Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (8/7) di Bali, Pasien Sembuh semakin Meningkat mencapai 45 Orang

BALIILU Tayang

:

de

Denpasar, baliilu.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali per Rabu (8/7), jumlah pasien positif bertambah 31 orang WNI terdiri dari 30 transmisi lokal dan 1 imported case. Secara kumulatif total pasien positif berjumlah 1.971 orang.

Adapun jumlah pasien yang telah sembuh mengalami peningkatan, sampai saat ini sejumlah 1.079 orang. Hari ini bertambah 45 orang WNI pasien transmisi lokal yang sembuh.

Jumlah pasien yang meninggal untuk hari ini tidak ada. Sehingga secara kumulatif sampai hari ini tetap berjumlah 25 orang (23 orang WNI dan 2 orang WNA).

Pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 867 orang yang dirawat di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.

Jumlah angka positif di Bali saat ini sebagian besar didominasi oleh transmisi lokal. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 305 Tahun 2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Negeri sebagai berikut:

a. Setiap orang yang melaksanakan perjalanan bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku;

b. Setiap orang yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi dan transportasi umum darat, laut dan udara harus memenuhi persyaratan:

1) Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah);

2) Pada pintu masuk keberangkatan, menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non-reaktif uji rapid test dengan masa berlaku 14 (empat belas) hari sejak tanggal dikeluarkan;

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Penatih Fokus Sidak Penduduk Nonpermanen

3) Sebelum masuk wilayah Bali wajib mengisi form aplikasi yang diakses pada alamat http://cekdiri.baliprov.go.id dan dapat menunjukkan QRCodekepada petugas Verifikasi;

4) Pelaku perjalanan yang tidak memiliki KTP Wilayah Bali namun dengan alasan khusus tinggal di Bali, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dapat mengijinkan yang bersangkutan masuk, dengan syarat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non-reaktif uji rapid test yang masih berlaku dari pihak berwenang, melakukan karantina mandiri, dan melengkapi Surat Pernyataan serta Surat Jaminan yang dapat diunduh dari http://cekdiri.baliprov.go.id;   

5) Bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang melakukan tugas kedinasan atau kegiatan usaha dengan waktu tinggal di Bali lebih dari 7 (tujuh) hari, wajib melengkapi dengan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non-reaktif uji rapid test yang masih berlaku dari pihak berwenang;

6) Bagi Pelaku perjalanan transit atau hanya melintas melalui Wilayah Bali dan tidak bermaksud berkunjung ke Bali, wajib menunjukkan minimum surat keterangan non reaktif uji Rapid Test yang masih berlaku dari pihak berwenang.

c. Setiap orang dengan tujuan pengangkutan logistik berlaku ketentuan huruf b, point 1) dan 2) di atas, kecuali untuk pelayanan angkutan logistik komuter yang dapat diberikan ijin khusus oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Persyaratan Perjalanan Orang Kedatangan dari Luar Negeri atau Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) :

a. Seluruh PPLN Non-PMI harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab test berbasis polymerase Chain Reaction (PCR)yang masih berlaku dari pihak berwenang, kecuali bagi yang sudah memiliki surat Keterangan Sehat (Klirens) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang menyatakan sudah mengikuti uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif.

Baca Juga  Peduli Sesama, Desa Pemecutan Kelod Bagi Nasi Gratis kepada Warga Terdampak Covid-19

b. Bagi PPLN non-PMI yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis polymerase Chain Reaction (PCR), wajib mengikuti uji swab mandiri yang dilakukan di Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah, Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah Daerah, atau laboratorium lain yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, serta melakukan karantina mandiri selama waktu tunggu hasil uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dikeluarkan.

c. PPLN khusus Pekerja Migra Indonesia (PMI) diatur melalui mekanisme sebagai berikut:

1). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali bertugas mengkoordinasikan keterlibatan pihak agen tenaga kerja dalam pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Anak Buah Kapal (ABK), antara lain untuk menyediakan akomodasi/penginapan selama waktu tunggu hasil uji swab test berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dikeluarkan.

2). PMI yang tidak memiliki agen, wajib mengikuti uji swab test berbasis polymerase Chain Reaction (PCR) di lokasi yang ditentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19          Provinsi Bali dengan atau tanpa dijemput langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan CovidD-19 kabupaten/ kota dan melakukan karantina mandiri sampai dengan terbitnya hasil uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

3). PMI yang sudah memiliki surat Keterangan Sehat (Klirens) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang menyatakan sudah mengikuti uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif, setibanya di Bali dapat dijemput langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/kota untuk selanjutnya dapat diserahkan ke Satgas Gotong-Royong Desa Adat masing-masing untuk melakukan karantina mandiri.

d. PPLN yang sudah memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis polymerase Chain Reaction (PCR) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali atau surat Keterangan Sehat (Klirens) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional sebagaimana poin c, dapat tidak melakukan karantina lagi di tingkat kabupaten/kota, kecuali bupati/walikota memiliki kebijakan lain mengenai karantina.

Baca Juga  Ni Putu Putri Suastini Koster Mengucapkan Rahajeng Rahina Suci Pagerwesi

e. Untuk PPLN dengan hasil uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) positif, akan ditangani langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

f. PPLN yang tidak memiliki KTP Wilayah Bali namun dengan alasan khusus tinggal di Bali, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dapat mengijinkan yang bersangkutan masuk, dengan syarat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR), melakukan karantina mandiri, dan melengkapi Surat Pernyataan serta Surat Jaminan yang dapat diunduh dari http://cekdiri.baliprov.go.id; 

g. Pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji swab test berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, selanjutnya dijemput oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/kota atau keluarga untuk diantarkan ke rumah masing-masing melakukan karantina mandiri selama waktu yang ditetapkan, di bawah pengawasan Satgas Gotong-Royong Desa Adat.

Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Gugus Tugas minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa pun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Ny. Putri Koster Bersama 23 IKM Bali di Kriyanusa 2026
BERFOTO BERSAMA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berfoto bersama 23 IKM binaan Dekranasda Bali di sela-sela Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Bali untuk terus memperkuat pasar lokal dan nasional sebagai pijakan menuju pasar internasional.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan membawa 23 IKM binaan Dekranasda Bali mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026.

Tak sekadar menghadirkan produk kerajinan Bali dalam pameran berskala nasional, Ny. Putri Koster juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku IKM. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata serta jajaran pengurus Dekranasda Bali, ia telah hadir di lokasi sehari sebelum pameran dibuka.

Di tengah kesibukan para pelaku IKM menata produk, Ny. Putri Koster tampak guyub dan aktif memberikan masukan mengenai tata letak agar produk yang dipamerkan tampil lebih menarik. Ia bahkan turut mempromosikan Hall Bali untuk menarik minat pengunjung.

Menurutnya, keikutsertaan Bali dalam Kriyanusa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keunggulan produk kerajinan daerah kepada pasar yang lebih luas.

“Kami dari seluruh Indonesia hadir di sini, berpartisipasi memperkenalkan produk kerajinan yang menjadi keunggulan dan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Ny. Putri Koster di sela-sela pelaksanaan Kriyanusa.

Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Bali menempati Hall A2 hingga A21 dengan menghadirkan 23 IKM binaan yang membawa beragam produk unggulan, mulai dari kain tenun tradisional, busana, aksesori, tas, kerajinan emas dan perak, ukiran kayu, hingga kerajinan logam.

Sejumlah desainer Bali turut menghadirkan karya dengan karakter masing-masing, tetapi tetap menjadikan kekayaan budaya dan kerajinan lokal sebagai kekuatan utama.

Baca Juga  Pasien Sembuh di Denpasar Tembus 42 Orang, Kasus Positif 27 Orang

“Ada Body and Mind dengan ornamen pis bolong pada desain mereka. Berikutnya ada Deluxe yang mengembangkan busana dengan sentuhan lukisan tangan. Selain itu, ada Taksu dan Lusi Damai dengan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.

Keunikan produk yang dibawa Bali tidak berhenti pada karya busana. Sejumlah IKM menghadirkan kerajinan emas dan perak, tas ate dengan ukiran perak, ukiran kayu, serta kerajinan logam. Kreativitas perajin Bali juga terlihat dari pemanfaatan limbah flora menjadi produk bernilai ekonomi, antara lain menggunakan kulit jagung, batok kelapa, daun, hingga akar.

Gringsing hingga Rangrang, Tampilkan Kekayaan Tenun Bali

Kriyanusa 2026 juga menjadi ruang bagi Dekranasda Bali untuk memperkenalkan kekayaan tenun tradisional dari berbagai wilayah di Pulau Dewata. Di antaranya kain Rangrang dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung; kain Gringsing dari Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem; serta berbagai tenun songket dari sejumlah kabupaten di Bali.

Secara khusus, Ny. Putri Koster memperkenalkan Gringsing sebagai kain tenun ikat ganda (double ikat) yang keberadaannya tergolong langka di dunia. Selain memiliki teknik pembuatan yang khas, Gringsing juga menyimpan makna filosofis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Gring artinya sakit, sedangkan sing berarti tidak. Jadi, jika disatukan, bermakna tidak sakit,” jelasnya.

Menurut Ny. Putri Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan produk kerajinan Bali yang perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan pasar. Penguatan kualitas produk, kreativitas, dan perluasan akses pasar menjadi penting agar IKM Bali tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar lokal, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Kriyanusa Dorong Perajin Mendunia

Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Penatih Fokus Sidak Penduduk Nonpermanen

Dalam sambutannya, Selvi mendorong pengembangan kriya Indonesia melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi agar semakin berdaya saing di pasar global.

Ia menegaskan bahwa Kriyanusa bukan sekadar ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan kreativitas perajin agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital. Dengan demikian, perajin tidak hanya mampu mempertahankan tradisi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Pameran Kriyanusa 2026 menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ratusan peserta tersebut diharapkan semakin memperluas apresiasi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk kriya Indonesia hingga tingkat global.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan menyampaikan bahwa Kriyanusa tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tema tersebut membawa semangat untuk menempatkan kriya bukan sekadar sebagai karya bernilai estetika, tetapi juga sebagai kekayaan budaya, identitas daerah, sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Misi Perkenalkan Arak Bali Ke Panggung Internasional

Published

on

By

Rico Hardiana Raih Juara 2 Dunia Flair Bartending
JUARA 2: Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. (Foto: ist)

Las Vegas, USA, baliilu.com – Prestasi membanggakan ditorehkan bartender Bali di panggung internasional. Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Kejuaraan bergengsi yang mengundang para juara di masing-masing negara tersebut diikuti 33 peserta dari 18 negara. Bali mengirimkan dua perwakilan, yakni I Wayan Eka Darmawan dan Gede Rico Hardiana Widnyana, yang tidak hanya membawa misi untuk berkompetisi, tetapi juga memperkenalkan potensi bartender Bali serta Arak Bali di dunia internasional.

Perjalanan pemuda asal Desa Gobleg, Banjar Buleleng menuju podium tidak diraih dengan mudah. Pada babak penyisihan, Rico berada di peringkat ke-10 sebelum berhasil melaju ke babak final. Penampilan yang kuat, kreatif, enerjik dan penuh keterampilan flair bartending mengantarkannya meraih posisi runner-up atau juara 2 dunia dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt) dari kejuaraan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata yang secara intens mendukung Rico dan kawan-kawan pada kejuaraan ini mengungkapkan, ”Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali sekaligus menunjukkan bahwa talenta ekonomi kreatif Bali mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf dunia.”

Lebih lanjut, Wiryanata menjelaskan melalui keterampilan flair bartending, para bartender tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam meracik dan menyajikan minuman, tetapi juga kreativitas, ketepatan, keamanan, penguasaan panggung dan profesionalisme.

Menurut pria kelahiran Karangasem ini, keikutsertaan bartender Bali dalam kejuaraan dunia tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan promosi potensi lokal Arak Bali yang turut dibawa sebagai bagian dari misi untuk memperkenalkan karakter, nilai budaya dan identitas Bali kepada masyarakat internasional melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  Kasus Positif Bertambah 17 Orang di Denpasar, Dewa Rai: Klaster Baru Perjalanan dalam Daerah Patut Diwaspadai

”Fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk dukungan Gubernur Bali bapak Wayan Koster kepada talenta lokal agar memperoleh pengalaman, jejaring dan eksposur global,” ujar Wiryanata seraya berharap upaya tersebut sekaligus dapat memperkuat citra produk lokal Bali dan membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Arak Bali di tingkat internasional.

Dihubungi melalui telepon, Rico menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. ”Terima kasih bapak Gubernur Bali (Wayan Koster – red) dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi keberangkatan ke Las Vegas,” ujarnya terbata-bata seusai menerima trophy sabuk perak (silver championship belt).

”Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Bali ke panggung dunia dan berhasil meraih juara 2. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami juga membawa misi untuk memperkenalkan Arak Bali kepada dunia melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending,” ujar Rico.

Rico bersama seluruh kontingen Bali juga menyampaikan terima kasih ke orang tua dan keluarga serta apresiasi kepada Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali terutama pada Brand Dewan, Bumbung, Iwak, Wanara Petak, Selaka Ning, Palwana, Bali Pala, Arum Bali juga Baliku. Terimakasih disampaikan pula pada Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Doctor Bar, Flairforever, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Menurut Rico, prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa nama Bali semakin dikenal di tingkat internasional.

“Sabuk perak ini kami persembahkan untuk Bali. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi bartender dan generasi muda Bali lainnya untuk terus berprestasi dan membawa produk serta budaya Bali semakin dikenal di dunia,” tambahnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (23/7) di Bali, Pasien Sembuh terus Meningkat, 2 Orang Meninggal

Secara terpisah, Ngurah Wiryanata menyatakan keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Talenta lokal diharapkan tidak hanya menjadi pelaku industri, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan identitas dan kekayaan Bali melalui kreativitas di panggung global.

“Prestasi Rico di Las Vegas sekaligus menambah catatan positif kiprah talenta Bali di kancah internasional. Dengan kreativitas, kompetensi dan dukungan berbagai pihak, Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta kreatif yang berprestasi dan membawa identitas produk lokal, termasuk Arak Bali, ke panggung internasional,” ujar Wiryanata. (gs/bi)

BIODATA KONTINGEN

  1. Gede Ngurah Udayana

Tempat Tanggal lahir, Tejakula, 14 Oktober 1975

Alamat Jl Padang Tegal III/17 Br Padang Bali, Dalung Badung.

Champion of Mixology Celebrity Cruise Line

Indonesian Open Champion Working Flair & Extreme Flair

Indonesian Open Champion BFC Award VI

4 Place World Bartending Championship Dubai

Champion SKYY Vodka International Bartender Competition

Champion of Semarang Open

Champion of Bali Bartender Competition

Champion of Jogja Open Bartender Competition

Champion of Mysterious Box Bartender Challenge

 

  1. Yunus Budiana

TTL, Tasikmalaya, 01 Agustus 1973

Alamat, Perum Wijaya Regency, Parakanyasag, Tasikmalaya

Committee Bulan Bung Karno 2026 – Mixology & Barista

Event Organizer Tijili Flair Bartender Competition 2025.

Event Organizer Timeless Innovation Flair Bartender Competition 2025

Committee Bulan Bung Karno 2025 – Mixology & Barista

Event Organizer Indonesian Night in Dubai 2009 – 2016

Organizer Seminyak Bartender Competition 2003 with Bacardi

Organizer Bali Bartender Challenge 2002 – Planet Hollywood Bali

Baca Juga  Antisipasi Gejolak Harga Cabai, Badung Luncurkan Program Matanabe dan Sibertani

Judges Team Lombok Bartender Competition 2002

6th Place of SKKY Vodka International Bartender Competition 2002

Finalist of Bali Bartender Competition 2001

Favorite Winner of Bali Bartender Competition 1998

 

  1. I Wayan Eka Darmawan

TTL, Benoa, 06 Oktober 1995

Alamat Jalan Taman Giri, Link Bualu, Benoa, Kuta Selatan

Top 10 Legend World Flair.

2 Place World Flair Championship 2019.

3 Times Champion Trisakti Flair Open Jakarta 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to The Master Thailand 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to Barstylez Singapore 2017,2018,2019.

The Best Flair Move Hard Rock Singapore 2018.

Champion Mixo Flair competition NHI Bandung 2017,2018.

Champion Flair Tandem JBC Jakarta 2018.

Champion Bali Flair Tandem 2019.

 

  1. Gede Rico Hardiana

TTL, Denpasar, 12 Desember 2003

Alamat Br Dinas Jembong, Gobleg, Banjar Buleleng

8 Times Bali Flair & Mixology Champion

6 Times Indonesian Flair Bartender Champions

2nd place at The Master World Flair Thailand 2026

3rd place at Atlas World Flair Championship 2025

2nd place & Best Cocktail Vietnam international Flair Open 2024

3rd place & Best Cocktail at Pattaya World Flair Championship 2024

 

  1. Gde Made Adhi Dwiswara, ST., M.M.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali

Ketua Tim Industri Agro pada Bidang Perindustrian Dinas Perindag Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Implementasi SAKIP: Dukung Penyelenggaraan Pemerintahan yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Berorientasi pada Hasil

Published

on

By

Dispar Jembrana Gelar Rapat Implementasi SAKIP
RAPAT IMPLEMENTASI: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Hms Jembrana)  

Jembrana, baliilu.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026.

Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan SAKIP dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil. Melalui implementasi SAKIP, setiap program dan kegiatan diharapkan dapat dilaksanakan secara terencana serta memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal terkait pelaksanaan dan penguatan SAKIP di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, termasuk penyelarasan sasaran kinerja, indikator kinerja, target, serta pelaporan capaian kinerja perangkat daerah.

Implementasi SAKIP diharapkan dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja organisasi sekaligus memastikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah, khususnya di bidang pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jembrana.

Melalui rapat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan kinerja perangkat daerah secara berkelanjutan, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Update Covid-19 (23/7) di Bali, Pasien Sembuh terus Meningkat, 2 Orang Meninggal
Lanjutkan Membaca