Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bantu 5.000 Rapid Test, Bamsoet: Kepercayaan Internasional Cepat Pulih, Penanganan Covid-19 harus Jadi Prioritas Utama

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA BANTUAN, Gubernur Bali Wayan Koster menerima bantuan 5.000 alat rapid test dari Bambang Soesatyo. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster di sela waktu mengikuti rapat koordinasi (rakor) dan diskusi dengan Ketua KPK RI, Komjen Pol. Firli Bahuri melalui video conference (vicon) berkaitan dengan pelaksanaan penanganan dan pencegahan Covid-19, khususnya soal penyaluran dana bantuan sosial (bansos), menerima kunjungan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha Denpasar, Rabu (24/6-2020) siang.

Pada kesempatan kunjungan tersebut Bambang Soesatyo bersama Gerakan BS Bali menyumbang alat kesehatan ke Pemerintah Provinsi Bali berupa 5.000 alat rapid test.

“Bantuan ini saya harapkan bisa membantu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Semakin banyak warga yang ditest, akan semakin besar peluang keluar dari pandemi Covid-19,” ujar pria yang lebih dikenal dengan panggilan Bamsoet ini.

Lebih jauh, Bamsoet menyampaikan kunci utama memutus mata rantai Covid-19 adalah melalui tracking (pelacakan), tracing (penelusuran) dan testing (pengujian).

“Sebagai daerah yang perekonomiannya disumbang dari sektor pariwisata, pandemi Covid-19 sangat memukul rakyat Bali,” ujar Wakil Ketua Kadin ini.

Menurutnya, di tahun 2019 lalu ada lebih 6,2 juta wisatawan asing yang datang ke Bali. Di awal tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan asing masih cukup baik, namun sejak ditemukan pasien positif Covid-19 di Bali (Maret 2020 – red), jumlah wisatawan turun drastis.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 di Bali lebih dahsyat dibandingkan Bom Bali 2002 maupun krisis global 2008.

“Agar kepercayaan internasional terhadap Bali cepat pulih, maka penanganan Covid-19 harus menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Bali,” ujarnya seraya menekankan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengoperasikan rumah sakit khusus Covid-19, sehingga pasien positif Covid-19 tidak berada dalam satu rumah sakit yang sama dengan pasien akibat penyakit lainnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Instruksikan Tidak Gelar Pengarakan Ogoh-Ogoh

Bamsoet menambahkan, mengingat berbagai negara belum memberlakukan penerbangan internasional secara penuh, proses pemulihan ekonomi Bali dari wisatawan asing juga tak akan berlangsung cepat. Karenanya sangat penting bagi Bali untuk memaksimalkan pelayanan terhadap wisatawan domestik.

Gubernur Bali Wayan Koster langsung menerima bantuan tersebut di Jaya Sabha. Diselingi obrolan santai dan penuh persahabatan, Koster menyambut baik bantuan alat rapid test yang diberikan oleh Bamsoet dan Gerak BS Bali.

Menurut pria yang juga ketua DPD PDIP Bali ini, bantuan Bamsoet sangat bermanfaat di tengah peningkatan kebutuhan alat untuk pelaksanaan rapid test sebagai langkah penanganan Covid-19 di Bali. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Baca Juga  Bupati Ikuti Rakorsus Penegakan Hukum Pilkada di Masa Pandemi Covid-19

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali

Published

on

By

Putri Koster
PEMBICARA: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5).

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sejak dari sumbernya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama dan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar terhadap kualitas lingkungan di Bali.

Ibu Putri Koster juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah desa didorong menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, memanfaatkan lahan pemerintah kabupaten/kota untuk pengolahan sampah, serta aktif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia memaparkan, pola pengelolaan sampah dilakukan dengan pemilahan menjadi dua jenis utama, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik basah dimasukkan ke tong komposter, sedangkan sampah organik kering dimasukkan ke teba modern. Adapun sampah anorganik 3R dibawa ke TPS3R, sementara sampah residu diangkut menuju TPST.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari sumber akan jauh lebih efektif dibandingkan sampah yang tercampur. Sampah yang tidak terpilah akan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dalam proses pengolahannya.

Baca Juga  Jelang Galungan dan Kuningan, Disperindag Monitoring Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Rakyat

“Selama kita sadar bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali, maka secara otomatis kita akan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak awal,” imbuhnya.

Selain menyoroti pentingnya pemilahan sampah, Ibu Putri Koster juga mengingatkan masyarakat terhadap bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut pembatasan sampah plastik sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 perlu terus disosialisasikan karena plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan membakar sampah plastik juga berpotensi menimbulkan polusi racun dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber kedua, I Gede Sukanaya yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Kubutambahan, menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Ia menyebut anak-anak akan lebih mudah membangun kebiasaan disiplin apabila tumbuh di lingkungan yang juga menerapkan kedisiplinan.

Sementara itu, Prof. I Made Yudana selaku akademisi Undiksha menyampaikan dukungannya terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Bali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tumbuhnya kesadaran masyarakat.

“Jangan sampai alam marah terlebih dahulu baru kita memulai. Jika kita bersatu dan kompak, maka penanganan sampah diyakini akan terwujud,” ujarnya.

Melalui kegiatan RISE Talks Singaraja ini, diharapkan lahir integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang mampu mencetak generasi muda Bali yang siap bersaing sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua PP PAUD Denpasar Buka Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar

Published

on

By

paud denpasar
GEBYAR KREATIVITAS TK: Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). Pembukaan kegiatan ditandai dengan mengaplikasikan pigmen warna alami daun ke tas ecoprint serta pemukulan kulkul.

Kegiatan yang mengusung tema “Ciptakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Dengan Bersumber Dari Alam” ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Ni Made Ayu Agustini, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Utara, Perwakilan PWA Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar.

Sebelum acara dimulai, Ny. Suwandewi Eddy Mulya tampak berbaur bersama anak-anak dengan mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Dalam kesempatan itu, Ny. Suwandewi Eddy Mulya mengapresiasi inovasi TK Aisyiyah Kota Denpasar dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang tidak hanya melatih kemampuan motorik dan seni anak, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat belajar mencintai lingkungan, mengenal potensi alam sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujarnya.

Ketua Panitia, Yuli Dina Rahmawati mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka mengasah dan mengembangkan kreativitas peserta didik PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan PAUD ‘Aisyiyah Badung bersama orang tua atau wali murid.

Ia menjelaskan, Gebyar Tahunan tersebut sebelumnya sempat vakum selama lima tahun akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat kembali terlaksana tahun ini.

“Kegiatan ini menjadi wadah ajang kreativitas, pengembangan talenta serta mempererat kedekatan anak didik dengan orang tua. Hari ini kita dapat melihat betapa kreatifnya wali murid yang tergabung dalam PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan Badung,” jelasnya.

Baca Juga  Tanah Lot Art and Food Festival, Tak Semata untuk Pariwisata tapi Persembahan kepada Hyang Widhi

Lebih lanjut disampaikan, tema yang diangkat memiliki makna untuk mengajak seluruh peserta hidup harmonis serta berpartisipasi menjaga keseimbangan alam agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat, asri dan lestari.

Gebyar Kreativitas tahunan ini diikuti seluruh siswa-siswi bersama orang tua atau wali murid dari PAUD ‘Aisyiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6 serta PAUD ‘Aisyiyah Badung dengan jumlah peserta sekitar 442 orang.

Sementara itu, Ketua PAUD Dasmen Kota Denpasar, Hj. Siti Khotjah menambahkan bahwa tema ramah lingkungan sangat penting dikenalkan kepada anak usia dini karena anak-anak merupakan generasi masa depan yang perlu dibiasakan mencintai dan menjaga lingkungan sejak sekarang.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai-nilai sederhana namun bermakna seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, memanfaatkan bahan-bahan alami serta mencintai lingkungan sekitar. Alam sudah memberikan manfaat kepada kita sehingga sudah sepatutnya dirawat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak untuk memulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang yang dapat dipakai ulang serta menjaga kebersihan sekolah dan rumah.

“Dengan langkah kecil itu kalian sudah menjadi pahlawan lingkungan,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca