Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Koster Terus Dibuli di Medsos, Kebijakan Arak Bali Diakui Berikan Manfaat Ekonomi Nyata bagi Masyarakat Bali

BALIILU Tayang

:

Arak Bali
Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster, saat diwawancarai awak media di Denpasar, Selasa, 24 September 2024. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Arak Bali merupakan salah satu produk terkenal dari petani Bali. Namun, sejak lama Arak Bali ini tidak bisa diberdayakan sebagai sumber perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Hal tersebut, dikarenakan berlakunya Kebijakan Nasional beserta peraturannya yang mengatur, bahwa Arak Bali termasuk daftar Negatif Investasi sebagai Minuman Beralkohol.

Demikian disampaikan Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster, saat diwawancarai awak media di Denpasar, Selasa, 24 September 2024.

Oleh karena itu, Arak Bali tidak bisa diberdayakan untuk kesejahteraan petani Bali. Padahal, Bali merupakan destinasi wisata utama di dunia. Bahkan, para wisatawan mancanegara justru senang dengan minuman beralkohol.

“Selama dia berkunjung di Bali itu terbiasa dengan minuman-minuman yang mengandung alkohol,” kata Wayan Koster.

Tak hanya itu, 80 persen lebih minuman beralkohol di Indonesia itu beredar di Bali, karena pariwisata di Bali dengan kunjungan wisatawan sangat tinggi.

Meski pasar sudah  tersedia, namun Arak Bali tidak bisa disuplai di hotel. Sementara itu, minuman beralkohol dari luar malah diimpor dan dibebaskan masuk hotel.

Padahal, produk Arak Bali kualitasnya tidak kalah dengan minuman beralkohol dari luar, seperti Sake di Jepang, Soju Korea dan Whisky Eropa, yang  justru disediakan pihak hotel.

“Menurut saya ini betul-betul ketidakadilan dan merugikan posisi kita di Bali. Masak yang diproduksi oleh anak sendiri yang tumbuh di tanahnya sendiri dihasilkan secara tradisional oleh petani Arak Bali itu sendiri tidak boleh diberdayakan, padahal itu produk lokal Bali yang sangat bagus,” tegasnya.

Begitu dilantik menjadi Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster berupaya mengajukan surat kepada Presiden RI untuk merevisi Undang-Undang yang mencantumkan Arak Bali sebagai daftar Negatif Investasi.

Baca Juga  Diiringi Toast Arak, Gubernur Koster Ucapkan Terima Kasih kepada Group Marriott yang Telah Gunakan Produk Lokal Bali

Astungkara, itu mendapat respons, kemudian kami di Bali diberikan masukan untuk membuat peraturan lokal, yakni Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Destilasi Khas Bali, yang mulai berlaku bulan Februari 2020,” sebutnya.

Dengan adanya Pergub Bali tersebut,  lanjutnya para pengrajin Arak Bali ini sekarang sudah nyaman dan aman buat memproduksi Arak Bali, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Begitu Pergub Bali diberlakukan, ternyata mendapat respons cepat dari para petani Bali dan pelaku usaha yang mengelola Arak Bali.

“Arak Bali diterima dari petani, lalu diolah menjadi produk-produk berkelas dengan training dan kemasan khusus, seperti rak ini,”  paparnya.

Hingga saat ini, lanjutnya terdapat 52 produk Arak Bali yang disebutnya sangat luar biasa, yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di Bali.

“Pada saat saya berakhir tahun 2023 itu baru mencapai 44 produk Arak Bali,” tambahnya.

Dengan demikian, Arak Bali sudah betul-betul digunakan oleh masyarakat Bali, yang ternyata hotel dan restoran sudah banyak menggunakan Arak Bali.

“Semuanya ini produk Arak Bali sudah dapat izin dari Badan POM dan Pita Cukai. Jadi, tidak hanya dipakai di Bali, tapi bisa juga diekspor,” tambahnya.

Sekarang hotel-hotel di Bali, kebanyakan cocktail menggunakan bahan baku Arak Bali. Ternyata, case lebih bagus dan kuat dibandingkan dengan minuman beralkohol yang lainnya.

“Jadi, minumannya sangat luar biasa. Sekarang petani kita dengan adanya produk-produk ini sudah meningkat kesejahteraannya. Sebelum berlakunya Pergub Bali ini satu jerigen Arak Bali dengan 30 liter harganya Rp 300.000. Setelah adanya Pergub Bali, harganya meningkat menjadi Rp 650.000. Bahkan, perajin olahan Arak Bali itu sangat berkembang,” tandasnya.

Baca Juga  Bertepatan HUT Ke-57 Ny. Putri Koster, BCC Demo Masak Bertemakan Arak Bali di Jayasabha

Dengan adanya Pita Cukai, lanjutnya para petani Arak Bali bisa melakukan ekspor keluar negeri. Terlebih lagi, adanya ramuan Kopi Arak secara khusus, yang terinspirasi dari kebiasaan endorse minum Kopi Tanpa Gula pakai Arak Bali.

“Di belakang saya, ada Arak Bica dan Arak Balista. Itu Kopi Arak yang diproduksi atau terinspirasi dari kebiasaan saya minum Kopi campur Arak tanpa gula. Hal ini sangat luar biasa sekali,” ungkapnya.

Hal tersebut merupakan suatu kebahagiaan, karena Petani Karangasem tanpa bekerja dengan nyaman dan aman, sekarang memproduksi Arak Bali dan memperdagangkan hingga perekonomian meningkat.

“Begitu juga UMKM kita berkembang. Sekarang minuman Arak Bali ini  tidak kalah dengan minuman Soju dari Korea, Sake dari Jepang dana Whisky Eropa. Bahkan, minuman ini sudah memenuhi  syarat untuk menjadi Minuman Spirit ke-7 dunia. Hal tersebut sangat luar biasa. Dulu dilarang, sekarang sudah bisa diperdagangkan,” pungkasnya.

Meski demikian, di awal kebijakan Gubernur Bali dengan memberlakukan penggunaan dan pengelolaan produksi Arak Bali ini diakui Wayan Koster terus dibuli di media sosial (medsos). Namun, diyakini hal tersebut tidak masalah dibuli, karena masyarakat Bali mendapatkan manfaat besar dari kebijakan Arak Bali.

“Saya tidak apa-apa dibuli, karena saya meyakini bahwa produk ini betul-betul menghidupkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat basis perekonomian masyarakat Bali serta meningkatkan  kesejahteraan masyarakat Bali,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bersama ITB STIKOM Bali, Mahasiswa Internship dari Montpellier Prancis Lakukan Pengembangan Desa Digital di Desa Punggul Badung

Published

on

By

stikom bali
KUNJUNGAN: Mahasiswa dari Polytech Montpellier yang melakukan internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: Hms STIKOM Bali)

Badung, baliilu.com – Mahasiswa dari Polytech Montpellier yang melakukan internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin, 4 Mei 2026.

Kunjungan itu untuk menggali persoalan yang ada di desa. Terutama, dalam pengembangan menjadi desa digital. Desa Punggul dijadikan case study, karena telah menerapkan digitalisasi dalam mendukung tata kelola pelaksanaan administrasi desa sehari-hari.

Supervisor internship dari ITB STIKOM Bali Yudi Agusta, Ph.D. menjelaskan, ada empat aspek pengelolaan desa digital yang menjadi materi diskusi.

“Aspek itu meliputi, pengelolaan keuangan dana komunitas, pengelolaan keamanan sistem desa, pengelolaan pengetahuan desa, dan pengelolaan sistem otomatis di desa,” kata Yudi Agusta.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dana komunitas di tingkat banjar yang masih dilaksanakan secara manual.

Sedangkan pengelolaan keamanan sistem desa sudah cukup baik. Untuk pemantauan potensi terjadinya masalah tetap dilakukan dalam periode mingguan. Serta, pengelolaan data yang sudah digunakan dengan optimal.

“Tapi belum menyentuh pada level penyediaan pengetahuan desa, dan belum adanya sistem otomatis yang diterapkan di desa,” kata Yudi.

Dengan informasi tersebut, keempat mahasiswa akan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, akhir masa internship pada 10 Agustus 2026 mendatang.

Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma menyambut baik kunjungan kerjasama ITB STIKOM Bali dan mahasiswa asal Prancis itu.

“Kerja sama itu memberikan kontribusi dalam merumuskan berbagai ide pengembangan Desa Digital yang berkelanjutan,” kata Kadek Sukarma.

ITB STIKOM Bali sendiri terus mendorong kegiatan kolaborasi internasional melalui berbagai kegiatan. Di antaranya, penerimaan mahasiswa asing untuk berkuliah di ITB STIKOM Bali, penyediaan program double degree internasional yang sudah dilaksanakan bersama Malaysia dan China, kegiatan short course mahasiswa baik.

Baca Juga  Diiringi Toast Arak, Gubernur Koster Ucapkan Terima Kasih kepada Group Marriott yang Telah Gunakan Produk Lokal Bali

“Yang inbound maupun outbound dalam bentuk program Bali Cross Cultural Program (BCCP) dan Global Cross Cultural Program (GCCP),” kata Yudi.

Kegiatan internship diharapkan memberikan kontribusi dalam meningkatkan internasionalisasi di ITB STIKOM Bali. Sekaligus memberikan kontribusi nyata di masyarakat.

ITB STIKOM Bali juga menyiapkan Kurikulum untuk mahasiswa bekerja di bidang IT di Jepang melalui program Hi-Think, Language Learning Center untuk mempersiapkan mahasiswa Go Global.

Termasuk, Magang Berbayar di luar negeri, dan penerimaan mahasiswa internasional yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di ITB STIKOM Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buleleng Canangkan Tiga Desa di Tejakula Sebagai Desa Cantik 2026

Published

on

By

desa cantik buleleng
CANANGKAN DESA CANTIK: Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng resmi mencanangkan Desa Tembok, Desa Les, dan Desa Pacung di Kecamatan Tejakula sebagai Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 bertempat di Wantilan Desa Tembok, Rabu (6/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng resmi mencanangkan Desa Tembok, Desa Les, dan Desa Pacung di Kecamatan Tejakula sebagai Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 bertempat di Wantilan Desa Tembok, Rabu (6/5).

Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, ditegaskan bahwa keberhasilan program Desa Cantik sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Kolaborasi lintas sektor ini penting agar pelaksanaan program bisa lebih terukur dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai isu strategis, seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buleleng, Gede Iwan Santika, menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi statistik serta kualitas pengelolaan data di desa. Melalui pembinaan statistik sektoral dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, desa diharapkan mampu menghasilkan data yang valid, akurat, dan relevan. “Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya

Pencanangan Desa Cantik Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya program secara resmi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam agen statistik kepada tiga desa perwakilan sebagai langkah awal dalam mendorong transformasi pengelolaan data desa berbasis statistik.

Dengan pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data desa guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat, terarah, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ratusan Warga Tejakula Ketog Semprong Menangkan Koster-Giri
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Gelorakan Aksi Bergerak dan Berbagi di Kerambitan dan Penebel

Published

on

By

bunda rai
HADIRI AKSI SOSIAL: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya alias Bunda Rai saat menghadiri program unggulan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi sekaligus aksi sosial bedah kamar yang digelar secara roadshow di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Tabanan, Rabu (6/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya alias Bunda Rai kembali menggencarkan aksi sosial untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata melalui program unggulan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi sekaligus aksi sosial bedah kamar yang digelar secara roadshow di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Tabanan, Rabu (6/5).

Kegiatan diawali dengan aksi bedah kamar ODGJ milik Nyoman Sukarya di Banjar Lebah, Desa Tista, Kerambitan. Setelah itu, jajaran melanjutkan kegiatan aksi sosial bergerak dan berbagi di Wantilan Desa Tista. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai bersama jajaran juga melaksanakan sosialisasi lubang biopori sekaligus menyerahkan bantuan sebanyak 150 alat dan pelubang biopori kepada masing-masing kecamatan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung penerapan program Aku Hatinya PKK di rumah warga. Usai kegiatan di Kerambitan, jajaran bergerak menuju lokasi kedua di Kantor Desa Buruan, Penebel, dengan melanjutkan agenda sosialisasi serupa terkait bantuan sosial, pengelolaan sampah dan ketahanan pangan keluarga.

Turut hadir mendampingi Bunda Rai, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga beserta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Sosial P3A, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Camat Kerambitan dan Camat Penebel beserta jajaran, para perbekel se-Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa beserta pengurus di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, pengurus YKI, K3S, Bunda PAUD Tabanan, hingga para penerima bantuan yang telah hadir sejak pagi.

Di Kecamatan Kerambitan, bantuan diberikan kepada masyarakat rentan yang terdiri dari 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita gizi kurang, dan kader PKK kurang mampu dengan total penerima 75 orang. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 6 penderita kanker serta bantuan PMT untuk 100 anak PAUD. Bantuan tambahan lainnya berupa 1 rehab kamar ODGJ, 1 alat bantu dengar, 2 kursi roda, dan 1 tripod.

Baca Juga  Semua Karena Koster, Kini Pelaku F&B Bisa Ekspor Arak dan 52 Produk Arak Masuk Hotel Berbintang

Sementara di Kecamatan Penebel, bantuan difokuskan kepada 10 ibu hamil KEK, 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita gizi kurang, serta kader PKK kurang mampu dengan total 90 penerima manfaat. Selain itu juga diberikan bantuan kepada 6 penderita kanker dan PMT bagi 100 anak PAUD. Bantuan tambahan yang disalurkan meliputi 1 alat bantu dengar, 1 kursi roda, 3 tripod, dan 4 walker. Adapun jenis bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kotak susu balita, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan kehadirannya bersama jajaran merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. “Pagi ini saya hadirkan seluruh jajaran, tujuan kami datang untuk memberikan perhatian dan sedikit bantuan. Jangan dilihat besarannya, tetapi ini sebagai bentuk kepedulian agar bapak dan ibu tetap bersemangat dan berbahagia. Ini adalah bentuk jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Bunda Rai juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas). Ia mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga. “Ini hal kecil, tetapi kalau dilakukan bersama-sama dari rumah tangga, kita bisa mengurangi sampah. Jika tidak ada sinergi masyarakat dan pemerintah, masalah sampah ini bisa menjadi bencana. Mari kita atasi dari sumbernya,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan lubang biopori yang diberikan diharapkan menjadi rangsangan bagi masyarakat agar ikut menerapkan pengolahan sampah organik di lingkungan rumah masing-masing. Sampah dapur dapat dimasukkan ke lubang biopori hingga menjadi pupuk, sedangkan sampah daur ulang disalurkan ke bank sampah desa. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan program Aku Hatinya PKK dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga  Ratusan Warga Tejakula Ketog Semprong Menangkan Koster-Giri

“Tahun ini saya ingin membangkitkan kembali dan menjaga ketahanan pangan keluarga melalui lomba Aku Hatinya PKK. Selain bermanfaat untuk ketahanan pangan, program ini juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, apalagi saat harga kebutuhan pokok terus meningkat,” imbuhnya.

Selain itu, selaku Tim Pembina Posyandu Kabupaten, Srikandi Tabanan tersebut turut mensosialisasikan transformasi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal). Ia menjelaskan, posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat hingga ketertiban dan perlindungan masyarakat sehingga masyarakat lebih mudah mengadukan persoalan sosial yang dihadapi.

Ketua TP PKK Kecamatan Kerambitan, Ny. Ratmini Supraja, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bunda Rai kepada masyarakat Kerambitan. “Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat di Kecamatan Kerambitan. Beliau tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut menjadi motivasi bagi kader PKK dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Penebel, Ny. Asri Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca