Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster melalui Vicon Ikuti Rakor KPK RI, Bahas soal Dana Bansos Terkait Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
RAKOR DAN DISKUSI, Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti rakor dengan Ketua KPK RI melalui vicon berkaitan dengan pelaksanaan penanganan dan pencegahan Covid-19. Rabu (24/6).

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti rapat koordinasi (rakor) dan diskusi dengan Ketua KPK RI, Komjen Pol. Firli Bahuri melalui video conference (vicon) berkaitan dengan pelaksanaan penanganan dan pencegahan Covid-19, khususnya soal penyaluran dana bantuan sosial (bansos) dari ruang rapat Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (24/6-2020).

Rakor ini diikuti oleh 33 gubernur dan 9 koordinator wilayah (korwil) KPK di seluruh Indonesia, dan dipandu oleh moderator Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan. Selain Ketua KPK RI, narasumber lain yang mengisi kegiatan ini, yaitu Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Inspektur Jenderal Kementrian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri) Tumpak H. Simanjuntak.

Ketua KPK RI, Komjen Pol. Firli Bahuri dalam arahannya pada vicon tersebut menyampaikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam upaya pemberantasan korupsi, KPK dilaksanakan dengan tiga pendekatan. Yakni pendekatan pendidikan masyarakat (public education approach), pendekatan pencegahan (preventiv approach), dan penindakan (law enforcement approach).

Fokus area KPK dalam mendukung sasaran strategis (KPK Wide) di antaranya korupsi terkait dalam bisnis, korupsi politik, korupsi pada penegakan hukum, dan korupsi pada layanan publik. Fokus area ini untuk mendukung lima kebijakan Presiden Republik Indonesia, yakni pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Ketua KPK juga menyampaikan kolaborasi dan atensi KPK dalam pelaksanaan penanganan Covid-19 ini. “KPK akan bertindak sangat keras apabila ditemukan pelanggaran dan unsur koruptif dalam situasi bencana ini,” tegasnya.

Kepala BPKP RI Muhammad Yusuf Ateh dalam paparannya menyampaikan arahan Presiden RI terkait peran pengawasan internal dan eksternal untuk mengawal jalannya pemerintahan terutama terkait percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia yang menelan anggaran sangat besar. Pemerintah Pusat saat ini menyiapkan anggaran mencapai Rp 700 triliun ditambah dana desa yang sudah disalurkan dan anggaran dari pemerintah daerah dalam upaya pengendalian pandemi Corona. Untuk itu alokasi diharapkan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan implikasi hukum di kemudian hari.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan

“Anggaran untuk daerah dalam penanganan Covid sangat besar, untuk itu harus kita pastikan benar – benar sampai untuk masyarakat. Kami menginisiasi dari awal agar program ini tidak menimbulkan masalah baru seandainya ada kebocoran. BPKP mengajak manajemen untuk mulai dari awal. Kita akan lebih susah menangani kebakaran, maka kita utamakan pencegahan, agar bisa dikembalikan dengan baik sehingga bisa dihindari adanya penyimpangan-penyimpangan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap BPKP Perwakilan bersama APIP masing – masing pemerintah daerah melaksanakan pengawasan dan pemantauan secara simultan, terutama terkait barang -jasa yang diperuntukkan sesuai kebutuhan penanganan pandemi. Hal ini didasari berbagai permasalahan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia terkait penyaluran bantuan sosial semisal tidak tepat sasaran, kurangnya kualitas barang yang disiapkan, tumpang tindih penyaluran dan sebagainya yang kurang mendapat pengawasan.

Sementara itu, Irjen Kemendagri Tumpak H. Simanjuntak menyampaikan poin-poin terkait sejumlah instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah. Poin terpenting yang tertuang dalam instruksi tersebut, yakni mengenai pelaksanaan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran tertentu (refocusing) dan atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai untuk meningkatkan kapasitas; penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan; penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup; serta penyediaan jaring pengamanan sosial (social safety net) , sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Intruksi Menteri ini.

Pada kesempatan itu juga dilakukan dialog dan diskusi interaktif oleh para peserta rapat, yaitu gubernur se-Indonesia dengan Ketua KPK RI. Dialog dan diskusi terkait permasalahan pelaksanaan kebijakan di daerah dalam penanganan Covid-19. (*/gs)

Baca Juga  Kementerian Pariwisata Gelontorkan Paket Sembako Tahap Kedua bagi Pekerja Pariwisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Pascasarjana FH Unud Perkuat Keilmuan Hadapi Persaingan Global

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menjadi narasumber matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Denpasar.
NARASUMBER: Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) memperkuat kapasitas keilmuan hingga jenjang magister, bahkan doktoral, sebagai bekal menghadapi dinamika, tuntutan dan persaingan dunia yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Koster saat menjadi narasumber dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8).

Koster mengatakan, peningkatan kapasitas akademik menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. Menurutnya, bidang hukum membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kedalaman keilmuan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Di masa sekarang ini, sudah sepantasnya membekali diri dengan ilmu minimal sampai magister dan kalau bisa sampai doktoral lebih baik lagi. Dinamika dunia saat ini membutuhkan tingkat keilmuan yang tinggi sesuai dengan perkembangan, tuntutan serta persaingan yang ada,” ujar Koster.

Ia menilai kebutuhan tersebut semakin penting bagi mahasiswa yang menekuni bidang hukum. Lulusan hukum memiliki ruang pengabdian yang luas, baik dalam pemerintahan, lembaga negara, dunia akademik maupun profesi hukum.

“Terlebih di bidang hukum yang membutuhkan orang-orang yang mumpuni. Baik untuk membangun instansi, sebagai praktisi, akademisi, pengacara maupun notaris,” katanya.

Koster: Senang Kembali Berada di Tengah Mahasiswa

Koster mengaku sengaja menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut di tengah padatnya agenda menyambut Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali yang puncak peringatannya berlangsung pada hari yang sama.

Menurut Koster, kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terhadap komitmen yang sebelumnya telah disampaikan kepada Dekan FH Unud. Selain itu, ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lingkungan akademik karena pernah cukup lama berkecimpung sebagai dosen.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Para Ibu Bertanggung Jawab Lahirkan Generasi yang Sehat dan Cerdas

“Saya merasa harus datang karena sudah janji dengan Pak Dekan dan saya merasa sangat senang bisa berada di antara para mahasiswa Pascasarjana FH Unud,” ujarnya.

Latar belakangnya sebagai akademisi membuat Koster merasa nyaman berdialog dengan mahasiswa. Meski selama menjadi dosen ia menekuni bidang matematika, suasana akademik dan interaksi dengan mahasiswa tetap menjadi bagian yang dekat dengan dirinya.

“Berada di antara mahasiswa juga membuat saya mengingat kembali asal saya sebagai akademisi, sebagai dosen cukup lama, meskipun saya menekuni di bidang matematika,” kata Koster.

Dengan nada bercanda, Koster menyebut kembali berada di tengah mahasiswa membuat dirinya merasa lebih muda.

“Jadi awet muda karena berada di tengah mahasiswa, generasi yang dinamis,” ujarnya.

Koster juga mendorong mahasiswa Pascasarjana FH Unud tidak hanya fokus pada proses pembelajaran di ruang kuliah, tetapi aktif membangun tradisi diskusi dan pertukaran gagasan.

Ia berharap mahasiswa dapat ikut memberikan pemikiran strategis bagi pembangunan Bali, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Saya mengajak anak-anak muda ini untuk lebih banyak berdiskusi dan bertukar pikiran, terutama dalam rangka usaha-usaha untuk kemajuan Pulau Bali ke depannya,” katanya.

Koster kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru dan berharap proses pendidikan di Pascasarjana FH Unud dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka.

“Selamat mengikuti proses pembelajaran,” ucapnya.

199 Mahasiswa Pascasarjana Ikuti Matrikulasi

Sementara itu, Dekan FH Unud Putu Arya Sumedayasa menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur Koster hadir sebagai narasumber di tengah kesibukan agenda pemerintahan dan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.

Menurut Arya, kehadiran Koster memberikan warna berbeda dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud tahun ini.

Baca Juga  1.000 Peserta dari 100 Negara Hadiri Festival Wayang di Bali April 2020

“Saya bangga kehadiran Pak Gubernur di tengah kesibukannya. Senin sampai Minggu selalu bekerja keras agar Bali menjadi lebih maju,” ujar Arya.

Ia menilai latar belakang Koster sebagai akademisi membuat interaksi dengan mahasiswa menjadi lebih dekat. Koster juga dinilai memiliki keinginan kuat untuk menyapa dan berdialog langsung dengan mahasiswa.

“Beliau berasal dari akademisi dan ingin sekali menyapa mahasiswa. Beda suasana matrikulasi Pascasarjana kali ini,” katanya.

Arya menjelaskan, sebanyak 199 mahasiswa baru mengikuti matrikulasi Pascasarjana FH Unud tahun ini. Mereka terdiri atas 31 mahasiswa program doktoral, 98 mahasiswa Magister Kenotariatan, dan 70 mahasiswa Magister Hukum.

Para mahasiswa tersebut akan mendapatkan pembinaan dari belasan guru besar dan puluhan doktor yang menjadi bagian dari sivitas akademika FH Unud.

Arya menegaskan FH Unud terus berkomitmen menjaga kualitas pendidikan dan daya saing institusi. Menurutnya, FH Unud telah mengantongi akreditasi Unggul dan memiliki jenjang pendidikan hukum yang lengkap, mulai dari sarjana hingga doktoral.

“Kualitas kita di Unud tidak kalah dengan universitas lain. Akreditasi kita Unggul,” ujarnya.

Kejati Bali Ikut Menjadi Mahasiswa Baru

Kegiatan matrikulasi tersebut juga dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono. Menariknya, selain hadir dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik, Setiawan juga tercatat sebagai salah satu mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud.

Kehadiran unsur pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya hubungan antara dunia pendidikan hukum dan praktik penyelenggaraan pemerintahan serta penegakan hukum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Lepas Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede

Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Loading

Published

on

By

Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya melepas peserta Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede di Denpasar, Sabtu (16/8).
LEPAS FUN WALK: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan turut dihadiri Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Ketua Yayasan Pendidikan Karang Gede Prof. Dr. Wayan Maba, Owner Yayasan Pendidikan Karang Gede Ni Luh Putu Sri Utami Suarshana, jajaran pengurus yayasan, para guru, siswa, serta orang tua siswa. Usai pelaksanaan Fun Walk, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan door prize kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah turut berpartisipasi memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menanamkan semangat nasionalisme dan kebersamaan sejak dini.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih karena selama ini telah turut berpartisipasi membantu pembangunan di Kota Denpasar, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Eddy Mulya.

Pihaknya berharap, semangat Yayasan Pendidikan Karang Gede dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan di Kota Denpasar dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Selain menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.

Baca Juga  Sinergi dengan Pemuda Nusa Dua Bersatu, Wabup Suiasa Tanam Cemara Udang dan Lakukan Aksi Bersih Pantai

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala SD Mahardika Denpasar, I Wayan Gede Suyanta, mengatakan Fun Walk merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang dirancang untuk melibatkan seluruh warga sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP hingga para orang tua untuk bersama-sama memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.

Fun Walk mengambil rute dari Jalan Bypass Ngurah Rai menuju Jalan Wayan Wuruk, kemudian berbelok ke Jalan Ganapura dan kembali menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Selain Fun Walk, rangkaian kegiatan juga diisi dengan donor darah, senam sehat, lomba mewarnai, tenant UMKM, sembako murah, serta pemeriksaan kesehatan.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan hingga 17 Agustus 2026 melalui pelaksanaan upacara bendera. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Pendidikan Karang Gede berharap momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, kebersamaan, serta semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

“Dengan semangat kebersamaan ini, kami berharap siswa dan masyarakat dapat ikut memeriahkan kemerdekaan sekaligus memahami makna kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster: Pelayanan dan Pengabdian dilakukan Tulus Iklas

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membacakan pidato Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan pidato serangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi Bali untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain itu semangat gotong-royong dan tanggung jawab untuk pembangunan Bali serta kesejahteraan masyarakat juga wajib terus dipupuk demi mewujudkan Bali era baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing dan berkelanjutan secara sekala-niskala. Hal ini disampaikannya saat membacakan pidato serangakaian Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8).

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini, mengangkat tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali”.

Tema ini mengandung pesan luhur, bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang Kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong, dan bertanggungjawab, demi Nindihin Gumi Bali mewujudkan Bali Era Baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, Niskala-Sakala.

“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Lebih lanjut, pada kesempatan ini disampaikan bahwa Undang-Undang Provinsi Bali, telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali, yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

Baca Juga  Kementerian Pariwisata Gelontorkan Paket Sembako Tahap Kedua bagi Pekerja Pariwisata

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan telah di-pasupati, pada Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), tanggal 19 Agustus 2023, di Pura Penataran Agung Besakih.

Periode 2025-2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman.

Pembangunan Bali 100 Tahun ke depan diselenggarakan dengan visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Dijelaskannya, visi ini adalah untuk menjaga unteng kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan Manusia.

Pembangunan Bali Periode 2025-2030 diselenggarakan melalui Enam Bidang Prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Selain itu juga bidang prioritas lainnya adalah tentang kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Selain itu, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali, infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi. Lingkungan, hutan dan energi serta keamanan Bali diharapkan mampu menjadi prioritas utama yang dilaksanakan secara bergotong royong penuh tanggungjawab sehingga Bali mampu menjadi pulau digital yang berkualitas.

Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang dan terpola, terintegrasi terencana, menyeluruh, dalam satu terarah, kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Apel peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Inisiatif Dewan Susun Ranperda Provinsi Bali, Pandangan Bijak Bangun Bali ke Depan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca