Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Kebangkitan Hindu di Kediri, Benda-benda Keramat Bermunculan

BALIILU Tayang

:

de
IDA PANDITA MPU YOGA NATA, Griya Giri Kusuma Pangi Klungkung.

SETELAH bertahun-tahun puluhan warga penganut Hindu di Besowo Kepung dan juga di Pare Kediri Jawa Timur tidak bisa melaksanakan kewajibannya sesuai dengan sastra agama yang diyakininya, kini warga Hindu di Kediri mulai bangkit. Kebangkitan warga Hindu di Kediri tak lepas dari keberadaan Pura Kerta Agung yang baru direhab, disusul temuan benda-benda sakral seperti patung ganesha, lingga yoni, keris dll.

Bagaimana Pura Kerta Agung muncul, begitu juga warga Hindu mulai bangkit di Pare dan Besowo, bermula dari Ida Pandita Mpu Yoga Nata dari Griya Giri Kusuma Pangi Klungkung yang melakukan perjalanan ke wilayah Kediri.

Dalam sebuah perjalanan spiritual ke Kediri Jawa Timur sekitar Juli 2019, Ida Pandita Mpu Yoga Nata kemalaman di sebuah wilayah di Pare Kediri. Istirahat sejenak Ida Pandita bertanya kepada salah seorang warga bermaksud menanyakan apakah ada sebuah pura, karena Ida Pandita bermaksud ingin sembayang di pura. Dalam bathinnya, Ida Pandita ingin bertemu saudara tuanya yang ada di Kediri.

‘’Tiyang sempat sampai dibelikan gado-gado oleh warga yang menunjukkan jalan,’’ terang Ida Pandita yang akhirnya bermalam. Esok harinya Ida Pandita sempat berbincang-bincang dengan seseorang yang bernama Gatot.

Gatot adalah warga Pare yang orangtuanya muslim tetapi ibunya bernama Ni Nyoman Ranti asal Tiyingtali Karangasem. Dari perbincangan yang tidak direncanakan itu, Gatot menuturkan dengan benderang pesan ibunya sebelum menghembuskan nafas di pangkuannya. ‘’Tot, kamu sumbangkan tanah itu untuk pembangunan pura agar areal pura lebih luas,’’ tutur Ida Pandita menirukan ucapan Gatot tentang pesan ibunya.

Ni Nyoman Ranti pun akhirnya meninggal dan dikremasi. Sepeninggal ibunya yang dikremasi, Gatot mengaku sering bermimpi diserahi tugas untuk memelihara pura yang tidak jauh dari rumahnya.

Baca Juga  Kembali, 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar (8/9), Kasus Positif Bertambah 37 Orang

Dalam perbincangan itu, Ida Pandita memberi saran agar ibunya bisa berkomunikasi secara tidak langsung atau niskala. ‘’Tiyang beri jalan agar membuat pelinggih kemulan. Prosesi ibunya setidaknya ada kelanjutan, setelah ngaben lanjut memukur kemudian dewa prastista, nuntun, ngenteg linggih atau ngelinggihang,’’ terang Ida Pandita.

IDA PANDITA MPU YOGA NATA, Griya Giri Kusuma Pangi Klungkung.

Berselang beberapa pekan, tanpa diduga Gatot datang ke Griya Giri Kusuma bertemu Ida Pandita. Ibunya yang sudah tiada ikut menyertainya seolah ada ikatan bathin untuk datang bersama ke griya. Gatot ingin ibunya diupacarai sesuai ajaran Hindu, ngeroras, nuntun dan seterusnya. Bahkan Ida Pandita yang sempat ke India ikut mengajak dewa hyang-nya ke India.

Kelanjutannya setelah ngelinggihang, Gatot membuat tempat suci. Bersama beberapa pemangku di Bali membawa pelinggih kemulan, taksu dan penunggun karang. Dalam satu hari empat pelinggih sekaligus berdiri di rumahnya Gatot. Prosesi memukur atau ngeroras-nya di Griya, lanjut diajak atau diingkupkan di Kediri. ‘’Kita pendem panca datu sekarang baru mulai ada hubungan niskala. Orang luar yang datang mesti permisi pada yang punya tanah dan rumah,’’ ungkap Ida Pandita.

Tidak berselang lama, beberapa benda kemarat muncul seperti patung ganesha, keris, lingga yoni, dll. Warga muslim yang menemukan di beberapa lokasi tidak berani menyimpan dan akhirnya diserahkan dan disimpan oleh Gatot untuk selanjutnya akan ditempatkan di Pura Kerta Agung yang berdekatan dengan rumah Gatot jika kelak pura ini rampung.

Kehadiran pelinggih di rumah Gatot dan juga Pura Kerta Agung dengan temuan benda-benda keramat itu membuat warga Hindu bangkit seperti di Besowo Kepung yang berjumlah 44-an KK.

‘’Kita berencana mengadakan pengabenan massal pada awal Mei ini, karena ada Covid-19 akhirnya batal, padahal alat-alat pengabenan sudah dikirim ke Besowo tanpa dipungut biaya sepeser pun,’’ papar Ida Pandita seraya mengatakan jika Covid-19 sudah mulai tenang, pengabenan bisa dilaksanakan Juli atau Agustus dengan melibatkan 8 sulinggih.

Sebagai back-up kegiatan pengabenan massal ini, pada waktu Mahasabha MGPPSR Pusat di Cekomaria tanpa diduga bertemu dengan Arya Weda Karna. ‘’Kita mohon beliaunya memback up kegiatan saya di sana dalam rangka upacara ngaben massal dan beliau menyarankan menyurati ke yayasannya,’’ ujar Ida Pandita yang juga merencanakan pada 1 Oktober mengadakan upacara tegak karya, karena belum pernah ada karya besar sebelumnya, seraya mengingatkan jangan terlena di Bali,  karena umat kita masih banyak di seberang.

Baca Juga  Sambangi Pos Pam Lebaran, Bhayangkari Cabang Gianyar Bagikan Bingkisan

Pura Kerta Agung berada di atas lahan 10 are, sudah dibangun padma, apit lawang dengan gelung kuri yang dibawakan dari Bali. Saat ini, jika ada acara melasti se-Kabupaten Kediri pusat ngumpulnya di Pura tersebut. Di sana juga banyak warga yang pintar membuat banten setelah belajar di Griya Giri Kusuma. Pinandita juga sudah mulai banyak, begitu juga sulinggih. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemprov Bali Kejar Peringkat ‘Informatif’ dalam Keterbukaan Informasi Publik

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati dan Wabup Badung Pimpin “Bhakti Penganyaran“ Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Ngusaba Kedasa
BHAKTI PENGANYARAN: Pemkab Badung saat “Bhakti Penganyaran“ saat “Karya Ngusaba Kedasa“ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga keharmonisan alam, Pemkab Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4).

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Kehadiran jajaran Pemkab Badung ini merupakan bentuk bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat tersebut.

Karya Ngusaba Kedasa sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Setelah puncak karya pada Purnama Kedasa tanggal 2 April 2026, rangkaian upacara akan berakhir pada prosesi penyineban, 12 April mendatang. Momentum ini menjadi ruang spiritual untuk memohon kerahayuan jagat serta kelestarian sumber air Danau Batur sebagai penopang kehidupan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran upacara, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan punia sebesar Rp 150 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya, Jero Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran ini adalah bukti nyata tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sumber daya alam Bali. “Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan alam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk mewariskan Bali yang lestari kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat utama, Bupati juga menekankan peran sentral Pura Ulun Danu Batur dalam tatanan spiritual masyarakat. “Pura Ulun Danu Batur merupakan tempat memohon kepada Ida Betari Dewi Ulun Danu sebagai manifestasi penguasa danau serta sumber air kehidupan. Nilai-nilai dalam Karya Ngusaba Kedasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Presentasi di Baleg DPR, Gubernur Koster: UU Nomor 64 Tahun 1958 Sudah Tak Relevan Lagi

Turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, ASN di lingkungan Pemkab Badung, serta perwakilan PHDI, MDA, dan Listibya Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” Serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Bhakti Penganyar denpasar
BHAKTI PENGANYAR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin “Bhakti Penganyar” rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4). (Foto: bi)

Bangli, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna beserta anggota, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sejak puncak Karya yang jatuh pada Purnama Kedasa pada tanggal 2 April lalu, Pura Ulun Danu Batur dipadati oleh para pemedek yang datang silih berganti untuk ngaturang bhakti. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Topeng Paseban dari Banjar Abian Kapas Kaja, dilanjutkan dengan Tari Rejang yang dibawakan oleh WHDI Kota Denpasar, DWP Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar serta staf Bagian Kesra Kota Denpasar.

Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan pesantian oleh Sekaa Santi TPLAH Kota Denpasar serta iringan gambelan dari Sekaa Gong Kesuma Jaya Banjar Abian Kapas Kaja. Rangkaian prosesi kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka dari Griya Tegeh Karang Lumintang, dan dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat.

Baca Juga  Kembali, 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar (8/9), Kasus Positif Bertambah 37 Orang

“Pelaksanaan persembahyangan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, momen ini juga dimaknai sebagai ajang mulat sarira guna menjaga keseimbangan alam semesta beserta seluruh isinya.

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti serta memohon asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya.

Jaya Negara menambahkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar juga merupakan wujud rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah.

“Semangat menyama braya diharapkan terus terjaga, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Sementara itu, Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duwuran menjelaskan bahwa Puncak Karya Pujawali Ngusaba Kedasa telah dilaksanakan pada 2 April lalu. Rangkaian penganyar berlangsung mulai 3 hingga 11 April mendatang yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali, sementara panyineban karya dijadwalkan pada 12 April mendatang.

Ia pun mengajak seluruh umat Hindu untuk tangkil dan ngaturang bhakti selama rangkaian karya berlangsung. Diharapkan melalui pelaksanaan Pujawali Ngusaba Kedasa ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca