Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Namsore Band di Tengah Covid-19, Luncurkan Lagu ‘’Jangan Bandel’’

BALIILU Tayang

:

de
NAMSORE BAND: Wira, Tom dan Dopel

WABAH pandemi Corona Virus Disease (Covid-19)  yang salah satu cara memutus mata rantai penyebarannya melalui social dan physical distancing, membuat masyarakat memanfaatkan sarana komunikasi melalui media social seperti whatsapp dll.  

Seperti yang dilakukan Namsore Band yang beranggotakan Wira, Tom dan Dopel, selama mengikuti imbauan pemerintah baik social dan physical distancing, mereka memanfaatkan media whatsapp untuk berbincang dengan kawan termasuk anggota bandnya.

‘’Setelah beberapa lama kami hanya berkomunikasi melalui WA, akhirnya kemarin kami memutuskan untuk bertemu langsung, tentu saja tetap mengikuti imbauan dari pemerintah. Bertemu dalam waktu yang singkat, bercerita, berkeluh kesah tentang pandemi Covid-19,’’ terang Putu Wira.

Dengan waktu bertemu yang sangat singkat, sebuah lagu pun akhirnya tercipta dan telah direkam di studio mini Namsore di Vin’z Studio di Jl. Dewi Supraba II, No. 3 Antasura, Denpasar. Melalui lagu yang dirilis terkait Covid-19 ini yang sudah dipublish di medsos (FB), Namsore berharap semoga dunia segera membaik, semua mahluk hidup berbahagia dan tersenyum kembali. Liriknya sebagai berikut.

”Jangan Bandel”

Kesehatan harta yang paling berharga. Tunda keluyuran karena Corona. Sayangi keluargamu, dirimu dan juga teman-temanmu.

Pastikan wabah ini tak akan lama. Tergantung kita untuk menyikapinya. Jadilah pahlawan tuk hentikan penyebaran mohon tetap di rumah.

Jadi manusia jangan terlalu bandel. Dengarkan anjuran pakar dan ahlinya. Agar tidak keluyuran, apalagi kau masih nongkrong rame-rame. Doakan agar wabah ini cepat hilang.

Jadi manusia jangan terlalu bandel. Ikuti anjuran aturan mainnya. Umat manusia kan bisa punah bila kamu masih aja bandel. Ikuti anjuran pakar dan ahlinya.

Namsore Band selain mengingatkan melalui lagu ‘’Jangan Bandel’’ , juga mengimbau selalu menjaga kebersihan, gunakan masker saat berpergian, cuci tangan minimal 20 detik dengan sabun, hindari tempat keramaian, physical distancing, jika batuk atau bersin tutuplah dengan siku atau tisu, jaga kesehatan, tetap semangat, dan berdoa.

Baca Juga  Tak Hanya Fokus Promosi, Wagub Cok Ace Minta BPPD Lakukan Riset Pariwisata

Namsore Band telah banyak menghibur masyarakat Bali, khususnya pecinta music pop punk atau rock. Bahkan sejak kelahirannya 18 Juli 2018, Namsore Band telah meluncurkan tiga lagu dalam bentuk video klip dan siap-siap merilis album yang ke perdana.

Meski terbilang band baru, Namsore sudah menjajal beberapa panggung di Bali. Awalnya, kehadiran Namsore di blantika music Bali hanya meng-cover lagu band Punk dari Washington, America, MXPX, seperti: Let’s Ride, Doing Time, Responsibility, Chick Magnet. Seiring berjalannya waktu Namsore mencoba untuk menciptakan lagu sendiri.

Sebagai salah satu band idie Bali, Namsore bertujuan untuk ikut meramaikan industri musik tanah air. Dengan bermunculan band-band indie di Bali maka persaingan pun pastinya sangat ketat. Wira, Tom dan Dopel yang sama-sama mencintai music ingin terjun secara maksimal dalam musik dan bertekad akan terus berusaha untuk memberikan karya yang terbaik. (GS)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Sekaa Krishna Candaka Abinawa Pukau PKB, Angkat Filosofi Ngajum Sekah dalam Baleganjur Kontemporer

Published

on

By

baleganjur jembrana
DUTA JEMBRANA: Baleganjur Remaja Duta Kabupaten Jembrana saat tampil dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Kamis (19/6). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Penampilan Baleganjur Remaja Duta Kabupaten Jembrana kembali menjadi salah satu suguhan yang paling dinantikan dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Kamis (19/6), Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa dari Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, sukses memukau ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Penampilan sekaa baleganjur yang disaksikan langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan tersebut menghadirkan garapan bertajuk “Atma Kerti”, sebuah karya yang berangkat dari tradisi Ngajum Sekah, yakni prosesi merias dan merangkai puspa lingga sebagai simbol atma atau roh.

Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada Sang Pitara dalam perjalanan menuju kesempurnaan jiwa.

Namun, garapan ini tidak hanya memaknai Ngajum Sekah sebagai ritual sakral. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah tersebut juga kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang gemar merias diri, meninggikan citra, hingga mempertontonkan ego. Dari dua makna itulah karya “Atma Kerti” dibangun.

Melalui monolog yang mengiringi pertunjukan, penonton diajak merenungkan batas tipis antara penghormatan dan kesombongan. Karya ini mempertanyakan kembali esensi penghormatan yang selama ini diwujudkan melalui simbol-simbol, di tengah berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang semakin nyata.

“Sungai dipenuhi sampah, hutan perlahan menghilang, laut mengembalikan apa yang kita buang, ruang hidup semakin sesak, jalan-jalan semakin padat, dan manusia semakin terburu-buru,” demikian salah satu narasi yang disampaikan dalam pertunjukan.

Kegelisahan tersebut kemudian bermuara pada pertanyaan mendasar, apakah yang sesungguhnya dimuliakan manusia saat ini, kesadaran yang hidup di dalamnya atau justru simbol-simbol yang dirayakan.

Secara musikal, gagasan Ngajum Sekah diterjemahkan ke dalam tubuh baleganjur melalui metode Mayasin atau merias gending. Pola dasar berupa melodi, sukat, tempo, dan ritme dikembangkan melalui lapisan-lapisan ornamentasi yang semakin padat, sebagaimana puspa lingga yang dirangkai dan dihias dalam ritual Ngajum Sekah.

Ornamentasi tersebut menjadi representasi kecenderungan manusia untuk terus memperindah, menambahkan, dan memuliakan bentuk-bentuk simbolik. Pada salah satu bagian garapan, idiom serta estetika permainan Jegog Jembrana turut dihadirkan. Kehadiran unsur Jegog bukan sekadar penanda identitas daerah, melainkan pengingat bahwa kebanggaan dan penghormatan sering kali berjalan beriringan dengan ego yang ingin ditampilkan.

Baca Juga  Siap Terapkan AKB, Walikota Rai Mantra Tinjau Pasar Gunung Agung

Dengan konsep yang kuat, garapan musikal yang dinamis, serta koreografi yang mendukung alur dramatik pertunjukan, Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa berhasil menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan reflektif tentang kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Adapun tim kreatif di balik garapan ini terdiri atas Gede Yogi Sukawidjana sebagai konseptor, I Kadek Widyawan dan Gede Yogi Sukawidjana sebagai komposer, Agus Onek sebagai koreografer, dengan pembina Toedi Pande dan Bagas Suradinata. Sementara koordinator sekaa dipercayakan kepada I Wayan Sudiartawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Buleleng Tampil Beda, “Medawang-dawang” Curi Perhatian Pengunjung PKB XLVIII 2026

Published

on

By

Komunitas Seni Rare Kual, Buleleng menampilkan garapan Ngelawang yang menghadirkan kekhasan tradisi lokal Medawang-dawang di PKB 2026
NGELAWANG: Komunitas Seni Rare Kual, duta Buleleng saat tampil pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, dengan garapan Ngelawang yang menghadirkan kekhasan tradisi lokal Medawang-dawang sebagai daya tarik utama bertempat di Gedung Kriya, Denpasar, Jumat (19/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah beragam sajian seni tradisi yang ditampilkan dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Duta Kabupaten Buleleng hadir dengan warna yang berbeda. Melalui Komunitas Seni Rare Kual, Buleleng menampilkan garapan Ngelawang yang menghadirkan kekhasan tradisi lokal Medawang-dawang sebagai daya tarik utama bertempat di Gedung Kriya, Denpasar, Jumat (19/6).

Berbeda dengan tradisi ngelawang yang selama ini identik dengan Barong Bangkung maupun Barong Landung, penampilan Duta Kabupaten Buleleng ini menghadirkan kekhasan tersendiri melalui penggunaan Medawang-Dawang yang menjadi identitas budaya lokal di wilayah Buleleng. Duta Kabupaten Buleleng menghadirkan Medawang-dawang sebagai elemen pendukung dalam garapan Wewaler. Kehadiran Medawang-dawang memperkuat identitas budaya Buleleng sekaligus menjadi simbol yang mendukung penyampaian pesan-pesan wewaler atau nasihat kehidupan yang diangkat dalam pertunjukan. Hal ini menjadi pembeda sekaligus memperkaya ragam ekspresi seni pertunjukan dalam ajang PKB tahun ini.

Konseptor sekaligus pembina Komunitas Seni Rare Kual, Ngurah Indra Wijaya, mengatakan bahwa kehadiran garapan ini menjadi upaya untuk menampilkan kekhasan tradisi Buleleng dalam ruang yang lebih luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Buleleng memiliki bentuk ngelawang yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri dalam tradisi pertunjukan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan Medawang-Dawang dalam garapan “Wewaler” berangkat dari keinginan untuk mengangkat salah satu tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Buleleng. Tradisi tersebut kemudian dihadirkan dalam sebuah pertunjukan yang mampu menjembatani nilai-nilai budaya lokal dengan ruang apresiasi seni yang lebih luas.

Melalui penampilan ini, Duta Kabupaten Buleleng menghadirkan sebuah sajian seni yang berakar kuat pada tradisi lokal. Kehadiran Medawang-Dawang dalam garapan Wewaler menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya khas Buleleng kepada masyarakat luas. Di saat yang sama, pertunjukan ini menunjukkan bahwa warisan leluhur tetap relevan dan mampu hadir dalam kemasan kreatif yang dekat dengan generasi masa kini tanpa kehilangan makna yang diwariskan turun-temurun. (gs/bi)

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid-19, Wagub Cok Ace: Pemprov Bali Keluarkan Kebijakan Dukung Sektor UKM

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

GKW Swara Ratna Kencana Duta Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII

Sajikan Tabuh Kreasi Kebyar-kebyar Rong hingga Sandya Gita Mati Tan Tumut Pejah

Loading

Published

on

By

duta denpasar
SAKSIKAN GONG KEBYAR WANITA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menyaksikan penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita (GKW) Swara Ratna Kencana, Banjar Anyar-anyar, Desa Ubung Kaja, Duta Kota Denasar pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, Sabtu (20/6) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kesenian Kota Denpasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Kali ini, Sekaa Gong Kebyar Wanita (GKW) Swara Ratna Kencana, Banjar Anyar-anyar, Desa Ubung Kaja sukses memukau penonton lewat penampilan terbaiknya pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, Sabtu (20/6/2026) malam.

Tampil mebarung dengan Duta Kabupaten Buleleng, GKW Swara Ratna Kencana sukses mengundang sorak sorai hingga tepuk tangan penonton yang hadir. Sebanyak tiga materi turut dibawakan, yakni Tabuh Kreasi Kebyar-kebyar Rong, Tari Kreasi Jaran Teji dan Sandya Gita bertajuk Mati Tan Tumut Pejah.

Hadir langsung untuk memberikan dukungan, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama dan I Made Mudra, serta Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Tampak pula Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya serta Pimpinan OPD di lingkungan Kota Denpasar.

Koordinator Sekaa GKW Swara Ratna Kencana, I Nyoman Suarsa, mengatakan seluruh materi dipersiapkan secara serius untuk menghadirkan sajian yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga memiliki makna mendalam.

“Tabuh Kreasi Kebyar-kebyar Rong menggambarkan kehidupan sebagai ruang yang penuh dinamika, tempat manusia dihadapkan pada pilihan untuk menuju kemuliaan atau kehancuran sesuai hukum alam. Konsep tersebut kami tuangkan melalui permainan gamelan yang atraktif dan dinamis,” ujarnya.

Selain itu, Tari Kreasi Jaran Teji turut menjadi daya tarik dalam penampilan tersebut. Tarian karya I Wayan Dibia ini mengisahkan perjalanan Dewi Sekar Taji yang menyamar sebagai pria untuk mencari kekasihnya, Raden Panji Inu Kertapati.

Baca Juga  Homa Tirta Pengelukatan Suda Mala saat Banyu Pinaruh di Denpasar, Masyarakat Nuwur Tirta di Desa Adat/Banjar

“Tarian ini memadukan karakter putra dan putri yang menggambarkan keberanian, perjuangan, kesetiaan, sekaligus kelembutan dalam pencarian cinta yang heroik,” kata Suarsa.

Sebagai penampilan pemuncak, Sandya Gita Mati Tan Tumut Pejah hadir dengan semangat patriotisme yang terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Melalui karya tersebut, para penampil ingin mengajak generasi muda untuk meneladani semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus memahami pentingnya kepemimpinan, pengetahuan, teknologi, dan ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Atas keberhasilan penampilan tersebut, Suarsa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pementasan berlangsung. Terutama para penabuh, tim pembina dan panitia yang telah bekerja keras selama ini.

“Kami sangat bersyukur karena seluruh materi dapat dibawakan dengan maksimal. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi selama kurang lebih delapan bulan proses latihan. Semoga penampilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya Bali,” tutup Suarsa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas penampilan yang ditunjukkan Sekaa Gong Kebyar Wanita (GKW) Swara Ratna Kencana, Banjar Anyar-anyar, Desa Ubung Kaja. Menurutnya, penampilan yang disajikan mampu mencerminkan kualitas, kreativitas, dan semangat pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Kota Denpasar.

Tak hanya itu, Arya Wibawa mengaku kagum dengan konsep garapan yang dihadirkan dalam setiap materi pementasan. Mulai dari Tabuh Kreasi Kebyar-kebyar Rong yang sarat makna filosofis, Tari Kreasi Jaran Teji yang memadukan semangat perjuangan dan kesetiaan, hingga Sandya Gita Mati Tan Tumut Pejah yang mengangkat nilai patriotisme. Seluruh sajian tersebut mampu dikemas secara harmonis melalui perpaduan tabuh, tari, vokal, dan penghayatan yang kuat sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Pendeta dan Majelis Gereja Hosana Kwanji Gandeng Tangan Bangun Keharmonisan

“Tadi kita telah menyaksikan penampilan yang sangat maksimal dan luar biasa dari Sekaa Gong Kebyar Wanita Swara Ratna Kencana yang didominasi anak-anak. Garapan yang ditampilkan tidak hanya menarik dari sisi artistik, tetapi juga memiliki makna yang mendalam sesuai dengan tema yang diusung. Ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian dan kreativitas seniman Kota Denpasar terus berkembang serta mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang patut kita banggakan bersama,” ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca