Tuesday, 5 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Desa Wisata Tradisional Kamasan: Geliat di Tengah Gemebyar Pariwisata Bali

BALIILU Tayang

:

de
I KADEK MARTANA: Sekretaris Desa Kamasan yang Berharap Besar Kamasan Bisa Berkembang Menjadi Desa Wisata yang Dikunjungi Banyak Wisatawan Sehingga Berdampak Besar bagi Perekonomian Masyarakat Kamasan

SABAN hari ratusan wisatawan berkunjung ke Taman Gili Kertagosa yang menjadi ikon objek wisata sejarah Kota Semarapura Klungkung. Para wisatawan menikmati peninggalan sejarah Puri Klungkung baik kori agung, artefak-artefak yang ada di miseum, hingga dua bangunan di Taman Gili yang terkenal akan lukisan wayang Kamasan yang terpampang di plafon dua bangunan yang bersebelahan dengan patung Catur Muka perempatan Klungkung. Para tamu begitu menikmati setiap gurat lukisan yang sarat makna dan filosofi itu.

Namun mereka tidak tahu, bahwa hanya menempuh jarak 4 kilometer, para wisatawan bisa menikmati desa wisata tradisional Kamasan Klungkung , dimana karya-karya lukis klasik wayang Kamasan di Kertagosa itu dilahirkan dan dilestarikan hingga kini. ‘’Sepatutnya, desa wisata tradisional Kamasan ini tidak kekurangan tamu jika melihat potensi seni, tradisi budaya dan lingkungannya yang begitu alami,’’ terang pejabat sekretaris Desa Kamasan I Kadek Martana ketika baliilu menyambangi ke kantornya yang sederhana dan segera akan berpindah ke kantor baru di pinggir jalan.

Kadek Martana menuturkan bagaimana kondisi Desa Kamasan sebelum bom 1 meletus di Sari Club Kuta. Di Kamasan sudah ada home stay dan Yayasan Kamasan Art Centre yang mengelola wisata tracking yang memakai jalur Desa Kamasan kemudian menuju persawahan, turun ke Tukad Unda lanjut singgah di pondok-pondok kecil dimana tamu menikmati jagung dan kelapa muda sebelum balik ke lokasi semula. Tamu-tamu Australia banyak yang datang begitu juga mahasiswa-mahasiswa yang belajar menggambar.

Bom Bali memang meluluhlantakkan pariwisata Bali. Namun ketika pariwisata menggeliat dan kini kembali gemebyar, justru Desa Kamasan yang ditetapkan sebagai Desa Wisata Tradisional yang kemudian menjadi paket destinasi city tour antara Kertagosa, Kamasan dan desa wisata Tihingan tidak berjalan sempurna.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pelaksanaan Disiplin Prokes di Desa Peguyangan Kangin

Padahal Desa Kamasan memiliki potensi seni, tradisi budaya dan alam yang begitu luar biasa. Tercatat jumlah perajin lukis dan perajin perak, kuningan dan emas sebanyak 143 orang dari total jumlah penduduk Desa Kamasan 3.073 orang. Bahkan di desa ini ada anggota legislatif dan juga bupati. Di Desa Kamasan juga ada seniman-seniman ternama khususnya seni lukis klasik seperti almarhum Mangku Mura dan Nyoman Mandra yang begitu dikenal luas di manca negara. Ada juga Suciarmi, pelukis wanita pertama wayang Kamasan yang kini sudah berusia 86 tahun. Bahkan kini banyak bermunculan pelukis wayang  generasi baru yang juga tetap mempertahankan karya-karya tradisi. ‘’Masih terbuka lebar untuk dikembangkan lagi,’’ ujar sekdes yang perbekelnya dijabat Ida Bagus Ketut Danendra, SH yang harus cuti karena pilkades 2020 mendatang dan kini diisi PJ I Nengah Sukartina.

Karena itulah, bersama perangkat Desa Kamasan belum lama ini menghadap Bupati Nyoman Suwirta memohon bantuan dana pembuatan patung Rama Shinta di depan pintu gerbang barat masuk Desa Kamasan dan land mark di depan Lapangan Umum Desa Kamasan.

Permohonan pembuatan patung dan land mark ini disambut positif Bupati Suwirta yang sangat konsen mengembangkan pariwisata, tidak saja di Nusa Penida tetapi juga di Klungkung daratan. Bahkan Bupati segera memerintahkan membuat RAB yang cukup untuk membuat patung Rama Sintha dan land mark yang akan menjadi wahana buat para pengunjung. Dari patung dan land mark yang pemasangannya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung ini, Desa wisata Kamasan akan terus dibenahi secara menyeluruh bersama seluruh komponen masyarakat yang ada. Baik dari pemerintahan kabupaten melalui dinas pariwisatanya, pemerintahan desa, pokdarwis, para perajin, dan juga warga Kamasan yang banyak bergerak di sektor pariwisata.

Baca Juga  Ikuti Upacara Hari Pramuka Ke-59, Kwarda Bali Diberi Kesempatan Berdialog

Berdasarkan monografi desa, sejarah Desa Kamasan diketahui dari sumber prasasti serta dari penjelasan para sesepuh atau tokoh masyarakat, bahwa latar belakang sejarah Desa Kamasan tercantum dalam Prasasti Anak Wungsu Tahun 994 Saka atau Tahun 1072 Masehi. Dalam prasasti tersebut dijelaskan bahwa kata atau nama Kamasan secara etimologi terdiri dari kata Kama yang berarti bibit dan san yang berarti indah.

Dari pengertian tersebut bahwa Kamasan mengandung makna bahwa setiap kelahiran anak manusia di Desa Kamasan  diharapkan  merupakan  manusia-manusia  yang  memiliki  sumber daya yang berbobot dan disertai nilai keindahan yang tinggi. Hal tersebut memang terbukti, dimana Desa Kamasan sejak zaman dahulu menyimpan potensi yang cukup besar terutama di bidang kerajinan.

Desa Kamasan terletak di Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung pada ketinggian tempat wilayah desa ± 75 m di atas permukaan laut, dengan batas-batas wilayah secara administratif sebagai berikut: di bagian timur ada Desa Tangkas, Selatan Gelgel, barat Tojan dan utara Kelurahan Semarapura Kelod.

Desa Kamasan merupakan desa administratif yang didukung oleh empat dusun atau biasa disebut dengan banjar dinas, yaitu Dusun Kacangdawa, Dusun Sangging, Dusun Pande Mas, dan Dusun Tabanan. Desa Kamasan sendiri merupakan bagian dari Desa Adat Gelgel yang memiliki tiga desa administratif yang melingkupi sepuluh banjar adat dimana tiap banjar adat merupakan bagian dari dusun. Pembagian wilayah banjar adat pada Desa Kamasan sebagai berikut: Dusun Kacang Dawa: Br. Kacang Dawa dan  Br. Siku; Dusun: Banjar Sangging, Banjar Geria, dan Banjar Celagi; Dusun Pande Mas:      Banjar Pande Mas, Banjar Peken, dan Banjar Pande Kaler; Dusun Tabanan: Banjar Tabanan dan Banjar Pande.

Luas wilayah Desa Kamasan sekitar 220 ha dengan penggunaan lahan yang dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu, tanah sawah, tanah tegal, tanah pekarangan, dan lain-lain. Sebagian besar wilayah Desa Kamasan masih belum terbangun. Sekitar 70% lahan yang ada merupakan tanah sawah dan tanah tegal.

Baca Juga  Loka Sabha X MGPSSR Bali, Giri Prasta Terpilih Aklamasi sebagai Ketua: ''Tiyang Pasti Jengah, Wirang Tindih Ring Semeton''

Kamasan termasuk desa yang berpenduduk cukup padat, dengan luas wilayah ± 220 ha memiliki jumlah penduduk Desa Kamasan sebanyak 4.304 jiwa, laki-laki sebanyak 2.069 jiwa dan perempuan sebanyak 2.335 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 1.073 KK, dengan mata pencaharian sebagian besar sebagai pengerajin.

Desa Kamasan dikenal sebagai desa pengerajin berupa lukisan, emas, perak, ukir dan tenun yang sudah ada turun-temurun sejak zaman Kerajaan Waturenggong (kurang lebih pada tahun 1600 masehi), terutama seni lukis wayang Kamasan yang khas dan hanya ada Desa Kamasan. Para pengerajin memajang barang dagangannya di rumah masing-masing sehingga Desa Kamasan tampak seperti jejeran-jejeran toko kesenian (art shop) atau juga bisa disebut dengan galeri.

Suasana tradisi seni dan budaya yang terus berdenyut di Desa Kamasan hingga kini menjadi modal utama untuk bisa mendatangkan wisatawan menginjakkan kakinya di sini. Asalkan semua komponen mau bersatu padu baik dari pemerintahan kabupaten, pemerintahan desa, pokdarwis, para tokoh masyarakat, masyarakat setempat hingga para pekerja pariwisata asal Desa Kamasan. *balu01

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Kantor Pusat UNESCO Paris Gelar Kegiatan Mengusung Penguatan Ekosistem Film di Indonesia 

Published

on

By

UNESCO Convention di paris
Kegiatan talkshow di acara Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, Paris, Prancis. (Foto: kemdikbud.go.id)

Paris, Prancis, baliilu.com – Indonesia mengadakan serangkaian acara sampingan di Kantor Pusat UNESCO Paris, Prancis, untuk memperkenalkan dan memperluas pengaruh budaya Indonesia di dunia. Kegiatan yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan ini, bertujuan untuk memperkuat ekosistem film dan mendukung kebebasan artistik di Indonesia.

Dalam sela-sela sesi ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, berbagai acara seperti gelaran wicara, pemutaran film pendek, dan pameran poster yang dilaksanakan dengan tema besar Empowering Artistic Freedom in Indonesia.

Acara tersebut menampilkan panelis terkemuka seperti Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk UNESCO, Ismunandar; Perwakilan dari Koalisi Seni Indonesia, Hafez Gumay; dan sutradara ternama Riri Riza. Mereka membahas pentingnya dukungan pemerintah terhadap kebebasan artistik serta peran Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan nomor 5 tahun 2017 dalam memajukan film sebagai praktik budaya.

Selain itu, pameran poster dan pemutaran film pendek, seperti “Ride to Nowhere” dan “Membicarakan Kejujuran Diana”, serta cocktail recognition yang menampilkan hidangan khas Indonesia dan minuman herbal tradisional, jamu, juga menyemarakkan kegiatan ini, dan menarik perhatian pelajar Indonesia dan Prancis serta diaspora Indonesia yang hadir.

Dubes RI untuk Prancis, serta Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyampaikan pentingnya kebebasan artistik dalam mendorong dialog dan membentuk tatanan masyarakat. “Melalui side event ini diharapkan dapat menampilkan secara singkat perjalanan ruang eksplorasi dan persimpangan dinamis antara kreativitas, keragaman, dan kebebasan ekspresi budaya dalam konteks Indonesia,” jelas Dubes Oemar saat membuka talkshow dan pemutaran film pendek, pada Selasa (27/2) yang dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga  Rai Mantra Terima 1.300 Kantong Beras Bantuan Asosiasi Korea Bali, Harapkan Kerjasama Recovery di Masa Pandemi

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, termasuk delegasi dari sidang ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention dan delegasi negara anggota UNESCO di Paris. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budayanya kepada dunia internasional dan memperkuat kerja sama dalam bidang budaya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

polres bandara ngurah rai
KARYA NGENTEG LINGGIH: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Piodalan di Gedung Mako Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Markas Komando (Mako) Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, melangsungkan serangkaian upacara Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, Pedudusan Alit, Melaspas, dan Piodalan Purnama Kesanga. Upacara adat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, menandai komitmen spiritual dalam menjaga harmoni dan keseimbangan di kawasan strategis ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Bandara IGN Rai Kompol I Ketut Darta, perwakilan dari Angkasa Pura, Otoritas Bandara, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lanud, serta seluruh jajaran anggota Polres Bandara IGN Rai.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, menekankan pentingnya pembangunan Gedung Mako Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai yang telah dianggarkan dari dana belanja hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 20,3 miliar lebih pada perubahan tahun anggaran 2023. Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kepolisian bandara dan jajarannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan adanya Gedung Mako Polres Kawasan Bandara yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja kepolisian yang presisi terkhusus kepolisian di kawasan bandara,” ungkap Wabup Suiasa pada Sabtu (24/2).

Wabup Suiasa juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas representatif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan pariwisata utama.

“Tentunya harapan ke depan dengan adanya fasilitas yang representatif ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. Ini merupakan tanggung jawab kita semua memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terkhususnya di Badung. Sebab Kabupaten Badung merupakan kawasan pariwisata, maka rasa aman merupakan hukum wajib yang harus dilaksanakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pelaksanaan Disiplin Prokes di Desa Peguyangan Kangin

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Suiasa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan

Published

on

By

wabup suiasa
MELASPAS: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2).

Turut hadir dalam kesempatan ini Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, Kelian Dinas se-Desa Tibubeneng, Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng serta masyarakat setempat.

Upacara Melaspas, di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Arsa Manuaba Griya Gede Mayun Babakan. Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan yang dibantu dana hibah induk tahun 2023 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Dalam sembrama wacananya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Padoman serta bisa ikut ngastiti bakti dalam upacara Melaspas, Mendem Pedagingan serta Ngelinggihang di Pura Desa dan Pura Puseh Padonan ini. Wabup mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh.

“Ini sudah menjadi komitmen saya selaku Wakil Bupati bersama Bapak Bupati Badung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat krama Badung sendiri seperti saat ini, saat masyarakat Desa Adat Padonan melaksanakan upacara melaspas lan ngelinggihang. Semoga Ida Bhatara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagad sami, serta diberi kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan upacara ini dan juga masyarakat semua agar segilik, seguluk, selulung sebayantaka nyujur jagad gemah ripah loh jinawi,” ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  Rai Mantra Terima 1.300 Kantong Beras Bantuan Asosiasi Korea Bali, Harapkan Kerjasama Recovery di Masa Pandemi

Sementara itu Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Badung bersama undangan lainnya sudah bersedia hadir nodia karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Ngelinggihang ring Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan. Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili masyarakat Desa Adat Padonan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nayaka Praja Kabupaten Badung bersama jajaran berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Adat Padonan bisa membangun Pura Desa lan Pura Puseh yang bagus seperti ini.

“Kami mewakili masyarakat tidak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih dan juga kami sampaikan kehadapan Bapak Wakil Bupati bersama undangan lainnya,” ujarnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca