Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Senin (18/5) Kabar Baik Sembuh 71,59%, Dewa Indra: Waspadai Trend Penambahan Transmisi Lokal

BALIILU Tayang

:

de
SEKDA PROVINSI BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Sekda Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, Senin (18/5-2020), ada penambahan 11 kasus positif.

Dari 11 kasus positif itu, 9 di antaranya adalah kasus infeksi karena dibawa oleh orang yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri (imported case), 3 lainnya merupakan transmisi lokal. Dengan penambahan kasus ini, secara akumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di daerah Bali total berjumlah 359 orang.

Kabar baiknya, kata Dewa Indra, pasien sembuh sebanyak 7 orang, sehingga secara akumulatif yang sembuh menjadi 257 orang atau 71,59 persen dari total kasus positif. ‘’Ini termasuk tingkat kesembuhan tertinggi secara nasional. Hari ini tak ada pasien yang meninggal dan kita berharap tak akan ada lagi yang meninggal, sehingga secara akumulatif kasus meninggal tetap sebanyak 4 orang. Dengan adanya penambahan kasus positif dan kasus yang sembuh, saat ini warga kita yang masih menjalani perawatan di RS rujukan atau di tempat karantina sebanyak 98 orang,’’ papar Dewa Indra.

Dijelaskan, dari total kasus positif sebanyak 359 orang, terdiri dari 8 orang WNA dan 351 WNI. Kasus positif pada kelompok WNI dirinci lagi berdasarkan jenis penularannya yaitu sebanyak 182 kasus merupakan imported case (179 orang PMI dan 3 orang non-PMI).

Jika dipresentasekan, jumlah kasus imported case sebesar 52,92 persen. Sedangkan kasus positif yang tertular di daerah lain sebanyak 31 orang atau 8,63 persen. Sementara kasus transmisi lokal sebanyak 138 orang atau 38,44 persen dari total kasus Covid-19 di daerah Bali.

Hingga saat ini, imported case memang masih menjadi penyumbang terbesar dalam jumlah kasus positif Covid-19 di daerah Bali. Namun yang perlu mendapat atensi dan perlu diwaspadai adalah adanya trend penambahan kasus transmisi lokal. Angka ini bukan jumlah yang kecil. Ini menandakan masih terjadi penularan di tengah masyarakat akibat diabaikannya protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menghindari keramaian serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Baca Juga  Custom War 2023 Dapat Dukungan dari Wagub Cok Ace

Dewa Indra menegaskan, Gugus Tugas memberi perhatian pada dua pola penularan yang menjadi penyumbang terbesar dalam penambahan kasus positif Covid-19 ini. Keduanya membutuhkan mekanisme dan strategi penanganan yang berbeda.

Terhadap imported case yang didominasi oleh PMI, Pemprov melalui gugus tugas  memperkuat penjagaan di pintu masuk Bali seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Benoa. Jika sebelumnya gugus tugas melakukan screening ketat dengan melakukan rapid test, dalam minggu-minggu terakhir dilakukan langkah pengetatan pemeriksaan dengan menerapkan uji swab dengan metode PCR terhadap mereka yang datang melalui bandara.

Dewa Indra menyatakan setiap PMI yang datang diuji swab metode PCR, untuk memastikan tak ada satu orang pun yang positif bisa lepas dan berada di tengah masyarakat. Dari hasil uji swab, mereka yang positif langsung ditangani oleh Gustu Provinsi untuk dirawat di RS rujukan atau di tempat karantina. Sedangkan yang hasil uji swabnya negatif, langsung ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota untuk dilakukan karantina secara terpusat.

‘’Untuk penanganan dan pemeriksaan PMI, kita cukup kuat sehingga tak ada satupun yang bisa lepas. Sementara untuk pintu masuk di pelabuhan, dalam hal ini Gilimanuk dan Padangbai, Gustu menerapkan rapid test. Untuk memperkecil risiko penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, gugus tugas baru akan memulangkan mereka yang positif setelah benar-benar sembuh,’’ tegas Dewa Indra.

Dewa Indra menjelaskan, Gubernur Bali Wayan Koster memberi atensi terhadap angka transmisi lokal dengan menginstruksikan strategi penanganan dan langkah yang lebih tegas. Kebijakan yang ditempuh antara lain dengan melakukan pendataan ulang terhadap PMI yang pulang sebelum tanggal 22 Maret 2020 karena saat itu belum dilakukan rapid test. Melalui pendataan berbasis desa adat, telah ditemukan 4.800 PMI yang pulang sebelum tanggal 22 Maret 2020 dan mereka mulai dipanggil untuk mengikuti rapid test.

Pemprov Bali melalui gugus tugas mendukung pemenuhan alat rapid test untuk memastikan seluruh PMI menjalani rapid test. Jika dalam rapid test ditemukan kasus reaktif, maka akan dilanjutkan dengan uji swab. Melalui langkah-langkah ini, gugus tugas ingin memastikan tak ada lagi PMI positif Covid-19 yang berada di tengah masyarakat.

Baca Juga  Beroperasi Melebihi Jam Masa PKM, Satpol PP Tertibkan Sebuah Kafe di Jalan Diponegoro

Terhadap masih adanya transmisi lokal, gugus tugas juga akan mengambil tindakan tegas. Dimanapun terdapat tingkat transmisi lokal yang tinggi, maka harus diambil tindakan tegas yaitu isolasi wilayah baik itu di tingkat banjar, maupun desa. Ini merupakan upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Isolasi wilayah yang dilakukan di Desa Abuan Bangli dan Bondalem Buleleng terbukti mampu meredam percepatan penyebaran.

‘’Saya berharap masyarakat menjadikan kasus transmisi lokal di dua wilayah itu sebagai pelajaran agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ini adalah tantangan kita bersama bagaimana mendisiplinkan masyarakat,’’ ujar Dewa Indra.

Terkait proses perawatan pasien Covid-19, sudah berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan tingginya angka kesembuhan yang terbaik di tingkat nasional. Kita semua berharap agar situasi bisa segera pulih dan masyarakat bisa hidup secara normal seperti yang dilakukan sebelum Covid-19, namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Kondisi ini oleh sejumlah pakar disebut sebagai tata kehidupan baru new normal.

‘’Itulah kehidupan yang akan kita jalani, masyarakat tetap produktif, tapi tetap aman dari Covid-19. Mari kita tetap disiplin, lakukan dengan sebaik-baiknya supaya roda perekonomian Bali kembali berputar,‘’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra juga menanggapi pertanyaan media terkait pelonggaran transportasi yang dilakukan pemerintah pusat. Menurutnya daerah tak bisa menolak karena itu merupakan kebijakan pusat. Dalam penerapan kebijakan, pusat dan daerah harus harmonis, tak berseberangan. Namun tentunya Bali merespons kebijakan itu dengan langkah tepat agar tetap aman. Langkahnya adalah dengan melakukan screening ketat terhadap mereka yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri atau yang datang dari daerah terjangkit.

Meskipun telah dibuka, namun bandara belumlah normal. Karena yang datang mayoritas adalah repatriasi atau pemulangan PMI dan kita sudah terapkan pemeriksaan yang ketat. PMI itu tak hanya datang dengan penerbangan langsung dari negara dimana mereka bekerja, namun ada sebagian yang pulang melalui Jakarta. Untuk yang pulang melalui Jakarta, sudah ditangani oleh Gugus Tugas Nasional. Sementara untuk kedatangan penumpang selain PMI, sejauh ini pemerintah juga telah mengatur siapa saja yang boleh melakukan perjalanan. Mereka yang diperbolehkan adalah yang melakukan tugas kedinasan, pertahanan keamanan, suplai logistik. Mereka menjalani prosedur yang ketat dan harus menunjukkan hasil rapid test atau uji swab negatif yang berlaku tujuh hari.

Baca Juga  Konjen Jepang Puji Pemprov Bali Tanggulangi Covid-19

Terkait dengan penumpang non-PMI, kita juga lakukan pemeriksan yang ketat. Dalam praktek di lapangan, meskipun mereka sudah menunjukkan hasil tes negatif, tapi kalau dalam wawancara diketahui datang dari daerah terjangkit, maka akan tetap kita lakukan uji swab. Kalau hasilnya positif, akan ditangani oleh provinsi, yang negatif akan ditangani kabupaten/kota. Badung sudah punya tempat karantina non-PMI, kalau kabupaten/kota lainnya diarahkan melakukan karantina mandiri di bawah pengawasan.

Sementara terkait pelonggaran aktifitas masyarakat, Bali akan mengikuti dinamika kebijakan pusat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan agar tak memicu penyebaran baru.

Keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19 secara teknis didukung oleh upaya screening yang optimal. Selain rapid test, Bali didukung 3 lab untuk uji swab dengan metode PCR yaitu RSUP Sanglah, RS PTN Unud dan RS Unwar. Ini merupakan salah satu kunci keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19. Hingga saat ini sebanyak 64.620 orang sudah menjalani rapid test di seluruh Bali. Sementara yang uji swab dengan metode PCR telah dilakukan terhadap 6.991 sampel. Logistik rapid test maupun uji swab tesedia dalam jumlah yang cukup. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hari Buruh Penuh Edukatif, Rekreatif, dan Sosial, Gubernur Koster: Matur Suksma, Keringat Pekerja Mesin Ekonomi Bali

Published

on

By

may day bali
BUKA JALAN SEHAT: Gubernur Bali Wayan Koster membuka jalan sehat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5/2026).

Hadir di tengah-tengah lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai sektor, Gubernur Koster dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada para pekerja karena keringat mereka menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pelaku usaha, atas semangat dalam berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Bali.

Lebih jauh, Gubernur Koster menyambut baik peringatan May Day yang dibingkai dalam ragam kegiatan yang begitu edukatif, rekreatif, dan menyentuh sisi sosial.

Ia menilai, ini merupakan wajah baru May Day di Bali tahun 2026. “Tidak ada lagi ketegangan di jalanan. Yang ada adalah dialog yang sehat, jabat tangan yang erat, dan kebahagiaan yang dibagi rata,” ucapnya.

Gubernur Koster menyampaikan rasa bangga, menyaksikan lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai unsur seperti pemerintah, pengusaha hingga serikat pekerja, berkumpul dalam peringatan May Day Tahun 2026. Ia menilai, kehadiran berbagai komponen adalah bukti nyata harmonisnya hubungan industrial di Bali.

Masih dalam sambutannya, ia menekankan bahwa May Day tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah visi besar dalam menjawab tantangan zaman yang dikemas dalam tema kegiatan “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.

Ia mengingatkan agar kolaborasi jangan hanya menjadi slogan di atas kertas. “Ini adalah bagian dari dharma bakti. Kita sadar sepenuhnya bahwa kemajuan ekonomi Bali mustahil dicapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Berikutnya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyinggung hubungan timbal balik pekerja dan pelaku usaha. Dijelaskan olehnya, kemajuan dunia usaha hanya bisa dicapai bila digerakkan oleh pekerja yang kompeten dan Sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja hanya akan terjamin apabila dunia usaha tumbuh sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Custom War 2023 Dapat Dukungan dari Wagub Cok Ace

“Inilah ekosistem yang sedang kita bangun sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga  sedang membangun jiwa dan kesejahteraan krama Bali,” urainya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menegaskan komitmen Pemprov Bali menjadi jembatan yang kokoh bagi hubungan industrial.

“Kami berdiri di tengah-tengah untuk memastikan investasi tetap kondusif, namun di saat yang sama, perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peringatan May Day Tahun 2026 Provinsi Bali diisi dengan beragam kegiatan seperti jalan santai, pasar murah, pameran dan hiburan. Gubernur Koster yang hadir dengan pakaian adat karena akan mengikuti acara di Pura Besakih, menyapa para peserta kegiatan May Day. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bingkisan kepada pekerja penyandang disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Denpasar Jaya Negara Hadiri “Pemelaspasan“ Bale Kulkul Banjar Panti Gede Pemecutan Kaja

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian prosesi Karya Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan bale kulkul, dan panyengker di Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Jyestha, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian prosesi Karya Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan bale kulkul, dan panyengker di Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Jyestha, Jumat (1/5).

Pada acara pemelaspasan turut hadir pula Penglingsir Puri Agung Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya; Bendesa Desa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, dan tamu undangan lainnya.

Ditemui di sela-sela kegiatan berlangsung, Walikota Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan rangkaian karya ini karena sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (bergotong-royong). Karya ini juga diharapkan dapat membingkai jati diri masyarakat Kota Denpasar yang maju dan berbasis kebudayaan.

Selebihnya, Jaya Negara juga mengatakan Pemerintah Kota Denpasar akan terus bersinergi dengan masyarakat dan seluruh elemen terkait lainnya untuk mendorong terwujudnya semangat tersebut.

“Terselenggaranya Karya Pemelaspasan bale kulkul di Banjar Panti Gede ini dengan penuh kebersamaan dan rasa tulus ikhlas masyarakat yang melaksanakannya. Semoga akan dapat memberi kerahayuan yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” harap Jaya Negara.

Sementara Kadis Perkim Cipta Sudewa Atmaja menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan hibah Rp500 juta tahun anggaran (TA) 2025 melalui Disperkim Kota Denpasar. Hibah itu untuk renovasi balai kulkul, merajan dan candi bentar Banjar Panti Gede, Desa Pemecutan Kaja.

Kelian Adat Banjar Panti Gede, I Ketut Antara didampingi Kadus Panti Gede, I Gusti Ngurah Bagus Manu Raditya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar dalam pembangunan bale kulkul dan penyengker di Banjar Panti Gede.

Baca Juga  Custom War 2023 Dapat Dukungan dari Wagub Cok Ace

“Kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kehadiran Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota dalam acara ini. Juga atas bantuan yang telah diberikan Pemerintah Kota Denpasar untuk pembangunan Bale Kulkul di Banjar Panti Gede. Semoga ini bisa memberikan manfaat bagi umat se-Dharma,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Berharap Balinale Jadi Magnet Wisatawan ke Kota Denpasar

Published

on

By

Balinale 2026
ROAD TO BALINALE 2026: Sekda Eddy Mulya didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Mahendra Putra, saat menghadiri Road To Balinale 2026, di Bali Beach Garden Terrace, The Meru Sanur, Kamis (30/4) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Atmosfer pelaksanaan Bali Internasional Film Festival 2026 atau dikenal dengan Balinale begitu terasa. Rentetan gelaran sinema internasional tersebut, dimulai dengan dilaksanakannya Road to Balinale 2026 yang berlangsung di Bali Beach Garden Terrace, The Meru Sanur, Kamis (30/4) malam.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Mahendra Putra, hadir langsung di tengah acara ini.

Tampak hadir pula di jajaran tamu undangan, Konsulat Jenderal Australia, Jo Stevens, Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti dan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya mengatakan, festival film internasional bukan sekedar hiburan, melainkan magnet pariwisata yang mendatangkan wisatawan dengan profil berbeda dan beragam. Wisatawan yang datang bukan hanya untuk menikmati pantai dan kuliner, tetapi untuk merasakan kedalaman budaya, bertukar gagasan, dan menyaksikan karya seni sinema dari penjuru dunia.

“Inilah segmen wisatawan yang kita butuhkan untuk memperkuat kualitas pariwisata Kota Denpasar, bukan sekedar kuantitas kunjungan,” kata Eddy Mulya.

Lebih jauh, Eddy Mulya menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen

untuk hadir sebagai mitra nyata, bukan penonton, dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Hal ini sekaligus mendukung penguatan Sanur sebagai ruang budaya, ruang kreativitas, dan destinasi yang semakin hidup dalam menyambut perhelatan internasional.

“Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan pariwisata Kota Denpasar adalah investasi pada sumber daya manusia kreatif yaitu para sineas muda, seniman, dan komunitas budaya yang duduk bersama kita di ruangan ini,” tegas Eddy Mulya.

Sementara itu, Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan,

Baca Juga  Konjen Jepang Puji Pemprov Bali Tanggulangi Covid-19

berbeda dari sekadar acara promosi festival, Road to Balinale 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara komunitas lokal, pelaku industri kreatif, insan perfilman, hingga pegiat budaya dalam suasana santai di tepi Pantai Sanur.

Balinale edisi ke-19 resmi digelar pada 1–7 Juni 2026 mendatang. Balinale 2026 dijadwalkan menampilkan sekitar 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres.

Selain pemutaran film, lanjut Deborah, festival ini juga menghadirkan berbagai program pengembangan talenta kreatif global, salah satunya Art of the Score yang dikembangkan bersama The Juilliard School sejak 2021.

“Program tersebut mempertemukan sineas dunia dengan mahasiswa pencipta musik visual dalam proses kolaborasi kreatif lintas disiplin,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca