang yang belum mengisi form (target pelaksanaan pada bulan November 2025), penyusunan Instruksi Kerja dan optimalisasi petugas penanganan antrian Electronic Customs Decleration (ECD). Selain itu juga perluasan/penambahan area layanan, penambahan jumlah personel untuk membantu penumpang untuk mengisi ECD.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Winarko menyampaikan bahwa untuk mengurai antrean khususnya pada jam sibuk, Imigrasi Ngurah Rai telah menugaskan Petugas Polsus yang secara aktif membantu memecah antrean dengan mengarahkan penumpang menggunakan Autogate maupun counter manual sesuai kebutuhan.

Selain itu, strategi lain yang dilakukan adalah memaksimalkan fungsi Autogate, di mana proses pemeriksaan dapat berlangsung kurang dari satu menit sehingga sangat efektif mempercepat arus penumpang.

Perwakilan JAS Air Port Services selaku penyedia jasa ground handling menyampaikan untuk memberikan pelayanan maksimal, pihaknya telah melakukan penambahan personel. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penanganan bagasi, mengurangi waktu tunggu penumpang serta meningkatkan efisiensi proses penurunan bagasi.

Dengan penambahan personel, proses penurunan bagasi dapat berjalan lebih lancar dan cepat, sehingga penumpang dapat lebih cepat mendapatkan bagasi mereka.

Sementara dari GAPURA, pihaknya telah menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya yakni dengan Improvement Tambahan untuk First & Last Baggage. Penambahan tenaga porter dedicated pada 10 menit pertama ATA untuk percepatan First Baggage. Sistem double line loading/unloading pada peak arrival agar Last Baggage tidak tertinggal di bulk. Implementasi early bag separation (priority/transfer bag dipisahkan lebih awal) serta penetapan time target (First Bag ≤ 15 menit, Last Bag≤ 30 menit) dengan monitoring real-time oleh PIC.

Baca Juga  Dorong Pariwisata Berkualitas, BI Bali Gelar “Capacity Building“ Desa Wisata dan Fasilitasi Kerja Sama dengan Blibli

Terakhir, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab melaporkan jika saat ini sedang proses pelaksanaan program optimalisasi gedung terminal dalam menunjang kegiatan operasional maupun komersial di bandara dengan kondisi traffic penumpang yang terus meningkat.

Selain itu juga akan memperluas konsep green airport energi terbarukan dengan konsep atap lantai empat digunakan sebagai lokasi pemasangan PLTS. Hal ini karena Bandar Udara Internasional | Gusti Ngurah Rai mengusung konsep bandara ramah lingkungan dengan mengurangi emisi karbon, menggunakan energi terbarukan, dan meningkatkan efisiensi energi.

Menyikapi keluhan terkait keberadaan marketing transportasi di terminal kedatangan penumpang, pihaknya sudah menertibkan agen marketing transportasi menawarkan jasa yang mengganggu penumpang. Pertemuan rutin bersama mitra Land Transportasi bandara untuk mengingatkan agar menawarkan jasa dengan tidak mengganggu penumpang dan tertib.

Sementara dukungan upaya peningkatan pungutan wisatawan asing (Tourist Levy Bali) di Bandara Ngurah Rai, pihaknya telah menempatkan standing banner Tourist Levy Bali di area Kedatangan Internasional. Penyampaian Announcement imbauan kontribusi Pungutan Wisatawan Asing (PWA) Tourist Levy Bali dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di terminal kedatangan internasional. Selanjutnya, akan ditambahkan announcement dalam Bahasa Mandarin untuk mengakomodir Tourist China.

Pada kesempatan ini, Gubernur Koster mengapresiasi atas progres yang telah dilakukan untuk mewujudkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan atau penumpang. Dikatakan Koster, apa yang dilakukan saat ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas. Lebih lanjut, kolaborasi dan sinergi menjadi kunci untuk menyukseskan tujuan tersebut.

“Bandara (I Gusti Ngurah Rai-red) ini, merupakan wajahnya Bali, wajahnya Indonesia. Untuk itu, kita ingin Bandara ini bagus, pelayanannya bagus, fasilitasnya juga bagus. Kita ingin mewujudkan pariwisata yang berkualitas, wisatawan yang datang ke Bali juga harus yang berkualitas. Jadi kita semua harus memiliki tujuan yang sama untuk Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Seluruh Fraksi DPRD Bali Apresiasi Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Berkualitas, Pajak Daerah dan Retribusi

Seusai menggelar rapat, Gubernur Koster beserta rombongan meninjau langsung sejumlah layanan yang ada di terminal kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Buka Porsenides Canggu, Bupati Ungkap Solusi Jalan Baru Sepanjang 4,7 Km

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Seluruh Fraksi DPRD Bali Apresiasi Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Berkualitas, Pajak Daerah dan Retribusi

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Rakorwil Bali-Nusra, Akselerasi Implementasi Pariwisata Berkualitas di Bali-Nusra

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Optimalisasi Aset Daerah, Gubernur Koster Teken Perjanjian Pemanfaatan Tanah Kawasan Lot S5 Nusa Dua dengan PT BDL

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca